alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
2421
Lapor Hansip
25-09-2018 22:09

a Road to be Me

a Road to be Me



a Road to be Me





mohon dibaca



Manado, di pertengahan tahun 2004,


Road to J*****
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hayuus dan 32 lainnya memberi reputasi
33
a Road to be Me
18-08-2019 19:05
Bab 3 - 11a,

Gw menggigit-gigit bibir gw sendiri sambil sesekali tersenyum tersipu, padahal sudah lewat 2 hari sejak bibir gw dan luna saling memagut mesra dan maaf jika membuat anda-anda sekalian kecewa, gak ada episode tambahan apalagi adegan panas malam itu, "yang sabar ya franky", bahkan kami berdua gak ngomong apa-apa lagi sampai luna pulang, ciuman itu seakan sudah mengatakan segalanya.


*****

Quote:
"Thank you, and having a good night everybody"


Ujar rizal lead vocal kami malam ini di sebuah cafe di daerah legian

Quote:
"nyantai dulu yuk yan" tanya tommy sembari kami membereskan peralatan

"boleh, dimana?" gw tau maksud tommy ini mau mabok,

"udah ikut aja, cari suasana baru kita" kata tommy

"suasana baru? namanya cafe sih sama aja"

"wah anda sepertinya meragukan ku anak muda" kata tommy sok bijak

"yaudah ayo"


Kami berjalan sedikit dari cafe tempat kami ngamen, ada lorong yang cukup kecil yang hanya bisa dilalui 1 mobil, ada semacam janur-janur saat kami memasuki lorong itu, gak sampai beberapa meter kami menemukan pintu yang adalah pintu cafe itu, "bener juga kata tommy, suasana baru" gw membatin,

Begitu masuk kedalam gw paham apa maksud tommy dengan suasana baru, dari musik yang sedang dimainkan cafe ini bertema reggae.

Quote:
"Bener kan beda" kata tommy


Tommy memesan beberapa botol bir dan fruit mix, dari pesanan minumannya tommy sepertinya lagi benar-benar hanya pengen nyantai. sambil menikmati lagu gw membakar rokok biar keren eh biar nyantai.

Quote:
"Kenapa gak cocok ya?" tanya tommy melihat gw yang biasa aja menikmati musik reggae ini, bukan gak suka, kurang bisa menikmati aja,

"belum terbiasa aja" jawab gw,

"hahaha, tunggu aja" kata tommy


Tommy berdiri dari sofa kami di pojokan lalu berjalan kearah bar dan kembali dengan beberapa botol lagi, Tommy membakar sebatang rokok lalu lalu menyesapnya dalam-dalam, tapi ada satu hal yang gw sadari,ukuran rokok tommy itu lebih kecil dari rokok biasanya, bahkan lebih kecil dari rokok evolution.

Tommy menyodorkan rokoknya itu ke gw sambil tertawa kecil,
Gw tau apa yang dipegang tommy ini, ada sedikit rasa ragu, tapi ada pepatah yang bilang :


...


Selain rasa penasaran gw, muka tommy yang tersenyum jelek seakan meledek ini membuat gw rada emosi hahaha, gw pun memberanikan diri gw.




Suara betotan bass, renyahnya suara snare drum, dan garingnya melodi gitar perlahan terasa melambat beberapa bpm dan masuk ke frekuensi rendah otak gw sensasinya seperti melayang, gw yang introvert rasanya berubah menjadi extrovert secara tiba-tiba, rasanya semua orang yang ada disini itu temen gw, mungkin ini yang dimaksud steven and coconut treez, "Welcome to my paradise", rasanya hanya damai.


Brrrrrr... brrrrrr... brrrrr...

HP gw terasa bergetar di kantong celana, tapi belum terlalu gw perdulikan,

Brrrrrr... brrrrrr... brrrrr...

Lagi hp bergetar, tapi kali ini gw ambil hp gw,

Quote:
"LUNA?" guman gw membaca nama yang tertera di layar hp gw,

"hah, jam 2 subuh? ngapain luna nelpon" gw membatin,


Gw buru-buru keluar dari cafe mencari titik sunyi, didalam mungkin lagi ada paradise tapi yang nelpon ini masa depan hahaha

Quote:
"Halo?" gw menjawab telpon,

"Haloooooo" terdengar suara perempuan dibalik telpon, tapi gw tau jelas ini bukan suara luna

"ya halo? luna?" gw mengecek lagi layak hp memastikan siapa yang menelpon tapi memang benar ini nomor luna

"Ryan? ini nita temannya luna, inget?" ujar cewek itu dengan suara latar yang agak ribut, ribut dengan music EDM,

"Iya, kenapa nit?" gw ingat nita yang waktu itu satu table bareng pas dugem dengan luna, tapi kenapa nita nelpon dari hp luna? gw jadi khawatir,

"kamu dimana yan? bisa kesini gak di *********** "

"oke"


Gw gak tau apa yang terjadi, tapi jam segini nita nelpon gw dari hp luna? pastinya ada sesuatu yang terjadi.

Tempat yang dimaksud nita ini club yang masih di daerah legian, jadi gw pun berjalan cepat menuju tempat yang dibilang nita meski gw sedikit agak sempoyongan akibat efek rokok tommy tadi kaki gw masih belum menapak bumi sempurna, masih ketinggalan di paradise hahaha.

Gw langsung masuk kedalam cafe dan mulai celingak celinguk ke kiri dan kanan, terlalu ramai gw gak bisa fokus nyarinya,

Quote:
"Yan" nita menepuk pundak gw,

"luna?" tanya gw singkat karena disini berisik banget


Nita membawa gw kesebuah table yang diisi sekitaran 8-10 orang, disana gw melihat luna sedang menopang kepalanya dengan tangan di tepian kursi, jelas luna antara sadar gak sadar sekarang.

Quote:
"Yan kamu antar pulang aja luna" kata nita

"..." gw cuma mengangguk setuju,


Gw menghampiri luna,

Quote:
"Lun, luna" gw coba menggoyang tubuh luna perlahan, tapi gak ada respon

"lunaaa" gw coba lebih kuat,

"hmmmm" luna merespon tapi luna terlihat seperti masih sadar tapi enggak sadar,

orang yang pernah mabuk berat atau liat orang mabuk berat pasti ngerti yang seperti ini, saat kita sudah sampai di puncak kita masih setengah sadar tapi udah lemes gak bisa banyak bergerak, semakin banyak bergerak biasanya bikin lebih cepat muntah.

"SITU SIAPA BRO?" Seorang laki-laki menarik pundak kemeja gw hingga gw dan dia kini berhadapan,

"..." gw gak menjawab, kami berdua hampir sama tinggi, gw memasang tampang garang, begitu juga cowok tadi yang diikuti teman-teman lainnya di table yang sama,

Kalau berantem sama dia sih bisalah gw menang, tapi kalo temennya bantuin ya bisalah gw masuk UGD.

"Ini adiknya, aku yang nyuruh dia datang" nita melerai kami berdua, coba aja nita bilang pacarnya, kan bisa lebih keren kedengarannya emoticon-Stick Out Tongue

"yan, sudah kamu bawa kakak mu pulang" ujar nita sambil mendorong gw menjauh dari laki-laki tadi,

"yan cepet yan cepet" bisik nita


Gw mengambil tas yang gw tau punya luna, dan memapah luna berdiri lalu berjalan perlahan diikuti oleh nita, sepertinya mereka percaya gw adiknya luna, cowok-cowok tadi masih ngeliatin gw, gw juga masih sempat-sempatnya berjalan sambil menatap mereka, "not this girl motherfather" gw membatin.

kami menunggu taksi di depan jalan, sambil berdiri luna masih bersandar alias tiduran di punggung gw,

Quote:
"untung kamu ngangkat telpon tadi yan" kata nita saat kami sedang menunggu taksi lewat, luna gak bawa motor ataupun mobil

"luna kenapa tadi nit?" gw bertanya karena dari tadi gw cuma menerka-nerka,

"biasa tadi lagi berempat, terus tiba-tiba ada satu cowok datang gabung, gak kenal sih, cuma hafal muka aja sering ngeliat atau papasan" nita mulai bercerita,

"terus satu temenku pulang, naldy tepar, tersisalah aku sama luna dan cowok itu, terus dia ngajak kami gabung ke tablenya, ya kami iyain aja"

"tapi lama-lama kok cuma aku sama luna yang minum, aku pas beberapa kali, tapi luna enggak, dia hajar terus"

"aku khawatir, jadi aku nelpon kamu, kalo gak bingung gimana caranya aku ngurusin si banci(fyi naldy ngondek) sama anak satu itu" nita menunjuk-nunjuk kepala luna,

reaksi luna? "Hmmmmmmmm" kayak orang yang di gangguin tidurnya,

"kalo kamu gak datang udah dibungkus kali ini anak" nita mendengus kesal sambil menoyor kembali kepala luna,


reaksi luna? "Uhhhhhmmmmmmm" luna berguman kesal padahal lagi gak sadar,

Quote:
"Terus kamu sama naldy pulangnya gimana?" tanya gw

"ihhh perhatiannya" nita mentoel-toel lengan gw dengan telunjuknya, "aku sama naldy gampang,

"eh iya itu naldy sendirian diatas gpp?" tanya gw

"ahh dia juga kalau dibungkus malah seneng" ujar nita membuat kami berdua tertawa


Sebuah taksi kosong berhenti di depan kami, gw dan luna naik, sedangkan nita kembali keatas.
Disepanjang perjalanan luna bersandar di pundak kanan gw, dan tangan kanan gw menahan kepalanya agak gak jatuh karena getaran mobil,

Luna yang gak sadar karena kebanyakan minum dan gw yang masih nge-fly karena rokok bajingan tommy tadi, "what a perfect couple" gw membatin sambil tertawa kecil, maklum masih heppi gara-gara paradise tadi hahaha

Gw menggendong luna turun dari taksi lalu naik ke kamarnya, seperti dejavu rasanya.

Gw baringkan luna di tempat tidurnya, luna menggeliat manja saat merasakan empuk kasurnya, gw menatap luna yang tertidur dari ujung rambut sampai ujung kaki,

Quote:
"Hampir aja dibungkus orang lu" batin gw yang lalu menutup dengan selimut tubuh luna yang agak terekspose di beberapa titik, sebelum gw tergoda untuk ngebungkus sendiri hahaha,


Kamar mandi luna berukuran cukup kecil dengan hanya dibatasi dengan kaca yang dibalur stiker blur, gw masuk ke kamar mandi luna untuk cuci muka menghilangkan kantuk sebelum gw pulang,

Quote:
"HMMMPPPP, HMMMPPPP" terdengar luna seperti menahan muntahnya,

"..." gw keluar kamar mandi takut luna malah jackpot diatas tempat tidur

"HUEKKKKK" gw terlambat, tapi setidaknya luna muntahnya di lantai bukan di tempat tidurnya


Cairan berwarna coklat berserakan di lantai, Gw pun sadar ini akan jadi malam yang panjang.

Quote:
"Luna, luna" gw membatin sambil menggeleng
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
kealpaan-hati
Stories from the Heart
cinta-pada-pelukan-pertama
Stories from the Heart
warna-luka
Stories from the Heart
rasa-yang-tak-pernah-ada
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.