Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
124
Lapor Hansip
05-10-2019 17:33

Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar

Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar

Pict by @agungdar2494












Prolog




Sepoi angin dingin menusuk jiwa dalam kebekuan. Barbalut malam bertaburkan bintang-bintang, duduk di tepian taman berhiaskan berjuta warna. Bersimpuh menatap tingginya langit malam. Air mata terjatuh mengaliri pipi hingga ke hati. Kosong menatap ribuan mil cahaya gelap.




"Kamu di sini, Zhe?" tanya seseorang dari samping.

"Iya, lagi pingin di sini," jawab Zhe singkat tanpa menoleh.

"Udah malam, kamu nggak pulang?" tanyanya sekali lagi.

"Sebentar lagi, Ve. Temani saja aku di sini," pinta Zhe.

"Sebenernya aku mau ngajak kamu makan, tapi kalau maunya di sini ya nggak apa-apa," jawab Ve.



Berdua hening menikmati malam yang semakin tenggelam. Aroma bunga menggoda penciuman hidung. Begitu syahdu ditemani seorang sahabat sekaligus saudara. Saudara tak harus sedarah bukan? Zhe dan Veronica adalah sahabat sejak mereka kecil, lebih kental daripada ikatan sedarah.




"Udah malam, Zhe. Yakin masih pingin di sini?" tanyanya menyelidik.

"Baiklah, aku menyerah. Mari kita pulang." Bangkit dari tempat duduk berbahan besi bercorak hitam dengan hiasan ukiran di pinggir.


Berjalan menyusuri gelap malam dengan penerangan yang semakin terang.



"Cepat pakai helmnya, malah ngelamun terus," ucap Ve membuyarkan lamunan.

"Eh, udah sampai parkiran. Oke deh, mana helmnya?" tanya Zhe.



Setapak demi setapak jalan telah dilalui, jarum jam waktu terus berputar. Akhirnya tiba di kediaman kos bertembok coklat dengan pintu sederhana, kamar ukuran 3x3 menjadi tempat paling ternyaman untuk melepas penat dan lelah seharian berutinitas.


"Zhe, aku pulang dulu. Besok ke sini lagi, kamu jangan kemana-mana," kata Ve dari luar pintu kos.



Suara motor Ve semakin lama semakin menjauh hingga ditelan hening malam. Sepertinya malam sangat panjang. Terbaring tubuh di atas tempat tidur berseprai ungu dengan lipatan-lipatan manis disetiap ujung.



Dada membuncah penuh deru amukan ombak mematikan. Mencoba menutup kelopak mata tapi tetap tak sanggup. Bayangan itu, bayangan hitam yang selalu menghantui bertahun-tahun hingga mematikan seluruh urat saraf panca indera. Bahkan masih membekas indah diseluruh bagian raga dan jiwa.



Sekali lagi, Zhe mencoba memejamkan mata berharap malam menenggelamkan segala kegundahan jiwa. Melupakan semua hingga berharap amnesia atau setidaknya matilah jalan paling indah. Namun Zhe tidak selemah itu, masih banyak orang yang menyayanginya daripada yang ia sayangi.




Tik tok tik tok




Dentuman suara jarum jam terus bergulir, tapi mata tetap segar menatap langit-langit.


"Sepertinya sudah saatnya untuk sholat malam, siapa tahu kegelisahan hati akan menghilang," ucap Zhe.


Bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh diri sebelum berserah diri kepada Sang Maha Pencipta.


"Ya Allah, berikan aku sebuah petunjuk untuk pilihan hidup yang aku jalani. Jika dia memang jodohku, dekatkan sedekat mungkin dan rubahlah ia menjadi yang paling terbaik. Namun jika tidak, berikan jalan yang terbaik untuk kehidupan kami," senandung do'a Zhe yang terpanjatkan di setiap hajat.


Zhe merasakan ketenangan setelah mengutarakan keluh kesah hidup yang di alami. Zhe hanyalah manusia yang tidak mampu bercerita, tapi juga tidak mampu memendam segala derita.

Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
syafira87 dan 32 lainnya memberi reputasi
31
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
05-10-2019 18:00
judulnya menarik, Sist. menunggu kelanjutan. prolog udah rapi 😊
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan indahmami memberi reputasi
2 0
2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
teror-hantu-dewi
Stories from the Heart
penghuni-lain-di-rumah-kost
Stories from the Heart
black-eye
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia