alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
157
Lapor Hansip
30-04-2019 19:09

Gelar Aksi May Day 2019, Ini Tuntutan Buruh

Quote:
Gelar Aksi May Day 2019, Ini Tuntutan Buruh


Serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI, Kahar Cahyono mengatakan, salah satu itu yang menjadi tuntutan buruh dalam May Day ini yaitu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Hal ini telah dibicarakan sebelumnya dengan Presiden Jokowi saat serikat pekerja diundang ke Istana Bogor, Jumat lalu.

"Pak Said Iqbal minta PP 78 ini direvisi dengan melibatkan serikat buruh untuk tentukan UMP. Jadi kami minta UMP ini tidak lagi menggunakan pada inflasi dan pertumbuhan ekonom. Tetapi pada perhitungan KHL yang sekarang 64 item kita minta menjadi 84 item," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Kahar mengatakan, buruh juga meminta agar upah minimum sektoral yang berlaku di sejumlah daerah diperluas lagi. Upah minimum sektoral ini biasanya lebih tinggi dari UMP yang ditetapkan kepala daerah.

"Ada upah minimum sektoral, selama ini ada tapi di beberapa daerah dihilangkan. Seperti untuk sektor otomotif, elektronik, kimia, itu biasanya upahnya lebih tinggi dari UMP. Itu kita minta diperluas sektor dan daerahnya," kata dia.

Selain itu, Kahar juga memastikan jika aksi May Day yang digelar oleh serikat buruh tidak berkaitan dengan politik dan pemilihan presiden (Pilpres) yang baru saja berlangsung. Meski salah satu calon presiden (capres) Prabowo Subianto akan hadir dalam salah satu rangkaian kegiatan tersebut.

"Ini enggak ada kaitan dengan Pilpres. (Kehadiran Prabowo) Sementara direncanakan di Sport Mall Kelapa Gading," tandas dia.


Quote:
Pengusaha: Aksi May Day Tak akan Ganggu Iklim Investasi
Gelar Aksi May Day 2019, Ini Tuntutan Buruh


Rencana aksi ribuan buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) diyakini tidak akan mengganggu iklim investasi dan usaha di dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sejumlah perwakilan konfederasi serikat pekerja pada Jumat lalu diyakini akan membuat peringatan May Day menjadi lebih kondusif.

"Kan sudah sepakat pada pertemuan dengan Presiden kemarin, akan adakan aksi damai dan kegiatan-kegiatan yang kondusif. Jadi mestinya enggak masalah," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Sementara itu, terkait dengan salah satu tuntutan buruh yang akan disuarakan pada peringatan May Day ‎yaitu kenaikan upah, Shinta menilai sebenarnya hal tersebut telah dipenuhi oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Solusi sebenarnya sudah ada di PP dengan fix formula yang diterapkan selama 5 tahun sudah dimasukkan faktor inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Namun memang Pemda harus mengikuti PP tersebut. Tapi masalahnya di implementasi ada daerah yang tidak mengikuti," kata dia.

Jika memang buruh tidak puas dengan kenaikan gaji yang diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja, lanjut Shinta, maka buruh seharusnya berkomunikasi dengan perusahaan dan menyatakan keinginannya tersebut. Bukan dengan menggelar aksi unjuk rasa.

"Sebenarnya yang penting ada fairness antara pemberi kerja dan penerima kerja. Maka dialog dan komunikasi sangat penting untuk mendapatkan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Pemerintah harus dapat memfasilitasi ini," tandas dia.

* * * * *


Presiden dan Pimpinan Serikat Pekerja Sepakat Revisi PP Pengupahan


Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menerima sejumlah pimpinan Serikat Pekerja, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Jumat (26/4/2019) siang.

Selain membahas perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day, dalam kesempatan itu juga dibahas mengenai kemungkinan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Kami sepakat merevisi PP Nomor 78 Tahun 2015, kita harapkan dari Serikat Pekerja, dari buruh senang. Tetapi di sisi lain dari perusahaan, dari pengusaha juga senang,” kata Jokowi dikutip dari laman Setkab, Jumat (26/4/2019).

Presiden menegaskan, revisi PP Nomor 78 Tahun 2015 harus memberi keuntungan bagi kedua pihak, baik pekerja maupun perusahaan.

Sementara terkait Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang dikenal dengan May Day yang akan dilaksanakan minggu depan, menurut Presiden Jokowi, semuanya sepakat baha Peringatan Hari Buruh akan dilakukan dengan cara-cara dan kegiatan yang baik, yang memberikan ketenangan dan damai.

Presiden berharap seluruh masyarakat dapat merasakan kebahagiaan saat Peringatan Hari Buruh itu.

Para pimpinan Serikat Pekerja yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andy Gani Nuwa Wea dan Pesiden KSPSI Mudhofir.

Selain itu juga Presiden KSPSI Said Iqbal, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Ilhamsyah, Ketua Umum Sarikat Buruh Muslim Indonesia Syaiful, dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara Muchtar Guntur.


SUMBER:
1 , 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vly69 dan 11 lainnya memberi reputasi
12
Gelar Aksi May Day 2019, Ini Tuntutan Buruh
01-05-2019 18:48
Quote:Original Posted By kelazcorro
Presiden dari bijimaho aelah bisaae karet nasbungemoticon-Blue Guy Bata (L)


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Mank dia pleciden di kertanegara breemoticon-DP
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.