News
Batal
KATEGORI
link has been copied
168
Lapor Hansip
25-01-2019 10:30

Imigran Palestina yg Diusir Ngaku Tinggal di Tenda, Ternyata Ada Rumah & Punya Mobil

Imigran Palestina yg Diusir Ngaku Tinggal di Tenda, Ternyata Ada Rumah & Punya Mobil

Keluarga imigran asal Palestina marah terhadap Pemkab Bogor yang mengklaim tidak adil ke mereka, lantaran dilarang berjualan kopi di area Jalan Lingkar Stadion Pakansari.

Diketahui, kepala keluarga itu bernama Omar, yang sudah ada di Cibinong sejak Agustus 2018. Mereka berasal dari Kota Al-Khalil atau Hebron, yang berlokasi 30 kilometer dari selatan Kota Yerusalem.

Dari keluarga Omar, putrinya yang bernama Fatimah paling vokal kepada petugas, soal larangan berjualan di sekitaran Stadion Pakansari. Gadis berusian 13 tahun itu memang cukup fasih berbahasa Indonesia.

“Dengar ya, kemari kita diusir sama polisi yang lain dagang kaga diapa-apain. Kalau misalkan mereka dagang kita ikut,” ujar Fatimah saat keluarga itu akan dievakuasi oleh petugas gabungan dari Perumahan Green Pattio, Cibinong, Rabu (23/01/2019).

Fatimah mengatakan kepada petugas jika aturan pemerintah harus Adil. Karena menurutnya, setiap akhir pekan masih banyak yang berjualan di areal Stadion Pakansari.

“Jadi kita juga akan jualan. Kami tidak punya apa-apa di Palestina,” tegasnya.

Evakuasi dilakukan tim gabungan Satpol PP, Dinas Sosial, Kantor Imigrasi Bogor, UNHCR dan International Networking for Humanitarian (INH).

Kepala Bidang Penegakkan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menjelaskan, evakuasi terhadap keluarga yang beranggotakan ayah, ibu dan tiga anak ini karena warga Perumahan Green Pattio merasa resah.

“Mereka suka buat gaduh. Jadi warga melapor ke kami. Makanya mau dipindah ke tempat lain,” katanya.

Soal larangan berjualan, kata dia, areal Stadion Pakansari merupakan zona merah PKL.
“Larangan itu berlaku untuk semua. Nanti dicarikan sama dinas sosial lokasi berdagangnya. Mungkin bisa ditempakan di halaman ritel mini market,” kata Agus.

Rupanya, keluarga Omar ini bukanya terlunta-lunta di Indonesia. Meski berjualan menggunakan atap terpal, mereka telah disediakan tempat tinggal oleh INH sejak Agustus 2018.

Biaya kontrak rumah pun tidak murah. Untuk setahun INH mengeluarkan Rp27 juta. Belum termasuk kebutuhan harian Omar, istri dan tiga anaknya.

“Ngakunya tinggal di dalam tenda. Padahal sejak Agustus 2018 mereka kami tanggung biaya hidupnya. Kami juga peringatan supaya tidak meminta sumbangan. Terlebih mereka tinggal di rumah yang sanga layak dan punya mobil,” kata Ketua INH Lukman Nulhakim.

“Keluarga Omar ini ngakunya tinggal di dalam tenda padahal sejak bulan Agustus tahun 2018 mereka kami tanggung biaya ngontrak rumah dan juga biaya hidup lainnya,” jelasnya.

“Hari ini kami juga peringatkan mereka agar tidak meminta sumbangan karena mereka tinggal di rumah yang sangat layak apalagi Omar sekarang sudah memiliki kendaraan roda empat,” lanjut Lukman.

Sumber
10
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Imigran Palestina yg Diusir Ngaku Tinggal di Tenda, Ternyata Ada Rumah & Punya Mobil
25-01-2019 11:00
Quote:Original Posted By Arman.Jagau
idaman para nasbung

Imigran Palestina yg Diusir Ngaku Tinggal di Tenda, Ternyata Ada Rumah & Punya Mobil


dan nasbung selalu ngatain kalau si tsamara itu pantatnya item emoticon-Ngakak
3 0
3
profile picture
kaskuser
25-01-2019 11:06
emang iya gan?
0
Memuat data ...
1 - 1 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia