Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
792
Lapor Hansip
23-08-2019 10:10

Kacamata Si Anak Indigo (Ed. KKN)

Assalamualaikum wr.wb
Hallo agan dan aganwati pembaca yang budiman ini adalah pertama kalinya ane nulis thread. Ini adalah cerita pengalaman yang ane alami selama ane menjalani kehidupan dan pada kesempatan ini ane berfokus pada pengalaman sewaktu ane kkn beberapa tahun silam. Awalnya ane enggan menulis cerita ini, disamping karena pasti udah banyak banget yang nulis cerita semacam ini dan juga karena ane berpandangan biarlah pengalaman ini hanya ane dan seorang teman yang tau. Namun pandangan itu berubah karena temen ane yang pernah ane ceritain pengalaman ini mendesak ane untuk membagikan cerita ini. Dia mengatakan "pengalaman adalah ilmu, dan ilmu itu harus di bagi" jiwa keilmuan ane bergetar saat itu (alah macam ilmuan aja pake jiwa keilmuan segala) dan jadilah hari ini ane coba menggerakkan jari-jari ane untuk nulis cerita ini dengan tujuan ada yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.
Sebelum kita masuk ke bagian cerita sebelumnya ada yang ane harus sampaikan di sini, yaitu meski cerita ini adalah pengalaman ane sendiri, namun di dalam penulisan cerita ini tidak ane pungkiri bahwa ada beberapa hal yang ane kurangi dan ane lebihkan sedikit dari keadaan aslinya, hal ini semata bertujuan agar mudah di mengerti oleh kita semua.
Selamat membaca dan semoga bisa jadi pelajaran buat kita bersama.
Index
Prolog
Part 1: Pembekalan
Part 2: Hari Kedatangan
Part 3: Hari Pertama
Part4: Perkenalan (1)
Part 5: Different Dimension
Part 6: Kesurupan (1)
Part 7: Kesurupan (2)
Part 8: Perkenalan (2)
Part 9: Perkenalan (3)
Part 10: Kisah memilukan (1)
Part 11: Cerita memilukan (2)
Part 12: Tentang Clara
Part 13 : Dia Yang Tak Terlihat
Part 14: Perintah Sang Guru
Part 15: Kembali Ke Padepokan
Part 16: The Secret
Part 17: Kejadian Memalukan
Part 18: Perencanaan Makrab dan Peringatan Asti
Part 19: Malam Keakraban (1)
Part 20: Malam Keakraban (2)
Part 21: Awal Petaka
Part 22: Sang Penunggu
Part 23: Kesurupan Massal
Part 24: Penegasan Hubungan
Part 25: Ketenangan Yang Mencekam
Part 26: Serangan Penghuni Batu
Part 27: Di Culik Asti
Q&A
Part 28: Pencarian
Part 29: Pernikahan Di Alam Gaib
Part 30: Rahasia Asti
Part 31: Teror Penghuni Desa
Part 32: Syukuran Yang Ternodai (1)
Part 33: Syukuran Yang Ternodai (2)
Part 34: Syukuran Yang Ternodai (last)
Part 35: Pesan Dan Salam Perpisahan
Part 36: Permintaan Eva yang Aneh
Part 37: Dia Mengintai
Part 38: Pengasih
Part 39: Kepergian Siska
Part 40: Pembalasan
Part 41: Kematian (1)
Part 42: Kematian (2)
Epilog
Praktek Lapangan
Diubah oleh kingmaestro1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 48 lainnya memberi reputasi
49
Kacamata Si Anak Indigo (E. KKN)
23-08-2019 16:52

Part 1: Pembekalan

Hari yang di janjikan telah tiba, Sembari menunggu ane duduk di bawah pohon yang tumbuh disepanjang perkarangan kampus sambil menghisap rokok. Tiba-tiba handphone ane berbunyi, ane liat tu ponsel ada sebuah nomor yang gak di kenal, sejenak ane mengerutkan kening lalu segera menjawab panggilan tersebut
Quote:A: Halo ini siapa ya?
P: Ini saya kak Clara

Otak ane langsung berputar mencari nama Clara dan ketemu, dia adalah salah satu nama yang ada di daftar peserta kkn yang satu kecamatan ama ane.
Nb: Di kota tempat ane tinggal adalah lumrah memanggil kakak kepada orang yang belum di kenal.
Dan percakapan via handphone itu kembali berlanjut
Quote:A: Oh kak Clara ternyata
P: Iya kak, posisi kakak dimana ya?
A: saya udah di depan auditorium ni kak, kakak dimana?
P: saya juga di depan auditorium, kakak pakai baju apa ya?
A: saya pake baju kemeja biru kak di bawah pohon
P: oh yang itu ya, saya udah liat kak, saya ke sana ya

Dan percakapan itu berakhir, tak lama kemudian ada seorang cewek menghampiri ane dan menyapa
C: maaf ya kak saya telat
A: no problem kak masih dalam batas kewajaran kok
C: yang lain belum keliatan ya kak
A: belum kek nya kak
C: maaf ya kak, semoga 5 menit lagi mereka udah pada nongol
Benar aja 5 menit kemudian satu persatu orang yang ada dalam daftar nama itu pun muncul, setelah semuanya lengkap kami pun duduk membentuk lingkaran di teras auditorium. Pertemuan singkat itu hanya membahas tentang perkenalan dan jadwal pembekalan besok serta jadwal untuk mengadakan survey, sedangkan untuk proker akan di bahas pada pembekalan hari berikutnya.
Di kampus ane pembekalan di adakan selama 2 hari, hari pertama adalah pembekalan umum, artinya semua peserta kkn di kumpulkan dalam satu tempat untuk mendapatkan pembekalan sedangkan hari kedua asalah pembekalan bersama DPL masing-masing kecamatan
DPL : Dosen Pembimbing Lapangan adalah dosen yang bertanggung jawab menyerahkan peserta kkn kepada camat di kecamatan yang bersangkutan dan melakukan monitoring 1 bulan sekali serta menjemput peserta kkn bilamana waktu kkn telah berakhir

Setelah perkenalan singkat tersebut ane jadi tau nama dan wajah mereka yang tergabung dalam kelompok kkn ane, meskipun ane telah menduga, tapi ane tetap aja terkejut mengetahui bahwa ane yang paling tua dalam 21 orang yang tergabung dalam kecamatan yang sama.
Begitu mengetahui kenyataan itu, suasana yang tadinya lumayan hangat sesaat menjadi canggung karena tadi ada yang sudah dengan pedenya memanggil ane dengan sebutan nama, ya meskipun ane ga sama sekali mempermasalahkan itu. Di tengah suasana yang jadi canggung tersebut tiba-tiba ada satu anak yang nyeletuk
"udah tenang aja ga usah canggung gitu kak Ari juga gak akan marah ya kan masbro?".
Anak itu adalah Radith junior ane di Warta Kampus, dan perkataannya itu langsung ane tanggapi "Iya ga usah sungkan gitu, manggil ane ma ga usah pake kakak segala panggil nama aja secara meski ane and kalian berbeda 2 semester tapi soal umur kita cuma beda 1 tahun kok" perkataan ane langsung di sambut sama Clara "ah ga deh kak kami tetap manggil kakak aja. Soalnya mau beda 1 tahun atau beda 1 hari, senior tetaplah senior ya kan guys?" Pertanyaan itu langsung di sambut dengan koor setuju dari teman-teman yang lainnya "ya itu sih terserah kalian aja" kata ane sambil meraih kotak rokok dari saku kemeja. Setelah itu terjadilah obrolan-obrolan ringan di lingkaran itu.
Ohya nama-nama dari teman kkn ane itu adalah Clara, Radith, Opy, Chiko, Chika, Rian, Desi, Putra, Wiwit, Azka, Febri, Andri, Sandra, Oky, Melan, Sintia, Weni, Claudia, Ana, Eva.
Di tengah obrolan itu ane baru sadar kalau di antara mereka ada yang kembar cewek dan cowok, itu ane sadari setelah ane lebih memperhatikan mereka.
Setengah jam kemudian lingkaran itu pun bubar untuk melanjutkan kegiatan masing-masing, begitu juga ane.


Hari pembekalan kedua, kami bersama DPL pun merancang draf kasar dari proker yang akan kami laksanakan, setelah selesai sang Dpl pun bertanya
D: ohya untuk strukturnya bagaimana? Siapa yang jadi Koordinator Kecamatannya?.
Semua matapun mengarah ke ane, awalnya ane belagak ga sadar aja tapi makin lama suasana makin ga enak nih ane pun menoleh
A: lah, ini kenapa semua mata melototin ane gini?
D: ok fiks, yang bakal jadi koordinatot kecamatan S adalah kamu.
Sekita ane kaget karena ada keputusan tanpa adanya perundingan terlebih dahulu
A: ga..ga mau ane, masa ga ada musyawarah dulu
R: ada kok kak, kami udah musyawarah lewat mata, ya kan guys
Semua: yoi mamen
A: mata lu picek!
D: Jadi bagaimana Ari, apa kamu mau ngecewain para adik-adik yang sudah setuju ini
A: wah curang nih main keroyokan, ya udah deh ane setuju.
Semua: yeah...
A: iya.. Iya ane hargai keputusan kalian tapi jangan nyesel ya ane jadi koordinator. Acara pun berlanjut untuk menentukan ketua masing-masing desa beserta perangkatnya
Untuk Desa K, desa dimana ane menjadi pesertanya diputuskan untuk tidak memilih ketua lagi karena mereka semua maunya ane yang jadi ketua, sedangkan untuk sekretaris desa ane adalah Clara dan bendaharanya adalah Chika, 4 anggota adalah Oky, Desi, Wiwit dan Eva. Sedangkan untuk desa S ketuanya adalah Radith sekretarisnya adalah Melan sedangkan bendaharanya adalah Opy, 4 anggotanya adalah rian, Putra, Febry dan Sintia. Untuk desa P ketuanya adalah andri, sekretarisnya Azka dan bendharanya adalah Weni 4 anggotanya adalah Chiko, Claudi, Ana dan Sandra.
Di situ ane sadar kalau di desa ane cuma ane dan Oky yang cowok selebihnya adalah cewek dan ane pun protes
A: wah ga adil ni pak, masa di desa saya cowoknya cuma 2
D: siapa bilang ga adil, ini sangat adil kamu kan senior pasti bisalah.
Jawaban itu membuat ane mati kutu.
Setelah masalah perangkat selesai maka selanjutnya adalah penentuan jadwal observasi dan siapa aja yang akan melakukan observasi itu
A: pak gimana kalo observasinya kita laksakan 2 hari lagi dan untuk siapa aja yang ikut observasi, kalo di ijinin saya ga keberatan
D: ok, usulan bagus makin cepat di laksanakan observasi makin bagus dan soal boleh atau tidaknya kamu ikut observasi, sebagai koordinator kecamatan kamu memang harus, kudu, wajib ikut.
Mendengar jawaban dpl itu semua yang ada di situ ketawa termasuk ane, dan pada akhirnya semua setuju kalo observasi dilakukan 2 hari lagi, sedangkan yang akan ikut observasi adalah ane, Sintia, Radith, Dpl, Clara dan Eva. Kami sepakat akan menggunakan mobil pribadi ane untuk melakukan observasi itu
Pada part berikutnya ane akan menggunakan kata Lo dan Gue serta istilah-istilah zaman sekarang
Diubah oleh kingmaestro1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
3-gadis-di-seberang-pantai
Stories from the Heart
pertarungan-melawan-tulisan
Stories from the Heart
the-light-emanates-for-you
Stories from the Heart
hypnophobia--kisah-cintaku
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia