alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
21-04-2019 21:58
PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Sinopsis


Quote:
PERHATIAN !!

1. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, untuk karakter, tempat kejadian dan nama perusahaan adalah murni dari imajinasi penulis. Penulis berpesan agar pembaca tidak terlalu menganggap serius

2. Cerita ini adalah lanjutan dari PACARKU KUNTILANAK. Bagi pembaca yang baru mengikuti cerita ini, harap membaca prequelnya terlebih dahulu

3. Penulis membebaskan pembaca untuk berkomentar apapun di dalam trit ini, selama tidak menyinggung SARA

4. Cerita ini banyak menampilkan adegan kekerasan. Harap bagi pembaca yang dibawah 17 Tahun untuk tidak membacanya

5. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan Typologi




Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Opening Song


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Closing Song



Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anasabila dan 61 lainnya memberi reputasi
62
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
07-08-2019 11:34
BAGIAN 15
REUNI KELUARGA
part 2


Keluaga Rini



Hayati takjub dengan rumah Rini yang sangat besar dan mewah. Dia tidak menyangka adik semata wayangnya bisa sukses dan kaya. Hayati kemudian menekan tombol bell rumah yang terdapat di dinding samping gerbang. Tak lama kemudian pintu gerbang itu terbuka sedikit, keluarlah seorang pria paruh baya bertubuh pendek dengan kepala plontos. Pria itu memakai kaos oblong warna putih dengan celana pendek. Dia tampak mengernyitkan dahinya ketika memandang Hayati yang menjulang tinggi dibandingkan dirinya yang hanya setinggi 155 cm. Hayati sangat kaget melihat sosok pria itu.

“PARHAN......!!!!....KAMU PARHAN KAN??....KAMU NIKAH SAMA RINI?” tanya Hayati yang tercengang.

“WOY!!....KAMU SIAPA?.......YANG SOPAN YAH BICARA SAMA ORANG TUA!” Parhan tampak sangat kesal dengan perilaku Hayati yang tidak sopan.

“oalah kamu pake marah-marah sama aku...ngapain aku harus sopan sama kamu...umurku kan lebih tua dari kamu, bahkan kamu lebih muda dari Rini” kata Hayati sambil tertawa.

“KAMU KURANG AJAR YAH!......UDAH DITANYA BENER-BENER...MALAH NYOLOT KAMU YAH!.....PAKE KETAWA SEGALA......KAU SIAPA??.....KENAPA BISA TAU NAMA SAYA DAN ISTRI SAYA?”

“kamu gak inget sama aku?.........aku ini Mala....Mala Citra Nurhayati..aku kakak kandung istrimu”

“kamu mencoba menipu saya yah!!.......kakak kandung istri saya udah lama mati....dia hilang entah kemana”

“Astgafirullah Parhan......kamu lupa sama wajahku?.............aduuuhhh!!”

“heh...kamu jangan coba menipu saya yah........saya tau betul sama Mala......wajahmu emang mirip..tapi tubuhmu enggak mirip...Mala itu kurus dan dadanya rata!...sementara badanmu montok kayak gitu”

“aduuuhhh Parhan....ini aku Par...tubuhku udah berubah..aku kembali”

“SAYA TETAP GAK PERCAYA....PERGI KAMU DARI SINI!...........ATAU SAYA LAPOR KE SECURITY!”

“aku mohon Parhan..ini aku..Mala...aku tau semuanya tentang kamu.......nama lengkapmu Parhan Prasetya...kamu lahir 15 Juli 1972...kamu lebih muda dari Rini 3 tahun..dan 5 tahun dariku..aku sering manggil kamu ‘si tengil’....nama bapakmu Uu Saripudin dan ibumu Isah Aisah...kamu asli orang Sumedang....tapi kamu lahir di Jakarta”

“aaaahhh!!...saya tetep gak percaya!..kamu bisa saja tahu dari bio saya di sosmed....saya akan panggil security sekarang!”

“hadeeeuuuuuh....cape deh...bolot banget sih nih orang!...oke...oke..aku tau semua rahasia kamu dari kecil”

“RAHASIA APAA??”

“ketika kamu masih SMP sementara Rini sudah SMA...kamu sering ngintipin dia lagi mandi...kamu ngintip dengan naek ke dinding pembatas rumah kita...aku pernah mergokkin kamu...waktu itu kamu berusaha menyogok aku buat tutup mulut pake duit 5000 perak...jadi aku.......”

“STOP...STOP...STOP!!...jangan diterusin!.......Sssstttt!!...biarkan itu tetap jadi rahasia!...jangan sampe ketauan sama Rini!.........okeh..okeh...jadi kau ini?”

“aku ini Mala!....aku..........”

Tiba-tiba Parhan memeluk erat Hayati sambil menangis.” mbak Mala....kamu kemana aja selama ini?” tanya Parhan dengan penuh keharuan. Hayati pun memeluk balik Parhan “ceritanya panjang Par...kamu bener nih nikah sama Rini?”

“iya mbak....aku nikah sama Rini dan udah punya 3 anak”

“oalaahh...aku gak nyangka kamu bisa nikah sama adikku yah...bukannya dulu kalian itu musuh bebuyutan?”

“ceritanya panjang mbak....ayo kita kedalem!...bentar lagi Rini pulang, dia lagi belanja ke supermarket”

Parhan mengajak Hayati masuk kedalam rumah, dia membukakan pintu gerbang buat Hayati, kemudian menutup pintunya kembali. Beberapa ibu-ibu tetangga berhasil merekam aksi pelukan Parhan dan Hayati melalui kamera smartphone dari jarak jauh. Dengan cepat, video itu pun tersebar di grup WA ibu-ibu komplek yang salah satu diantaranya adalah Rini.

Rini tengah berada dalam mobil ketika grup WA dibuat heboh oleh seseorang yang mengunggah video dan foto Parhan dengan Hayati. Betapa kagetnya Rini ketika membuka smartphone nya yang berbunyi tiada henti karena banyak notifikasi pesan yang masuk. Tampak video dan foto-foto Parhan berpelukan dengan seorang gadis muda di depan rumah yang kemudian diajak kedalam rumah. Rini naik pitam dengan wajah memerah, mata melotot, gigi bergetar dan keringat mulai bercucur deras.

“mih kenapa?” tanya pemuda tampan dibalik kemudi yang kaget melihat sang bunda tiba tiba naik pitam.

“ini nih...grup lagi rame....si papih berpelukan sama gadis muda dan membawanya masuk” jawab Rini dengan nada tinggi.

“apaaahh!!...beneran mih?”

“iya Rom...ayo cepetan...kencengin mobilnya!! Biar kita cepet sampe ke rumah!”

“OK mamih”

Romi langsung menuruti perintah Rini, dia menancap gas guna meningkatkan laju kendaraan sedan hitamnya menembus jalan raya. Tak lama kemudian mobil masuk ke komplek dan mendekati ke rumah mereka. Begitu sampai disana, ternyata banyak kerumunan ibu-ibu yang tengah mengintip dari pintu gerbang yang tertutup.

Rini semakin kaget dengan kerumumanan itu, tanpa basa basi ia langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam gerbang rumahnya. Dia tidak menghiraukan kerumunan tetangganya yang terlihat sangat bernafsu untuk membicarakan apa yang dilakukan oleh Parhan dengan gadis itu didalam rumah. Dengan penuh emosi Rini memasuki rumah yang kebetulan pintu depannya sedang terbuka lebar. Tampak Parhan tengah duduk berhadapan dengan Hayati yang memunggungi pintu masuk. Rini tanpa banyak bicara kemudian menarik tangan Parhan dan mengajaknya pergi ke dapur.

Hayati tampak sangat kaget dan heran dengan apa yang terjadi didepan matanya. Hayati tahu bahwa wanita paruh baya yang baru saja masuk adalah Rini. Dia langsung mengetahuinya karena Rini memiliki postur tubuh yang menjulang tinggi bak model peragawati. Akan tetapi hal yang membuatnya heran yakni Rini tidak menyadari keberadaannya disana.

Tak lama kemudian Romi pun masuk kedalam rumah. Dia memandangi Hayati yang tengah duduk di kursi tamu. Romi berusaha bertingkah sopan selayakanya tuan rumah yang baik dengan menyapa Hayati.

“maaf mbak....mbak siapa yah?” tanya Romi malu-malu.

“namaku Hayati” jawab Hayati singkat.

Romi kemudian duduk di kursi sebelah Hayati. Dia menjulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Hayati. Hal itu pun disambut baik oleh Hayati dengan sambutan senyum indah yang merekah menghiasai wajah cantiknya. Mata Romi terbelalak dengan senyuman Hayati yang seakan memecahkan bongkahan es yang menutupi hatinya.

“namaku Romi.....aku anak dari pak Parhan”

“salam kenal Romi...hehe”

“BTW kamu sedang apa ada disini?....”

“aku mau ngunjungin adikku Rom....alamatnya ada di rumah ini”

“oohh siapa yah?....kamu berasal darimana?”

“adikku namanya Rini.....aku asli Banyumas..tapi lahir di Jakarta”

“oalah...sama kayak mamihku dong...dia juga asli Banyumas”

“oohhh bisa kebetulan gitu ya hehehe”

Romi tidak menyadari ketika Hayati menyebut nama ibunya sebagai adik, dia seakan terhanyut dalam keindahan memandangi wajah Hayati yang sangat mempesona. Romi mulai menggoda dengan kata-kata yang menggetarkan hati wanita, dalam hal ini Hayati. Ditambah dengan wajah tampan Romi yang menarik perhatian Hayati yang tengah kehausan akan rasa cinta sekembalinya dari alam gaib.

Sementara Romi melancarkan rayuan gombalnya kepada Hayati di ruang tamu, Rini dan Parhan bertengkar di dalam dapur akibat rekaman video yang tersebar di grup WA. Rini marah-marah dengan memaki Parhan, namun Parhan menanggapinya dengan santai dan berusaha menjelaskan kejadian yang ada di dalam video itu.

“mih...aku jelasin tentang kejadian itu...gadis itu bukan siapa-siapa mih”

“bukan siapa-siapa apanya??.......jelas-jelas kamu berpelukan sama gadis itu dan mengajaknya ke rumah...kamu mau maen gila sama dia yah?....kamu mau coba mengkhianatiku?”

“enggak sayang...aku gak akan pernah mengkhianatimu...kamu adalah bidadariku”

“hmmm...bidadari....kamu udah bosen sama aku yah...aku udah tua..aku udah gak bisa muasin kamu lagi yah sampe sampe nyari daun muda?”

“bukan gitu mih...mamih awet muda...mamih tetep yang paling cantik...gak ada yang bisa gantiin mamih dihatiku”

“bo’ong kamu yah!!....lantas.....cewek itu siapa?”

“dia itu mbak Mala.....dia kakakmu!”

“Astagfirulloh...papih!...mbak Mala udah mati pih 30 tahun yang lalu...papih jangan ngarang!”

“sumpah mih...demi Allah kalo gadis itu adalah Mala.....”

“aku gak percaya sama kamu...mana mungkin orang mati hidup lagi!”

“mbak Mala belum mati mih, dia selama ini hilang”

“DIA MINGGAT BUKAN HILANG...DIA UDAH NYEBABIN BAPAK MATI DAN IBU HAMPIR GILA!”

Parhan mulai kesal dengan tingkah Rini yang bersikukuh tidak mempercayainya. Dia kemudian menarik tangan Rini dan menggusurnya menuju ruang tamu untuk memperlihatkan sosok kakanya yang sudah dianggap meninggal. Ketika memasuku ruang tamu, Hayati tengan ngobrol asyik dengan Romi yang terus menerus menggodanya.

“MBAK MALA!...LIAT NIH ADIKMU GAK PERCAYA KALO KAMU MASIH HIDUP!” ujar Parhan dengan nada tinggi. Hayati pun langsung mendongak melihat Parhan yang menghampiriny sambil menarik tangan Rini.

“hai Rini.....apa kabar?” tanya Hayati. Rini seketika terdiam ketika melihat wajah Hayati yang tersenyum ke arahnya. Mulutnya seakan terkunci dan tidak bisa membalas sapaan dari Hayati. Matanya terbuka lebar seakan terhenyak akan sesuatu yang membuat dirinya tidak percaya. Sosok yang berdiri didepannya adalah sosok yang dikiranya sudah mati tiga puluh tahun yang lalu. Hayati perlahan melangkah mendekati Rini yang tengah membatu. Napasnya seakan terhenti ketika langkah demi langkah Hayati yang semakin mendekati dirinya.

“kau ingat Rini..dulu kita berdua selalu dinyanyikan lagu-lagu Beegees sama ibu sebelum kita tidur....ibu punya suara merdu dan jago maen gitar...kamu selalu meminta ibu menyanyikan lagu ‘How Deep Is Your Love’....atau ‘ I started a joke’...karena lagu-lagu itu adalah lagu favoritmu....oh iya kamu juga sangat suka ayam bakar madu buatan ibu......kamu dari dulu seneng makanan yang manis-manis” Hayati berusaha mengingat momen-momen indah yang pernah dialami bersama saudaranya itu.

“dan kamu suka semua masakan yang dibikin ibu kecuali jengkol dan pete....kamu benci makanan itu karena gak kuat baunya...dan kamu juga dulu suka ngehabisin jatah makananku karna kamu adalah orang yang paling rakus yang ada dalam hidupku....aku ingat semua hal itu MBAK MALAAAA.......”

Rini memeluk erat Hayati, mereka seakan tenggelam dalam lautan kerinduan yang bergejolak. Baik Rini maupun Hayati sama-sama terisak ketika berpelukan erat setelah tiga puluh tahun terpisah. Suasana haru menyeruak di ruang tamu itu, Parhan ikut menangis ketika teman masa kecilnya kembali datang dan bertemu sang adik. Akan tetapi, keharuan tidak hinggap pada diri Romi. Dia merasakan suatu kebingungan yang luar biasa ketika melihat gadis yang baru dikenalnya berpelukan dengan sang bunda. “siapa sebenernya cewek ini?” ia bertanya tanya dalam kalbu.

“oalaaahhh...kamu kok masih muda mbak!.....gak nambah tua sedikit pun....bahkan kamu jadi lebih cantik dari sebelumnya”

“ ah...kamu juga masih cantik Rin....kamu kelihatan masih muda juga...umurmu berapa sih?”

“aku udah 49 mbak...”

“berarti aku udah 51 dong hahaha...”

“kenapa kamu masih muda mbak?...mbak selama ini kemana aja?”
Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 18 lainnya memberi reputasi
19
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
everlasting-love
Stories from the Heart
akhir-penantian
Stories from the Heart
long-lost-love
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.