News
Batal
KATEGORI
link has been copied
452
Lapor Hansip
08-07-2019 06:04

Konser Base Jam di Festival Kuliner Aceh Dibubarkan Sekelompok Massa

Konser Base Jam pada malam penutupan Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 dibubarkan sekelompok massa. Grup musik yang ngehits lewat lagu 'Bukan Pujangga' ini memilih berhenti manggung pada lagu ketiga.

Grup musik yang terbentuk pada 1994 ini diundang ke Aceh untuk memeriahkan malam penutupan Aceh Culinary Festival yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (7/7/2019). Sejak awal acara, sekelompok massa yang menolak Base Jam manggung sudah tiba di lokasi.

Konser Base Jam di Festival Kuliner Aceh Dibubarkan Sekelompok Massa

Setelah acara penutupan selesai, Base Jam mulai menghibur penggemarnya di Tanah Rencong sekitar pukul 23.00 WIB. Lagu 'Bungong Jeumpa 'dinyanyikan sebagai lagu pembuka. Para penonton laki-laki dan perempuan dipisah selama konser berlangsung.

Usai lagu pertama, sekelompok massa meminta agar konser dihentikan. Mereka sempat bernegosiasi dengan panitia. Di atas panggung, Base Jam melanjutkan konser dengan lagu "Bukan Pujangga".

Ketika memasuki lagu ketiga, aksi protes semakin gencar disuarakan. Massa mendatangi tempat audio mixer dan meminta agar segera dimatikan. Aksi dorong-dorongan sempat terjadi.

Panitia memilih mematikan audio mixer serta menutupnya. Konser dihentikan dan personel Base Jam meninggalkan lokasi.

"Terimakasih atas support dan kesempatannya, Aceh. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan dan setlist kami tidak bisa dimainkan secara lengkap. Semoga bisa lebih menyenangkan di kesempatan berikutnya," tulis Base Jam dalam akun Instagram-nya.

Konser Base Jam di Festival Kuliner Aceh Dibubarkan Sekelompok Massa

Dua hari sebelumnya, aksi penolakan sudah mulai disuarakan. Pemicu protes berawal dari desain poster konser yaitu foto Masjid Raya Baiturrahman berada di bawah personel grup band.

Audiensi dengan Kepala Disbudpar Aceh Jamaluddin sempat digelar beberapa hari lalu. Dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, tim Aswaja dalam pertemuan itu meminta Base Jam tidak tampil dengan iringan musik pada malam penutupan ACF. Namun hanya meng-endorse dan mempromosikan kuliner Aceh di tingkat nasional dan mancanegera.

Konser Base Jam di Festival Kuliner Aceh Dibubarkan Sekelompok Massa

Selain itu, dalam pertemuan itu juga dibahas terkait masalah desain poster. Desain diketahui dibuat oleh tim kreatif Generasi Pesona Indonesia (GenPI) di bawah Kementerian Parawisata (Kemenpar) Republik Indonesia, bukan Disbudpar Aceh.

"Dan untuk itu, Disbudpar Aceh sudah meminta mencabut konten tersebut, Kemenpar sudah meminta maaf atas kekhilafan tim mereka," kata Ketua tim Aswaja Aceh, ustad Umar Rafsanjani dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (6/7).

Musyik Harom

Mesjid raya baiturrahman itu merupakan ikon dari aceh
emoticon-Shakehand2
Kalo bukan gambar mesjid sebaiknya pake gambar apa dong untuk mewakili daerah ini
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ikiriki11 dan 30 lainnya memberi reputasi
31
Konser Base Jam di Festival Kuliner Aceh Dibubarkan Sekelompok Massa
09-07-2019 13:59
Quote:Original Posted By liukluik
Aturan hijab itu memang tertuang jelas di qanun gan dan qanun itu turunan dari MOU helsinki (finlandia) dimasa perdamaian antara RI dan GAM. Dan hijab itu berlaku hanya untuk orang muslim.. Kalau pemeluk agama lain ga pakai juga ga apa apa asal pakaian sopan ga mengarah kearah vulgar.
Di universitas ane malahan banyak ikut trend makek jilbab orang dari pemeluk agama lain. Padahal ga ada aturan nya pemeluk agama lain pakai hijab.
Diaceh itu bahasan hijab itu udah selesai dari dulu gan dan bukan sesuatu yg kontroversi, semua org aceh dari bergam etnis dan latar belakang agama setuju aturan itu disini, buktinya ga ada pernah demo masalah itu. Dan disekolah sekolah kerohanian dari agama lain tetap berjalan seperti biasa mereka ga pakai hijab dan ga ada masalah, fine fine aja.

Disini kalau pakaian tidak senonoh atau kelakuan tidak senonoh yg jadi problem.
Dan satu lagi kami disini ga ada yang sok sok polisi moral. Untuk penegakan syariat itu memang ada polisinya dan mereka lembaga legal secara hukum dan diakui oleh negara.

Dan kurang kerjaan amat gan kalau kami ganggu ganggu orang pacaran. Disini cewek ngopi juga banyak di coffe shop, anak muda juga sama kayak kota lainnya saling berkomunitas.
Kalau yg dicyduk ama warga itu yg pacaran ngamar dihotel, masuk dalam semak belukar,atau kebun orang tujuan nya zinah. Ya kegiatan gitu nyusahain keluarga dan orang lain. Pemuka berbagai latar belakang agama diaceh setuju maksiat diberantas disini. Yg ga suka maksiat diberantas kan kami jadi aneh arahnya kemana apa ga punya agama atau gimana?


Lah terus yang kemaren berita di pantai berduaan terus dibubarkan itu apa? Atau yang di jalan berdua juga dibubarin?

Okelah itu bukan polisi syariah yang bubarin tapi ormas, kan yang ditakutin sebenernya itu, jadi ada pembenaran buat berlaku anarkis.

Terus nonton konsernya aja dipisah, gimana ceritanya? Kedai kopi bukannya kemaren ada yang mau dipisah tapi diprotes jadinya enggak jadi?

Definisi senonoh dan tidak senonoh itu apa? Menurut ane cuma pegangan tangan masih senonoh, buat ente mungkin enggak dan bisa jadi alasan buat ngebubarin orang yang pegangan tangan.
profile-picture
profile-picture
manfromearth dan gojira48 memberi reputasi
2 0
2
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia