- Beranda
- Stories from the Heart
Warna Luka
...
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:
Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...
Spoiler for Prolog:
Index Part:
Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.8K
121
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
andmse
#63
Part 18
Pagi yang cerah, karena hari ini hari yang mulai berbeda. Karena apa? Karena aku sudah bukan jomblo lagi hehe.
"Kenapa lo cengengesan?" Kata Sherin ketika dimeja makan.
Tapi tak kutanggapi, aku lanjut makan saja, dan sambil chattingan dengan Diva.
"Ohhhh... lagi chattingan sama Diva... pantesannn..." Kata Sherin yang tiba-tiba mengintip chatku.
"Apaan sih lo kepo" Kataku.
"Aku berangkat duluan bun" Kataku yang sedang bersiap-siap untuk menjemput kekasih hati hehe.
"Mau kemana? Tumben berangkatnya cepet? Gak sama temen?" Kata Bunda.
"Mau jemput kekasih hati bun hehe" Kataku sambil berbisik kepada Bunda.
"Apaan lo bisik-bisik?" Kata Sherin.
"Kepo..." Kataku.
"Yaudah sana hati-hati... salam buat dia ya" Kata Bunda.
"Siap bun... Assalamualaikum" Kataku sambil mencium tangannya.
"Wa'alaikumsalam" Kata Bunda.
Lalu aku langsung keluar untuk berangkat.
"Weh mau kemana lo?" Kata Alfy.
"Mau jemput kekasih hati hehe" Kataku.
"Wahh si anjir... jadian gak bilang-bilang"
"PJ lah PJ" Kata Alfy.
"Nanti dikantin dah yaaaa"
"Gue duluan" Kataku sambil memacu motorku.
Tak lama aku sampai dirumah Diva.
"Assalamualaikum..." Kataku.
"Wa'alaikumsalam... eh na Warna... mari masuk dulu, Divanya lagi sarapan..." Kata Bi Asri.
"Iyaa bi..."
"Ehh bi...saya boleh tanya ga?" Kataku.
"Tanya apa?" Kata Bi Asri.
"Selama saya kesini... saya belum pernah lihat Orang Tuanya Diva bi" Kataku.
"Iya... Bapak belum pulang-pulang, harusnya sih minggu kemarin pulang... tapi ini belum kesini"
"Kalau ibu, waktu liburan kesini... trus kayaknya mereka lagi ada masalah..." Kata Bi Asri.
"Iya bi... waktu itu juga Diva cerita ke saya" Kataku.
"Tolong jaga Diva ya na, Bibi juga gak ingin lihat dia sedih terus..." Kata Bi Asri.
"Iya bi, pasti...sekarang aku kan pacarnya hehe" Kataku.
"Wahh selamat ya na Warna..." Kata Bi Asri.
Tak lama Diva keluar.
"Kok gak masuk dulu sih tadi ikut sarapan" Kata Diva.
"Gue udah sarapan ko tadi" Kataku.
"Yaudah yuk berangkat" Kata Diva.
"Let's go!!!" Kataku sambil menuju ke motor dan tak lupa berpamitan dengan Bi Asri.
Di tengah perjalanan, kami mengobrol ringan... yaa namanya juga pasangan baru ya gimana gitu hehe.
"Mau roti ga?" Kata Diva.
"Masih kenyang Div..." Kataku.
"Dikit aja nih... sayang kalau gak dimakan, tadi udah aku buatin" Kata Diva.
"Yaudah deh aaaa" Kataku sambil membuka mulut, dan Diva pun menyuapiku dari belakang.
Begitulah kelakuan pasangan baru, sampai-sampai orang-orang disekitar sampai memperhatikan tingkah laku kami hehe.
Sesampainya kami diparkiran kami menuju kelas masing-masing.
Belum sempat duduk, teman-temanku langsung menyerbuku dengan pertanyaan tentang aku dan Diva.
"Serius lo jadian sama Diva?" Kata Rakha.
"Lah emang kenapa?" Kataku.
"Gila lo... gue kira lo cuma dianggap temen ahaha" Kata Rakha.
"Ahh t*i haha" Kata ku.
Dan masih banyak sih sebenarnya, cuma aku lupa hehe.
"Selamat ya na..." Kata Gadisya.
"Eh iya dis makasih loh hehe" Kataku sambil meletakkan tas.
"Ko dia mau ya sama lo? Haha" Kata Gadisya.
"Ah lo samanya kayak mereka" Kataku.
"Ahaha becanda na..." Kata Gadisya.
Jam istirahat pun tiba.
"Na... tuh ada yang nyariin didepan kelas" Kata Gadisya.
"Hah? Siapa dis?" Kataku.
"Pacar lo lah" Kata Gadisya.
"Oh haha makasih dis..." Kataku dan langsung berjalan kedepan.
"Haii..." Kata Diva.
"Haii... ko tumben kekelas? Ada apa?" Kataku.
"Mau ngajak kekantin hehe" Kata Diva.
"Yaudah yuk laper nih hehe" Kataku sambil memegang perut.
"Perut kamu kurus banget kayak gapernah makan" Kata Diva.
"Yang penting ada yang suka haha" Kataku.
"Siapaa?" Kata Diva.
"Au Ah... ayok" Kataku.
Selama diperjalanan banyak yang memperhatikan kami, ya mungkin heran kali ya, cewek kayak Diva jalan sama aku.
"Jalannya cepet banget sih...gandeng dong" Kata Diva sambil cemberut.
"Eh.. hehe iya lupa Div" Kataku sambil menggandeng Diva.
"Mau makan apa Div?" Kataku.
"Mau nasi goreng aja deh" Kata Diva.
"Yaudah lo tunggu disini aja ya" Kataku lalu langsung memesan makan dan minum.
"Nah ini dia nih yang ditungguin" Kata Alfy.
"Lah lo pada udah disini aja" Kataku.
"Katanya mau neraktir hehe" Kata Alfy.
"PJ lah hehe" Kata Rakha.
"Gratisan aja lo cepet"Kataku.
"Bi... nanti itu nasi goreng 2 sekalian ya" Kataku kepada Bibi tukang nasi goreng.
"Dih nasi goreng doang... minumnya lah sekalian" Kata Alfy.
"Serah lo" Kataku.
Setelah selesai memesan, lalu aku membawa makanan ke tempat Diva, sialnya dia malah ketempat teman-temannya.
"Heii sini" Kata Diva.
Diperjalanan aku deg-degan... iya dong hehe untuk orang pemalu sepertiku atau bisa dibilang introvert ini adalah hal yang ah gimana ya hehe. Tapi kan aku udah punya Diva, jadi aku berusaha untuk memberanikan diri.
"Ciyee yang baru jadian mah makannya berdua" Kata Mutiara.
"Hehe" Kataku sambil ketawa malu-malu kucing, gimana gak gerogi... temennya Diva kan cantik-cantik.
"Ko lo bisa sih Div dapet yang manis begini". Kata Arista, masih ingat kan? Mereka yang anak kembar... kembarannya Okta.
Setelah makan, dan mengobrol-ngobrol dengan teman-temannya Diva, kami kembali kekelas.
"Kamu ko dari tadi kebanyakan diem aja sih? " Kata Diva.
"Malu kan gue Div, gue kan gapernah gitu nimbrung sama orang-orang banyak yang belum pernah ngobrol sama gue hehe maaf ya" Kataku.
"Alahh masih aja jaim" Kata Diva sambil mencubit pinggangku.
"Ehh sakit Div..." Kataku.
"Lagian ngeselin wlee" Kata Diva.
"Nanti pulangnya gue tunggu diparkiran ya" Kataku.
"Oke siap Tuan!!!" Kata Diva.
Lalu Diva masuk kekelasnya, dan aku kembali ke kelasku dan kembali belajar.
Saat pulang sekolah aku langsung mengabari Diva, kalau aku sudah diparkiran.
Tak lama Diva datang.
"Nih minum" Kata Diva sambil memberikan es teh.
"Dari kantin?" Kataku.
"Iyaa.. tadi aku pelajaran terakhir gurunya gak masuk, jadi aku kekantin"
"Tadi aku panggilin juga" Kata Diva.
"Lah emang iya? Gak lihat hehe" Kataku.
"Makannya kalau jalan liat sekeliling" Kata Diva.
"Ah males, nanti ada yang naksir lagi pas diliatin" Kataku.
"Emang berani haha?" Kata Diva.
"Enggak sih hehe" Kataku.
"Eh kerumah kamu dulu yuk, pengen ketemu Bunda hehe" Kata Diva.
"Ahh bilang aja pengen lama-lama sama gue kan yaaa?" Kataku sambil meledek.
"Wooo ge'er" Kata Diva.
Lalu kami menuju kerumahku.
Sesampainya dirumah, Diva langsung masuk kerumah. Buset deh ini anak dikira ini rumah sendiri apa yak.
"Dih main nyelonong aja, gak nungguin" Kataku ketika berada didapur.
"Males ah, nungguin kamu mah lama" Kata Diva.
Lalu aku masuk kekamar untuk mengganti pakaian, ku tinggalkan Diva dengan Bunda, entah mereka sibuk ngapain...kalau Sherin belum pulang.
Kekita sedang asik dikamar sambil mendengarkan musik diipod ku, tiba-tiba Diva masuk kekamarku.
"Oh disini toh dari tadi" Kataku.
"Hah?" Kataku sambil membuka headset.
"Au ah" Kata Diva.
"Wah udah persiapan sih, bawa baju ganti segala ahah" Kataku.
"Iyaa donggg harus hehe" Kata Diva.
"Eh nyanyi dong sambil main gitar, udah lama gak liat kamu main gitar"
"Aku liatnya sekali doang waktu pensi diSMP hehe" Kata Diva.
"Mau nanyi apa?" Kataku sambil mengambil gitar.
"Terserah..." Kata Diva.
"Jreng..jreng.." Aku mulai memainkan gitarku.
"Saturday morning jumped out of bed and put on my best suit..
Got in my car and raced like a jet, all the way to you...
Knocked on your door with heart in my hand...
To ask you a question...
'Cause I know that you're an old-fashioned man, yeah, yeah"
Lalu kami bernyanyi sambil menggoyangkan badan mengikuti irama, karena memang ini lagu enak banget buat goyang-goyang santai hehe. Dan ditambah suaranya Diva, sumpah suaranya Diva bagus.
Pagi yang cerah, karena hari ini hari yang mulai berbeda. Karena apa? Karena aku sudah bukan jomblo lagi hehe.
"Kenapa lo cengengesan?" Kata Sherin ketika dimeja makan.
Tapi tak kutanggapi, aku lanjut makan saja, dan sambil chattingan dengan Diva.
"Ohhhh... lagi chattingan sama Diva... pantesannn..." Kata Sherin yang tiba-tiba mengintip chatku.
"Apaan sih lo kepo" Kataku.
"Aku berangkat duluan bun" Kataku yang sedang bersiap-siap untuk menjemput kekasih hati hehe.
"Mau kemana? Tumben berangkatnya cepet? Gak sama temen?" Kata Bunda.
"Mau jemput kekasih hati bun hehe" Kataku sambil berbisik kepada Bunda.
"Apaan lo bisik-bisik?" Kata Sherin.
"Kepo..." Kataku.
"Yaudah sana hati-hati... salam buat dia ya" Kata Bunda.
"Siap bun... Assalamualaikum" Kataku sambil mencium tangannya.
"Wa'alaikumsalam" Kata Bunda.
Lalu aku langsung keluar untuk berangkat.
"Weh mau kemana lo?" Kata Alfy.
"Mau jemput kekasih hati hehe" Kataku.
"Wahh si anjir... jadian gak bilang-bilang"
"PJ lah PJ" Kata Alfy.
"Nanti dikantin dah yaaaa"
"Gue duluan" Kataku sambil memacu motorku.
Tak lama aku sampai dirumah Diva.
"Assalamualaikum..." Kataku.
"Wa'alaikumsalam... eh na Warna... mari masuk dulu, Divanya lagi sarapan..." Kata Bi Asri.
"Iyaa bi..."
"Ehh bi...saya boleh tanya ga?" Kataku.
"Tanya apa?" Kata Bi Asri.
"Selama saya kesini... saya belum pernah lihat Orang Tuanya Diva bi" Kataku.
"Iya... Bapak belum pulang-pulang, harusnya sih minggu kemarin pulang... tapi ini belum kesini"
"Kalau ibu, waktu liburan kesini... trus kayaknya mereka lagi ada masalah..." Kata Bi Asri.
"Iya bi... waktu itu juga Diva cerita ke saya" Kataku.
"Tolong jaga Diva ya na, Bibi juga gak ingin lihat dia sedih terus..." Kata Bi Asri.
"Iya bi, pasti...sekarang aku kan pacarnya hehe" Kataku.
"Wahh selamat ya na Warna..." Kata Bi Asri.
Tak lama Diva keluar.
"Kok gak masuk dulu sih tadi ikut sarapan" Kata Diva.
"Gue udah sarapan ko tadi" Kataku.
"Yaudah yuk berangkat" Kata Diva.
"Let's go!!!" Kataku sambil menuju ke motor dan tak lupa berpamitan dengan Bi Asri.
Di tengah perjalanan, kami mengobrol ringan... yaa namanya juga pasangan baru ya gimana gitu hehe.
"Mau roti ga?" Kata Diva.
"Masih kenyang Div..." Kataku.
"Dikit aja nih... sayang kalau gak dimakan, tadi udah aku buatin" Kata Diva.
"Yaudah deh aaaa" Kataku sambil membuka mulut, dan Diva pun menyuapiku dari belakang.
Begitulah kelakuan pasangan baru, sampai-sampai orang-orang disekitar sampai memperhatikan tingkah laku kami hehe.
Sesampainya kami diparkiran kami menuju kelas masing-masing.
Belum sempat duduk, teman-temanku langsung menyerbuku dengan pertanyaan tentang aku dan Diva.
"Serius lo jadian sama Diva?" Kata Rakha.
"Lah emang kenapa?" Kataku.
"Gila lo... gue kira lo cuma dianggap temen ahaha" Kata Rakha.
"Ahh t*i haha" Kata ku.
Dan masih banyak sih sebenarnya, cuma aku lupa hehe.
"Selamat ya na..." Kata Gadisya.
"Eh iya dis makasih loh hehe" Kataku sambil meletakkan tas.
"Ko dia mau ya sama lo? Haha" Kata Gadisya.
"Ah lo samanya kayak mereka" Kataku.
"Ahaha becanda na..." Kata Gadisya.
Jam istirahat pun tiba.
"Na... tuh ada yang nyariin didepan kelas" Kata Gadisya.
"Hah? Siapa dis?" Kataku.
"Pacar lo lah" Kata Gadisya.
"Oh haha makasih dis..." Kataku dan langsung berjalan kedepan.
"Haii..." Kata Diva.
"Haii... ko tumben kekelas? Ada apa?" Kataku.
"Mau ngajak kekantin hehe" Kata Diva.
"Yaudah yuk laper nih hehe" Kataku sambil memegang perut.
"Perut kamu kurus banget kayak gapernah makan" Kata Diva.
"Yang penting ada yang suka haha" Kataku.
"Siapaa?" Kata Diva.
"Au Ah... ayok" Kataku.
Selama diperjalanan banyak yang memperhatikan kami, ya mungkin heran kali ya, cewek kayak Diva jalan sama aku.
"Jalannya cepet banget sih...gandeng dong" Kata Diva sambil cemberut.
"Eh.. hehe iya lupa Div" Kataku sambil menggandeng Diva.
"Mau makan apa Div?" Kataku.
"Mau nasi goreng aja deh" Kata Diva.
"Yaudah lo tunggu disini aja ya" Kataku lalu langsung memesan makan dan minum.
"Nah ini dia nih yang ditungguin" Kata Alfy.
"Lah lo pada udah disini aja" Kataku.
"Katanya mau neraktir hehe" Kata Alfy.
"PJ lah hehe" Kata Rakha.
"Gratisan aja lo cepet"Kataku.
"Bi... nanti itu nasi goreng 2 sekalian ya" Kataku kepada Bibi tukang nasi goreng.
"Dih nasi goreng doang... minumnya lah sekalian" Kata Alfy.
"Serah lo" Kataku.
Setelah selesai memesan, lalu aku membawa makanan ke tempat Diva, sialnya dia malah ketempat teman-temannya.
"Heii sini" Kata Diva.
Diperjalanan aku deg-degan... iya dong hehe untuk orang pemalu sepertiku atau bisa dibilang introvert ini adalah hal yang ah gimana ya hehe. Tapi kan aku udah punya Diva, jadi aku berusaha untuk memberanikan diri.
"Ciyee yang baru jadian mah makannya berdua" Kata Mutiara.
"Hehe" Kataku sambil ketawa malu-malu kucing, gimana gak gerogi... temennya Diva kan cantik-cantik.
"Ko lo bisa sih Div dapet yang manis begini". Kata Arista, masih ingat kan? Mereka yang anak kembar... kembarannya Okta.
Setelah makan, dan mengobrol-ngobrol dengan teman-temannya Diva, kami kembali kekelas.
"Kamu ko dari tadi kebanyakan diem aja sih? " Kata Diva.
"Malu kan gue Div, gue kan gapernah gitu nimbrung sama orang-orang banyak yang belum pernah ngobrol sama gue hehe maaf ya" Kataku.
"Alahh masih aja jaim" Kata Diva sambil mencubit pinggangku.
"Ehh sakit Div..." Kataku.
"Lagian ngeselin wlee" Kata Diva.
"Nanti pulangnya gue tunggu diparkiran ya" Kataku.
"Oke siap Tuan!!!" Kata Diva.
Lalu Diva masuk kekelasnya, dan aku kembali ke kelasku dan kembali belajar.
Saat pulang sekolah aku langsung mengabari Diva, kalau aku sudah diparkiran.
Tak lama Diva datang.
"Nih minum" Kata Diva sambil memberikan es teh.
"Dari kantin?" Kataku.
"Iyaa.. tadi aku pelajaran terakhir gurunya gak masuk, jadi aku kekantin"
"Tadi aku panggilin juga" Kata Diva.
"Lah emang iya? Gak lihat hehe" Kataku.
"Makannya kalau jalan liat sekeliling" Kata Diva.
"Ah males, nanti ada yang naksir lagi pas diliatin" Kataku.
"Emang berani haha?" Kata Diva.
"Enggak sih hehe" Kataku.
"Eh kerumah kamu dulu yuk, pengen ketemu Bunda hehe" Kata Diva.
"Ahh bilang aja pengen lama-lama sama gue kan yaaa?" Kataku sambil meledek.
"Wooo ge'er" Kata Diva.
Lalu kami menuju kerumahku.
Sesampainya dirumah, Diva langsung masuk kerumah. Buset deh ini anak dikira ini rumah sendiri apa yak.
"Dih main nyelonong aja, gak nungguin" Kataku ketika berada didapur.
"Males ah, nungguin kamu mah lama" Kata Diva.
Lalu aku masuk kekamar untuk mengganti pakaian, ku tinggalkan Diva dengan Bunda, entah mereka sibuk ngapain...kalau Sherin belum pulang.
Kekita sedang asik dikamar sambil mendengarkan musik diipod ku, tiba-tiba Diva masuk kekamarku.
"Oh disini toh dari tadi" Kataku.
"Hah?" Kataku sambil membuka headset.
"Au ah" Kata Diva.
"Wah udah persiapan sih, bawa baju ganti segala ahah" Kataku.
"Iyaa donggg harus hehe" Kata Diva.
"Eh nyanyi dong sambil main gitar, udah lama gak liat kamu main gitar"
"Aku liatnya sekali doang waktu pensi diSMP hehe" Kata Diva.
"Mau nanyi apa?" Kataku sambil mengambil gitar.
"Terserah..." Kata Diva.
"Jreng..jreng.." Aku mulai memainkan gitarku.
"Saturday morning jumped out of bed and put on my best suit..
Got in my car and raced like a jet, all the way to you...
Knocked on your door with heart in my hand...
To ask you a question...
'Cause I know that you're an old-fashioned man, yeah, yeah"
Quote:
Lalu kami bernyanyi sambil menggoyangkan badan mengikuti irama, karena memang ini lagu enak banget buat goyang-goyang santai hehe. Dan ditambah suaranya Diva, sumpah suaranya Diva bagus.
Diubah oleh andmse 27-03-2019 02:00
0