alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
234
Lapor Hansip
25-08-2019 07:51

Ambulans Puskesmas Tolak Jenazah, Dinkes Kota Tangerang Minta Maaf

Quote:Ambulans Puskesmas Tolak Jenazah, Dinkes Kota Tangerang Minta Maaf

Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dr. Liza Puspadewi, angkat bicara soal ambulans yang menolak mengangkut jenazah Husen, bocah yang tenggelam di aliran sungai Cisadane pada Jumat (21/8/2019).

Menurut Liza, mobil ambulans di Puskesmas Cikokol yang ada saat itu hanya digunakan untuk pasien dalam kondisi kegawatdaruratan. Menurut dia hal tersebut sudah sesuai dengan aturan yang ada.

"Di dalam mobil ambulans banyak alat medis yang harus dalam kondisi steril. Kalau digunakan untuk jenazah, khawatir akan berdampak pada pasien yang nantinya menggunakan ambulans tersebut," ujar Liza saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (24/8/2019).

Atas kejadian ini Liza mengaku meminta permohonan maaf pada keluarga Husen atas kesalahpalaham hingga akhirnya berbuntut terjadinya polemik.

"Mewakili Pemkot Tangerang, saya mohon maaf kepada keluarga korban yang tenggelam," kata Liza.

Pemerintah Kota Tangerang, lanjut Liza, sudah mempunyai pelayanan mobil jenazah gratis. Masyarakat cukup melakukan panggilan darurat dengan menekan 112 untuk memanfaatkan pelayanan mobil jenazah gratis.

"Selain ambulans, Pemkot juga telah menyediakan fasilitas mobil jenazah melalui panggilan darurat 112," pungkasnya.

Sebelumnya Supriyadi, paman dari Husein bocah 8 tahun yang meninggal di Bantaran Sungai Cisadane menaku kecewa terhadap pelayanan di Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang. Pasalnya, saat insiden nahas yang menyebabkan ponakannya meninggal ini ia harus membopong jenazah tanpa ambulans.

Kejadian mengenaskan ini terjadi pada Jumat (23/8/2019), saat itu empat orang anak asal Kampung Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang tengah asik berenang di aliran sungai Cisadane.

Namun nahas, saat itu dua bocah yakni Husen (8) dan Fitra (12) tenggelam. Saat itu warga sekitar langsung membantu mencari korban tenggelam.

Husen, ditemukan lebih awal dari rekannya Fitra. Jenazah Husen yang telah terbujur kaku langsung dibawa ke Puskesmas Cikokol, yakni tempat terdekat dari lokasi kejadian.

Saat itu Paman dari Husen Supriyadi mencoba meminjam ambulans yang yang ada di puskesmas tersebut untuk mengantarnya pulang ke dan disemayamkan. Tetapi, dengan alasan ambulans itu tak dapat digunakan untuk orang meninggal, pihak puskesmas menolak untuk mengantar jenazah itu.

Kontributor : Muhammad Iqbal
https://banten.suara.com/read/2019/0...ang-minta-maaf


Takut tuman ya ambulannya..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
azidqi dan 14 lainnya memberi reputasi
13
Ambulans Puskesmas Tolak Jenazah, Dinkes Kota Tangerang Minta Maaf
Lapor Hansip
29-08-2019 17:45
Balasan post widya poetra
Lalu, apa saja syarat mobil ambulans?

Masih merujuk pada aturan tersebut, sebuah ambulans gawat darurat harus memenuhi beberapa syarakat teknis sebagai berikut:

1. Kendaraan roda empat atau lebih dengan suspensi lunak
2. Warna kendaraan: kuning muda
3. Tanda pengenal kendaraan: di depan - gawat darurat/ emergency, disamping kanan dan kiri atas. Tanda: Ambulans dan logo: Star of Life, bintang enam biru dan ular tongkat.
4. Kendaraan menggunakan pengatur udara AC dengan pengendali di ruang pengemudi.
5. Pintu belakang dapat dibuka ke arah atas.
6. Ruang penderita tidak dipisahkan dari ruang pengemudi
7. Tempat duduk petugas di ruang penderita dapat diatur/ dilipat
8. Dilengkapi sabuk pengaman bagi pengemudi dan pasien
9. Ruang penderita cukup luas untuk sekurangnya dua tandu. Tandu dapat dilipat.
10. Ruang penderita cukup tinggi sehingga petugas dapat berdiri tegak untuk melakukan tindakan
11. Gantungan infus terletak sekurang-kurangnya 90 sm di atas tempat penderita
12. Stop kontak khusus 12 V DC di ruang penderita
13. Lampu ruangan secukupnya, bukan neon dan lampu sorot yang dapat digerakan
14. Meja yang dapat dilipat
15. Lemari obat dan peralatan
16. Penyimpan air bersih 20 liter, wastafel dan penampungan air limbah
17. Sirine dua nada
18. Lampu rotator warna merah dan biru terletak di atap sepertiga depan.
19. Radio komunikasi dan telepon genggam di ruang kemudi
20. Buku petunjuk pemeliharaan semua alat berbahasa Indonesia
Peralatan rescue
21. Lemari obat dan peralatan
22. Tanda pengenal dari bahan pemantul sinar
23. Peta wilayah setempat - Jabotabek dan detailnya
24. Lemari es/freezer, atau kotak pendingin.

Perlengkapan Medis
1. Tabung oksigen dengan peralatan bagi 2 orang
2. Peralatan medis Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)
3. Alat resusitasi manual/automatic lengkap bagi dewasa dan anak/ bayi
4. Suction pump manual dan listrik 12 V DC
5. Peralatan monitor jantung dan nafas
6. Alat monitor dan diagnostik
7. Peralatan defibrilator untuk anak dan dewasa
8. Minor surgery set
9. Obat-obatan gawat darurat dan cairan infus secukupnya
10. Entonox (campuran dari gas oksigen dan nitrous oxide)
11. Kantung mayat
12. Sarung tangan disposable
13. Sepatu boot

Selain itu, di dalam ambulan minimal harus ada satu pengemudi berkemampuan PPGD dan berkomunikasi, satu perawat berkemampuan PPGD Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dan satu dokter berkemampuan PPGD atau Advance Trauma Life Support (ATLS).

Terus itu kantung mayat untuk apa? atau mungkin misal pasien yang menggunakan ambulance meninggal dunia dijalan, lantas jenazah nya dimasukan kedalam kantong jenazah kemudian di ikatkan dibemper belakang ambulance dan diseret menggunakan tali? emoticon-Thinking

sumber : https://news.detik.com/berita/d-4563...ebuah-ambulans
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.