alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
27-03-2019 19:04

Guru Privat Gesrek

Guru Privat Gesrek


Sumber gambar: akun instagram @caitlinhalderman


-PROLOG-


***


Gadis berwajah mirip Ariana Grande itu tak berkedip membaca dalam hati deretan angka yang tercantum dalam lapornya semester ini. Reaksi yang tak biasanya itu mengundang rasa penasaran gadis bertubuh subur di sebelahnya yang terkesan santai setelah melihat hasil belajar selama satu semester.

"Lo kenapa?" tanya gadis gendut pada temannya itu.

Si Ariana--cuma mukanya saja yang mirip, tak langsung merespons. Ia terlebih dahulu menutup kembali lapornya lalu menoleh pada si gendut.

"Nilai gue .... "

"Nilai lo kenapa? Jelek?" Si gendut menebak. Meski ia yakin 100 persen jika tebakannya itu benar.

Bukan cuma kali ini, karena si cantik memang tak pernah mendapat nilai bagus selama menginjakkan kaki di SMA Pertiwi.

Si Ariana nyengir. "Lo bener. Nyaris di bawah standar."

Si gendut menepuk jidat. "Untung lo nggak tinggal kelas."

"Udah biasa sih. Pelajarannya susah-susah cuy, gue nyaris nggak ngerti sama semua penjelasan semua guru."

"Ck! Gue nggak habis pikir sama apa yang ada di otak lo. Cantik-cantik ogep."

Si Ariana terkekeh. Setelah itu, ia berdiri. Tak lupa meneguk matcha pesanannya yang belum habis.

Sementara itu, sosok pemuda yang sedari tadi mengamati dari kejauhan geleng-geleng disertai hembusan napas kasar. Ia kemudian merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang yang sekiranya sedang menunggu konfirmasi.

"Saya terima tawaran Anda. So, di mana kita bisa ketemu sekarang?"

*

Wanita paruh baya itu berhenti mengaduk-aduk ice coffe-nya ketika orang yang ditunggunya selama beberapa menit yang lalu datang dari arah pintu masuk cafe dan langsung berjalan ke tempatnya sekarang.

"Maaf, saya agak terlambat. Sedikit macet tadi." Pemuda itu berkata sebelum menarik kursi di depan si wanita.

Wanita itu tersenyum, sedikit menggeleng ketika melihat raut wajah si pemuda yang tampak bersalah.

"Tak masalah. Lagipula, sore ini saya ada waktu kosong. Hm, bagaimana? Tawaran saya diterima?"

Si pemuda mengangguk, meski masih sedikit ragu. "Saya sudah mengamati gadis itu, dan melihat reaksinya setelah menerima hasil belajarnya sungguh mengherankan."

Si wanita tersenyum. Netranya meredup. "Makanya saya memilih kamu untuk project luar biasa ini."

"Kenapa harus saya?"

"Karena saya yakin kamu bisa. Anak itu perlu sedikit pelatihan mental dan pengubahan pola pikir."

"Saya akan berusaha, tapi alasan Anda memilih saya belum terjawab."

"Bukannya saya sudah bilang tadi? Kamu juga menerima tawaran saya, kan? Apa lagi yang harus dipermasalahkan."

Si pemuda mendesah pelan. Ada sesuatu yang mengganjal dan sangat ingin ia tanyakan pada wanita di depannya ini tapi tak bisa ia ungkapan.

Terlalu rumit, dan ia seolah dipaksa untuk memecahkan puzzle yang tak bisa ia cari jawabannya.

"Saya ... akan menghubungi Anda lagi setelah ini."

Si wanita tersenyum penuh arti. Ia kembali meneguk ice coffe-nya kemudian mengucapkan kalimat yang membuat dahi pemuda di hadapannya mengerut.

"Menjawab pertanyaanmu tadi, mengenai alasan saya memilihmu. Karena... kita punya sedikit hubungan di masa lalu."

***

Diubah oleh mbakendut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lintangayudy dan 32 lainnya memberi reputasi
33
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
01-04-2019 20:23

GVG Part 2

*

What? Purnama menjadi ingin mengubur Salsa hidup-hidup. Ia sudah bela-belain datang ke sini dan ternyata ... Salsha cuma bercanda.

Wajahnya menunjukkan rasa jengkel. "Sal, lo sengaja ngerjain gue, ya?"

Salsha menghentikan tawa. "Desember bukan musim rambutan di sana, Pur. Gue sengaja bohong sih. Gue tahu lo lagi kesel abis dimarahin tante Khanza," katanya dengan wajah polos tak menunjukkan rasa bersalah.

"Lo tau darimana mama marahin gue?"

"Gue cenayang. Btw, gue butuh temen nonton nih. Makanya gue ngajak lo ke sini."

Purnama menghembuskan napas kasar. Setelah mengatur emosi dan rasa kesalnya reda, ia akhirnya mengangguk.

Salsha tersenyum lebar lalu melangkah menuju sofa depan televisi. Purnama mengikuti, meninggalkan Fathir yang asyik dengan dunianya.

"Gue bosen di rumah, padahal baru dua hari libur. Mendingan sekolah, " ujar Salsha. Jemarinya bergerak menekan tombol remote untuk berpindah ke channel yang sedang menayangkan acara favoritnya yang tayang setiap sore.

Acara lebay dengan bumbu-bumbu gosip unfaedah.

Purnama mendengus. "Hh, lo ngerjain gue cuma buat nonton ini?"

Salsha tak segera merespons. Gadis itu fokus dengan celotehan host acara tersebut dengan gaya bicaranya yang khas. Kali ini, talkshow tersebut mengundang aktor yang lagi naik daun karena filmnya yang fenomenal, mendulang prestasi dengan jumlah 7 juta penonton.

Saat si aktor keluar menampakkan diri dari backstage, Salsha menjerit histeris.

"My god! Iqqi ganteng banget. Macho banget pake kacamata."

Purnama memutar bola mata. Ia meng geleng-geleng miris dengan Salsha yang fangirling akut. Menurutnya, Iqqi--pemeran film Dilanda 1990 itu tidak ada ganteng-gantengnya sama sekali.

"Yang lo liat dari Iqqi itu apa sih? Ganteng nggak, trus aktingnya juga nggak bagus-bagus amat tuh."

"Mata lo minus. Ganteng kayak gitu dibilang jelek. Jangan hina pangeran gue ya." Salsha berucap sewot.

"Kepala gue makin pusing denger lo tau nggak."

"Gue justru ngundang lo ke sini supaya stress lo ilang. Stress mulu, pantes nilai lo jelek."

"Gue stressnya baru hari ini, gara-gara reaksi nyokap yang di luar ekspektasi gue," ujar Purnama cemberut.

"Makanya belajar yang bener. Liat tuh si Iqqi, diterima empat Universitas di Australia. Itu karena dia pinter. Kemarin SMA-nya juga di Amerika, dapat beasiswa."

Purnama mencibir. "Kayak lo pinter aja."

Salsha terbahak. " Mo pinter? Sewa guru privat noh. Gue sih rencana mo belajar privat. Tante gue juga udah setuju. Nah, lo mau belajar bareng gue?"

"Ogah! Gue mau pulang aja."

"Rambutannya belum lo makan, Pur."

"Bodo!"

Salsha tertawa keras. Kemudian geleng-geleng setelah punggung Purnama hilang dari pandangannya. Sahabatnya itu benar-benar pergi, sebelum ia menjelaskan sesuatu yang sekiranya penting diketahui Purnama.

*

Bersambung
7 0
7
profile picture
KASKUS Plus
02-04-2019 08:45
Wuih, lanjut terus ni ceritanya. Semangat, sis
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
petaka-batu-safir-kisah-nyata
Stories from the Heart
love-life-lost
Stories from the Heart
lima-belas-menit
Stories from the Heart
cahaya-di-ujung-pantura
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.