alexa-tracking
Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
13-08-2019 13:23
Lukisan-Lukisan Legit Tiada Duanya • TROLI #1
Quote:
GanSis dimanapun berada, semoga hari kalian menyenangkan dan bakal semakin menyenangkan dengan membaca segmen baru ane ya-i-tu Tmve Reviews On Life's Ingredientsalias ...

emoticon-Ngacir2 TROLI! emoticon-Ngacir2

*ane gak nemu emoji troli jadi gantinya bajai aje

Disini ane mengulas macem-macem hal dalam dunia hiburan, baik buku-buku, film, musik, destinasi rekreasi, dsb. Ada juga yang tidak kalah menarik, K3 : Kupas Kasus Konspirasi dan selipan Tmve Thoughts (teori & solusi).

Bedanya sama TTFU, ya karena disini infonya mayoritas opini alias pendapat dari sudut pandang ane, jadi mungkin ada beberapa poin yang bakal beda sama pendapat GanSis emoticon-Bingung
tapi gapapa dong, perbedaan itu kan bukan masalah 😃😃😃

Well, memang semua masih rencana -- ane harap semuanya bisa jalan sih 😁 perlahan tapi pasti lah. Jangan lupa cendolnya, GanSis!


Lukisan-Lukisan Legit yang Tiada Duanya

Ada diantara GanSis yang hobi melukis? Ane sih, dari kecil suka melukis tapi tentu hasilnya gabakal menyamai GanSis yang udah jago 😅

Nah, disini ane pilih beberapa maestro yang lukisannya... beuh, bukan cuma ane tapi mungkin satu dunia kasih jempol! emoticon-2 Jempol
lansung scroll aja GanSis...



1. Leonardo da Vinci & Para Jenius Seni

Berlatar di Italia, Da Vinci bersama Raphael dan Michelangelo adalah tiga seniman pionir pada masa puncak Renaisans, meski ada tokoh lain seperti Titian dan Bernini. Karya-karya mereka memberikan "pencerahan" dan kebebasan atas dogma-dogma agama yang berlaku keras saat itu.

Lukisan-Lukisan Legit Tiada Duanya • TROLI #1

Dengan kecerdasan diatas rata-rata, da Vinci melukis figur-figur dengan sentuhan sfumato (pewarnaan halus untuk meminimalisasi nampak tepi). Selama masa produktifnya (1480-1510) ia menghasilkan tidak lebih dari 20 karya lukis, tetapi diakui sebagai mahakarya.

Monalisa (1503)


Karya da Vinci favorit ane adalah mural di Biara St. Maria delle Grazie berjudul "The Last Supper" dan tentu "Monalisa".

The Last Supper (1498)


Diketahui bahwa da Vinci juga menguasai teknik mesin, arsitektur, anatomi, sampai filsafat! Ane aja matematika ketemu biologi udah chaos emoticon-Cape d... (S)

Michelangelo yang lebih muda juga tidak kalah keren. Ia punya relasi baik dengan Vatikan, jago memahat patung dan dipercaya untuk menghias rumah paus di Kapel Sistina menjadi seperti ini :

"Langit-langit Kapel Sistina" (1508-1512)


Apa gak pegel yak, 4 tahun menggambar sambil dengak kepala emoticon-Confusedemoticon-Confusedemoticon-Confused pantes aje Michi dibilang sering ngomel sendiri sambil melukis langit-langit itu.


2. "Ducth Duo" Rembrandt & Vermeer

Ane melihat mereka layaknya paman dan ponakan, padahal nyatanya mereka tidak ada hubungan darah. Yang pasti, mereka berkontribusi dalam "Renaisans Negara-Negara Rendah" pada pertengahan abad ke-17, terutama di Belanda dan aliran barok.

Rembrandt van Rijn terkenal dengan tema self-portrait dan permainan gelap-terang. Ia juga sering mengilustrasikan momen-momen dalam cerita Alkitab.

"Self-Portrait" (1660)


"The Return of The Prodigal Son" (1669)


Vermeer di lain sisi, lebih senang menampilkan warna alami yang bikin ane gabisa lepas fokus dari objek-objek yang disorotnya. Misalnya cecan yang satu ini ...

"Girl with A Pearl Earring" (1665)


atau emak-emak yang satu ini, Belanda punya selera...

"Woman Holding A Balance" (1663)


3. Warna-Warni Impresi

Orang-orang Prancis macam Claude Monet, Edgar Degas dan Pierre-Auguste Renoir mempopulerkan gaya impresionisme pada paruh kedua abad ke-19. Ciri-ciri impresionisme adalah penggunaan warna untuk menunjukkan kesan bentuk, yang didapat dari "pandangan pertama" terhadap objek.

Ane paling demen kalau yang dilukis pakai gaya impresionisme itu panorama, karena indahnya bukan maen! Disini ada beberapa favorit ane, terutama karya Monet :

"The Artist's Garden at Giverny" (1900)

"Bathers at La Grenouille" (1869)

"Jean-Pierre Hoschedé and Michel Monet on The Bank of The Epte" (1890)



4. Kombinasi Terbaik

Maksudnya kombinasi terbaik, yaitu Vincent van Gogh, Paul Gauguin, Paul Cezanne, cs. dan gaya pasca-impresionisme mereka. Dalam gaya ini, warna dan bentuk lebih seimbang dan kesan kontemporer seperti makna simbolik dan wujud mendekati absurd dimunculkan. Hasilnya adalah lukisan yang menurut ane : "beautiful, powerful and meaningful" emoticon-Betty (sa ae ya ane emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin)

Tapi kalau GanSis belum yakin, cek aja nih beberapa karya favorit ane :

"The Starry Night" (1889) oleh Vincent van Gogh


"Bedroom in Arles"(1888) oleh Vincent van Gogh


"Card Players" (1895) oleh Paul Cézanne


"The Yellow Christ" (1889) oleh Paul Gauguin


"A Sunday Afternoon on The Island of La Grande Jatte" (1884) oleh Georges Seurat



5. Balok, Balok, Balok

GanSis bisa menebak kalau ini bagiannya Pablo Picasso (meski ada seniman lain seperti Georges Braque dan Juan Gris) yang mempopulerkan gaya kubisme; "mengacak" objek menjadi bentuk-bentuk geometri abstrak.

Lukisan unik gaya kubisme memiliki interpretasi berbeda-beda dan makna yang ada semakin tersirat. Silakan intip GanSis...

"The Old Guitarist" (1904)


"Guernica" (1937)


"The Weeping Woman" (1937)


6. Mimpi Pada Ujung Kuas

Surealisme berkembang tak lama setelah kubisme dan dimotori Salvador Dalí, Rene Magritte hingga Frida Kahlo. Gaya surealisme menurut ane adalah yang paling keren diantara gaya lainnya, karena disini GanSis melukis mimpi!

Contoh paling gampang bisa GanSis liat dari karya-karya Dalí berikut :

"Persistence of Memory" (1931)


"The Temptation of St. Anthony" (1946)


"The Ghost of Vermeer of Delft Which Can Be Used As a Table" (1934)


Tapi karena ane emang demen surealisme yang nyentrik begini, jadi referensinya lumayan beragam...

"Philosopher's Lamp" oleh Rene Magritte (1936)


"Human Condition" (1935) oleh Rene Magritte


Untuk Frida Kahlo, banyak karyanya bertema self-portrait yang disandingkan dengan surealisme, seringkali menggambarkan suka-duka kehidupannya, GanSis.

"Me and My Parrots" (1941)


"Broken Column" (1944)



7. Makin Gak Jelas

Oke, kalau untuk gaya abstrak ane sampai saat ini masih belum bisa banyak komentar karena... ya karena gak beda jauh antara lukisan ini dan lukisan itu. Tapi untuk zamannya (1940-1950an) lukisan abstrak tergolong "avant-garde" dan ikut merevolusi seni.

Secara teori, lukisan abstrak lebih menekankan pada efek yang dihasilkan dari citra gambar daripada makna, dan punya kemiripan dengan kubisme. Barangkali GanSis bisa kasih penilaian, berikut beberapa karya yang menurut ane da best...

"The Black Square" (1915) oleh Kazimir Malevich


"Color Study : Squares with Concentric Circles" (1913) oleh Wassily Kandinsky


"Composition II in Red Blue" (1929) oleh Piet Mondrian


"No. 5" (1948) oleh Jackson Pollock


emoticon-Coblos

Wuh, bagus-bagus kan lukisannya? Makanya GanSis yang udah bisa melukis, terus kembangin bakatnya, jangan kaya ane emoticon-Hammer2
barangkali nanti bisa punya museum sendiri, isinya lukisan-lukisan sendiri pula.

Jadi ane sampai sini dulu ya GanSis. Ane bakal terus update kalau-kalau ada lukisan lain yang kecantol sewaktu-waktu 😁 makasih & sampai jumpa!

emoticon-Ngakakemoticon-Sundulemoticon-Repost



sumber : wikipedia, dkk.
Diubah oleh tmvegowrenk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adelianzw dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
19-08-2019 21:18
wah ane cuma bisa gambar gunung kembar yang ada mataharinya di tengah2 emoticon-Matabelo
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.