Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
24
Lapor Hansip
01-06-2019 19:20

Amukan Di PERSAMI Sekolah

Amukan Di PERSAMI Sekolah (Based On True Story)


P R O L O G U E



Quote:"Ra, gue mohon sama lu. Tolong keluarin makhluk itu dari Kayla!"

"Enggak Rei! Gue gak bisa!"

"Lu mau kita mati, hah?!"

Aira mengigit bibir berusaha menahan sakit didadanya yang terus menusuk. Energinya nyaris dititik nol dan keadaan sekolah kacau tak terkendali. Teriakan-teriakan itu terus muncul disusul para peserta Persami yang tumbang satu persatu dan menggila.

MEREKA DIRASUKI OLEH MAKHLUK-MAKHLUK ITU!

Apa yang harus Aira lakukan? Semua ini karena Aira yang memancing amukan "mereka". Sedangkan sekarang Aira telah nyaris tak bertenaga dan harus menyelamatkan semua orang disekolah ini. Aira hanya punya pilihan, memusnahkan atau termusnahkan.





CATATAN :

Jadi sebelum saya memulai thread perdana ini, saya ingin menerangkan beberapa point dulu. Thread ini terinspirasi dari pengalaman teman-teman saya disekolah. Sekolah kami memang sudah berdiri berpuluh tahun lamanya, sehingga rasanya sudah wajar jika ada kepercayaan tertentu terkait hal mistis.

Saya sendiri sejak kecil tinggal diwilayah yang berdekatan dengan sekolah tersebut. Dan selama ini memang sering terjadi kesurupan massal yang melibatkan para pelajar dari sana.

Demi kenyamanan bersama, saya tidak akan menyebutkan lokasi sekolah ini. Nama-nama orang yang terkait dalam thread ini hanyalah samaran untuk menjaga privacy mereka. Karena dikumpulkan dari berbagai pihak maupun dari pengalaman saya sendiri, maka thread ini lebih baik ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Thread ini tidak sepenuhnya nyata, sebagian saya tulis berdasar imajinasi dikepala.

Terima kasih sudah singgah sejenak di thread yang masih berantakan ini. Saya hanya ingin menuliskan cerita berlatar dari tempat saya bersekolah saat ini. Saya sangat membutuhkan kritik dan saran dari para pembaca untuk thread ini.

Selamat membaca bagi agan-sista sekalian emoticon-Jempol



I N D E X :

PROLOGUE

P A R T 1

Diubah oleh Eldnict
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aryanti.story dan 10 lainnya memberi reputasi
7
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Amukan Di PERSAMI Sekolah (Based On True Story)
16-06-2019 13:33

Amukan Di PERSAMI Sekolah (Part 3)

Aku dan Dava berlari secepat yang kami bisa untuk mencapai UKS. Dengan cepat aku membuka pintu UKS dan mencari keberaraan Rahma. Namun aku malah terkejut ketika melihat cewek berkulit terang itu sudah duduk ditepi tempat tidur UKS sambil memegang sebuah gelas.

"Ngapa lu, Aira? Kayak abis dikejar setan aja." Seluruh mata didalam UKS menatap kearahku dan Dava.

"Eh... Enggak." Ujarku singkat kemudian memijat pelipisku pelan.

"Dav nongkrong dulu sini. Jam 7 masih lama." Ajakan Aldi pada Dava juga ditolak dengan sopan.

Aku berjalan keluar dan mendudukan diri disisi koridor yang tak begitu jauh dari pintu UKS. Dava mengekoriku dan kini berdiri sambil bersandar dipagar jaring kawat yang membatasi koridor dengan wilayah apotik hidup.

"Jadi Aira, lu bisa jelasin sesuatu ke gue? Gue emang bukan tipe yang kepoan tapi gue cukup penasaran sama kata-kata lu tadi."

Argh! Apa-apaan dengan isi otakku tadi. Aku pasti sedang kelelahan sampai mulai mengigau seperti ini. Sekali lagi aku menghela nafas panjang lalu menatap Dava gusar.

"Abaikan aja, Dav. Gue emang lagi gak beres kayaknya. Otak gue kacau."

"Lu enggak keliatan kayak Aira yang gue kenal. Lu kenapa?"

"Gak apa-apa. Maaf gue udah bikin lu panik. Lebih baik lu kembali keruang panitia, Dav." Ujarku yang kemudian membenamkan kepala dilipatan kakiku.

Dava turut mendudukan diri diatas lantai koridor. Cowok itu melepas kopiahnya lalu sekilas mengacak rambut basahnya. Manik hitamnya tertuju kepadaku. "Cerita aja, Ra. Gue khawatir lu kenapa-napa."

Lagi, aku menghela nafas. "Otak gue lagi enggak bener. Masa iya tadi pas gue meriksa adek kelas yang pingsan tadi, gue gak nemu nadinya. Trus pupilnya juga enggak ngerespon sinar senter gue."

"Gue yakin gue mulai ngelindur, Dav. Dan begonya gue anggep Rahma kerasukan padahal tadi kita liat sendiri dia baik-baik aja."

"Ah, udahlah Dava. Gue males. Mungkin nanti gue mau pulang aja."

Dava tertawa. Cowok itu tersenyum saat aku melirik kearahnya. "Lu masih gampang keganggu sama hal-hal kecil. Udah, santai aja boss. Bahu lu kaku, dikasi rileks dikit ngapa sih."

Aku tersenyum tipis. "Iya om, iyaaa... Sana balik keruang panitia."

Dava pun segera pamit dan kembali keruang panitia. Ekor mataku mengikuti punggung cowok itu sebelum akhirnya menghilang dibelokan koridor. Aku berkedip. Aku mungkin memang hanya butuh bersantai.

"Kak, saya pamit kembali kekelas ya." Aku menoleh, sosok adik kelas bernama Rahma berdiri dibibir pintu UKS.

Aku tersenyum samar. "Iya. Jaga kesehatan ya."

Cewek itupun kembali memakai sepatu dan segera berjalan menuju kelas bagian regunya. Lucu sekali melihat rambut panjang sepinggangnya bergoyang setiap kali ia melangkah. Ah, mungkin memang benar aku terlalu lelah sampai kepalaku mulai bermasalah. Bagaimana mungkin aku melihat rambut Rahma bertambah panjang disetiap langkahnya? Anehnya.


BERSAMBUNG....
profile-picture
radityodhee memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
my-heart-always-belongs-to-you
Stories from the Heart
misteri-kepergian-rio
Stories from the Heart
we-kiss-before-we-acquinted
Stories from the Heart
taste-of-life
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
sang-pelahap-sukma
Stories from the Heart
dusta-chapter-1
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia