alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
42
Lapor Hansip
29-12-2017 22:01

Harga pangan melambung,Iran mulai bergejolak hadapi demonstran di tiap kota

Harga pangan melambung,Iran mulai bergejolak hadapi demonstran di tiap kota

IRAN, JITUNEWS.COM-Ratusan demonstran turun ke jalan-jalan di Mashad, Iran, Kamis (28/12/2017) untuk memprotes kenaikan harga dan meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah.

Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan demonstran di Mashad di barat laut Iran, salah satu tempat tersuci dalam Islam Syiah, meneriakkan "kematian kepada (Presiden Hassan) Rouhani" dan "kematian kepada diktator".

Kantor berita semi-resmi ILNA dan media sosial melaporkan demonstrasi di kota-kota lain di Provinsi Razavi Khorasan, termasuk Neyshabour dan Kashmar.

Bozorgmehr Sharafedin dari Reuters melaporkan bahwa kesepakatan Rouhani terkait Nuklir pada 2015 ternyata belum membawa manfaat ekonomi yang luas seperti yang dikatakan pemerintah.

Warga Iran juga percaya bahwa situasi ekonomi mereka belum membaik karena korupsi dan tata kelola pemerintahan yang buruk.

Pengangguran mencapai 12,4 persen pada tahun fiskal ini, menurut Pusat Statistik Iran, naik 1,4 persen dari tahun sebelumnya. Sekitar 3,2 juta orang Iran menganggur, dari total populasi 80 juta.

Gubernur Mashad Mohammad Rahim Norouzian dikutip oleh kantor berita semi resmi ISNA yang mengatakan bahwa "demonstrasi itu ilegal namun polisi menangani orang-orang dengan toleransi".

Dia mengatakan sejumlah pemrotes ditangkap karena "berusaha merusak properti publik".

Video yang diposkan di media sosial menunjukkan polisi anti huru hara menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Norouzian dikutip oleh kantor berita IRNA bahwa demonstrasi tersebut diorganisir oleh "musuh-musuh Republik Islam" dan "kontra-revolusioner".

Demonstran juga meneriakkan "Tinggaklan Suriah, Pikirkan kita", mengkritik pengerahan tentara Iran untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad melawan pemberontakan yang terjadi pada tahun 2011.

Teheran juga telah menyediakan dana untuk menopang perekonomian Suriah yang sedang berjuang.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang telah berulang kali mengkritik catatan ekonomi pemerintah, mengatakan pada hari Rabu bahwa negara tersebut sedang berjuang dengan "harga tinggi, inflasi dan resesi", dan meminta para pejabat memiliki kemauan untuk menyelesaikan masalah di Iran.

http://m.jitunews.com/read/72228/iran-bergejolak-ratusan-demonstran-turun-ke-jalan


Rezim gagal 😈
Ya jelas melarat pengusahanya pada lari ke abu dhabi dan dubai
Diubah oleh ernestjeremiah
0
Harga pangan melambung,Iran mulai bergejolak hadapi demonstran di tiap kota
30-12-2017 10:59
banyak yg gagal paham emoticon-Big Grin

yg ditentang adalah rezim rouhani sebagai presiden bukan rezim mullahnya ayatollah ali khomeini
wilayatul faqih ala iran ini ibarat pancasila dimari ... boleh warganya demo presiden tapi gak boleh demo ali khomeini emoticon-Malu
dimari boleh demo rezim presiden juga tapi akan ditumpas kalo demo anti pancasila

jaman ahmadinejad juga ada demo2 menentang rezimnya ... it's normal
yg jadi masalah di iran adalah demografinya kebanyakan anak muda yg ingin hidup lebih bebas plus dapet kesempatan dapet penghasilan yg baik
sementara pemerintahan rouhani bisa dikatakan gak maju secara ekonomi
emang siapapun presidennya dijamin gak akan bisa memajukan iran karena ada embargo barat yg terus menerus sejak 1979 revolusi islam
ditambah lagi pengeluaran besar ikut proyek menandingi saudi di berbagai front proxi lebanon, iraq & suriah
tapi yah itu resiko melawan ekonomi barat emoticon-Big Grin ... uni sovyet aja tumbang

salah satu jalan cuman bekerjasama lebih erat dgn china sebagai calon superpower ekonomi dunia mendatang
beri konsesi2 besar ke china di bidang gas & minyak sebagai imbal balik produk2 consumer goods china
barang apa sih yg gak diproduksi di china? God made Heaven and Earth, and the rest was made in China emoticon-Wakaka

0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.