Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
94
Lapor Hansip
01-03-2019 10:19

[TAMAT] GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Quote:
SETIAP EPISODE ADA DI SINI


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

DESKRIPSI

JANGAN LUPA RATE DAN KOMENNYA YA AGAN-AGAN SEKALIAN. emoticon-Keep Posting Gan PLEASE YOU SHARE AND ENJOY FOR MY HORROR STORY

Untuk Reader yang budiman dimohon pengertiannya untuk tidak menyalin/mengcopy cerita ini tanpa ijin dari author karena menulis itu butuh perjuangan maka hargailah setiap karya orang dengan menjadi reader yang baik dan benar xDemoticon-Cendol Ganemoticon-Keep Posting Gan emoticon-Cendol Gan

Quote:
INDEX


Klik here!


Quote:
Spin-off Gerbang Iblis Cek DISINI


THANKS FOR READING!



GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
Quote:
Bagi yang ingin membaca versi wattpad silahkan klik DISINI

THANK YOUemoticon-I Love Kaskus

emoticon-Rate 5 Star Klik subscribe juga untuk mengikuti perkembangan setiap episode oke!
Diubah oleh robbyrhy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anggaava18 dan 22 lainnya memberi reputasi
23
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
01-03-2019 10:24

EPISODE 1

EPISODE 1(AWAL MULA)


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Quote:12, April 2005


“Maya”

Terdengar suara teriakan mbak Anni dari kejauhan.


“Iya mbak anni ada apa?” Tanya Maya sambil menengok ke arahnya.


Mbak anni segera bergegas menghampiri maya.


“Aduh, neng maya jalannya cepat sekali.” Ujar mbak anni sambil memegang pundak maya.


“Oh, maaf mbak soalnya ini mau buru-buru masak buat suami.” Jawab maya sambil sedikit tersenyum.


“Emangnya suami mbak maya kerja? perasaan saya sering lihat suami mbak suka duduk di depan teras deh.” Tanya mbak anni membingungungkan.


“Iya mbak, suami saya kerjanya kalau ada panggilan aja soalnya suami saya kan seorang peruqyah mbak.” Jelasnya.


“Ohh gitu ya, Ruqyah itu yang ngobatin orang kena guna-guna, santet dan semacamnya kan mbak?”


Karena terlalu banyak bertanya Maya tidak menggubris pertanyaan mbak anni yang terakhir menurutnya pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya akan membuang-buang waktunya saja jika harus menjawab hal-hal yang seperti itu.


“Hmm, maaf ya mbak Anni saya harus buru-buru sambung lain waktu aja ya ngobrolnya, permisi.” Ujar maya sambil mempercepat langkahnya.


***



Sesampainya di rumah maya langsung menuju ke dapur untuk memasak semua belanjaan yang telah ia beli di warung sayur tadi. saat melewati pintu kamarnya, maya melihat sang suami, Zaki telah bersiap-siap untuk berangkat.


“Mas Zaki, mas gak mau nunggu maya masak dulu?” tanya Maya dari balik pintu kamarnya.


“Kayaknya gak sempet deh may, soalnya abang sudah di tunggu sama temen abang nih. udah sms mulu dari tadi subuh.” Jawab Zaki sambil menaruh kopiayah di kepalanya.


“Sebenernya maya kawatir sama abang, kenapa abang masih harus bekerja jadi peruqyah gini bang? kan masih banyak pekerjaan lain yang lebih baik lagi dan tidak membahayakan diri abang?”

Ujar maya kembali.

Kali ini wajah maya terlihat sendu, mungkin karena dirinya akan di tinggal suami dengan waktu yang tidak di tentukan. lagi pula pekerjaan semacam ini memang sangat membahayakan karena, dia tidak berurusan dengan manusia lagi tapi dengan bangsa jin dan seitan.


“Kamu harus tenang ya may, banyak-banyak sholat dan berdoa buat abang. itu semua bakal bikin hati kamu tenang may” Tegas zaki sambil memeluk istrinya yang sedari tadi telah bersandar di bahunya.


“Maya pasti doakan abang selalu di setiap sholat maya agar allah selalu melancarkan langkah dan  perjalanan bang zaki nanti.”


“Iya abang paham dan itu sudah kewajiban istri kan? mendoakan suaminya yang sedang mencari nafkah ini” Zaki tersenyum tatkala istrinya merestui setiap langkahnya. dia tahu memang pekerjaan semacam ini sangat membahayakan untuknya namun karena demi keluarga zaki rela melakukan apapun untuk menghidupi keluarga kecilnya.


“Oh iya, tadi abang sudah telepon ibu untuk datang kerumah buat ngejagain kamu may.” Ujar zaki sambil merapihkan baju-bajunya dan memasukannya ke dalam tas yang cukup besar.


“Kamu masak saja sekarang may, agar nanti pas ibu datang kalian sudah bisa makan bersama. oh iya jangan lupa untuk selalu menutup semua pintu dan jendela sebelum maghrib ya.” Tambahnya.


Maya hanya mengangguk, dirinya memang istri yang patuh pada suaminya maka dari itulah Zaki begitu mencintainya. Zaki pun pamit kepada maya dia tak lupa untuk selalu mencium kening istrinya sebelum pergi kemanapun. Mayapun membalasnya dengan mencim tangan Zaki, suaminya.


Zakipun keluar dari rumahnya dan menghidupkan motornya.


“Hati-Hati ya bang.” teriak maya.


Zaki membalasnya dengan senyuman dan “Assalamualaikum”


Maya tersenyum haru dirinyapun membalas pelan salam suaminya.



***



Zakipun mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan tak sadar jikalau temannya terus menelpon dirinya. sesampainya di rumah temannya zaki pun langsung di sambut dengan wajah tegang keluarga mereka.


“Pak ustad, tolong selamatkan istri saya ya.” Ujar seorang lelaki yang dipikir-pikir sepertinya adalah seorang suami dari wanita yang akan di ruqyahnya.


“iya pak, iya tenang ya.” Jawab Zaki menenangkan pria tersebut.


“dimana malik?” tanya zaki kepada orang-orang di sekitar situ.


“Malik ada di dalam pak ustad” Jawab seseorang dari mereka.


Zakipun langsung masuk ke dalam untuk menemui malik, temannya yang telah menghubunginya.


Sesampainya di dalam.


“Zaki” Teriak malik.


Zaki mengangguk. “Dimana orangnya?” tanyanya.


“Di dalam sini” ujar malik sambil menunjukan pintu yang di tutup rapat dan di tempel oleh ayat-ayat alquran.


Mata malik terheran jantungnya berdetak kencang.

“Apa kau siap?” tanya malik memastikan.


“Insyaallah” Jawabnya.


Zakipun membuka sedikit demi sedikit pintu tersebut.

“Ngiik” “Ngikk”


“Dengan menyebut nama allah yang maha kuasa lagi mengendalikan seluruh alam aku berlindung dari segala jenis jin, seitan, dan semua pengikutnya.” ucap zaki di dalam hatinya sebelum dia membuka pintu tersebut dengan lebar.

saat zaki membuka pintu tersebut tiba-tiba wanita tersebut berteriak.


“MAKANANKU MATILAH KAU MANUSIA MUNAFIK”

Teriakan tersebut sangat kencang sampai mengagetkan Zaki dan membuat kaca-kaca jendela di sekelilingnya pecah.


“Astagfirullahaladzim” Teriak zaki sambil mengaharkan tangannya ke arah mukanya.

Zaki seperti sedang menahan dorongan yang begitu kuat, ia paham bahwa energi yang di hasilkan dari teriakan jin tersebut membuatnya seolah terdorong.


“Zaki, apa kau yakin bisa melakukannya?” tanya malik memastikan.


Zaki terdiam, dia menurunkan tangannya dari wajahnya, mengangkat wajahnya dan melihat ke arah wanita tersebut.


“Ya Allah” Terkejutnya Zaki.


Malikpun keheranan, ia pun kembali bertanya hal yang sama kepadanya.


“Jin apa yang sudah memasuki dirinya, aku tidak paham kenapa wajahnya bisa menjadi seburuk itu.” Tanya zaki.


Malikpun menjawab “Aku tidak paham ki, menurutku adikku telah disihir oleh seseorang yang tidak suka dengannya.


Zakipun memperhatikan wajah adik malik.

Wajahnya begitu menyeramkan, baretan-baretan pisau yang sepertinya ia lakukan pada dirinya sendiri, kantung matanya yang berwarna ungu, bajunya yang di lumuri darah yang sangat kental, serta lidahnya yang menjulur bak anjing membuat nyali zaki sedikit down.


“Aku bisa mengeluarkan jin tersebut atas ijin Allah, tapi aku tak yakin bisa menyelamatkan adikmu malik.” Tegas Zaki.


“Maksudmu? Adikku akan mati?” tanya zaki.


Zakipun menjelaskan “Melihat kondisinya, ia bisa bertahan karena jin yang ada di dalam tubuhnya jadi, jin tersebut menjadikan tubuh adikmu sebagai rumahnya yang sebenarnya adikmu sudah mati saat jin ini masuk ke dalam tubuhnya dan melukai bagain-bagian tubuh adikmu dengan perlahan”


malik terlihat begitu stress dan depresi dengan semua ini. tangannya pun mengacak-acak rambunya sambil berteriak tak karuan.


“Malik! tenangkan dirimu” Ucap Zaki dengan nada yang keras di akhir kalimatnya.


“lakukan-lakukan sebisamu, mau adikku mati aku tidak peduli aku sungguh pusing saat ini.” malik terus-merus teriak dia sudah tidak bisa lagi mengendalikan tubuhnya.


Sementara itu adik malik yang masih di rantai dan berada di atas kasur terus membrontak dan berteriak.

“Wahai manusia munafik akankah kau bisa melawanku? kau bukan utusan allah kau tak akan bisa melepaskanku dari tubuh gadis ini”


Situasi yang terus memanas membuat zaki kewalahan menghadapi suara bising di antara keduanya ia pun meminta bantuan kepada keluarga malik di luar.


“Brag”

Zaki pun menutup pintu dimana adiknya malik di kurung.


dia bergegas keluar rumah.

“Siapapun disana bantu aku menenangkan malik” Teriak zaki.


dengan sigap 3 orang dari keluarga malik menghampiri zaki.

“ada apa pak ustad, apakah semua baik-baik saja?” tanya seorang lelaki gemuk kepadanya.


“semua akan baik-baik saja sekarang kamu tolong bawa malik sepertinya dia mengalami depresi yang hebat tolong kalian tenang kan dia, dan salah satu dari kalian bantu aku untuk meruqyah.” Tegas zaki dengan nafas yang terlihat ngos-ngosan itu.


“Baik pak ustad” Jawab ketiga orang tersebut.


Zaki pun masuk ke dalam rumahnya lagi. 2 orang dari mereka pergi keluar lagi untuk menenangkan malik sementara pria gemuk yang tadi bertanya kepada zaki ikut dengan zaki untuk membantu proses ruqyah di dalam kamarnya.


“Kamu, tolong nanti saat saya sedang melakukan ruqyah jangan berhenti untuk membaca ayat-ayat alquran yang kamu hafal karena, ini buka hal yang mudah untuk di lakukan sedikit saja kamu lengah jin tersebut bisa saja masuk ke dalam tubuhmu ini bahaya, bahkan kamu bisa menjadi target selanjutnya jika kamu lengah, ingat pesan saya.” Tegas Zaki kepada pria gemuk itu.


Pria tersebut hanya mengangguk dan berjalan di belakang zaki. Zaki menengok ke belakang sambil memegang gagang pintu kamar adik malik berada.


“Apa kamu siap”


ia hanya mengangguk yang mengartikan bahwa dirinya telah siap siaga. belum sempat zaki memutar gagang pintu jin yang berada di dalam tubuh adiknya malik tersebut langsung berteriak.


“Manusia munafikkk, jangankan kau membawa agama allah seorang ustad sepertimu tak akan bisa melawanku!!!”


Teriakan tersebut menyebabkan gemuruh yang begitu besar di sekelilingnya energi negatif yang di pancarkan membuat takanan keras ka arah pintu sehingga menyebabkan pintu tersebut hancur dan membuat Zaki serta Pria gemuk tersebut terpental. mereka berdua berusaha bangun dan membersihkan tubuh mereka dari tumpukan kayu bekas pintu yang hancur tersebut.


Suasana siang itu sangatlah mendung sehingga langit di luar terlihat begitu gelap.


“Allahukabar” Ucap Zaki.


Pria gemuk yang bersama zaki terlihat tergeletak di sampingnya sepertinya dia pingsan akibat dorongan kecang td.


Karena pintu kamar adik malik sudah jebol Zaki bisa melihat tempat tidur yang di duduki oleh adiknya zaki tersebut. namun saat itu adiknya zaki telah hilang dari tempat tidurnya. wajah zaki semakin tegang setelah mengetahui rantai yang di pakai untuk mengikatnya hancur.


“Ya allah lindungilah aku dari segala jenis sihir dan kekuatan yang bukan dari engkau jagalah diriku sesungguhnya aku berlindung kepadamu ya allah tuhan yang maha kuasa.” Ucap zaki dalam hati.


tiba-tiba terdengar suara desisan seperti desisan ular di sekelilingnya. Zakipun mencari asal suara tersebut tanpa di sadari tiba-tiba adik perempun malik melompat dari balik tembok kamarnya menuju ke arah zaki dan..


braggg


Zaki yang sedang duduk langsung tergeletak kembali dan adik malik pun langsung menduduki badannya. “ini saatnya” ucapnya dalam hati. dengan sigap zaki langsung menaruh tangannya ke arah wajah wanita itu dan membacakan ayat-ayat alquran yang di khususkan untuk meruqyah seseorang. wanita itu kesakitan jin yang berada di dalam tubuh wanita tersebut pun berusaha untuk melukai zaki dengan mengandalkan tubuh adiknya malik ia berusaha mencabik-cabik wajah zaki. saat itu terlihat kukunya yang sudah tak terurus begitu panjang dan kasar dan benar saja salah satu kuku dari jarinya tersebut hasilnya menggores wajah zaki, goresan itu begitu panjang darah segar keluar dari wajah zaki. sebelum jin tersebut semakin melukainya zakipun berusaha mendorong kepala wanita itu dengan tidak lupa untuk terus melafadzkan ayat-ayat suci al-quran.


“Alllahhuakbar” Kalimat terakhir zaki sambil menurunkan tangannya dari kepala wanita tersebut.


“brag”


wanita tersebut pun langsung terjatuh dan tergeletak di samping zaki sementara badannya masih menindihi zaki. ia pun bergegas menyingkinkan adik malik tersebut dari badannya.


“Inalilahi wainailaiihirojiun” Ucap malik sambil mengusap wajah adik malik yang sudah meninggal dunia. karena ini adalah resikonya, dimana jin tersebut keluar dimana juga seseorang itu meninggal.


Jakipun membangunkan badannya dan berdiri setelah itu berjalan keluar sementara pria gemuk tersebut masih pingsan di dalam sana.


“Malik” Ucap zaki


“Ya allah pak ustad.” Jawab 2 orang yang sedang menjaga malik. disitu malik masih terlihat tidak sadarkan diri.


“Bagaimana sekarang?” tanya 2 orang tersebut yang ternyata adalah kaka dan adik malik. kakanya bernama Adi dan adiknya bernama dafid.


“Semua telah selesai proses ruqyah berhasil namun, seperti yang sudah ku bilang dari awal adikmu tidak bisa di selamatkan.” Jawab Zaki dengan wajah yang terlihat kusut dan goresan kuku yang masih terlihat jelas di wajahnya.


“Maksud pak ustad adikku Sisil meninggal?” Tanya Adi





BERSAMBUNG….
Jangan LUPA NINGGALIN KOMEN YAAA BAIR AKU RAJIN UPDATE.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anggaava18 dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cerpen-pesan-di-atas-nisan
Stories from the Heart
salam-dari-surga
Stories from the Heart
jerat-iblis-cerbung
Stories from the Heart
nyawa-untuk-sebuah-cinta
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia