- Beranda
- Stories from the Heart
Warna Luka
...
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:
Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...
Spoiler for Prolog:
Index Part:
Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.8K
121
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
andmse
#1
Part 1
Ini adalah kisahku sewaktu SMP dan berjalan seiring waktu, hingga detik ini aku menulis.
Pagi itu didepan rumahku seperti ada yang sedang pindahan rumah. Aku yang dari tadi duduk dikursi kesayangan yang memang ku taruh diteras rumah untuk bersantai dan berhayal atau sekedar bernyanyi sambil bermain gitar, ya walaupun aku gak bisa nyanyi dengan suara yang bagus layaknya penyanyi sungguhan, sambil memakan pisang goreng buatan bunda tercinta, beserta teh hangat. Itu adalah suatu kombinasi hidangan yang aku sangat suka untuk pagi hari, karena aku suka sekali pisang goreng atau kripik pisang.
Kulihat ada seorang anak laki-laki yang turun dari mobil, berkulit putih bersih dan tingginya hampir sama sepertiku. Lalu dia melihat ke arahku lalu tersenyum.
"De... tolong bantu bunda bikin kue dong," Itu suara bundaku dari dalam. Ia menyuruhku untuk membuat kue karena bunda suka sekali makan kue, bahkan hanya untuk dimakan sendiri tanpa berbagi dengan anaknya.
Tapi dalam hati aku berpikir, "hmm kan gue gak bisa bikin kue..." Lalu aku langsung menuju dapur menghampiri bunda. "Bun... kan aku gak bisa bikin kue, kan biasanya juga bunda bikin kue sama Sherin" Kataku.
"Kan kakakmu lagi gak ada, lagi pergi dia sama temen-temennya" Jawab bunda.
"Lah si Sherin pagi-pagi gini udah ngelayab aja" Kataku.
"Biasalah... main sama temen-temen barunya" Jawab bunda.
Oh iya sedikit cerita tentang si Sherin ini. Namanya Sherin Alifa, dia adalah kakak perempuanku yang umurnya beda dua tahun. Aku memang suka berantem kerjaannya, ya layaknya kakak adik yang umurnya gak jauh beda. Dan ditambah Sherin ini anaknya petakilan dan cerewet. Sekarang Sherin baru masuk SMA makannya gak heran dia pagi-pagi begini dia udah pergi main sama temen-temenn barunya.
"De, kamu udah tau belum kita punya tetangga baru didepan?" Tanya bunda.
"Tau kok bun, kan aku tadi duduk didepan teras. Terus tadi ada anak cowok, mungkin anaknya kali ya" Jawabku.
"Terus gimana?" Tanya bunda.
"Ya dia tadi liat aku terus langsung senyum gitu, baik kayaknya bun orangnya ramah" Jawabku.
"Iya, mudah-mudahan ramah ya de, biar kita bisa punya teman baru biar kayak punya keluarga baru" Jawab bunda.
Bunda memang orangnya ramah, cerewet dan gampang bergaul gak jauh beda sama Sherin. Bahkan kalau ada temanku atau temannya Sherin lagi pada main kerumah, bunda suka ikutan nimbrung ngobrol-ngobrol udah kayak yang seumuran aja.
"Bun, aku kedepan dulu ya beresin yang tadi aku makan" Lalu aku langsung berjalan kedepan. Waktu aku lagi beres-beres sisa makanan yang tadi aku makan diteras, aku lihat kerumah yang berada didepan rumahku, rumah yang tadi baru pindahan. Rumah itu sudah tak begitu seramai tadi, mungkin barang-barangnya sudah selesai diantar semua.
Tiba-tiba bunda datang. "De... tolong beliin Baking Powder diMini Market ya" .
"Hah? apaan tuh bun? Tanyaku.
"Itu yang buat kue, biar kuenya ngembang" Jawab bunda. "Nih yang bungkusnya kayak gini..." tambahnya lagi.
Lalu aku menuju garasi ngengambil sepeda untuk pergi ke Mini Market, karena terlalu malas kalau jalan kaki. Dan entah kenapa aku ini orangnya pemalu atau apa gitu aku juga gak ngerti kalau bertemu orang asing atau orang yang gak akrab.
Tak lama aku sampai di Mini Market, karena memang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah. Setelah kuparkirkan sepeda aku langsung masuk kedalam mencari pesanan bunda.
Gak lama aku selesai membelinya, aku langsung menuju sepedaku. Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang mulai tak asing wajahnya. Yap dia adalah tetangga baruku yang didepan rumah, dia ke Mini Market menggunakan sepeda yang ukurannya bukan untuk ukuran anak seumuran dia, mungkin milik kakaknya atau milik orang tuanya.
Lalu dia menghampiriku. "Alfy.." Katanya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Lalu langsung ku balas juga sambutan tangannya. "Warna..." Jawabku.
"Warna?" Dia berkata seperti itu dengan raut wajah yang kebingungan. Mungkin aneh kali ya mendengar namaku. "Serius nama lo Warna?" Tanyanya lagi.
"Iya serius nama gue Warna" Jawabku.
"Oh iya nanti habis dari sini gue main ya kerumah lo, boleh gak?" Tanya Alfy.
"Wah boleh dong... yaudah nanti lo samper aja ya, ini gue lagi buru-buru soalnya ini ditungguin pesenan nyokap gue" Jawabku sambil bersiap untuk pulang kerumah.
"Oh oke deh... hati-hati" Jawabnya.
Aku hanya senyum dan langsung mengayung sepeda untuk kembali kerumah.
Ini adalah kisahku sewaktu SMP dan berjalan seiring waktu, hingga detik ini aku menulis.
Pagi itu didepan rumahku seperti ada yang sedang pindahan rumah. Aku yang dari tadi duduk dikursi kesayangan yang memang ku taruh diteras rumah untuk bersantai dan berhayal atau sekedar bernyanyi sambil bermain gitar, ya walaupun aku gak bisa nyanyi dengan suara yang bagus layaknya penyanyi sungguhan, sambil memakan pisang goreng buatan bunda tercinta, beserta teh hangat. Itu adalah suatu kombinasi hidangan yang aku sangat suka untuk pagi hari, karena aku suka sekali pisang goreng atau kripik pisang.
Kulihat ada seorang anak laki-laki yang turun dari mobil, berkulit putih bersih dan tingginya hampir sama sepertiku. Lalu dia melihat ke arahku lalu tersenyum.
"De... tolong bantu bunda bikin kue dong," Itu suara bundaku dari dalam. Ia menyuruhku untuk membuat kue karena bunda suka sekali makan kue, bahkan hanya untuk dimakan sendiri tanpa berbagi dengan anaknya.
Tapi dalam hati aku berpikir, "hmm kan gue gak bisa bikin kue..." Lalu aku langsung menuju dapur menghampiri bunda. "Bun... kan aku gak bisa bikin kue, kan biasanya juga bunda bikin kue sama Sherin" Kataku.
"Kan kakakmu lagi gak ada, lagi pergi dia sama temen-temennya" Jawab bunda.
"Lah si Sherin pagi-pagi gini udah ngelayab aja" Kataku.
"Biasalah... main sama temen-temen barunya" Jawab bunda.
Oh iya sedikit cerita tentang si Sherin ini. Namanya Sherin Alifa, dia adalah kakak perempuanku yang umurnya beda dua tahun. Aku memang suka berantem kerjaannya, ya layaknya kakak adik yang umurnya gak jauh beda. Dan ditambah Sherin ini anaknya petakilan dan cerewet. Sekarang Sherin baru masuk SMA makannya gak heran dia pagi-pagi begini dia udah pergi main sama temen-temenn barunya.
"De, kamu udah tau belum kita punya tetangga baru didepan?" Tanya bunda.
"Tau kok bun, kan aku tadi duduk didepan teras. Terus tadi ada anak cowok, mungkin anaknya kali ya" Jawabku.
"Terus gimana?" Tanya bunda.
"Ya dia tadi liat aku terus langsung senyum gitu, baik kayaknya bun orangnya ramah" Jawabku.
"Iya, mudah-mudahan ramah ya de, biar kita bisa punya teman baru biar kayak punya keluarga baru" Jawab bunda.
Bunda memang orangnya ramah, cerewet dan gampang bergaul gak jauh beda sama Sherin. Bahkan kalau ada temanku atau temannya Sherin lagi pada main kerumah, bunda suka ikutan nimbrung ngobrol-ngobrol udah kayak yang seumuran aja.
"Bun, aku kedepan dulu ya beresin yang tadi aku makan" Lalu aku langsung berjalan kedepan. Waktu aku lagi beres-beres sisa makanan yang tadi aku makan diteras, aku lihat kerumah yang berada didepan rumahku, rumah yang tadi baru pindahan. Rumah itu sudah tak begitu seramai tadi, mungkin barang-barangnya sudah selesai diantar semua.
Tiba-tiba bunda datang. "De... tolong beliin Baking Powder diMini Market ya" .
"Hah? apaan tuh bun? Tanyaku.
"Itu yang buat kue, biar kuenya ngembang" Jawab bunda. "Nih yang bungkusnya kayak gini..." tambahnya lagi.
Lalu aku menuju garasi ngengambil sepeda untuk pergi ke Mini Market, karena terlalu malas kalau jalan kaki. Dan entah kenapa aku ini orangnya pemalu atau apa gitu aku juga gak ngerti kalau bertemu orang asing atau orang yang gak akrab.
Tak lama aku sampai di Mini Market, karena memang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah. Setelah kuparkirkan sepeda aku langsung masuk kedalam mencari pesanan bunda.
Gak lama aku selesai membelinya, aku langsung menuju sepedaku. Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang mulai tak asing wajahnya. Yap dia adalah tetangga baruku yang didepan rumah, dia ke Mini Market menggunakan sepeda yang ukurannya bukan untuk ukuran anak seumuran dia, mungkin milik kakaknya atau milik orang tuanya.
Lalu dia menghampiriku. "Alfy.." Katanya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Lalu langsung ku balas juga sambutan tangannya. "Warna..." Jawabku.
"Warna?" Dia berkata seperti itu dengan raut wajah yang kebingungan. Mungkin aneh kali ya mendengar namaku. "Serius nama lo Warna?" Tanyanya lagi.
"Iya serius nama gue Warna" Jawabku.
"Oh iya nanti habis dari sini gue main ya kerumah lo, boleh gak?" Tanya Alfy.
"Wah boleh dong... yaudah nanti lo samper aja ya, ini gue lagi buru-buru soalnya ini ditungguin pesenan nyokap gue" Jawabku sambil bersiap untuk pulang kerumah.
"Oh oke deh... hati-hati" Jawabnya.
Aku hanya senyum dan langsung mengayung sepeda untuk kembali kerumah.
Diubah oleh andmse 26-02-2019 20:23
aaaaaisyah dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Tutup