News
Batal
KATEGORI
link has been copied
259
Lapor Hansip
24-09-2019 05:52

Jokowi Tolak Usulan Perppu Cabut UU KPK Baru, Mahasiswa Bakal Demo Lagi

Jokowi Tolak Usulan Perppu Cabut UU KPK Baru, Mahasiswa Bakal Demo Lagi

JAKARTA -Usulan dari massa atas nama 'Aliansi Mahasiswa Indonesia Tuntut Tuntaskan Reformasi' yang meminta dibuatnya peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) setelah revisi UU KPK disetujui DPR ditolak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Aliansi mahasiswa itupun bakal kembali menggelar demonstrasi hari ini.


"Kemungkinan iya, besok (24/9) akan ada aksi lagi bareng masyarakat juga," ujar Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dinno Ardiansyah saat dihubungi Senin (23/9/2019) malam.

Dinno menyebut pihaknya menyayangkan sikap Jokowi yang menolak menerbitkan Perppu. Menurutnya, saat ini UU KPK yang baru masih menjadi perdebatan dan menimbulkan konflik di masyarakat.

"Kita menyayangkan sikap Presiden yang masih kukuh dengan persetujuan awalnya yaitu, menyetujui RUU KPK. Artinya dengan tidak mengeluarkan perppu berarti tetap setuju dengan UU KPK. Sedangkan UU KPK sekarang kan masih konflik, bahkan di tengah masyarakat pun masih menjadi sebuah problematika. Kita sangat menyayangkan sikap presiden, tidak mau memberikan perppu," kata Dinno.

Dinno mengatakan, perppu merupakan bentuk komitmen dari presiden untuk memberantas korupsi. Namun, dengan menolak menerbitkan perppu Jokowi dinilai tidak memiliki komitmen tersebut.

"Karena perppu sebenarnya sebuah komitmen dari presiden, bahwa ingin memperjuangkan pemberantasan korupsi di Indonesia. Karena pemberantasan korupsi di Indonesia kan merupakan anak kandung dari produk reformasi, artinya dengan menyetujui UU KPK Presiden tidak berkomitmen untuk memperjuangkan pemberantasan korupsi di Indonesia," tuturnya.

Dia mengatakan, mahasiswa akan terus mengawal kerja DPR dan Pemerintah. Salah satu yang dikawal adalah pengesahan RUU oleh DPR.

"Jadi mahasiswa punya komitmen, kita akan selalu mengawal apapun yang dilakukan oleh DPR. Khususnya dalam melakukan kebijakan, dan memutuskan RUU mana yang disahkan oleh DPR. Jadi selama DPR ini masih melakukan kinerjanya, kita akan kawal terus," ujar Dinno.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dheatantra Dimas mengatakan kecewa dengan keputusan Jokowi dan akan kembali menggelar aksi turun ke jalan. Dia menyebut jika RUU yang bermasalah disahkan, hal ini dapat membuat suara mahasiswa tidak akan didengar.

"Kita sangat kecewa dengan sikap pak presiden, karena tidak mempertimbangkan suara mahasiswa. Respon dari aliansi mahasiswa tetap menolak semua RUU yang bermasalah dan akan melakukan aksi dengan gelombang masa yang lebih besar lagi," kata Dimas.

Dimas mengatakan aksi hari ini bakal digelar di gedung DPR. Rencananya aksi dimulai pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Tuntut Tuntaskan Reformasi mengatakan akan menggelarkan puncak aksi demo di Istana Negara dan DPR pada Selasa (24/9). Aksi di Istana rencananya digelar pagi hari dan di DPR pada sore hari.

"Dua tempat di tanggal 24 September di Istana dan DPR. Dari pagi kami di Istana dan sore itu kami di Senayan," kata Ketua BEM UI, Manik Marganamahendra, saat jumpa pers, di Tugu Reformasi Trisakti, Jalan Kyai Tapa, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (23/9).

https://news.detik.com/berita/d-4718...-lagi?single=1
Diubah oleh KASKUS.HQ
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gta007 dan 12 lainnya memberi reputasi
9
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Jokowi Tolak Usulan Perppu Cabut UU KPK Baru, Mahasiswa Bakal Demo Lagi
24-09-2019 07:17
Quote:Original Posted By damn182
Penumpang gelap kok sampai 61rban ya hehehehe 五五五 sebenernya mikir ga si kalau penumpang gelap itu dalam artian bisa dikit, ini sampai 61rban lohh 五五五


Lu ngomong apaan sih? gue kagak ngarti gan.
0 0
0
profile picture
kaskus addict
24-09-2019 12:33


Bocah itu gan... Ekekeke.. Hastag jumlah 1 juta juga kalo di digital mah tetap bisa jadi buzzer..

Bocah gemblung itu
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright 穢 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia