- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
...
TS
Martincorp
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2019/01/24/3613068_20190124123251.png)
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2020/01/09/3613068_20200109122459.jpg)
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2020/01/09/3613068_20200109122545.jpg)
Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi.
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:
Spoiler for INDEX:
Spoiler for Penampakan:
Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya

.
Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2018/11/13/3613068_20181113090613.jpg)
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2018/11/13/3613068_20181113090621.jpg)
Akhirnya kisah ini selesai dengan meninggalkan banyak misteri yang belum terkuak, untuk itu nantikan kisah selanjutnya di novel lanjutan cerita ini
Spoiler for Sudah Terbit:
Follow Instagram Martincorp_Official di : Martincorp69
Kunjungi juga Wattpad ane di Link : PACARKU KUNTILANAK
Polling
0 suara
Siapakh Karakter Favorit Agan ?
Diubah oleh Martincorp 09-01-2020 12:25
exlusive2 dan 261 lainnya memberi reputasi
248
594.4K
2.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Martincorp
#795
BAGIAN 45
PENDINGINAN
PENDINGINAN
Guntur bergemuruh kencang hingga mhemhekakkan telinga mengiringi suara tawa jahat Bi Asih yang berhasil dengan mudah mengalahkan Hayati dan Cascade. Asnawi seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Hayati dan Cascade terlihat sangat mengenaskan, dengan luka yang cukup parah ditambah rasa horni yang menjadi jadi akibat serangan pamungkas Bi Asih. Asnawi sangat merasa kasihan dengan keduanya. Bi Asih kemudian pergi ke dapur untuk mengambil peralatan p3k untuk menololng mereka berdua sambil menelepon dr. Michael untuk segera datang. dr Michael adalah dokter pribadi keluarga Mommy Cascade, dia selalu siap siaga 24 jam apabila dibutuhkan.
Asnawi mulai keluar dari persembunyiannya dan berjalan perlahan menuju Hayati dan Cascade yang terbaring lemah di lantai. Asnawi merasa sangat iba dengan keduanya, dia kemudian berjongkok medekati mereka.
“kalian nggak kenapa-napa?....kondisi kali parah banget?”
Tiba tiba Hayati bergerak dan memegang kaki Asnawi, begitu juga Cascade yang melakukan hal sama. Posisi Asnawi berada diantara mereka berdua.
“mas..ku...tolong aku mas..hiks..hiks...aku nggak kuat menahan gejolak ini mas.....pengeen mas” kata Hayati yang memelas.
“honey...honey....please fuck me hard honey!!....I’m suffering honey.....help me..!” kata Cascade yang juga memelas ditambah tangannya yang grepe-grepe paha Asnawi.
Asnawi mendadak panik melihat gelagat mereka berdua yang memelas dengan wajah horninya. Dia langsung kembali berdiri dan berusaha kabur, namun Hayati dan Cascade dengan cepat memegangi kakinya, sehingga Asnawi tidak bisa bergerak. Seakan tidak menghiraukan rasa sakit akibat luka-luka bekas pertarungan, Hayati dan Cascade berusaha menarik Asnawi untuk berbaring di samping mereka. Asnawi mulai berontak dengan aksi mereka, dia berusaha melepaskan pegangan erat tangan meraka terhadap kakinya. Karena Asnawi kalah jumlah, akhirnya Asnawi pun terjatuh dengan posisi telungkup. Hayati dan Cascade mulai bergerak merangkak seperti kucing yang kebelet kimpoi menggerayangi bagian bawah Asnawi. Tangan-tangan nakal mereka mulai menarik narik celana Asnawi agar melorot. Asnawi dengan sekuat tenaga mempertahankan celana nya agar tidak melorot, namun karena kekuatan dua cewek itu yang terlalu mengerikan akhirnya celana Asnawi melorot juga. Ketika celana nya melorot dan hanya meninggalkan kolor yang masih menutupi bagian bawah Asnawi, dia langsung loncat dan kembali berdiri, setelah itu Asnawi belari kencang menuju dapur sambil teriak meminta tolong kepada Bi Asih.
“Bi.....tolongin aku Bi...!!....aku mau dirudapaksa sama mereka berdua”
“ada apa den.....? kok teriak-teriak?iiiihhh!!... Kenapa aden cuman pake kolor doang?”
“itu...itu..Bi, mereka bredua pada nafsu liat aku, mereka kaya yang horni gitu”
“ ooh..hahahahahahaha....maafin Bibi yah den itu efek dari jurus pamungkas Bibi tadi..hehe.. sekarang Bibi siapin penangkalnya yah, aden siapin p3k yah buat mereka!”
“siyap Bi......gimana caranya Bibi menghentikan para cewek yang horni”
“gampang den, liat aja deh...”
Bi Asih kemudian membawa sebuah ember ke atas meja dapur, dia kemudian memasukan es balok yang yang cukup banyak dari kulkas dan mengisi ember itu dengan air. Tak lama berselang Hayati dan Cascade berjalan sempoyongan mendekati dapur sambil memanggil nama Asnawi. Asnawi dan Bi Asih kemudian melihat ke arah mereka berdua. Tampak Hayati yang mengendus-endus celana Asnawi dengan penuh birahi dan Cascade yang berusaha merebut celana itu dari Hayati. Mereka berdua tampak seperti zombie yang kehilangan akal. Bi Asih kemudian mendekati mereka berdua sambil membawa ember. Bi Asih kemudian menyiramkan air yang sudah dicampur es itu kepada Hayati dan Cascade secara masif dan simultan. Sontak Hayati dan Cascade langsung bereaksi dan teriak-teriak kedinginan. Akhirnya mereka bedua kembali terduduk dan tenang. Asnawi kembali melongo melihat aksi Bi Asih yang super sakti dengan mengalahkan Hayati yang kini berkoalisi dengan Cascade untuk merudapaksa diriya.
“iyaawww....its cold...hiiihhhhh” teriak Cascade yang kedinginan, sementara Hayati hanya terdiam merasakan dinginnya air es membasahi tubuhnya. Dengan cepat Bi Asih mengambil handuk tebal dan menyelimutkannya kepada mereka berdua.
“adeennnn!!...sini!..keadaan udah aman, cepet tolongin mereka!” perintah Bi Asih yang berusaha menjaga kondisi Hayati dan Cascade agar tetap hangat. Akhirnya Asnawi datang dengan membawa kotak p3k. Dengan perasaan masih was-was Asnawi mendekati mereka. “ayo kita bawa mereka ke ruang keluarga dan tolongin mereka sebelum dokter dateng” kata Bi Asih.
Asnawi berusaha membantu Hayati berdiri dan membopongnya menuju ruang keluarga, sementara Cascade dibantu oleh Bi Asih. Dengan perlahan mereka berjalan menuju ruang keluarga dan akhirnya mereka sampai. Hayati dan Cascade di dudukkan bersebelahan di sebuah sofa yang besar dan empuk. Asnawi kemudian mengosok badan Hayati dengan handuk agar cepat kering. Kemudian dia membuka kotak p3k nya dan mempersiapkan peralatan bedah seperti pisau bedah dan pinset. Asnawi berniat mengeluarkan proyektil peluru terlebih dahulu yang bersarang di dada Hayati. Asnawi juga membersihkan luka sayatan pada tubuh Cascade. Luka yang diderita Cascade tidak kalah parahnya dari luka Hayati, Cascade mendapat luka cakaran di paha, punggung dan perut. Cascade teriak teriak kesakitan ketika Asnawi membersihkan lukanya dengan olesan kapas yang dibasahi alkohol.
Asnawi mulai membedah Hayati, dia sedikit menyayat kulit di sekitar bagian luka bekas tembakannya agar mempermudah pengambilan proyektil peluru. Bi Asih tampak ngeri melihat apa yang dilakukan Asnawi tehadap Hayati, sesekali dia menutup mata sambi teriak ngilu.
“mas....maafin aku yah, tadi udah melorotin celana mas” kata Hayati yang tiba tiba berbicara.
“iya Hayati, gapapa kok... aku ngerti kamu tadi ngalamin efek dari serangan Bi Asih” kata Asnawi yang masih konsentrasi mengeluarkan proyektil peluru.
“mas...aku tadi udah gelap mata dan hampir membunuh Cascade..maafin aku juga yah mas... aku udah khilaaf”
“nggak apa apa Hayati aku juga udah salah, nggak melerai kalian tadi”
Asnawi akhirnya selesai mencabut proyektil peluru ketiga yang bersarang di dada Hayati. Dia kemudian menutup luka itu dengan perban. Hayati memiliki daya regenerasi yang tinggi seperti Wolverine, dia hanya butuh waktu beberapa menit untuk menyembuhkan luka. Asnawi takut Bi Asih curiga dengan kemampuan Hayati seperti itu. Untuk itu, Asnawi menutupnya dengan perban dan meminta kepada Bi Asih untuk tidak menceritakan ke dr. Michael atau kepada Mommy nya Cascade kalau Hayati kena luka tembak karena hal itu akan menyeret Cascade berurusan hukum. Bi Asih pun akhirnya mengerti untuk tidak mengatakannya kepada yang lain.
Akhirnya setelah 15 menit menunggu, dr Michael datang dengan berlari. Dia tidak datang sendiri melainkan bersama dengan Mommy Cascade, seorang pria berbaju gamis dan bersorban yang sepertinya pria itu adalah Syeikh Abdullah dan Syarifah dengan wajah paniknya. Begitu masuk, Mommy Cascade langsung teriak teriak kaget ketika melihat kondisi rumah terutama ruang makan yang berantakan dengan beberapa furnuture yang sudah hancur. dr Michael segera membuka peralatan medisnya dan menolong Cascade yang lukanya sudah dibersihkan Asnawi. Sementara Hayati luka-lukanya sudah kembali pulih, namun ditutupi oleh Asnawi dengan balutan perban. Mommy Cascade terlihat sangat kaget meihat kondisi anaknya yang terluka.
“eleuh-eleuh...Kesih kunaon? Eta awak meuni rujad.....aduh kunaon ieu teh (aduh....Kesih kenapa? Itu badanmu sampe rusak gitu......sebenernya apa sih yang terjadi?)”
“I’m so sorry mom, aku berantem sama Hayati”
“naha bisa gelut jeng si neng Hayati? Keheula...keheula.... kumaha dongengna ieu teh? (kenapa bisa berantem sama si neng Hayati? Tunggu...tunggu.... gimana nih ceritanya?”
“yah gini ceritanya aku berantem sama Hayati soalnya Hayati udah ngebunuh.....” tiba tiba Asnawi memotong pembicaraan Cascade “maksadna mih, Kesih gelut sareng Hayati teh kumargi Kesih teu rido abdi bobogohan sareng Hayati....kitu mih (maksudnya mih, Kesih berantem sama Hayati tuh gara-gara Kesih nggak rela kalau aku sama Hayati pacaran....begitu mih)” kata Asnawi sambil mengedipkan mata kanannya kepada Cascade sebagai kode agar tidak menceritakan hal yang sebenarnya.
“euleuh.....naha atuh ari maneh teh meuni bangor pisan sih (aduh...kenapa kamu tuh nakal banget sih)” Mommy langsung marah besar kepada Cascade dan menjewer kupingya. Cascade teriak kesakitan dan meminta ampun. Setelah puas menjewer, Mommy pun melepas jewerannya dan membiarkan Cascade kesakitan sambil mengusap-usap telinganya. “eta teh anak batur Kesih, maneh rek maehan anak batur? Make bedil nu si daddy deuih...eta lamun kapanggih ku polisi rek kumaha?(Dia itu anak orang Kesih!!, kamu mau ngebunuh anak orang? Mana pake senapan si Daddy lagi...itu kalo ketahuan polisi mau gimana?)”tanya Mommy dengan nada masih marah.
“ya gampang dong mom, kalo ketauan polisi ... ya tinggal telepon aja Kapoldanya, kan dia teman baik Mommy?” kata Cascade dengan entengnya.
“okay Kapolda babaturan mamih, tapi kumaha tah lamun kapanggih ku Jaksa ? Kumaha lamun kapanggih ku Wartawan atau leuwih parah deui kumaha lamun apaleun si Lambe Turah kan bisa gawat disebar dina sosmed?( okey Kapolda memang teman Mamih, tapi gimana kalo ketahuan sama Jaksa? Gimana kalo ketahuan wartawan atau lebih parah lagi, gimana kalo si Lambe Turah, kan bisa gawat kalo disebar di Sosmed). Tanya Mommy ngegas.
“ya kalo Jaksa mah nggak bakalan macem-macem mih, kan baru sebulan yang lalu jaksa agungnya dikasih rumah mewah sama Mommy kan? Terus kalo wartawan tau, gampang itu juga mih, tinggal dibeli aja perusahaan media nya, kan bisa di bredel ....terus kalo si Lambe Turah tau, yah Mamih telepon aja om Prakoso, palingan besoknya si Lambe Turah udah jadi mayat” jawab Cascade dengan super entengya.
“bener oge nya, naha teu kapikiran nya hehehe..... maneh emang pinter euy jiga Mamih (betul juga yah?, kenapa nggak kepikiran sama Mamih yah hehehehe......kamu memang pinter kaya Mamih)”. Kata Mommy dengan mengangguk-angguk.
“iya kan mom?....Mommy tuh orang kuat di negera ini, menteri aja bisa disuruh suruh sama Mommy” kata Cascade dengan tersenyum.
Mommy terdiam dan akhirnya setuju dengan jawaban enteng Cascade. Memang sebagai salah satu taipan besar di Indonesia, keluarga Cascade sangat berkuasa dan bisa melakukan apa saja dengan uang yang dimilikinya. Mommy Cascade berani mengintervensi beberapa kebijakan Pemerintah apabila kebijakannya itu menganggu kelancaran bisnisnya. Untuk pesta natal saja, Mommy menyewa beberapa hotel bintang 5 di Bandung yang dikhususkan untuk tempat menginap para tamu, bahkan Mommy juga menyewa sebuah hanggar pesawat di Bandara Husein Sastra Negara untuk tempat menyimpan pesawat pribadinya Syeikh Abdullah yang terbang langsung dari Qatar.
Syarifah terlihat menghampiri Hayati yang juga tergolek lemah di atas sofa. Dia berusaha mengecek keadaan tubuh Hayati, namun hal itu segera dicegah oleh Asnawi.
“kenapa Aa, aku nggak boleh meriksa si Teteh?”
“yah karna dia nggak apa-apa ceu, Hayati Cuma lelah aja, betul kan Hayati” kata Asnawi yang diikuti anggukan Hayati.
“Teteh kenapa sih? Kok bisa berantem sama Teh Casey?...Teh Casey tuh sakti loh Teh, dia juara karate, terus 3 bulan ini dia ikutan olahraga wushu” tanya Syarifah. “oh pantes Cascade bisa jurus Taichi kaya Jet Li, dia belajar wushu juga?” kata Asnawi yang langsung menyambar pertanyaan Syarifah.
“iya A, dia udah belajar banyak....masa Aa nggak tau sih?”
“aku udah lama nggak ke rumah ini Ceu...hehehe”
“oh iya nih..Teh gimana teh, kok belum ngejawab pertanyaan aku?” tanya ulang Syarifah ke Hayati.
“oalah, ini mas Nawi nih nyamber nyamber aja dari tadi.....yah aku kepancing emosi aja sama Casey, Syarifah, aku awalnya berusaha menghindarinya tapi omongan Casey membuatku emosi...huft..huft...” Hayati mulai kembali bermain drama.
“aduh...Teh.....jangan nangis atuh, Maafin Teh Casey yah....hiks..hiks” kata Syarifah sambil kembali memeluk Hayati yang mulai menangis. Semua orang melihat ke arah Hayati yang menangis dan tiba-tiba menjadi iba kepadanya dan ikut menangis kecuali Cascade.
“aduh neng Hayati sayang, maafin kelakuan anak Mamih yah...hiks...hiks...dia udah nyakitin eneng...” kata Mommy yang menghampiri Hayati dan langsung memeluknya dengan erat.
“iya mih nggak apa apa...hiks..hiks..aku juga minta maaf udahnya nyakitin Casey juga” kata Hayati.
“neng Asih.....pasihan lah ieu si eneng artos kanggo lalandong! (Neng Asih...kasih duit lah buat si Eneng untuk berobat!) kata Mommy kepada Bi Asih.
“punten mih, bade sabaraha dipasihanana?(maaf mih, mau dikasih berapa?)” tanya Bi Asih.
“lima puluh rebu weh neng, sok pasihkeun weh ayeuna ka si Aa Nawi (lima puluh ribu aja neng, kasihin sekarang yah ke si Aa Nawi)” jawab Mommy.
Bia asih kemudian mengeluarkan sebuah buku cek dari saku depan apronnya dan menuliskan sejumlah uang di cek tersebut. Bi Asih menuliskan nominal 50 juta rupiah. Setelah menulis dan menandatanganinya , Bi Asih kemudian menyobek cek itu dan memberikannya kepada Asnawi. Asnawi langsung melongo dan tidak berkedip sekalipun ketika membaca cek dari Bi Asih yang bertuliskan 50 juta rupiah. Bagi Mommy, 50 ribu artinya 50 juta, betapa kayanya dia. Asnawi kembali takjub dengan skill ratu drama Hayati yang bisa memperdaya orang-orang.”gile nih emang bener cewek gue bisa morotin om-om nih sama skillnya itu, Mommy aja yang sama-sama cewek bisa diporotin” gumam Asnawi dalam hati.
........................................
LANCROTKAN VICENTE........................

Diubah oleh Martincorp 04-01-2019 13:09
senggolbacok83 dan 20 lainnya memberi reputasi
21
Tutup
udah kasep sekarang mah