alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
14-05-2019 11:47
Grammar Police Orang Paling Nyebelin! Penelitian Ini Membuktikannya

Grammar Police Orang Paling Nyebelin! Penelitian Ini Membuktikannya


Nggak sekali dua kali kejadian di kehidupan gue, atau mungkin juga kehidupan lo, kesalahan penulisan atau tata bahasa. Kalau sedang menulis cuitan di Twitter misalnya, karena kondisi yang harus cepat-cepat (karena kadang-kadang menulis tweet itu sesuai kondisi emosi) sering terjadi kesalahan penulisan atau tata bahasa. Hal-hal yang nggak disengaja sebenarnya dan bisa aja dicuekin. Tapi ada orang-orang di luar sana yang memilih jadi grammar police aka orang paling nyebelin.

Istilah grammar police

Istilah grammar police muncul setelah era internet karena seringkali orang-orang nyebelin ini memang mengkoreksi tulisan-tulisan di forum-forum internet, kolom komentar YouTube, dan yang sering terjadi sekarang adalah di media sosial seperti Twitter dan Instagram.


Quote:Dikutip dari urbandictionary.com:

1. Grammar police: Orang yang membetulkan penulisan Bahasa Inggris yang ditulis secara online. Mereka akan berusaha membenarkan tata bahasa sebuah kalimat atau pengejaan sebuah kata.

Di Indonesia, beberapa orang memilih untuk menulis sesuatu dalam bahasa Inggris juga kalau memang lagi mood. Dan grammar police di sini nggak cuma membetulkan ejaan dan tata bahasa dalam bahasa Inggris saja tetapi juga bahasa Indonesia.

2. Grammar police: orang yang suka nge-troll dan sangat mengganggu dalam forum seperti YouTube dan Yahoo! Answers yang seneng banget mengucilkan orang-orang yang melakukan kesalahan saat mengetik.

3. Grammar police: ketika seseorang sangat memperhatikan tulisan, email, dan posting-an media sosial kalian dan mengecek apakah ada kesalahan-kesalahan pada tata bahasa.


Pengalaman pribadi

Grammar Police Orang Paling Nyebelin! Penelitian Ini Membuktikannya


Sebagai orang yang suka nulis dan doyan bacot di Twitter, gue termasuk sering melakukan kesalahan penulisan. Typo is my bestfriend. Kadang-kadang gue open aja kalau ada yang mengoreksi kesalahan penulisan gue di Twitter misalnya. Tapi kalau keseringan kan nyebelin juga. Walaupun niat mereka baik, lama-lama beneran ngeselin. Tapi kalau konteksnya di media sosial dan sedang membahas sesuatu yang serius, kadang-kadang gue "yaudah oke gue salah". Tapi yang lebih nyebelin adalah ketika mereka mengoreksi kesalahan penulisan atau tata bahasa ini di grup chat misalnya

Maksud gue... ini kan forum tertutup ya, grup chat, isinya ya cuma lo, gue, dan beberapa orang yang lainnya yang bahkan nggak peduli apakah gue nulis salah atau typo. Tapi kenapa lo harus muncul, tidak memberikan komentar pada topik yang sedang gue lempar, tapi malah mengoreksi kesalahan penulisan gue? YA KAN NYEBELIN! Ngerti nggak sih....?!?!?!?!?

Awalnya gue pikir mungkin cuma gue yang terlalu baper. Dan cuma orang ini yang terlalu nyebelin. Tapi ternyata gue nggak sendiri. Beberapa hari yang lalu, gue baca artikel Kompas.com tentang grammar police ini dan gue merasa lega ternyata memang ada sebuah penelitian yang membuktikan kalau orang-orang yang hobi mengoreksi tata bahasa dan ejaan orang-orang ini adalah orang yang nyebelin

Penelitian ini dipublikasikan jurnal PLOS One

Ada sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS One di tahun 2016 silam yang menyebutkan bahwa orang-orang yang doyan memberikan kritik terhadap tata bahasa orang lain punya kepribadian tidak menyenangkan.

Peneliti yang melakukan riset ini menemukan sifat kepribadian seseorang bisa ditentukan dari bagaimana mereka merespons typo atau tata bahasa seseorang. Ini merupakan studi pertama yang menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian pendengar atau permbaca ternyata punya efek terhadap interpretasi bahasa. Demikian diungkapkan Julie Boland, ketua penelitian ini.

Jadi, apa yang dilakukan para peneliti untuk mendapatkan hasil tersebut?

Grammar Police Orang Paling Nyebelin! Penelitian Ini Membuktikannya


Para peneliti memeriksa penilaian sosial yang dilakukan pembaca tentang penulis. Mereka merekrut 83 peserta untuk eksperimen mereka tersebut. Para peserta kemudian diminta untuk membaca dan menanggapi iklan lewat sebuah email.

Peneliti memberi berbagai jenis iklan: ada iklan yang typo, ada iklan dengan tata bahasa yang salah, ada juga iklan yang ditulis sempurna. Selanjutnya, para peserta diminta menilai kecerdasan, keramahan dan atribut lain dari penulis iklan yang mereka baca. Peserta juga ditanya apakah ada kesalahan bahasa atau typo dalam iklan yang mereka baca, sekaligus menilai semengganggu apa kesalahan itu.

Sebagai penutup, peserta diminta menyelesaikan tes penilaian kepribadian dan menjawab berbagai hal pribadi seperti usia, latar belakang, dan sikap mereka terhadap bahasa.

Hasil penelitiannya

Dari penelitian tersebut ditemukan kalau orang yang peka terhadap kesalahan ktik punya kepribadian lebih teliti, namun kurang terbuka.

Sementara itu, orang yang semakin kesal dengan kesalahan tata bahasa biasanya punya kepribadian kurang menyenangkan. Nah para grammar police itu ada di level ini.

Peneliti mengutarakan kemungkinan bahwa orang yang kurang ramah akan kurang bisa memberikan toleransi terhadap penyimpangan-penyimpangan, dalam hal ini bahasa.

Meski demikian, para penliti menyebut diperlukan studi lanjutan sebagai follow up dari temuan-temuannya ini. Tapi yang penting sebenarnya kita harus ingat kalau typo dan kesalahan penulisan bisa terjadi pada semua orang.

SO STFU!

Eh, maaf puasa.

emoticon-Bedug


Reference:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
davecchio dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
14-05-2019 13:35
Quote:Original Posted By royaljannisary
Bukannya Grammar Nazi ya istilahnya? emoticon-Bingung


Beda gan, grammar nazi tu "mangsanya" grammar police

emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
anita.sutanty dan yayabubu memberi reputasi
2
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Rp 120.000
raft-red
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.