News
Batal
KATEGORI
link has been copied
402
Lapor Hansip
05-09-2019 08:43

Disertasi 'Seks Halal di Luar Nikah', Karya Ilmiah Berbuah Teror

Disertasi 'Seks Halal di Luar Nikah', Karya Ilmiah Berbuah Teror
Abdul Aziz menunjukkan teror yang diterima. -- Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Solo - Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Abdul Aziz, tak menyangka disertasinya menjadi heboh seperti ini. Dia dan keluarganya terus mendapatkan teror di media sosial.

Semua berawal dari disertasi 'Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital' yang dia tulis. Disertasi ini lolos saat diujikan pada 28 Agustus 2019 lalu.

Mahasiswa doktoral Interdisciplinary Islamic Studies di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, ini sebenarnya hanya mengkaji pandangan Syahrur, cendekiawan asal Suriah tentang hubungan seks di luar nikah yang halal dalam batas-batas tertentu.

Mungkin, masyarakat memahami bahwa konsep tersebut adalah pandangan dari Abdul Aziz. Padahal dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta itu hanya memaparkan dan mengritisi pandangan Syahrur.

"Tidak menyangka sampai seperti ini. Saya diteror di medsos, disudutkan sekali. Tidak hanya saya, tapi istri dan anak saya juga. Bahkan anak saya sampai menangis," kata Abdul di gedung Fakultas Syariah, IAIN Surakarta, Rabu (4/9/2019).

Ada pihak yang membuat meme foto dirinya dengan tambahan tulisan 'duta mesum'. Bahkan ada yang sampai menyebut dirinya murtad dari Islam.

Menurutnya, komentar-komentar miring tersebut sudah di luar konteks. Sebab yang dia susun adalah produk akademis yang berdasarkan kajian mendalam.

"Kita ini pemikir, saya juga banyak membahas Imam Syafii dan ulama lain, yang tentu berbeda dengan Syahrur. Tapi memang tidak dipublish. Kalau terornya seperti ini kan apa hubungannya?" katanya.

Dia mengaku, sebenarnya tidak menutup segala kritik dan masukan yang sifatnya akademik. Bahkan selama penyusunan disertasi, dirinya sudah banyak berdiskusi dengan dosen lain.

"Saya terbuka dari kritik dan masukan. Ini pun sudah melalui diskusi dengan dosen lain. Memang banyak yang mengritik, dan saya buat sebagai masukan," ujar Abdul.

Abdul menyebut tindakan warganet sudah berlebihan. Dia pun berencana membuat pelaporan terhadap akun-akun yang menerornya.

"Ini saya anggap sudah keterlaluan, karena sampai menyerang keluarga saya. Ini akan saya laporkan ke kepolisian," tutupnya.

Disertasi Direvisi
Seketika saat ujian di UIN Yogyakarta, Abdul sudah mendapatkan arahan dari tim penguji untuk merevisi beberapa bagian yang kontroversial. Belum sempat merevisi, halaman sampul disertasi Abdul sudah viral di media sosial.

Pada bagian judul akan direvisi menjadi 'Problematika Konsep Milk al-Yamin dalam Pemikiran Muhammad Syahrur'. Penggantian judul tentu akan mengubah bagian lain, seperti abstraksi hingga kritik.

Kritikan Abdul kepada Syahrur dinilai kurang komprehensif. Dia diminta lebih memunculkan subjektivitas Syahrur dalam membuat pandangan tersebut.

"Sebetulnya saya sudah melakukan kritik dari segi gender dan bahasa, tapi diminta agar diperluas. Mengapa Syahrur berpendapat seperti itu. Supaya subjektivitas Syahrur diperluas," kata Aziz.

Dengan adanya revisi ini, proses penyusunan disertasinya menjadi semakin lama. Dia berharap dapat cepat menyelesaikan revisi sehingga hasil penelitiannya dapat segera dipublikasi.

"Tentu ini akan sedikit tambal sulam, sehingga butuh waktu yang cukup, inginnya ya cepat saja. Disertasi ini saja saya buat tiga tahunan, karena harus sambil mengajar juga," ujar dia.

SUMBER BERITA

KOMEN TS
Terlihat sangat jelas kalau masyarakat kita masih jauh dari kata civilized.

Konteks akademik harusnya di-counter dengan narasi akademik juga. Bukan dengan tindakan kriminal seperti itu.

emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
superbalung dan 52 lainnya memberi reputasi
53
Disertasi 'Seks Halal di Luar Nikah', Karya Ilmiah Berbuah Teror
05-09-2019 08:55
Quote:Original Posted By ustad.syam
apa pendapat ente ttg wanita2 korban perang dan budak2 ?


Islam datang memuliakan wanita dan membebaskan perbudakan. Dlm perang, hanya boleh membunuh jika terancam dibunuh, tdk boleh menyakiti wanita, anak2 dan orang tua.
Diubah oleh banghindar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
haidartamvan009 dan 11 lainnya memberi reputasi
9 3
6
profile picture
05-09-2019 20:41


ngawur kk,.. mana ada islam membebaskan perbudakan.. belajar agama lagi gih,.. tp yg beneran ustad,. bukan yg ustad2an... islam itu gak membebaskan perbudakan,. tp memuliakan/mengangkat derajat budak..
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِتقُوااللهَ فِيْمَا مَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

“Bertaqwalah kalian kepada Allah dan perhatikanlah budak-budak yang kalian miliki.” [Shahihul Jami’ no. 106, Al-Irwa’ no. 2178]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِلْمَمْلُوكِ طَعَامُهُ وَكِسْوَتُهُ وَلاَ يُكَلفُ مِنَ الْعَمَلِ إِلا مَا يُطِيقُ

“Budak memiliki hak makan/lauk dan makanan pokok, dan tidak boleh dibebani pekerjaan di luar kemampuannya.” [HR. Muslim, Ahmad dan Al-Baihaqi]

ini hadistnya,.
artinya apa?? budak tetep ada dalam islam..
1
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia