alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
18-12-2018 16:09
Heboh Nisan Tanda Salib Dipotong di Yogya, Begini Kronologinya
Heboh Nisan Tanda Salib Dipotong di Yogya, Begini Kronologinya
Reporter: 
Pribadi Wicaksono (Kontributor)

Editor: 
Ninis Chairunnisa

Selasa, 18 Desember 2018 15:00 WIB



128

Font:   Arial  Roboto  Times  Verdana 
 
Ukuran Font: - +
 

 


Heboh Nisan Tanda Salib Dipotong di Yogya, Begini Kronologinya

Tokoh masyarakat Purbayan Kotagede Bedjo Mulyono saat menunjukkan surat pernyataan bahwa keluarga almarhum Slamet Sugiardi yang tanda salib di makamnya dipotong telah ikhlas. Tempo/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebuah makam dari jenazah umat Katolik, Albertus Slamet Sugiardi, di pemakaman Jambon RT 53 RW 13 Kelurahan Purbayan, Kotagede Yogyakarta menjadi sorotan. Sebab, nisan berbentuk tanda salib yang menancap di pusara Slamet -seperti pusara umat Katolik umumnya- yang dikuburkan pada 17 Desember 2018 itu dalam kondisi terpotong bagian atasnya sehingga hanya membentuk seperti huruf ‘T’.
Tokoh masyarakat Purbayan Kotagede yang mengetahui kronologi pemotongan tanda salib makam warga Katolik itu, Bedjo Mulyono menuturkan di komplek pemakaman itu seluruhnya memang makam warga muslim. “Awalnya saat jenazah pak Slamet mau dikuburkan di situ, oleh warga diperbolehkan meski beliau bukan non muslim, dengan catatan makamnya dipinggirkan,” kata Bedjo saat ditemui Tempo di kampungnya, Selasa, 18 Desember 2018.

[size={defaultattr}]



Baca: Batu Nisan Tak Bernama di Pemakaman untuk Pengungsi
Selain makam dipinggirkan, warga meminta tidak ada simbol-simbol Nasrani terpasang di pusara Slamet. “Karena komplek pemakaman itu mau dibuat warga jadi makam muslim,” ujarnya.

Namun, kata Bedjo, karena dari pihak keluarga Slamet sudah terlanjur membawa simbol tanda salib untuk ditancapkan ke pusara itu. Akhirnya oleh warga dan pelayat tanda salib itu dipotong dengan cara digergaji. “Pemotongan salib itu atas kesepakatan warga dengan keluarga almarhum,” ujar Bedjo yang juga mantan Ketua RW 13 itu.[/size]


Bedjo mengatakan kesepakatan untuk menggergaji tanda salib itu awalnya tak tertulis. Namun karena peristiwa pemotongan salib itu viral, kata dia, kemudian dari pihak keluarga yang diwakili istri almarhum Slamet, yakni Maria Sutris Winarni baru pada hari ini membuat surat pernyataan tertulis yang menyatakan bahwa pihak keluarga besar Slamet telah ikhlas untuk menghilangkan simbol Kristiani atas saran pengurus makam, tokoh masyarkat dan pengurus kampung.

[size={defaultattr}]berdalih pihaknya sadar jika konstitusi menjamin kebebasan warga untuk melaksanakan agama dan kepercayaannya masing-masing. “Tapi kalau warga kampung tidak mendukung bagaimana? Daripada memicu konfllik,” ujarnya.[/size]

[size={defaultattr}]Bedjo berdalih pihaknya sadar jika konstitusi menjamin kebebasan warga untuk melaksanakan agama dan kepercayaannya masing-masing. “Tapi kalau warga kampung tidak mendukung bagaimana? Daripada memicu konfllik,” ujarnya.[/size]
[size={defaultattr}]
Menurut Bedjo, di RW 13 ada 150 kepala keluarga. Adapun keluarga yang memeluk agama Nasrani ada tiga kepala keluarga, termasuk keluarga Slamet.
[/size]
ADVERTISEMENT


[size={defaultattr}][size={defaultattr}]

Baca: Arkeolog Mesir Temukan Makam Pendeta Agung Berusia 4.400 Tahun
Ketua RT 53 Soleh Rahmad Hidayat mengatakan komplek pemakaman itu sebenarnya memang sebenarnya komplek umum. Namun dalam waktu dekat akan diarahkan menjadi makam khusus muslim.
Menanggapi pemotongan salib itu, Soleh membenarkan memang warganya yang mendesak tak ada simbol Nasrani di pemukiman itu. Alasannya karena di lingkungan itu mayoritas muslim. “Pemotongan salib itu sudah kesepakatan keluarga, permintaan warga kampung, dan aturannya memang begitu, ya sudah memang harus begitu, apa adanya,” ujarnya.
Pihak keluarga Slamet sendiri enggan diwawancara untuk kasus soal makam yang menimpanya itu.[/size][/size]


[size={defaultattr}]
Baca: [/size]

Code:
[url=https://dunia.tempo.co/read/1078405/cina-turunkan-paksa-salib-di-gereja-larang-jual-alkitab]Cina Turunkan Paksa Salib di Gereja, Larang Jual Alkitab[/url]



sumber

kalau sudah kesepakatan kenapa diangkat ke media berita kesepakatan seperti ini , 7 menit yang sia sia baca berita kesepakatan emoticon-Wagelaseh 


Quote:MUI: Makam Muslim & Non-Muslim Harus Dipisah
Nina Suartika, Jurnalis · Selasa 04 Maret 2014 10:48 WIB

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang jual beli tanah untuk lahan kuburan dan bisnis lahan kuburan mewah. Dalam fatwa itu juga direkomendasikan agar pemerintah menyiapkan lahan pemakaman khusus, dengan tidak mencampurkan makam penganut agama Islam dan non-Muslim.

"Memutuskan. Menetapkan: Fatwa Tentang Jual Beli Tanah untuk Kuburan dan Bisnis Lahan Kuburan Mewah," ujar Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin, dalam keterangan persnya, Selasa (4/3/2014).

Ketentuan umum dalam fatwa ini, yang dimaksud dengan kuburan mewah adalah kuburan yang mengandung unsur tabdzir dan israf, baik dari segi luas, harga, fasilitas, maupun nilai bangunan. Tabdzir adalah menggunakan harta untuk sesuatu yang sia-sia dan tidak bermanfaat menurut ketentuan syar’i ataupun kebiasan umum di masyarakat. Sedangkan Israf adalah tindakan yang berlebih-lebihan, yaitu penggunaan lahan melebihi kebutuhan pemakaman.


Ketentuan hukumnya, pertama, menguburkan jenazah muslim adalah wajib kifayah dan pemerintah wajib menyediakan lahan untuk pemakaman umum. Kedua, setiap orang muslim boleh menyiapkan lahan khusus sebagai tempat untuk dikuburkan saat dia meninggal, dan boleh berwasiat untuk dikuburkan di tempat tertentu sepanjang tidak menyulitkan.

Ketiga, jual beli lahan untuk kepentingan kuburan dibolehkan dengan ketentuan: syarat dan rukun jual beli terpenuhi, dilakukan dengan prinsip sederhana; tidak mendorong adanya tabdzir, israf, dan perbuatan sia-sia, yang memalingkan dari ajaran Islam; kavling kuburan tidak bercampur antara muslim dan non-Muslim; penataan dan pengurusannya dijalankan sesuai dengan ketentuan syari’ah; tidak menghalangi hak orang untuk memperoleh pelayanan penguburan; dan jual beli dan bisnis lahan untuk kepentingan kuburan mewah yang terdapat unsur tabdzir dan israf hukumnya haram.

MUI merekomendasikan agar pemerintah menyiapkan dan menjamin ketersediaan lahan kuburan bagi warga masyarakat serta pemeliharaannya dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syari’ah, di antaranya tidak mencampur antara pemakaman muslim dengan non-Muslim. Selain itu, pelaku usaha yang bergerak di bidang jual beli tanah kavling untuk kuburan tidak menjual kemewahan dalam bisnisnya yang mendorong pada perilaku tabdzir, israf, serta perbuatan sia-sia.

"Masyarakat yang berkecukupan hendaknya mentasarrufkan (mendayagunakan) hartanya untuk kepentingan yang bermanfaat sebagai bekal untuk kematian, dan umat Islam diminta untuk tidak larut dalam perilaku tabdzir, israf, serta perbuatan sia-sia dengan membeli kavling pekuburan mewah," kata Hasanuddin.

MUI menghimbau agar fatwa ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

"Setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, mengimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini," tutup Hasanuddin.

https://news.okezone.com/read/2014/0...-harus-dipisah

Diubah oleh adoeka
1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
18-12-2018 16:31
ya sepakat lah
klo ga sepakat ntah apa yg akan terjadi pada keluarganya

emoticon-Traveller
4
profile picture
kaskus maniac
18-12-2018 16:32


Bisa bonyok diganyang bre...

Blom lagi kena cap antek asing aseng auto neraka...

Serem bre emoticon-Takut
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.