alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
15-04-2019 03:38
The Numbness
The Numbness


THE NUMBNESS


Dalam sederhana,
Kisahku yang bercerita ...
Tentang aku ...
Menyerupai senja yang telah lelah ...
Bersembunyi
Bertanya

Hingga kau hadir sebagai pagi ...


{thread_title}


Ini bukan soal cinta.
Bukan itu.
Ini tentang bertemunya dua manusia dengan sejuta !mimpinya.
Saling menguatkan.
Layaknya senja yang mungkin mulai meredup
Tapi pagi akan selalu hadir menopangnya !


Quote:
The Numbness #1 : Paresthesia























Diubah oleh Cerca.trova666
2
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
16-04-2019 04:22

Quote:
AKU DAN PAGI

The Numbness


Malam itu gue lagi update thread gue di kaskus ini, Balesin komen-komen, dan sekedar travelling ke thread lain.

Ditemenin segelas neskape dan tiga batang Surya, tak lupa bersama si leppy juga.

Yeah, gue cewek.
Dan gue memang perokok.

Tapi gue bukan LC, purel, apalagi perek. Gue merasa perlu ngejelasin ini ke kalian. Karena di dalam kultur masyarakat kita, cewek perokok itu (hampir) selalu berkonotasi negatif.
Gue perlu membela diri dong.
Merokok atau tidak, itu merupakan pilihan. Dan konsekuensinya pun ditanggung pribadi masing masing.

Ketika gue membalas komen2 reader gue, tiba-tiba ada notifikasi. Ada PM masuk. Mungkin si pengirim adalah reader2 thread gue yang pada rajin minta update.

Gue sering banget dapet PM semacam ini. Beberapa dari mereka tak memahami kondisi gue. Gue juga punya sekarung aktivitas di RL.
Tapi beberapa yang lain cukup bijak dan pengertian dengan kondisi gue.

Dahi gue berkerut ketika mbaca nama id si pengirim.
Wah, ada TS sebuah thread legend mengirim pesan untuk gue. Gue heran, ada apa dia PM gue.

The Numbness


Gue mengakui,
Salah satu threadnya memang benar-benar bagus. Berpotensi dan sepertinya cukup layak terbit menjadi sebuah novel.

Walaupun bukan gue penulisnya, tapi gue merasa thread Raf memang pantas.
Gue ingin thread itu diangkat menjadi sebuah novel.
Gue dan Raf sama-sama berjuang agar gagasan ini tidak menjadi sekedar impian atau ekspektasi saja, tapi bisa berwujud dalam kehidupan nyata.

Kami berdiskusi dan menyusun step-step agar ini bisa terwujud.
Ini bukan hanya menjadi impian Raf.
Gue menjadikan ini sebagai mimpi gue juga.

Quote:"Ini tentang bertemunya dua anak manusia
Dengan sejuta mimpinya ...."


Karena gue mengagumi kemampuannya dalam menulis.

Sejak inilah gue dan Raf jadi sering chatting lewat PM. Sharing-sharing, tanya jawab, ngobrol.

Raf berdomisili di Ibukota. Bekerja sebagai salah satu karyawan BUMN. Berusia 28 tahun. Dua tahun lebih tua dari gue. Gue sempat terkecoh. Gue mengira Raf cuma seorang mahasiswa awal. Dalam bayangan gue, usia Raf di bawah gue.

Raf berkulit sawo matang khas warna kulit orang Indonesia pada umumnya. Rambut lurus cepak. Tinggi badan standar dengan postur sedikit gendut.
Dan pipinya : tembem-tembem menggemaskan.
Berasa pengen nyubit.
Itu pipi apa bakpao.
emoticon-Leh Uga

Ketika setiap kali gue ngegodain dia soal postur fisiknya, Raf bakal protes dengan frase andalannya :
"Body Shaming ... Body Shaming !"
emoticon-Leh Uga



Dan gue merasa tertarik pada personality si Raf .

Cerdas. Kocak. Asyik.

Kami berdua saling texting. Saling mengolok. Saling memotivasi.
Fix, dia menjadi seorang sahabat buat gue.
Seridaknya gue mengganggapnya seperti itu. Gue ga peduli Raf mau menganggap gue apa.

Kami membicarakan banyak hal. Dan gue merasa cocok sama dia. Gue merasa nyaman. Kita makin akrab.
Kebetulan saja,
Kami sama-sama berzodiak scorpio.





Kadang gue bertanya pada diri gue sendiri.
Apakah gue telah jatuh cinta ?
Dan hati ini pun menjawab mantap ,:

Tidak

Karena gue sadar, gue siapa dan dia siapa.
Alasan utamanya, gue merasa hati ini mengalami apa yang disebut dengan :

Numbness :
Rasa kebas ; mati rasa


Gue baru saja merasakan rasa sakit karena cinta. Dan gue masih merasa takut dan ragu untuk memulai sebuah hubungan. Hati gue seperti mendapatkan anestesi lokal. Belum mampu untuk bisa merasakan cinta lagi. Hati ini masih terlalu lelah untuk terisi lagi.

Gue menyukai Raf.
Bukan mencintai.
Belum.

Gue tidak peduli dengan apa yang Raf rasa ke gue.
Menurut gue, Penolakan atau penerimaan cuma sesuatu yang menjadi sekedar simbolik.

Gue lebih memilih mencintai.
Gue menikmatinya.
Without any return ....



Karena Raf jauh lebih mengasyikkan sebagai seorang sahabat ....


You and I,
Led into a wonderful world.

You and I,
Meet one another here.

You and I,
Greet each other.

So, hey !
Let's be friend.
I'm dying to see how this one ends ...







Diubah oleh Cerca.trova666
2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
izinkan-aku-untuk-mencintanya
Stories from the Heart
suamiku-suamimu-juga
Stories from the Heart
dayalde
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.