alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
22-04-2019 16:59
KPU: Sebaiknya Pemilu 2024 Dipisah untuk Pusat dan Daerah
KPU: Sebaiknya Pemilu 2024 Dipisah untuk Pilpres/Caleg DPR dengan Pilgub/Caleg DPRD
Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari, mengatakan pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang sebaiknya dipisah untuk pusat dan daerah. Selain lebih fokus, pemisahan ini juga bermanfaat agar masyarakat memahami betul esensi dari pemilihan yang diselenggarakan.

"Iya sebaiknya begitu (dipisah, Red). Ke depan desainnya serentak nasional untuk memilih lembaga nasional seperti presiden, DPR dan DPD. Kemudian, keserentakan pemilu daerah yang meliputi pemilihan untuk gubernur, wali kota, bersamaan dengan DPRD provinsi serta kabupaten/kota," ujar Hasyim ketika dihubungi wartawan, Ahad (21/4).

Dia pun mengungkapkan KPU sudah berpandangan untuk memisahkan pemilu pusat dan daerah. Ada sejumlah pertimbangan yang mendasari hal itu.

Pertama, dalam sistem pemerintahan ada relasi pemerintah dengan legislatif. Semestinya dalam pemilu serentak itu DPR dengan presiden dilakukan bersama.

"Namun di daerah kan tidak (tidak ada relasi, Red). Contoh, Pilkada 2018 untuk memilih kepala daerah, nah yang mengusung kan parpol yang punya kursi atau punya suara hasil Pemilu 2014. Sementara pada 2019 ini kan dilaksanakan Pemilu 2019, itu konstelasi konfigurasi di DPR bisa berubah," ungkap Hasyim.

Jika demikian, maka implikasinya langsung kepada pemilih. "(Jika tidak dipisah) pemilih juga binggung ini orang kampanye yang satu kampanyekan tingkat nasional, tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota. Maka jadi tidak fokus. Sementara kalau dipisah orang akan fokus, oh ini lagi bicara soal daerah, dan seterusnya," tegas Hasyim.

Sementara itu, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan pada Pemilu Serentak 2019, memiliki volume kerja yang sangat besar. Konsekuensinya, energi dan pikiran penyelenggara juga berlipat-lipat ditujukan untuk pelaksanaan pemilu.

Wahyu pun berpandangan bahwa beban kerja yang berat ini memicu terjadinya kelelahan untuk pelaksana di lapangan (KPPS) dan mungkin dapat menyebabkan beberapa kesalahan entri data suara. Bahkan puluhan KPPS meninggal dunia saat melaksanakan tugas pada 17 April lalu.


Meski begitu, Wahyu menyerahkan teknis pelaksanaan Pemilu mendatang kepada pemerintah dan DPR sebagai penyusun undang-undang (UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017). "Mungkin ini bisa menjadi masukan dalam menyelenggarakan pemilu selanjutnya. KPU dalam hal ini posisinya sebagai pelaksana undang-undang. Kami kembalikan kepada pembuat UU, " tutur Wahyu.


https://www.republika.co.id/amp/pqaxg7384
Diubah oleh KASKUS.HQ
1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
22-04-2019 17:20
Quote:Original Posted By entecavir
ya harusnya gitu, krn skrg beban kerja terlalu tinggi.
atau pun mau serentak, PPS dibagi tugas per bagian masing2


Jadi naik dong total biaya honornya karena makin banyak yg di gaji...dan biaya saksi makin besar dongemoticon-raining
2
profile picture
KASKUS Plus
22-04-2019 17:41
kok bisa omong dari partai biaya saksinya bre..
lalu yg naik 10x lipat itu apaan yah...dananya kan dari APBN itu
profile picture
kaskus maniac
22-04-2019 17:44


masing2 TPS itu kan dah ada pengawasnya, itu yg dimaksimalkan
beban kerja ditinjau ulang
kalo ente gak ngerti konsep K3, mingkem aja emoticon-Smilie
profile picture
KASKUS Plus
22-04-2019 17:50
Ia gan ... saya gk ngerti... ente yg ngerti... karena saya baru 2x jadi PPS entekan udh muli dri thun jebot ya gan
profile picture
kaskus maniac
22-04-2019 17:53


iya emg harus gitu.
saksi partai ya dari partai.
bawaslu kan udah ada di tiap tps, blm dari unsur lembaga lain.
diatur beban n jam kerja, demi kesehatan mrka2 yg kerja di TPS
jangan mentang2 event 5 tahunan sekali terus petugas disiksa kerja nonstop.

untung gak kerja ama mesin, kalo gak dah jadi daging giling emoticon-Embarrassment
profile picture
KASKUS Plus
22-04-2019 18:29
Sama juga...tetap saja penghitungannya lama..dan.. ketika di ppk tetap saja makin refot dan lama..


Gini saja gan... mana yg bagus di tahun 2024 itu
{7 x 300} ikut turan 2019 .....
atau {4 x 300} + {3 x 300} jadi 2 termin...
atau {7 x 100} dgn jumlah tps-nya naik jadi ++2 juta seperti maksudnya agan


dan satu hal lagi....
yg di bidik adalah agar jangan sampai pagi kerjanya baca koran ...itulah intinya
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.