alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
24
Lapor Hansip
07-09-2019 17:41

Sujiwo Tejo: Jangan Pilih Pemimpin yang Mau Lemahkan KPK

Sujiwo Tejo: Jangan Pilih Pemimpin yang Mau Lemahkan KPK

Sujiwo Tejo: Jangan Pilih Pemimpin yang Mau Lemahkan KPK

Ajakan tersebut diakui Sujiwo Tejo telah ia pikirkan secara matang.

Sujiwo Tejo: Jangan Pilih Pemimpin yang Mau Lemahkan KPK

Suara.com - Seniman Sujiwo Tejo menunjukkan dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diunggapkan lewat Twitter pribadinya @sudjiwotedjo pada Sabtu (7/9/2019).

Pria yang memiliki nama asli Agus Hadi Sudjiwo menyerukan masyarakat untuk memilih pemimpin dan partai politik yang tepat pada Pemilu 2024. Ajakan tersebut diakui Sujiwo Tejo telah ia pikirkan secara matang.

Sementara pemimpin dan partai politik yang layak dipilih adalah mereka yang menolak upaya pelemahan kinerja KPK.

"Di Pemilu 2024 jangan mencoblos partai/capres mana pun yang kini beraklamasi mendukung pelemahan terhadap KPK. Kecuali partai-partai tersebut merevisi aklamasinya. Twit ini aku tulis dengan mantra Kolocokro dalam hati...lengkap dengan Ya Hayyu Ya Qoyyum...and i mean it," tulis @sudjiwotedjo.

Sontak cuitan tersebut direspons warganet, tak sedikit dari mereka yang memberikan komentar bernada dukungan seperti ini.

"Kalau presiden sudah bikin dekrit gini, sebagai rakyat siap melaksanakan," tulis @salaamitusalam.

"Siaap..sudah disrinsut dan dikasih reminder di maret 2024," celoteh @Kurniadi_sr.

Diketahui, sebelumnya DPR RI menyetujui revisi UU KPK menjadi RUU inisiatif DPR, Kamis siang. Dalam pembahasan yang singkat, seluruh fraksi setuju akan adanya draft revisi UU KPK.

Revisi UU KPK tersebut nantinya akan dibahas bersama pemerintah. Dalam draft tersebut, kewenangan KPK makin dibatasi, diantaranya dengan usulan adanya dewan pengawas.

Penyidik harus melapor pada dewan pengawas untuk bisa melakukan penyadapan atau penggeledahan. Revisi UU KPK tersebut juga mengatur soal penghentian kasus korupsi.

Keputusan tersebut pun menuai kontroversi dari sejumlah pihak. Mereka mendesak Presiden Jokowi untuk menolak revisi UU KPK.
sumber
☆☆☆☆☆☆☆

Siapa elu?
Maksa nyentrik biar dibilang beda?
Jadi orang itu harus bisa berdiri di tengah kalau memang ingin dianggap tak berpihak. Kalau dalam hati tak mampu untuk tidak berpihak, jangan munafik. Bilang hitam itu hitam, putih itu putih. Jangan memaksa untuk menjadi abu-abu. Cuma banci yang tak berani bersikap dan menunjukan jati diri. Bersembunyi dibalik nama budaya. Berevolusi menjadi bunglon demi menyelamatkan diri.

Fadli Zon, sejak tahun 2016 sudah mengatakan bahwa Gerindra sebenarnya berencana mengajukan revisi UU KPK. Lantas kenapa mereka surut mundur kebelakang. Jawabannya simpel. Mencari muka dan mencari suara untuk Pileg dan Pilpres 2019. Lalu apa manusia ini paham? Paham dengan semua manuver ini? Nyatanya tidak. Dia tetap mendukung meskipun samar dan tak berani terus terang. Tapi segala ucapannya selalu mengundang serangan, meskipun dengan bumbu pemanis, kosakata bak drama dan sajak.

Lalu sekarang, Fadli Zon mendukung penuh revisi UU KPK ini. Apa berani manusia ini menunjuk langsung batang hidung Fadli Zon? Nyatanya tidak!
Lagi-lagi manusia ini bersembunyi lewat kosakata bak drama dan sajak.

KPK bukan Lembaga Suci. Bukan lembaga tempat para malaikat bernaung. Bukan tempat para orang-orang suci bergerak atas nama Tuhan.Jika KPK salah, tegur. Jika KPK benar, bela. Bukan berarti KPK tak boleh diperbaiki jika melewati batas. Tapi tak boleh juga didorong agar keluar dari jalur.

KPK itu ibarat bejana. Jika susu yang dituangkan kesana, maka putihlah ia. Jika tinta hitam dituangkan kesana, hitamlah ia. Jika nanah busuk dituangkan kesana, busuklah ia.

KPK bukan panggung drama bagi para pimpinannya. Yang terjungkal karena berbuat cabul. Yang dengan tanpa malu menjual diri demi segepok uang dan menghadirkan saksi palsu.

KPK bukan panggung belas kasihan. Ketika penyidiknya terluka. Sebab disana, diluar bejana ini, banyak aparat yang juga terluka, mati sia-sia demi Demokrasi dan Pancasila. Polisi yang mati terbakar. TNI yang mati dihujam panah.

Cermin kaca. Itu yang harus ada pada setiap lembaga. Agar semua berkaca, bahwa manusia membawa karma. Bagi yang ikhlas, maka tersenyumlah dia dengan bangga. Tapi bagi tidak ikhlas, maka diapun terus merengut dalam jumawa.

Bela KPK, tapi jangan membabi buta.
Kritisi KPK, tapi jangan membuat terhina.

Fadli Zon setuju revisi UU KPK.
Fahri Hamzah menyerang KPK tanpa henti.
PKS bahkan menganggap KPK disetir Zionis Yahudi dan menuntut pembubarannya.
Kenapa manusia nyentrik berbudaya ini diam saja?
Jawabannya mudah. Karena dia banci.

Dan selalu ada satu nama yang terbiasa dipersalahkan. Siapa dia? Semua tahu jawabannya.

Link-Link bukti :

PKS Bela Fahri Hamzah yang Ingin Bubarkan KPK/Oktober 2011

Fahri Hamzah Sarankan KPK Dibubarkan, Pukat UGM: Logikanya Kacau/Juli 2017

=======

Sebelum Pileg dan Pilpres :

Fadli Zon: Kita Punya Alasan Kuat Tolak Revisi UU KPK/Pebruari 2016

Setelah Pileg dan Pilpres :

Fadli Zon Klaim Revisi Undang-undang untuk Perkuat KPK/September 2019

Diubah oleh i.am.legend.
profile-picture
profile-picture
s2mrino dan bhumbhazta memberi reputasi
0
Sujiwo Tejo: Jangan Pilih Pemimpin yang Mau Lemahkan KPK
07-09-2019 19:04
Quote:Original Posted By wiry
Petugas Partei bisa apa emoticon-Big Grin

Selamat menikmati oligarkis mamak banteng cs



tsnya g bakal mau ngomentari temannya sendiri
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jkwselalub3n4r dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
profile picture
kaskus maniac
07-09-2019 19:08


Belum paham dengan alur komen gw?

Gw fokus ke si Tedjo.

Bukti link udah gw tulis.
Bertahun-tahun yang lalu, terlihat jelas siapa yang paling menginginkan KPK bubar, bukan cuma dilemahkan.

Coba cari komentar si Tedjo soal PKS dan Gerindra, buat jadi pembanding.
profile picture
kaskus maniac
07-09-2019 21:10
gak bisa bales artikelnya, akhirnya nge-bata emoticon-Big Grin
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.