alexa-tracking
Food & Travel
Batal
KATEGORI
link has been copied
80
Lapor Hansip
18-09-2019 10:08

Dawet Ireng Jembut Kecabut dan Kue Lompong, Duo Hitam Manis dari Purworejo

Assalamualaikum 😁


Halo agan dan aganwati semuanya. Kali ini saya akan membagikan info tentang makanan yang begitu menggoda yang berasal dari daerah tempat saya- Purworejo. Yosh! Kedua makanan ini berwarna hitam, namun rasanya manis dan legit. Penasaran? Yuk kenalan.


1. Dawet Ireng

Siapa suka minum dawet? Saya suka, tuh! Banget malah. Dawet ireng ini berasal dari tempat tinggal saya, Butuh, Purworejo. Di tempat saya banyak penjual dawet ireng yang mangkal di pinggir jalan. Penjual akan bertambah banyak saat musim panen tiba. Para penjual akan terjun langsung ke sawah, menawarkan dawet hitam yang segar dan menukarnya dengan gabah yang baru dipanen. Aktifitas barter ini masih terus berlangsung hingga sekarang.

Dawet Ireng Jembut Kecabut dan Kue Lompong, Duo Hitam Manis dari Purworejo

sumber

Apa bedanya dawet dengan cendol?


Meski sekilas terlihat sama, cendol dan dawet ternyata berbeda, lo.
Dari segi bentuk, cendol biasanya berbentuk panjang dan rapi karena dibuat dengan cetakan khusus. Kalau dawet bentuknya pendek dengan ujung lancip. Biasanya dicetak dengan alat dapur seadanya. 😁
Lalu dari segi tekstur, cendol biasanya lebih terasa kenyal karena bahan dasarnya dari tepung hunkwe, sedangkan dawet teksturnya halus, dibuat dari tepung tapioka/sagu.
Selain itu, cendol dan dawet juga berasal dari daerah yang berbeda. Cendol berasal dari Sunda, kalau dawet berasal dari Banjarnegara.

Apa bedanya dawet ireng dengan dawet biasa?


Tentu saja dari segi warna. Warna hitam pada dawet ireng berasal dari abu merang yang dicampur dengan air, abu tersebut disaring dan airnya dicampurkan ke dalam adonan dawet.

Di daerah tempat saya, ada tempat jualan dawet ireng yang sangat terkenal. Dawet ireng jembut kecabut-- kepanjangan dari dawet ireng jembatan butuh, Kecamatan Butuh. Penjual dawet ini persis berada di samping jembatan Butuh. Meski tempat ini hanya berupa gardu terbuka, namun dawet ireng di sini sangat enak. Kalian bahkan harus rela mengantre cukup lama demi bisa menikmati satu mangkok kecil dawet ireng seharga tiga ribu rupiah. 😅😅😅

Kalau di pasar-pasar tradisional, kalian bisa mendapatkan es dawet ireng dalam plastik kecil seharga seribu rupiah di mbok-mbok penjual dawet di sana. Murah meriah, ya.😅

2. Kue Lompong

Dawet Ireng Jembut Kecabut dan Kue Lompong, Duo Hitam Manis dari Purworejo

sumber

Makanan khas lain yang berwarna hitam di tempat saya adalah kue lompong. Kue berbahan dasar tepung ketan dengan isian kacang tanah sangrai dan gula ini dibungkus dengan daun pisang kering. Meski berwarna hitam, kue ini nikmat sekali, GanSis.

Apalagi jika kita menikmatinya di pagi hari sambil ditemani segelas kopi. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan? 😁

Seperti halnya dawet ireng, warna hitam pada kue lompong juga berasal dari abu merang. Bahan pewarna alami ini selain antimainstream, juga menjadikan kue lompong semakin nikmat. 😋
Selain nikmat, kue lompong ini juga dijual dengan harga yang sangat terjangkau, lo.

Gimana? Penasaran ingin mencoba? Atau barangkali agan-aganwati sudah pernah nyobain? Pengen lagi? Yuk! Datang ke Purworejo untuk mencicipi mereka berdua. 😁😁😁

Terima kasih.
Sampai jumpa di thread selanjutnya. Jangan lupa tinggalkan cendol dan komentar, ya. 😊
profile-picture
profile-picture
uliyatis dan blackrosest memberi reputasi
2
Dawet Ireng Jembut Kecabut dan Kue Lompong, Duo Hitam Manis dari Purworejo
Lapor Hansip
22-09-2019 23:52
Balasan post Vieee111
wahh mantap.. baru tau saya gan... thanks untuk reply annya mungkin bisa membantu agan sist jg yg masih bingung
profile-picture
Vieee111 memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
Selera Nusantara (Indonesian Food)
rasanya-juara-es-gempol-minuman-khas-semarang
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.