Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
125
Lapor Hansip
04-07-2019 16:59

Langkah Kecil-Kecil

**

Langkah Kecil-Kecil



**

PROLOG

Halo guys, nama gue Arka Aria, hari ini adalah hari ulang tahun gue yang ke-21! Yang mana kebetulan juga merupakan hari wisuda gue, jadi secara gak langsung semua orang di kampus ngerayain hari ulang tahun gue dengan mewah dan meriah.

Eh by the way, kenalin nih sahabat gue dari jaman masih bocil (bocah cilik).

"Sebutin dong nama lu!" pinta gue sembari mengarahkan kamera ke cewek yang daritadi cemburut disebelah gue.

"apa sih Arka!" sahutnya sambil menutupi kamera kemudian wajahnya.

"Mafaza, namanya mafaza." lanjut gue sembari meringis dicubit Mafaza.

Iya, cewek yang mungkin lagi PMS ini namanya Mafaza, sahabat gue sedari kecil.

"Maf, tungguin!" teriak gue yang ditinggal lari oleh Mafaza.


Guys, udahan dulu vlognya, gue kejer si cewek yang kayanya beneran lagi PMS.
Tuut. 

"Maf, kayanya kamu punya kekuatan super deh. Ngilangnya cepat amat." Cerocos gue setengah terengah-engah setelah ketemu Mafaza diantara kerumunan wisudawan.

"Lagian, kamu daritadi nge-vlog mulu. Udahan juga gue-elu nya? Sok asik" Tukas Mafaza.

"Siapa tau kan videonya trending terus kita dapet duit dari YouTube kayak vlogger-vlogger itu, keluar dari Aula ini kita resmi jadi pengangguran Maf hahaha tapi karena aku nge-vlog maka aku bukan pengangguran." jawab gue masih ngos-ngosan.

"serah!" keluar sudah jurus maut andalan khas perempuan.

Kembali ke perkenalan, jadi gue ama Mafaza ini udah kayak kakak-adik guys. Kami berdua anak yatim piatu di panti asuhan yang sama. Kami berdua seumuran, awalnya satu SD, lalu satu SMP, tapi SMA nggak satu sekolah, eh kuliahnya satu kampus lagi meski beda jurusan. Gue jurusan hukum, Mafaza kedokteran. Kami berdua sama-sama dikuliahi (biaya) oleh Negara.

Dan guys, kata-kata gue ke Mafaza beneran terjadi, meski udah gue perhitungkan rupanya menjadi pengangguran sangat tidak menyenangkan. Gue ulangi, tidak menyenangkan.


**

Panti Asuhan Al-Ikhlas

"Kak Aria dipanggil ama Ibu diatas!" seru mantan adik bungsu gue di panti ini dengan muka sok serius.

"Kok kakak dipanggil Can? kakak mau diapain Ibu?" jawab gue memasang muka pura-pura cemas ke adik gue.

"Canda gak tau kak, tapi dari wajahnya sih keliatan mau marah." jawabnya lagi.

"Tau gak Can? tiap kamu bohong, telunjuk kananmu pasti ngegaruk-garuk si ibu jari, gagal bohong huuuu." ledek gue ke Canda yang kemudian dibalasnya dengan tawa.

Wah nih bocil, ketauan bohong malah ketawa nanti gue ruqiyah. Gumam gue dalem hati guys.


Ntar kapan-kapan gue kenalin ke Canda ya, sekarang gue mesti naik dulu menghadap Ibu Ratu. Wanita yang gak mungkin gue suruh menunggu lama-lama.

"Assalamualaikum mom, what this man can do for you?" Celetuk gue kepada kanjeng ratu.

"Arka! sini duduk bener-bener! Lagi ngobrol serius ini ama Ibu." sahut cewek PMS yang tadi ninggalin gue di Aula Wisuda guys.

Rupanya doi udah duduk manis disini.

"Waalaikumsalam Aria, duduk sini disebelah Mafaza. Mafaza lain kali kalo orang salam dijawab dulu salamnya nduk" jawab Ibu panti dengan anggun dan bersahaja seperti biasa.

Gini nih seharusnya wanita sesungguhnya ngerespon, beda banget ama cewek sableng satunya, gumam gue dalam hati.


Gue pun duduk disebelah Mafaza.

"Iya bu, tumben nih panggil Aria bareng Mafaza. Kami bukan mau dinikahin kan bu?" tebak gue bercanda, dan gak ketinggalan adegan cubit (lagi) dari Mafaza. Nih badan gue pasti biru-biru nih.

"Kalo Mafaza nya mau, ya gapapa, Ibu restui" jawab Ibu tersenyum lagi menoleh ke Mafaza.

"Ibuu" rengek manja Mafaza ke Ibu yang sukses bikin gue geli.

"Arka Aria, Mafaza" Ibu menyebut nama kami lengkap-lengkap sambil menatap kami satu-satu.


"Kalian berdua anak kebanggaan Ibu, sekarang kalian udah dewasa Ibu harap kalian berdua bisa jadi orang berguna ya bagi banyak orang. Seperti kakak-kakak kalian sebelumnya, sudah menjadi sebuah aturan yang harus kita ikuti bersama, bahwa setiap anak-anak yang sudah berumur 21tahun atau selesai sekolahnya dengan berat hati harus meninggalkan panti ini. Kalian boleh mampir tapi tidak boleh tinggal. Ibu yakin kalian berdua bakal jadi orang yang amat sukses diluar sana. Ibu sangat bangga nak" Jelas Ibu dengan cermat, pelan-pelan dan sedikit tercekat. Menahan tangis, namun senyumnya tak hilang.

"Mulai bulan depan, ibu bakal rindu kalian. Sering-sering berkunjung ya" lanjut ibu menyelesaikan penjelasannya.

Gue dan Mafaza sebetulnya sudah paham akan peraturan ini (bahwa kami cuma punya waktu 1 bulan untuk tinggal di panti setelah lulus kuliah), dan kami diam-diam sudah menyiapkan banyak rencana jauh sebelum lulus. Gue bakal lanjut studi ke luar negeri dibiayai oleh salah satu donatur di kampus. Sedangkan Mafaza ikut program relawan sekaligus KOAS di daerah perbatasan.

"Sampai jumpa 2 tahun lagi Maf, jaga diri baik-baik jangan galak-galak nanti gak ada yang mau deketin loh"  Ucap gue ke Mafaza sembari berjalan menuju kamar masing-masing.

"Sering-sering cek email, ntar aku spam email ke kamu, biar gak kangen ama abang ini ya" lanjut gue lagi. Mafaza benar-benar pendiam hari ini. 

"Kamu kalo lagi diem terus gini pasti mau ada yang diomongin tapi berat. Ngomong aja kali Maf, sisa 1 bulan lagi loh" lanjutku kali ini serius ke Mafaza. 
"Iya masih 1 bulan lagi" jawabnya lesu sembari berlalu ke kamarnya.

Gue ditinggal lagi. gue ulangi, ditinggal lagi guys.






Quote:Original Posted By agungdar2494
INDEKS

Chapter 1 : Perkenalan, AWAL
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4 .
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8


Diubah oleh agungdar2494
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alfidanger dan 52 lainnya memberi reputasi
53
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Langkah Kecil-Kecil
08-07-2019 13:06
Part 3

**

H-28 Sebelum ke Perbatasan Negeri

M A F A Z A

Hari ini cuacanya ganjil,
Pagi tadi langit begitu mendung, abu-abu gelap namun tidak hujan-hujan hingga siang, terang sebentar, lalu tiba-tiba hujan deras dan baru berhenti sore ini.

Tidak ada pelangi setelah hujan, hanya genangan air yang tersisa di aspal dan tanah, berbeda denganku, rumput-rumput di halaman tampaknya bahagia menyambut hujan pertama di bulan ini, 15 Juni 2014.


Quote:"Canda darimana basah kuyup, dan penuh lumpur begitu?" Tegurku yang duduk di teras basa-basi kepada Canda. Sebetulnya aku tak perlu menanyainya, jawabannya dapat dengan mudah kubaca dari pikirannya. Dia baru selesai main bola.

"Kak? Kok diem aja? Kak Mafaza suka aneh, orang jawab panjang ditinggal melamun. Aku masuk ya kak mau mandi." Jelas Canda pura-pura sebal demi menghindari omelanku yang ia tau akan panjang.



Memiliki kemampuan memproses informasi dari tubuh manusia membuatku terkadang terlihat seperti tengah melamun. Padahal aku lebih suka mengakses langsung sumbernya daripada mendengar apa yang mulut katakan, kata-kata dari mulut bisa bohong, tapi rangkaian informasi yang kulihat langsung tidak mungkin berbohong, valid.

Lagipula Canda salah, aku tidak akan marah padanya karena aku tau, awalnya ia mengurungkan niat untuk bermain, hingga ia mendengar suara anak kucing yang rupanya terjebak di selokan, "sudah kepalang basah" pikirnya lalu kembali ke lapangan bersama teman-temannya yang lain.


Quote:"Tumben gak ngomel ke Canda?" Tanya Arka mengagetkanku dari dalam.

"Emang Canda anak kecil harus diomelin?" Jawabku sewot. Akhir-akhir ini moodku kurang baik setiap ngobrol ama Arka.

"Dia kan emang anak kecil, hahaha. Temenin aku ke pasar mau? kamu kan pinter nawar, mau beli beberapa barang, lebih enak beli sekarang supaya nanti gak buru-buru waktu mau pergi."

"Yaudah ayok" jawabku singkat.


**

Langit hari ini tidak ganjil lagi, semburat warna antara oranye dan biru tua khas langit cerah hari ini menemani perjalanan kami menuju pasar. Jarak antara pasar dan panti kami tidaklah jauh oleh sebab itu kami memilih untuk berjalan kaki.

Sesekali aku iseng membaca pikiran banyak orang lalu-lalang, kebanyakan pikirannya adalah tentang uang, cinta, game, film, dan banyak hal lainnya. Namun tidak Arka, pikirannya selalu fokus ke tujuannya mempelajari ilmu hukum sedalam mungkin, bahkan tak ragu ia sebentar lagi pergi ke universitas dengan predikat terbaik khususnya dibidang hukum di dunia, ada sesekali ia mencoba untuk mengalihkan pikirannya ke hal lain seperti YouTube.

Arka bisa membohongi dunia tapi tidak aku. Dia bisa bersikap ceria dan periang dihadapan orang lain tapi tidak aku. Aku selalu tau apa yang ia pikirkan, dan pikirannya sudah begitu teguh dan bulat adalah untuk mengungkap tragedi yang menimpa keluarganya pada penutup tahun 1998.

Kala itu umurnya masih 4 nyaris 5 tahun, di perjalanan liburan tahunan keluarga tiba-tiba mobil yang dikendalikan oleh Ayah Arya tidak bisa di-rem, blong. Dalam keadaan panik namun berusaha tenang Ayah Arka meminta istrinya untuk mencoba menelpon ke 110 (Polisi) hingga 115 (SAR and Rescue). Seorang Arka yang belum genap 5 tahun hanya mengamati percakapan antara kedua orangtuanya, sayang ia tidak begitu mengerti dan tidak mampu lagi mengingat selain Ayahnya yang tidak bisa menghentikan mobil, dan ibunya yang terus mengenggam telepon sambil menangis. Sayangnya ingatan Arka hingga sampai disitu.

Quote:"Maf, menurutmu bagus yang mana? Hitam atau Biru Gelap?" Tanya Arka memotong lamunanku.3

"perasaan itu sama aja deh, sama-sama travelbag. lagian pergi jauh mending pakai koper Ka" jawabku padanya.

"Sama ya? yaudah aku ambil yang ini deh" Pilihnya yang warna hitam.

"Lebih murah dan enak travelbag, nanti aku kan mau keliling-keliling eropa pakai kereta disana. Kaku amat pake koper kemana-mana" Lanjutnya sambil membayar travelbag pilihannya, kebetulan ini toko yang mencantumkan harga pas pada barang jualannya. Laki-laki memang mudah ya memilih barang? belum berapa menit sudah ketemu yang dibeli. Gumamku dalam hati.

Hiruk pikuk khas pasar yang biasanya menyebar di berbagai penjuru tiba-tiba mengerucut pada satu arah, dan Arka yang tadi disebelahku tiba-tiba menghilang. Ada apa?



Diubah oleh agungdar2494
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
profile picture
newbie
12-07-2019 14:14
boleh ni gan
-1
Memuat data ...
1 - 1 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
sfth-hitam-season-2
Stories from the Heart
misteri-gunung-kemukus
Stories from the Heart
sakti-wirajati
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
racun-pernikahan
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia