alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
19-08-2019 11:58
Budayakan Membaca Sebelum Memberi Komentar. Why?
Budayakan Membaca Sebelum Memberi Komentar. Why?
Sumber Gambar: Pixabay


Assalamualaikum, Agan and Sista tercinta. Selamat menyambut hari senin dengan segudang tugas pun kenangan. Hkhk 😅 dan jangan sedih bila banyak pekerjaan. Karena para pengangguran di luar sana setiap hari memimpikannya. Semangat terus, ya!

Ok, GanSis. Kali ini Ara akan membahas sesuatu yang mungkin dianggap sepele. Tapi nyatanya, mampu membuat gaduh serta meningkatkan emosi dan panas hati.

Di sini, siapa yang terbiasa berkomentar sebelum membaca? Ayok, ngaku! Atau siapa yang berkomentar setelah membaca? Membaca judul, misalnya. Pasti banyak, bukan? Tahukah, GanSis? Hal itu sangat tidak baik. Kita tidak boleh mengambil kesimpulan hanya dari sebuah judul, yang akhirnya menimbulkan perdebatan sengit antara penulis dan yang berkomentar.

Ara sering banget, nih, nemuin komentar yang tidak sesuai dengan isi tulisan. Rasanya pengen nabok, GanSis. Bukan apa, jika memang belum membaca, tidak perlu berkomentar, seolah-olah telah membaca seluruh isi tulisan. Apalagi jika komentarnya sangat jauh dari apa yang dibahas. Kan, malu sendiri nantinya. Selain malu sendiri, komentator juga membuat penulis merasa nganu. Nganu? Apaan, Ra? Merasa diejek, GanSis.

"Kenapa? Kok bisa merasa demikian? Lebay, ah!"

Mungkin benar. Terdengar lebay buat sebagian orang. Tetapi, begitulah rasanya buat Ara. Bagaimana tidak, GanSis? Penulis membahas sapi, komentatornya membahas kerbau. Rada mirip memang. Tapi jelas tidak sama. Sapi tidak bermain lumpur seperti kerbau, kan? Hihi 😁

Ok, lupakan sapi dan kerbau. Kita kembali ke laptop.

Quote:Inti sebuah tulisan tidak dilihat dari judul atau paragraf akhir. Bisa jadi letaknya di paragraf pertama, kedua, ketiga, keempat, atau bisa jadi di seluruh paragraf yang ada. So, jangan buat penulis bingung dengan memberi komentar sebelum benar-benar membaca.


Selain membaca terlebih dulu. Kita juga harus memahami yang disampaikan penulis. Dengan begitu, antar penulis dan pembaca bisa saling berdiskusi dengan baik dan santun. Meski terjadi perbedaan pendapat, tetapi tidak menimbulkan kegaduhan atau rasa saling tidak menyukai. Karena pada dasarnya, kita semua memang berbeda. Baik kesempurnaan fisik, suku dan agama, hingga nalar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah, yang menjadi pertanyaan, apa, sih, yang membuat GanSis berkomentar tanpa membaca?

Atau apa yang membuat GanSis tidak membaca sebelum memberi komentar?

Eh, bingung, nggak, dengan pertanyaannya? Enggak, kan? Hkhk 😅

Alasan berkomentar tanpa membaca, apa karena ingin terlihat bahwa telah membaca? atau sekadar meninggalkan jejak agar dikunjungi balik tulisannya? Duh, jika boleh Ara memberi saran. GanSis jangan ingin terlihat atau dikenal dengan pekerjaan seperti itu. Why? Karena tidak keren sama sekali!

Quote:Buat diri kita dikenal dengan menonjolkan kreatifitas atau bakat. Bukan menampakkan diri tanpa memberi suatu hal yang positif dan inspiratif. Karena jika tidak, kehadiranmu hanya akan diingat dalam waktu singkat. Setelahnya, pasti dilupankan begitu saja.


Alasan tidak membaca sebelum berkomentar, apa karena malas membaca? Atau karena tulisan tersebut tidak menarik untuk dibaca? Jika malas membaca, kenapa memberi komentar? Jika tidak menarik untuk dibaca, kenapa tetap singgah? Lah? Jadi beruntun gitu, ya, pertanyaannya. Hkhk 😅

Intinya, GanSis, dan kita semua. Sebaiknya membaca dan memahami dulu isi tulisan, baru kemudian memberi komentar. Ara sendiri sering banget membaca. Jika tulisan itu menarik, tentu dikomentari. Jika tidak, ya diam saja, meski sebenarnya sudah membaca. Jika ingin diketahui telah membaca, berikan like atau segelas cendol hijaunya. Itu lebih baik dari meninggalkan komentar yang jauh dari apa yang dibahas.

Opini ini teruntuk tulisan yang mengandung opini, juga, ya. Jika tulisan berupa artikel mengenai tips atau resep membuat makanan. Kita hanya perlu membaca intinya. Misal: bahan-bahan yang diperlukan, kemudian cara membuatnya. Selesai. Dan kita bebas berkomentar. Mau bilang ingin nyoba, menarik, kayaknya enak. Dll. Silakan. Asal tidak berkata yang mengundang keributan.

Ok, GanSis. Sepertinya sampai di sini dulu thread dari Ara. In sya Allah berjumpa lagi di thread-thread selanjutnya.

Quote:Mari menjadi pembaca dan komentator yang baik dan bijak. Berilah kesan damai di setiap kunjungan. Orang-orang pasti merasa senang dan mendoakan kebaikan untuk kita.


Selamat bekerja, GanSis. See you nex time all best friend. Kita bisa menjadi sosok yang saling menginspirasi. Semangat!



Sumber tulisan: Opini Pribadi


Bima, 19 Agustus 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kardusadi dan 40 lainnya memberi reputasi
41
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
19-08-2019 13:40
Quote:Original Posted By delia.adel
Wow hihihi keren tridnya enih...sip


Thank you, Del. Thread Delia pun keren-keren.
profile-picture
dafdiv11 memberi reputasi
1
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.