Kaskus

News

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

adamyvonAvatar border
TS
adamyvon
Doktor UGM Anggap Zonasi PPDB Gagal Total
Doktor UGM Anggap Zonasi PPDB Gagal Total

TEMPO.CO, Yogyakarta - Karut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi banyak mendapat kritik. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, Ph.D, dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menilai pemerintah gagal total ketika menerapkan sistem ini.

Ia menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo soal sistem zonasi yang diterapkan ini.
“Kekacauan di berbagai daerah termasuk di Yogyakarta dan protes dari banyak orang tua murid mestinya jadi bahan pertimbangan serius Kemendikbud,” kata Bagas, Selasa, 18 Juni 2019.

Sistem zonasi penerimaan siswa baru untuk Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas mendapat beragam keluhan. Menurut mantan calon rektor Universitas Gadjah Mada ini, metode zonasi penerimaan siswa baru metode salah urus karena menjungkirbalikkan proses persaingan terbuka dan merampas kebebasan anak untuk memilih sekolah sesuai cita-citanya. “Ini sangat tidak mendidik dan tidak bermutu,” ia menegaskan.

Di surat terbuka untuk presiden itu ia menyebut, hanya gara-gara rumah calon siswa dekat dengan sekolah negeri favorit, dengan nilai ujian nasional (UN) super jelek, bisa diterima. Sedang calon murid yang nilai UN super tinggi, karena rumahnya jauh dari sekolah, tidak bisa diterima.

“Metode zonasi ini super konyol. Mohon Bapak Presiden memerintahkan Mendikbud untuk tidak ngotot menerapkan sistem zonasi dan segera menghentikannya,” kata dia cemas.

Lambat atau cepat, dengan diberlakukannya sistem zonasi, kualitas sekolah akan menurun. Ia menyatakan nilai UN adalah gambaran prestasi anak. Maka, seleksi calon siswa berdasar nilai UN. Seleksi terbuka dan fair.

Ia memberi saran, bagi calon murid yang tidak bisa ditampung di sekolah negeri, pemerintah harus menyalurkan mereka ke sekolah swasta sesuai pilihannya dengan membebaskan biaya administrasi. Terutama bagi calon murid dari keluarga yang kurang mampu.

“Masalahnya teramat sederhana, mengapa harus dibikin ruwet dengan mengorbankan anak didik. Sekali lagi saya memohon agar sistem zonasi ini segera dihentikan,” kata Bagas.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi menyebut sistem ini merupakan kebijakan terbaik. Sistem ini untuk menghilangkan kasta sekolah, favorit dan tidak favorit. “Yang favorit itu anak didiknya, bukan sekolahnya,” kata Muhadjir.

Jadi, menurut dia, setiap sekolah harus ada anak favorit. "Jadi percayalah dengan zonasi ini," kata dia.

Muhadjir mengatakan, dengan sistem zonasi ini, di sekolah mana pun anak didik tetap akan cerdas. "Justru harapannya dia (siswa cerdas) bisa mempengaruhi siswa di sekitarnya yang kurang cerdas menjadi cerdas. Ini butuh proses," ia menambahkan.

Selama ini, ada yang salah tentang sekolah. Juga muncul kastanisasi sekolah, ada sekolah favorit ada sekolah buangan. "Itu tidak baik. Itu harus dihilangkan dan itu tugas negara karena bertentangan dengan rasa keadilan," ia menegaskan.

Memang, kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang PPDB ini, dengan sistem zonasi ada keluhan. Padahal aturan ini sudah diantisipasi. Januari 2019 Peraturan Menteri tentang PPDB zonasi sudah dikeluarkan.

"Ada lima bulan untuk sosialisasi dan penyadaran. Semua kita undang, kepala dinas (pendidikan) provinsi, kabupaten dan kota untuk sosialisasi segera," paparnya.

Muhadjir menyatakan, PPDB zonasi merupakan semangat dalam menghilangkan sekolah favorit dan nonfavorit. Sistem ini nantinya setiap sekolah punya standar pelayanan minimum (SPM) yang harus terpenuhi. "Anak tetap harus diberi hak berkompetisi sebagai individu bukan sebagai lembaga sekolahnya," ia menjelaskan.

Selain itu, PPDB sistem zonasi juga mengandung semangat agar anak didik yang cerdas menyebar di setiap sekolah. Jangan sampai ada sekumpulan sekolah anak pintar dan anak bodoh, atau anak didik buangan. "Ini sangat tidak adil, kan. Artinya itu negara tidak bertanggung jawab sesuai rasa keadilan yang diamanatkan undang-undang," kata Muhadjir.

Ia memastikan dengan PPDB sistem zonasi ini tidak akan ada anak yang tidak tertampung di sekolah. "Kalau sekolah penuh itu teknis sekali. Bisa dengan penambahan kelas," tegasnya.

https://tekno.tempo.co/amp/1215692/d...db-gagal-total

Selamat datang di negeri komones emoticon-Selamat

Negeri antah berantah emoticon-Wakaka
Diubah oleh adamyvon 19-06-2019 06:47
farhanladoAvatar border
farhanlado memberi reputasi
1
3.8K
66
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
693.4KThread58KAnggota
Tampilkan semua post
VerialAvatar border
Verial
#3
Sekolah favorit hanya untuk siswa-siswi cerdas hahahaha emoticon-Ngakak
Jika tujuan meraih Pendidikan mengapa Pihak Sekolah hanya menerima yang cerdas? emoticon-Wkwkwk
Orang tua zaman now dengan gampangnya berpikir, bahwa dengan memasukkan anak-anak mereka ke sekolah ‘favorit,’ maka semua urusan akan menjadi lebih gampang. Sekolah favorit dipandang memberikan Pendidikan yang terbaik dan pendidikan berkualitas. emoticon-Wakaka

Ada mindset yang aneh di Indonesia, yakni jika Para Orang tua mensekolahkan dan mengkuliahkan anaknya di tempat favorit, maka masa depan anaknya tersebut akan terjamin. Berarti, bagi mereka yang disekolahkan dan dikuliahkan di tempat yang tidak favorit, maka masa depannya menjadi tidak terjamin? Apa iya begitu?

Kalo ada Sekolah yang bisa membuat siswa-siswinya yang semula pemalas, dan merubahnya menjadi Rajin, Nah itu boleh dikatakan Sekolah Favorit.
Kalo ada Sekolah yang bisa membuat siswa-siswinya yang semula kurang pandai, dan merubahnya menjadi Pandai, Nah itu boleh dikatakan Sekolah Favorit.
Kalo ada Sekolah yang bisa membuat siswa-siswinya yang semula kurang religius, dan merubahnya menjadi Religius, Nah itu boleh dikatakan Sekolah Favorit.
sudarmadji-oye
pemburu.kobokan
Mister.Fampir
Mister.Fampir dan 12 lainnya memberi reputasi
11
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.