alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
05-09-2019 14:14
Sedih, Ini Alasan Investor Lebih Pilih Malaysia dan Vietnam Daripada RI
Sedih, Ini Alasan Investor Lebih Pilih Malaysia dan Vietnam Daripada RI

Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) (BPMI Setpres/Kris)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal. Pria yang akrab disapa Jokowi ini kecewa gara-gara Indonesia belum optimal menjaring investasi.

Dampak perang dagang dengan Amerika Serikat (AS), banyak perusahaan China yang melakukan relokasi kegiatan operasionalnya. Perusahaan-perusahaan ini malah masuk ke Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Thailand, tidak satu pun ke Indonesia.

"Dari investor-investor yang kita temui, dan catatan yang disampaikan Bank Dunia kepada kita, dua bulan yang lalu ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar, 23 memilih Vietnam, 10 lainnya pergi ke Malaysia, Thailand, Kamboja. Nggak ada yang ke kita," tegas Jokowi di depan para menteri Kabinet Kerja kala membuka rapat terbatas yang membahas perkembangan perekonomian dunia, Rabu (4/9/2019).

Dipilihnya Vietnam bukan tanpa alasan. Negara ini dinilai memiliki keunggulan dibanding Indonesia dalam menarik minat relokasi dari China.

Ketua Komite bidang Kerjasama Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam Kadin Indonesia Juan Gondokusumo juga mengakui kelebihan yang dimiliki Vietnam dan Kamboja sampai Malaysia sehingga pengusaha China mau berinvestasi atau merelokasi perusahaannya di sana.

"Ini lebih keamanan dan stabilitas yang diterapkan di situ, lebih merasa nyaman bagi investor," kata Juan kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/9/2019).

Ia menjelaskan, kondisi aman dapat dilihat dari tidak adanya demonstrasi para pekerja di sana. Keadaan ini berbanding terbalik dengan Indonesia, buruh kerap melancarkan demonstrasi, terutama soal kenaikan upah setiap menjelang akhir tahun.

"Di situ nggak mungkin ada demonstrasi. Jadi itu stabil. Lalu produktivitas mereka lebih tinggi dari kita," ucapnya.

Selain itu, ia menganggap, persoalan tenaga kerja di Indonesia yang menuntut kenaikan upah tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas. Faktor stabilitas, keamanan, kemudahan perizinan dan produktivitas tenaga kerja menjadi kunci keberhasilan Vietnam dan Kamboja.

"Kenapa kok lebih menarik Vietnam dan Kamboja, terutama dua ini, karena mereka berlomba lomba agar orang (investor) masuk dan membuat suasana investasi itu nyaman bagi investor. Ada tax, macam macam (kelonggaran) dibuat sedemikian rupa agar mereka (investor) nyaman," kata Juan.

https://finance.detik.com/berita-eko...647.1492400884

Beda ya etos kerjanya pekerja disana dan disini.

Disini tuh demo udah kayak bagian dari jobdesk. emoticon-Ngakak (S)

Minta gaji gede tapi kerja males. Imbasnya? ya investor ogah masuk kesini!
emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sav.grezza dan 61 lainnya memberi reputasi
60
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
05-09-2019 14:19
Gimana mau aman investor china, lah tiap kali dianggap ancaman negara, seperti yg dikoar koar si Tungku dan si Aming..
Kirim rudal tegak lurus lah.. tenaga kerja tiongkok menyerbu lah..
Diubah oleh balado.jengkol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
coganboy dan 36 lainnya memberi reputasi
35
profile picture
Mobile Broadband Enthusiast
06-09-2019 08:29


Aslinya mereka benci cina karena saudara jauhnya kan lagi ribut mulu ama cina, coba perhatikan berita luar negeri Cina-Pakistan.

Orang orang kayak si tengkulak ini cenderung ke Taliban malah dibanding ke Saudi. Salman aja pernah dihajar mrk karena masalah investasi cina.

Jadi alasannya mau menekan China agar memperbolehkan Taliban dan ideologi radikal (terutama di Uyghur) bro. Gw gak menampik beberapa negara mengincar SDA di Uyghur. Daerahnya seluas daratan Indonesia, banyak gurun, dan diduga ada sumur minyak atau tambang

Makanya jangan disalahartikan jadi rasisme ke WNI keturunan, toh mereka punya felix siau, dan omongan anti cina ini jg disebut zakir naik di malay, yg ga ada hubungannya ama politik dalam negeri sini emoticon-Hammer2

Apalagi china menekan terorisme di uyghur, tambah jadi deh, dah tahu mereka suka play victim. Semua yg ga sesuai keinginannya ditekan. Waktu kasus Zakir Naik pernah ada kaum sana yg ngomong kalo kasus money laundering ZN ini ditekan sama kelompok Hindu radikal emoticon-Cape d...
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.