alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
15-04-2019 03:38
The Numbness
The Numbness


THE NUMBNESS


Dalam sederhana,
Kisahku yang bercerita ...
Tentang aku ...
Menyerupai senja yang telah lelah ...
Bersembunyi
Bertanya

Hingga kau hadir sebagai pagi ...


{thread_title}


Ini bukan soal cinta.
Bukan itu.
Ini tentang bertemunya dua manusia dengan sejuta !mimpinya.
Saling menguatkan.
Layaknya senja yang mungkin mulai meredup
Tapi pagi akan selalu hadir menopangnya !


Quote:
The Numbness #1 : Paresthesia























Diubah oleh Cerca.trova666
2
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
21-04-2019 12:14
Quote:
ANTEPARTUM



Sedikit time lapse,
Ketika gue kuliah, papa sudah mulai datang lagi di keseharian gue. Nyamperin ke kosan, ngajak makan, dan lain2. Tapi ini bukan ketulusan. Watak papa dari dulu tidak pernah berubah sedikitpun. Apa yang dia inginkan harus didapatkan. Kelakuannya pun masih awet. Suka main perempuan.

Dengan kedudukannya di Dewan dan isi kantong hasil korupsi yang jumlahnya fantastis, dia menggaet perempuan-perempuan. Tiap nyamperin gue, dia selalu bawa permepuan yang berbeda-beda.

Sebenernya gue risih, tapi gue manfaat kan ini sebagai momentum balas dendam. Memalak papa jadi sebuah rutinitas. Minta uang jajan, pulsa, dan lain sebagainya. Gue betah-betahin aja berada di sampingnya. Yang penting danamon mengalir deras.

Eksploitasi berkedok penerimaan kembali.

Waktu itu, gue diajak papa keluar ngopi di salah satu kafe deket kampus gue. Dia tampil bersama seorang wanita muda berstatus janda. Dia lupa di rumah anak istrinya sedang menunggunya. Tapi, bagi gue, itu urusan pribadi keluarga mereka.

Si janda bekerja di salah satu tempat karaoke di daerah Sukarno-,hatta Malang. Malam itu, setelah makan dan ngopi bareng, papa mengantar si janda ke tempat dia bekerja.

Setelah si Janda turun, gue dan papa ngobrol di kosan gue. Bukan ngobrol sih tepatnya, tapi berdebat. Yeeppp, kami adalah pasangan ayah dan anak yang sangat sering melakukan perdebatan. Topik politik tentu saja. Dengan jabatannya di pemerintahan dan idealisme gue sebagai mahasiswa, setiap perdebatan selalu berlangsung panas. Saling ngotot.
Tapi malam itu, setelah politik, kami mebahas sesuatu yang lain. Sesuatu yang mengiris hati gue. Sesuatu yang sangat tidak gue sangka.

Gue adalah hasil produk aborsi yang gagal.


Yeahhhh, ternyata dulu,
Mama sangat tidak menginginkan gue ada di rahimnya. Mama tidak mau kehilangan kuliah dan masa depannya. Dari awal, papa yang berniat menikahi mama secara sah. Tapi mama sebaliknya.

Mama menggunakan berbagai cara untuk menghilangkan gue dari kandungannya. Obat, pijat, dll sudah dicoba, tapi Tuhan memang menulis takdir gue untuk ada dan hidup di dunia ini. Segala macam jenis aborsi gagal. Dan gue masih tetap lahir walau dalam keadaan prematur dan lemah sekali.

Gue merasa langit seakan runtuh di atas kepala gue.
Gue adalah sebuah nyawa yang tidak diharapkan. Gue hanyalah pengganggu kehidupan dan kehagiaan mama dan papa.

Gue merasa nelangsa.
Tidak diharapkan dan tidak diperjuangkan menjadi pukulan telak bagi hati gue.

Awalnya gue ga percaya cerita versi papa ini, gue pun mengklarifikasi hal ini ke mama. Dan akhirnya mama mengakui bahwa itu semua adalah benar.

Bahkan penyebab mama jarang nengok gue waktu kecil juga karena ini. Mama merasa melihat papa ketika melihat gue. Dan hatinya semakin sakit akibat trauma pasca-kdrt dalam pernikahan mereka.

Gue ga minta punya muka mirip papa. Gue juga ga minta dilahirkan dari perut mama. Tapi kenapa gue jadi korban ?

Gue menjadi merasa terusir dan tidak diinginkan.

profile-picture
vestycide memberi reputasi
3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
izinkan-aku-untuk-mencintanya
Stories from the Heart
suamiku-suamimu-juga
Stories from the Heart
dayalde
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.