alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
468
Lapor Hansip
18-08-2019 09:07

Sebut Salib Setan Jin Kafir, Abdul Somad Dipolisikan

Sebut Salib Setan Jin Kafir, Abdul Somad Dipolisikan


Jakarta - Organisasi Massa (Ormas) Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan Ustad Abdul Somad terkait pernyataan salib jin kafir yang viral di media sosial.

Dakwah UAS, sapaannya, dinilai tidak menghargai kemajemukan yang ada di Indonesia. Anggota Brigade Meo Jemmy Ndeo, menganggap dakwah Somad telah menistakan salib dan patung yang merupakan simbol agama Katolik dan Kristen Protestan.

Jemmy mengatakan laporan yang dilayangkan ke Polda NTT, pada Sabtu, 17 Agustus 2019, menyoal ceramah ustaz asal Asahan, Sumatera Utara itu.

"Apa yang dikatakan Ustaz Abdul Somad dalam videonya itu sudah sangat meresahkan masyarakat, terlebih umat Kristen dan Katolik. Dia harus bertanggung jawab," ujarnya.

Ia meminta UAS, sebaiknya segera mengklarifikasi persoalan atas tausiah yang disampaikan serta memberi permohonan maaf kepada umat Kristen dan Katolik.

"Kami laporkan Ustaz Abdul Somad sebagai pribadi, tidak ada kaitannya dengan umat Muslim. Jika Ustaz keliru, maka kami harap ada permohonan maaf dan klarifikasi," ujarnya.

Dalam video yang viral di media sosial, ada jemaah memberikan pertanyaan kepada UAS, mengapa mengigil ketika melihat salib.

"Apa sebabnya ustad kalau menengok salib menggigil hati saya?" kata jemaah itu.

"Setan. Saya tausiah di seberang Pulau Batam. Batam, satu jam setengah kami sampai. Tapi tak terasa satu jam setengah karena film yang diputar Tenggelamnya Kapal van der Wijck. Meleleh air mata penonton menengok Jainudin meninggalkan Ayat," katanya menjawab pertanyaan itu.

UAS mengaku, pernyataan tersebut mirip dengan perjalanannya saat ke Pulau Batam. Dia mengatakan, jika melihat salib seakan jin kafir sedang masuk.

"Apa sebabnya kata ibu itu, mirip macam gini. Saya terlalu terbayang salib, nampak salib. Jin kafir sedang masuk. Karena di salib itu ada jin kafir," kata Somad.

"Dari mana masuknya jin kafir? Karena ada patung. Kepalanya ke kiri apa ke kanan? Nah, ada yang ingatkan, itu ada jin di dalamnya. Jin kafir. Di dalam patung itu ada jin kafir," tutur pria berusia 42 tahun ini.

Kemudian ia kembali menyindir dengan mengatakan, untuk tidak menyimpan patung jika keluarga mereka tengah berada di rumah sakit, menurut dia, ada jin kafir.

"Makanya kita tidak boleh menyimpan patung. Jin kafir itulah yang mengajak. Makanya kalau keluarga kita di rumah sakit di dalamnya ada jin kafir itu, tutup itu," ucapnya.

"Kalau sampai dia sakratul maut, kita tak ada di situ. Dia sedang diajak jin kafir, berhasil. Berapa keluarga orang Islam yang mati dalam keadaan husnulkhatimah? Dipanggilin Haleluya. Nauzubillah.. Nauzubillah.. Selamatkan orang Islam," ujarnya.

https://www.tagar.id/sebut-salib-jin...ad-dipolisikan

Maafkan saja, doakan supaya hati somad diketuk oleh Tuhan, dan menjadi pengikut-Nya. Tidak perlu kita grasak grusuk, jika memang harus dihukum, biarlah tangan Tuhan sendiri yg melenyapkan nya dari muka bumi ini, Amin.
Diubah oleh KASKUS.HQ
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kingoftki dan 60 lainnya memberi reputasi
47
Sebut Salib Setan Jin Kafir, Abdul Somad Dipolisikan
Lapor Hansip
18-08-2019 17:13
Balasan post boroboro
Quote:Original Posted By boroboro




Pd dasar nya klw diliat dari sudut pandang dan keyakinan yg bersebrangan pasti banyak komplikasi. Masing2 punya rasa keutamaan membela keyakinan nya.
Klw kembali ke sejarah, kafir memang bisa/boleh diperangi (dibunuh) dlm kondisi peperangan. Diluar itu...tidak.
Diluar medan peperangan, "perangi" musuh islam dng cara sebaik2nya, bkn saling bunuh...contoh yg paling hangat di masa modern di negara kita... ketika ahok menistakan keyakinan umat islam.



ICLAM dan UCLIM selalu berbohong dan bermain dengan kata2
hai umat nabi palsu, bagaimana mungkin nabimu hidup 13 tahun tanpa satupun luka di kulitnya, jika kafir qurysh memerangi nabimu? bahkan setelah perang Badr pun, Umayr bin Wahab masuk islam dan kembali ke mekah dan mengajarkan islam di mekah, quraysh gak masalah tuh bray emoticon-Big Grin

jadi siapa sebenarnya musuh tuhanmu? siapa musuh nabimu? siapa musuh agamamu? semua yang kalian sampaikan dalam sejarah dan pemikiran kalian hanya rekaan doang .. membelokkan sejarah, sumber kebohongan emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By boroboro


Si kafir lebih berkuasa di dunia ini, sepakat. Tapi, bukan itu tujuan utama nya utk menggenggam dunia. Mengalahkan kafir tujuan nya bukan harus menguasai kehidupan dunia dan menjadi mayoritas. Karna bagi umat muslim, dunia hanya sebuah kefanaan, kehidupan yg sebenarnya adalah di akhirat nanti. Dan hal ini gw jamin akan berbeda sudut pandang dng keyakinan lain.
Nabi nya boleh mati, tapi Tuhan nya tidak. Sebaik2 nya umat muslim, adalah yang menuju kesempurnaan untuk di kehidupan lain (akhirat (surga).



tuhanmu tidak pernah bilang pernagi kafir saat perang emoticon-Big Grin yagn dikatakan tuhanmu adalah perangi kafir dimanapun berada emoticon-Big Grin

umat nabi palsu macam kau semakin pintar aja membalikkan fakta, kayak nabimu emoticon-Big Grin jika tujuannya bukan untuk menggenggam dunia, apa tujuan khalifah, kihlafah kalian menyerang dan menjajah quraysh, persia, byznatium, afrika sampai asia?

kau kira gimana caranya agamamu ini tersebar kalau bukan karena khalifah dan khilafahmu dulu memerangi bangsa lain dan mengalahkan mereka terus kemudian memberikan pilihan (1) masuk islam (2) bayar jizyah dan (3) mati.
Satu2nya dakwah islam adalah pilihan tersebut di atas emoticon-Big Grin

jika dunia hanya sebuah kefanaan, kenapa tuhanmu berperang melawan kafir dan menguasai tanah2 kafir? nabimu merampok karavan2, mengirimkan surat ke bangsa2 lain supaya mereka pindah agama dan mengakui dia sebagai nabi?

kau pikir kami bisa percaya sama cerita bohongmu itu? emoticon-Leh Uga
bagaimana mungkin umat nabi palsu bisa debat lawan ahli kitab emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
greedaon dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.