alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
12-07-2019 02:25
Reaksi Karni Ilyas Disebut Pro Prabowo, Mahfud MD Jokowi oleh Sujiwo Tejo


Reaksi Karni Ilyas Disebut Pro Prabowo, Mahfud MD Jokowi oleh Sujiwo Tejo

Sujiwo Tejo meminta Mahfud MD dan Karni Ilyas menjadi saksi pernikahan anaknya.

Suara.com - Budayawan sekaligus wartawan senior Sujiwo Tejo membuat dua tokoh politik di Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne terkejut dengan pernyataannya, Selasa (2/7/2019) kemarin.

Saat gilirannya memberi tanggapan setelah para tokoh politik di depannya selesai berbicara, Sujiwo Tejo mengawali komentar dengan membandingkan respons presenter ILC Karni Ilyas dan eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, saat dimintai tolong menjadi saksi pernikahan anaknya.

"Tanggal 20 Juli saya nikahkan anakku, gitu aja. Pak Mahfud langsung oke jadi saksi, Pak Karni enggak jawab," katanya

Karni Ilyas langsung bertanya, "Tanggal berapa?"

"Tanggal 20 Juli," jawab Sujiwo Tejo.

"Dua puluh Juli, 20 Juli insyaAllah," sahut Karni Ilyas.

Lalu Sujiwo Tejo melanjutkan penjelasannya tentang respons Mahfud MD begitu diminta menjadi saksi pernikahan.

"Tapi enggak jawab-jawab. Pak Profesor (Mahfud MD) langsung kirim KTP untuk saksi," ungkapnya.

Karni Ilyas dan Mahfud MD pun tertawa dibuatnya.

Ia kemudian menjelaskan alasannya memilih Karni Ilyas dan Mahfud MD untuk menjadi saksi pernikahan anaknya pada 20 Juli nanti.

"Enggak, saya cuma mau ngomong, anak saya keturunan Madura, dapat orang Minang. Permintaannya cuma, 'Pak, saya carikan saksi Madura sama Minang,'" terang Sujiwo Tejo.

Selain daerah asal, alasan Sujiwo Tejo memilih keduanya ternyata juga berhubungan dengan politik.

Namun, ia mengaku tak mengerti mengapa langsung terlintas tokoh politik di kepalanya.

"Apa yang kepikir saya enggak tahu, tapi yang bergerak di saya kenapa politik?" tutur Sujiwo Tejo.

Maka dari itu, ia memilih Mahfud MD, karena berasal dari Madura. Tak hanya itu, ia juga blak-blakan menyebut Mahfud MD pendukung Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

"Saya langsung kepikir Pak Mahfud orang Madura, sebagai pro Jokowi," ujar Sujiwo Tejo.

Mahfud MD, yang duduk tepat di sebelahnya tanpa memegang mikrofon, hanya bisa menunjukkan ekspresi kaget mendengar anggapan tersebut. Matanya agak terbelalak dan mulutnya terbuka sedikit lebar, kemudian tertawa.

Sujiwo Tejo lalu melanjutkan, "Dan saya harus cari pasangan pro Prabowo, Pak Karni, gitu lo."

Seluruh isi studio sontak tertawa mendengar ucapan Sujiwo Tejo.

Kemudian Karni Ilyas berjalan sambil melambaikan tangan dan tersenyum. Ia membantah, "Itu yang enggak benar."

"Enggak, tapi pronya kesannya Prabowo, Pak," sahut Sujiwo Tejo, masih membuat tertawa seluruh tamu di studio.
sumber

================

Hehe... Jadi ingat tulisan ini di beberapa surat kabar online :

"Di buku terbaruku itu pun aku gak eksplisit bilang siapa pemenang Pilpres .. tapi clue-cluenya banyak... via Mbok Jamu yg secantik Roro Mendut," lanjut Sujiwo Tejo dalam cuitan lain. Postingan ini pun menuai berbagai komentar dari netter di Twitter yang mencoba membagikan pemikirannya tentang pemenang Pilpres yang disampaikan oleh Sujiwo.

"Artine koyok e Pilpres dimenangkan oleh orang yang berpikir utk negara, mencari cara agar negara Jaya...ngoten mbah...ampun lok salah mbah..kulo anak muda Jancok mbah...heheheh," tulis netter.

"Baiklah, smoga clue2 yg aku tangkap dari si mbok jamu yg cantik itu benar sama sepertimu. Suwun mbahcuk," tutur yang lain.

"Pemenangnya memiliki nama mirip dgn raja jawa yg yg berkuasa di tanah Pajang," tulis lainnya.


2 tulisan netizen itu mencoba untuk membawa suasana menjadi fokus seolah ada salah satu capres saat itu yang tidak berpikir untuk negara, tidak berpikir buat kejayaan negara. Lantas siapakah capres yang dianggap berpikir untuk negara? Semua pasti mahfum dengan arahnya, yang suka teriak anti aseng, asing, asong. Satunya bilang, namanya mirip dengan raja Pajang. Dan nama Raja Pajang terakhir adalah Prabuwijaya. Coba sebut lagi namanya. Pra???????? Hehehe...

Budayawan itu apa sih? Apa yang menjadi tolak ukur seseorang dianggap budayawan? Seharusnya seorang budayawan tidak perlu genit ikut campur urusan pilpres atau dukung mendukung. Tapi orang ini terlalu naif, kalau tidak mau disebut banci. Coba tanya ke dia, siapa yang ada dalam pikirannya saat itu ketika berani bilang pilpres sudah selesai saat tahun 2018. Coba cocokan dengan keyakinan gw saat gw juga bilang sebenarnya pilpres sudah selesai jauh-jauh hari. Dia berani? Gak! Sampai sekarang dia gak membahas lagi hal itu. Artinya dia cuma bermaksud memperkaya diri dengan menjual buku karangannya tapi dengan menjual isu pemenang pilpres! Gak lebih!

Saat dia memframing bahwa Jokowi didukung Agnes Mo dan Prabowo didukung Nisa Sabyan, dia dengan entengnya memplot bahwa itu pertarungan antara Agnes Mo dengan Nisa Sabyan! Dengan narasi meracuni, menggiring opini, bermain dengan casing Agnes Mo versus Nisa Sabyan. Dan arahnya jelas. Dia pro Prabowo. Lantas kenapa dia masih saja keukeuh seolah tak berpihak? Mungkin bicara tentang dapur masa depan. Ada yang harus diselamatkan meskipun publik menilai bahwa budayawan ini justru terlihat seperti banci yang memakai dandanan lain agar identitasnya tidak diketahui umum!

Budayawan itu tidak dinilai dengan nyentriknya dandanan! Tidak dinilai dari kata-katanya yang dikesan-kesankan atau dipaksakan mengambang! Tidak dinilai dari kata-katanya yang sulit dimengerti. Budayawan itu, cukup berani bilang A ya A, B ya B. Seperti bilang bahwa Tari Pendet itu dari Bali, bukan Malaysia. Jangan diputar-putar penjelasannya seperti Anies bicara. Nanti bingung sendiri.

Dia memaksakan opini bahwa A mendukung si AB dan si B mendukung si BA sesuai maunya dia, tapi dia sendiri tak mau dicap mendukung BA meskipun auranya terang benderang. Justru lebih berani para ibu-ibu yang mendukung BA meskipun menyebar hoax dan diganjar bui.

Kalau yang katanya budayawan sudah tak punya nyali bicara tentang diri sendiri, buat apa bicara tentang orang lain? Jangan dulu bicara soal pilpres terhormat atau pemenang pilpres seperti selingkuhan. Akui dulu ya atau tidak. Masih tidak berani?

Itu banci namanya.


Diubah oleh n4z1.v8
profile-picture
profile-picture
profile-picture
manutdloyalist dan 30 lainnya memberi reputasi
29
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
12-07-2019 06:15
Manusia munafik berlindung dibalik topeng akademisi, budayawan, pengamat.

Bisa dibilang semua profesi yg diundang oleh TvOon dan yg mengaku netral.

Ex. Ruki Garong, ziti juhro, murkogito kumis, ependi ginjali, sasiwo tego

Coba liat komen komen mereka, seolah olah netral tapi narasi nya membangun menyalahkan pemerintah

Kl ada pengamat yg mulai netral dan benar benar netral maka ga akan diundang lagi

Ex. JE Sahetapy yg pernah memberikan tangapan sangat sangat netral
profile-picture
profile-picture
profile-picture
manutdloyalist dan 5 lainnya memberi reputasi
4
profile picture
kaskus addict
12-07-2019 10:37
Krn biar rating medianya naik.
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.