alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
21-11-2018 15:18
Terpidana Bali Nine Bebas, Langsung Dideportasi ke Australia
Terpidana Bali Nine Bebas, Langsung Dideportasi ke Australia


Quote:
Terpidana Bali Nine Bebas, Langsung Dideportasi ke Australia


Jakarta, CNN Indonesia -- Renae Lawrence, warga negara Australia, yang menjadi terpidana kasus narkoba bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bangli, Bali hari ini, Rabu (21/11). Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto mengatakan proses pembebasan WNA yang kasusnya dikenal dengan istilah sindikat Bali Nine itu dilakukan hari ini pada jam kerja.


"Ini sedang proses di sana (Bangli, Bali)," kata Ade saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu.

Ade menyatakan setelah proses pembebasan selesai, Renae akan langsung dibawa ke kantor imigrasi untuk proses deportasi ke negaranya.


"Langsung dideportasi. Itu nanti urusan imigrasi. Yang jelas dari rutan (rumah tahanan) akan diserahterimakan, selanjutnya urusan imigrasi," kata dia.

Ade pun menegaskan pembebasan terpidana Bali Nine itu tak akan dilakukan dengan proses istimewa. Begitu pula saat diserahkan dari pihak rutan ke imigrasi.

"Biasa saja, tak ada yang istimewa. Seperti terpidana lain yang bebas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Theodorus Simarmata, menyatakan Renae langsung diproses deportasi hari ini.

"[Terpidana bebas] diterima dari pihak rutan, dan akan langsung diproses untuk deportasi. Untuk paspor sudah klir, tinggal menunggu tiket [pesawat] pemulangannya. Itu sedang berkoordinasi dengan pihak kedutaan dan konsulat [Australia]," ujar Theo.

Dalam kasus Bali Nine, Renae divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Hukumannya lalu dipotong hingga 20 tahun dalam proses peradilan lebih tinggi.

Dia telah menjalani hukuman lebih dari 13 tahun dan dijadwalkan bebas hari ini setelah mendapatkan berbagai pengurangan hukuman seperti remisi HUT Kemerdekaan dan hari raya keagamaan.

Ia akan menjadi anggota Bali Nine pertama yang dibebaskan. Sebelumnya, dua pentolan Bali Nine yang juga warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, sudah dieksekusi mati pada 2015. Satu anggota Bali Nine lainnya, Tan Duc Thanh Nguyen, meninggal dunia karena kanker tahun ini.

SUMBER GAN



Terpidana Bali Nine Bebas, Langsung Dideportasi ke Australia


Quote:
Lawrence 'Bali Nine' Bebas, Ini Jejak Penyelundupan 8,2 Kg Heroin


Denpasar - Renae Lawrence bebas siang ini setelah menjalani masa pemidanaan 20 tahun. Ia merupakan satu dari sembilan anggota Bali Nine. Bagaimana jejak penyelundupan yang membuat hubungan bilateral Indonesia-Australia panas-dingin itu?

Kasus bermula saat Andrew Chan dan Myuran Sukumaran berencana membawa heroin dari Indonesia ke Australia pada April 2005. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, yaitu 8,2 kilogram. Dalam aksinya, keduanya merekrut tujuh orang, yaitu:

1. Si Yi Chen
2. Michael Czugaj
3. Renae Lawrence
4. Tach Duc Thanh Nguyen
5. Matthew Norman
6. Scott Rush
7. Martin Stephens

Operasi ini cukup rapi. Kesembilan orang itu berangkat dari Australia ke Bali secara bergelombang untuk mengelabui petugas, yaitu sejak 3 hingga 8 April 2005. 

Di kawasan Kuta, mereka menginap di empat hotel secara terpisah, yaitu di Hard Rock Hotel, White Rose Hotel, Hotel Kuta Lagoon, dan Hotel Aneka Kuta. Tujuannya adalah mengecoh aparat bahwa mereka bukanlah satu kelompok gangster.

Sesampai di Bali, mereka bertindak seolah-olah sebagai turis biasa. Namun siapa sangka, mereka diam-diam menyusun rencana. Andrew menemui Cherry di Hotel Kuta Sea View pada 15 April 2005. Cherry disebut-sebut sebagai pelacur Thailand yang menjadi penghubung jaringan narkoba internasional. Di sebuah kamar hotel, Cherry memberikan koper yang berisi heroin. 

Dari manakah heroin itu? Hanya Cherry yang tahu.

Setelah koper berpindah tangan, Bali Nine lalu menyusun rencana pulang ke Australia. Paket-paket heroin itu dililitkan ke tubuh mereka dengan plester bening. Andrew dan Myuran-lah yang melilitkan paket itu ke tujuh anggotanya tersebut. Mereka lalu ke bandara dengan bergelombang seakan-akan tidak saling kenal.

Tapi aparat yang mencium pergerakan mereka menguntit Andrew dan menangkapnya di Gate 7 Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dari penangkapan ini, aparat membongkar jaringan tersebut hingga membuat geger dunia internasional.

Kesembilannya diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya dan diberi hukuman dari 20 tahun penjara hingga hukuman mati.

Hukuman mati itu dijatuhkan kepada Andrew dan Myuran, baik di tingkat pertama, banding, kasasi atau peninjauan kembali (PK). Setelah satu dasawarsa berlalu, Jaksa Agung HM Prasetyo mengeksekusi keduanya 2015.

Adapun Lawrence awalnya dihukum penjara seumur hidup. Tapi hukumannya dikurangi Mahkamah Agung (MA) menjadi 20 tahun penjara. Setelah menjalani masa pemidanaan, ia akan bebas siang ini.

"Paling lambat tengah hari. Tapi itu pun sudah cepat. Sekitar pukul 10:00. Itu waktu paling cepat kami akan menjemput dia," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM Bali Agato Simamora .

Lalu, di mana jejak Cherry? Setelah Andrew Chan ditangkap, jejak Cherry langsung tidak terlacak. Andrew, yang bertemu dengan Cherry, juga mengaku tidak mengetahui banyak siapa Cherry. Data tentang Cherry pun sangat minim. Semua polisi dunia telah mencarinya, tetapi ia hilang bak ditelan bumi hingga kini.

SUMBER GAN




Semoga kagak berulah lagi deh ya Gan si Lawrence ini. Masih banyak hal yang bisa dilakuin daripada mengedarkan narkoba.

Anyway ane masih kepo banget sama si Cherry itu. Udah kayak film aja dah ya jalan cerita Bali Nine ini.


emoticon-Hot News

0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
21-11-2018 16:06
Quote:Original Posted By itkgid
ada yg dieksekusi mati kah? emoticon-linux2


Ada gan 2 orang tahun 2015 eksekusi di Nusakambangan.
Budayakan membaca dulu yak emoticon-Nyepi
1
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.