News
Batal
KATEGORI
link has been copied
318
Lapor Hansip
30-08-2019 07:47

Jayapura Masih Mencekam, Ribuan Warga Mengungsi ke Markas TNI AL


Quote:
Jayapura Masih Mencekam, Ribuan Warga Mengungsi ke Markas TNI AL


Jayapura Masih Mencekam, Ribuan Warga Mengungsi ke Markas TNI AL

Penulis Kontributor Wamena, John Roy Purba | Editor Farid Assifa

JAYAPURA, KOMPAS.com - Ribuan warga di Kota Jayapura, Papua, kembali menggelar unjuk rasa, menyikapi dugaan tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Kamis (29/8/2019). Unjuk rasa ribuan warga Papua itu berakhir rusuh dengan melakukan berbagai aksi perusakan dan pembakaran, serta melakukan penjarahan.

Walau kondisi di Kota Jayapura sudah dalam kondisi terkendali, namun situasi di Kota Jayapura hingga Jumat (30/8/2019) sekitar pukul 01.30 WIT masih mencekam. Lantaran kondisi Kota Jayapura belum bisa diprediksi, ribuan warga lebih memilih untuk meminta perlindungan dengan mengungsi ke Markas TNI AL, di Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura

Ribuan warga yang mengungsi ke instalasi militer Markas TNI Angkatan Laut Hamadi karena ketakutan. Sebab, ribuan warga masih bertahan di halaman kantor Gubernur dan dikhawatirkan adanya kerusuhan susulan.

"Kondisi kami lagi trauma. Kami takut kalau massa balik dan melakukan pengerusakan dan penjarahan, hingga pembakaran. Itu yang buat kami mengungsi," kata seorang pria yang biasa di sapa Jojo saat ditemui lagi berjaga-jaga di Jalan Raya Entrop. Jojo mengatakan, pengungsi kebanyakan anak-anak dan perempuan.

"Kita pria berjaga-jaga. Karena ini bukan lagi menyampaikan aspirasi. Mereka merusak dan membakar, bahkan melakukan penjarahan. Jadi kami bersatu," katanya.

Dari pantauan Kompas.com, masih ada ribuan pendemo hingga malam hari masih bertahan di halaman kantor Gubernur Jalan Soa Siu Dok 2, Distrik Jayapura Utara. Sementara di pusat perekonomian Kelapa II Entrop, Distrik Jayapura Selatan, yang jaraknya sekitar 2,5 km, ratusan warga terihat berjaga-jaga. Bahkan mereka melakukan razia terhadap setiap kendaraan yang melintas dan terlihat lebih dari 10 mobil di tengah jalan terlihat dibakar.

Bahkan, asap masih terlihat sampai saat ini, lantaran beberapa kios dan ruko yang dibakar tak ada yang memadamkan. Di lokasi itu pula, ada massa tandingan yang membawa bendera merah putih mengamankan lokasi di sekitar Entrop, guna mencegah adanya pembakaran kembali.

Aparat keamanan terlihat berada di Jalan Koti tidak jauh dari kantor Grapari Telkomsel yang dibakar massa. Mereka juga merazia setiap kendaraan yang melintas. Sementara itu menyikapi kondisi yang terjadi, sekitar 1200 personil Brimob dari Kelapa II Depok, dikabarkan telah telah tiba di Kota Jayapura, malam tadi.




Quote:
Jayapura Masih Mencekam, Ribuan Warga Mengungsi ke Markas TNI AL



Jokowi Minta Masyarakat Papua Tenang

Penulis Ihsanuddin | Editor Icha Rastika 

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkistis.  

"Jadi saya terus mengikuti dan juga saya sudah mendapat laporan situasi terkini di Papua pada khususnya di Jayapura dan saya juga minta masyarakat tenang tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis," kata Jokowi di Purworejo, sebagaimana disiarkan langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/8/2019). Jokowi menanggapi kerusuhan yang kembali pecah di Papua hari ini.

Jokowi mengingatkan semuanya akan rugi apabila ada fasilitas umum, fasilitas publik, serta fasilitas masyarakat yang sudah dibangun bersama menjadi rusak. Kepala Negara memastikan, akan ada tindakan bagi mereka yang melakukan pelanggaran hukum. 

"Tadi malam saya perintahkan ke Menkolpulhukam bersama Kapolri, Kabin, dan Panglima TNI, untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum dan pelaku tindakan anarkis serta rasialis," kata dia. Aksi protes atas dugaan tindak rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jayapura berujung ricuh, Kamis (29/8/2019).

Setelah membakar Kantor Majelis Rakyat Papua, massa membakar Kantor Telkom, Kantor Pos, dan sebuah SPBU yang berjejer di samping Kantor BTN di Jalan Koti, Jayapura. 

Laporan wartawan Kompas.com Dhias Suwandi dari demo di Jayapura, massa juga melempari kantor-kantor dan hotel di Jayapura. Massa mengarah ke kantor Gubernur Papua. Aksi demo di Jayapura kali ini diikuti ratusan orang yang berkumpul dari berbagai titik, Kabupaten Jayapura, Waena, Perumnas 3, dan wilayah Kota Jayapura, serta perwakilan dari mahasiswa.



Semoga kembali damai. NKRI harga mati.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Intanpermata71 dan 21 lainnya memberi reputasi
20
Jayapura Masih Mencekam, Ribuan Warga Mengungsi ke Markas TNI AL
30-08-2019 07:53
itu mah yg bikin rusuh orang2 asli papua yg berjiwa separatis opm
profile-picture
profile-picture
profile-picture
die.in.hell dan 16 lainnya memberi reputasi
15 2
13
profile picture
kaskus addict
30-08-2019 08:43
bro mereka separatis karena kekayaan alam tanah mereka di keruk terus dari jaman era pemerintahan soekarno hingga sekarang dan mereka tetap miskin
0
profile picture
kaskus addict
30-08-2019 09:06
@Terafim klo mo ngelak pemerintah Indonesia dpt berapa banyak sih? Bisa saja salahkan kaum kapitalis barat yang emang dari dlu tukang ngeruk SDA negara berkembang d terbelakang... Situ lupa ketika pemerintah RI berusaha mendaptkan saham freeport d sempat di wacanakan dibawa ke sengketa Internasional oleh pihak investor ?

Klo papua yg masih terjadi konflik perang suku Jangan harap setelah lepas dr RI mereka (warga papua) bisa tenang. belajar dr Afrika begitu mereka merdeka yg terjadi perang sipil yg berasal yg berakar dr sentimen kesukuan...
3
profile picture
kaskus addict
30-08-2019 10:24
@nowbitool iya sih gan, kalau papua melepaskan diri juga bakal di kuras oleh negara2 kapitalis, serba salah juga sih jadinya, orang2 papua jadi korban intinya
3
profile picture
kaskus addict
30-08-2019 10:32


@Terafim Huru-hara Papua ini sarat kepentingan politis.

Bukan w ngebela kowi, tapi rejim dia emang masif pembangunan terutama wilayah Indonesia timur. Temen w yg kerja disana itu teknisi PLN disana sering cerita klo konflik suku itu sering kejadian. Gak jarang konflik pendatang d penduduk lokal itu karena salah paham. Kata temen w orang papua lucu2, kita gak ngeledek mereka karena kita tahu edukasi masyarakat disana masih kurang d mindset yg berbeda.

Toh kita aja yg tinggal di kota bagian Indonesia barat saja orang2nya melakukan pelanggaran masih suka berkelit padahal tahu itu salah. emoticon-Recommended Seller
3
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia