- Beranda
- Stories from the Heart
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
...
TS
roni.riyanto
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
SELAMAT DATANG DI THREAD HORROR ANE YANG SEDERHANA
![Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]](https://dl.kaskus.id/i.pinimg.com/736x/ac/9e/c8/ac9ec8d17096742f52ebfbdcc70fa7e7--dark-art-photography-creepy-photography.jpg)
Assalamualaikum wr.wb
Spoiler for Pembukaan:
![Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]](https://dl.kaskus.id/3.bp.blogspot.com/-ne_rDQngRD8/Vk1ychXHIHI/AAAAAAAAJFs/GTFL1J3f6Mw/s1600/hantu%2Bpocong%2Bmenyeramkan.jpg)
Quote:
imut ya gan 

Quote:
PROLOG
Quote:
Kamu percaya hantu?
Atau kamu pernah Bertemu dengan mereka ?
ini adalah Kisahku.
Namaku Roni seorang berusia dua puluh satu tahun yang berprofesi sebagai penulis.
berawal dari rasa penasaranku melihat dunia lain untuk bahan tulisan dibuku baruku.
aku nekat membuka mata batinku sendiri dengan mencoba banyak ritual.
hingga suatu hari mendapati diriku mulai dapat melihat keberadaan MEREKA.
Siapa sangka ternyata setelah aku membuka mata batinku masalah demi masalah muncul,
dan ternyata masalah tersebut mengancam keselamatanku dan adikku Sheril . .
Atau kamu pernah Bertemu dengan mereka ?
ini adalah Kisahku.
Namaku Roni seorang berusia dua puluh satu tahun yang berprofesi sebagai penulis.
berawal dari rasa penasaranku melihat dunia lain untuk bahan tulisan dibuku baruku.
aku nekat membuka mata batinku sendiri dengan mencoba banyak ritual.
hingga suatu hari mendapati diriku mulai dapat melihat keberadaan MEREKA.
Siapa sangka ternyata setelah aku membuka mata batinku masalah demi masalah muncul,
dan ternyata masalah tersebut mengancam keselamatanku dan adikku Sheril . .
Quote:
FAQ:
Q: cerita dan karakter disini nyata gan ?
A: alur dan karakter disini fiksi, namun semua kejadian mistisnya diangkat dari pengalaman nyata TS dan kawan2 TS.
Q: TS pernah bibuka mata batin ?
A: pernah
, namun sekarang sudah ditutup karena alasan risih, bukan takut 
Q: risih kenapa gan ?
A: risih karena dikit2 kaget,dikit2 mual dan risih pas mandi ditongrongin neng kunti.
Q: jadi ini cuma karangan gan ?
A: cerita utama memang dikarang, namun kejadian mistis yang dialami oleh karakter sepenuhnya nyata pernah dialami TS dan kerabat TS
tapi untuk keseimbangan cerita ane tambahin unsur Fiksi biar ceritanya lebih dapet
Q: kapan update nya gan ?
A: biasanya saya update jam 20.00-24.00 Karena TS sedang sekolah bahasa updatenya cuma bisa seminggu sekali gansis. Update tiap malam minggu
Q: cerita dan karakter disini nyata gan ?
A: alur dan karakter disini fiksi, namun semua kejadian mistisnya diangkat dari pengalaman nyata TS dan kawan2 TS.
Q: TS pernah bibuka mata batin ?
A: pernah
, namun sekarang sudah ditutup karena alasan risih, bukan takut 
Q: risih kenapa gan ?
A: risih karena dikit2 kaget,dikit2 mual dan risih pas mandi ditongrongin neng kunti.
Q: jadi ini cuma karangan gan ?
A: cerita utama memang dikarang, namun kejadian mistis yang dialami oleh karakter sepenuhnya nyata pernah dialami TS dan kerabat TS
tapi untuk keseimbangan cerita ane tambahin unsur Fiksi biar ceritanya lebih dapetQ: kapan update nya gan ?
A: biasanya saya update jam 20.00-24.00 Karena TS sedang sekolah bahasa updatenya cuma bisa seminggu sekali gansis. Update tiap malam minggu
Quote:
Kalau agan dimari suka cerita saya, mohon untuk
share gan dan juga komengnya 
yang udah iso boleh timpuk ane pake
share gan dan juga komengnya 
yang udah iso boleh timpuk ane pake

Selamat Membaca
Quote:
PENTING
Just Info untuk Thread ini ane akan buat tamat di chapter 1, untuk lanjutan ceritanya bisa dibaca nanti di chapter 2 yang akan di posting di thread baru segera.
Terima Kasih
INDEX PART
Kesan Pertama (pengenalan bagi Roni )
1. Dunia lain
2. Buka Mata Batin
3. Penghuni Rumah
4. Hantu Penglaris
5. Hantu Anak Kecil
Sisipan sekilas Linda
POPI
6. Hantu Siswi
7. Hantu Penunggu Sekolah
8. Dijilat Hantu /
9. Hantu Toilet
SHERIL
10. Hantu Toilet 2
Biografi Karakter
11. Jurig Kincir 1..
12. Jurig Kincir 2 ..
Sisipan Real Story si Bray
13. Jurig Kincir (Sheril)
LINDA
14. Uyut Catam
15. Rumah Linda
16. Saingan Linda (Sheril)
17. Kematian Linda
GALIH
18. Kemah di Curug 18 Januari 2018
19. Sesajen 19 Januari 2018
20. Sesajen part Dua 20 Januari 2018
21. Sesajen part Tiga 21 Januari 2018
22. Buntelan kecil 27 Januari 2018
Cerpen Cheesecake
23. buntelan kecil dua 7 Februari 2018
24. Wanita ? 11 Februari 2018
25. Wanita Dua 24 Februari 2018
AYU
26. Kemah lagi 10 Maret 2018
27. Sareupna 17 Maret 2018
28. Bingung 24 Maret 2018
SHERIL (2)
29.Mimpi (Sheril) 26 Maret 2018
30. Rumah Anggi (Sheril) 31 Maret 2018
31. Siapa? (Sheril) 15 April 2018
RONI1. Dunia lain
2. Buka Mata Batin
3. Penghuni Rumah
4. Hantu Penglaris
5. Hantu Anak Kecil
Sisipan sekilas Linda
POPI
6. Hantu Siswi
7. Hantu Penunggu Sekolah
8. Dijilat Hantu /
9. Hantu Toilet
SHERIL
10. Hantu Toilet 2
Biografi Karakter
11. Jurig Kincir 1..
12. Jurig Kincir 2 ..
Sisipan Real Story si Bray
13. Jurig Kincir (Sheril)
LINDA
14. Uyut Catam
15. Rumah Linda
16. Saingan Linda (Sheril)
17. Kematian Linda
GALIH
18. Kemah di Curug 18 Januari 2018
19. Sesajen 19 Januari 2018
20. Sesajen part Dua 20 Januari 2018
21. Sesajen part Tiga 21 Januari 2018
22. Buntelan kecil 27 Januari 2018
Cerpen Cheesecake
23. buntelan kecil dua 7 Februari 2018
24. Wanita ? 11 Februari 2018
25. Wanita Dua 24 Februari 2018
AYU
26. Kemah lagi 10 Maret 2018
27. Sareupna 17 Maret 2018
28. Bingung 24 Maret 2018
SHERIL (2)
29.Mimpi (Sheril) 26 Maret 2018
30. Rumah Anggi (Sheril) 31 Maret 2018
31. Siapa? (Sheril) 15 April 2018
32. Ikan? 22 April 2018
33. Bayangan 29 April 2018
34. Masa Lalu 7 mei 2018
35. HATI 16 Mei 2018 ( Late Post)
36. Kakak 7 Juli 2018(Sheril)
37. Kakak-2 14 Agustus 2018(Sheril)
38. Perjalanan 3 Oktober 2018(Sheril)
BEGINNING
39. Permulaan 27 Oktober 2018(Sheril)
Teaser Chapter 2
Selamat pagi/siang/malam gansis yang suka mampir ke Thread ini, ane cuma mau bilang maaf karena ane baka vacum di dunia perinternetan untuk waktu yang bakalan lama. sebenernya udah ada lanjutan chapter 2 cuma ane ngerasa sangsi buat postingnya karena belum selesai 100%. jadi buat agan dan sista yang nunggu kelanjutannya harus berlapang dada karena ane mau vacum karena suatu alasan.
Terimakasih
Salam Kentang
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 80 suara
Gimana Ceritanya Gan ?
Bagus Ceritanya Serem.
65%
Lumayan Seram,
28%
Boring Gan .
8%
Diubah oleh roni.riyanto 10-01-2019 16:41
sulkhan1981 dan 9 lainnya memberi reputasi
8
307.2K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
roni.riyanto
#1
Kalo ada Link biru Klik aja gan biar suaranya tergambar 

Quote:
1.Dunia Lain
Namaku Roni,aku berusia dua puluh satu tahun. Pekerjaanku sekarang adalah menjadi seorang Penulis Novel, aku biasa menghabiskan hari-hariku dengan duduk dibelakang layar komputer meskipun terkadang aku juga suka untuk menulis diluar ruangan.
Tempat yang aku sambangi untuk menulis diluar biasanya adalah tempat wisata alam agar pikirannku terasa di refresh. Kini aku tinggal bersama adik-ku disebuah rumah tua yang belum lama kubeli , rumah sederhana dan terletak dipinggir kebun warga.
Menjadi seorang Penulis tentunya tidak seenak yang orang pikirkan, kebanyakan orang menilai menjadi penulis kerjanya begitu enak karena hanya tinggal menulis lalu dapat uang. Memang jika tulisan kami laku dipasaran kami akan mendapatkan royalty dari buku yang kami tulis.
Namun kebanyakan orang tidak menyadari hal terbesar yang biasanya menjadi masalahn adalah mencari ide untuk ditulis, terkadang kami akan diam berpikir dalam waktu yang lama untuk mendapatkan ide meskipun terkadang ide bisa mincul begitu saja.
Seperti yang sedang kualami saat ini, aku merasa kehabisan ide untuk menulis. Beberapa buku yang sudah kutulis bergenre horror salah satunya berjudul suster salto dan hantu jeruk manis, namun sebetulnya yang kutulis hanya khayalan belaka dan banyak dari tulisanku berasal dari urban legend yang kubumbui dengan dramatisir yang sedikit kulebih-lebihkan.
Buku terakhir yang kutulis berjudul entebelle sudah rampung sehingga aku tidak dikejar deadline,dan sekarang aku sedang mencari inspirasi untuk buku-ku namun tak kunjung datang.
“Brak,,brak,,brak..”
Pintu kamarku digedor dengan keras, aku segera beranjak dari meja kerjaku, saat kubuka pintu ternyata yang menggedor adalah adik perempuanku.
Adik-ku bernama Sheril,dia berusia enam belas tahun dan baru saja menduduki bangku kelas satu SMA.
Sheril berperawakan cukup tinggi untuk ukuran gadis seusianya, mungkin tingginya sekitar 165cm. Dia memiliki rambut lurus sebahu,kulitnya putih, wajah cukup bulat dengan hidung yang tidak begitu mancung dan pupil mata berwarna coklat. Jika saja dia bukan adikku mungkin aku sudah mengaguminya
.
“Ada apa dek? Malem-malem gedor kamar kakak ?”
Aku sedikit heran karena ini adalah kali pertama dia menggedor pintu dengan cukup keras, tanpa menjawab pertanyaanku Sheril langsung mendekapku dengan erat.
“Kak aku malem ini tidur disini ya kak“ kutengok wajahnya seperti sedang ketakutan.
“Kamu kenapa dek kok kaya orang abis liat hantu ?” aku bicara dengan senyum kecil.
“Awwww“
Sheril mencubitku dengan keras, sedetik kemudian dia menatapku dengan tatapan kesal khas perempuan.
“Kakak rese ih adeknya lagi ketakutan gini bukannya ditenangin malah ditakut-takutin“ Sheril berkata dengan wajah cemberutnya.
Sepertinya dia tidak main-main, karena Sheril bukanlah tipe orang yang suka berbohong demi keusilan.
“Ya udah gih tidur dikasur kakak, tar kaka tidur disofa aja“
Aku memang memiliki sofa berukuran panjang dikamarku yang biasanya aku pergunakan untuk bermalas-malasan jika sedang tidak ada kerjaan.
Sheril tampak sedikit tenang, perlahan dia melepaskan dekapannya, wajahnya masih terlihat was-was. Kuajak dia duduk dikasur lalu memintanya untuk menceritakan apa sebenarnya yang terjadi hingga membuatnya gugup seperti ini.
Namun sebelum aku mewawancari-nya aku mengambil segelas air dari dispenser yang terletak disamping meja kerja.
“Nih minum dulu de, habis itu coba kamu ceritain kenapa kamu bisa kaya gini?”
Sheril meminum air yang kuberikan, dia mencoba menanangkan dirinya dengan menarik nafas dalam-dalam beberapa kali.
“Tadi pas aku habis ngambil minum dikulkas, aku denger suara dari dapur kaya lagi cuci piring, pas aku samperin gak ada siapa-siapa, cuma air keran nyala” Sheril menceritakannya dengan sangat terburu-buru.
“Tenang de tenang ceritanya biar kaka bisa paham" lalu aku mengusap pundak Sheril, Sheril pun melanjutkan.
“Terus aku tutup kerannya kak, tapi pas aku mau balik kekamar, kerannya nyala lagi kak, abis itu Aku langsung lari kesini”
Setelah beres bercerita, Sheril menggulingkan badannya ke kasur dan menutup sekujur tubuhnya menggunakan selimut.
“Ya udah malem ini kamu tidur bareng kaka, tapi besok dikamar kamu lagi ya”
Sheril hanya diam tanpa berkata sedikitpun, akupun kembali ke meja kerjaku. Kulihat jam didinding menunjukkan pukul setengah satu dini hari, terbesit dipikiranku penasaran dengan kejadian yang Sheril ucapkan, apakah itu memang benar atau hanya halusinasi belaka?.
Tepat pukul satu dini hari aku memutuskan untuk memeriksa kedapur, kulihat adikku sudah tertidur Pulas.
Aku berjalan dengan perlahan agar tidak membangunkan adikku, kubuka knop pintu dengan sangat hati-hati. Kamarku ini berada didekat ruangan tengah.
Rumah ini memiliki satu ruang tamu, satu ruangan tengah untuk keluarga,tiga buah kamar,satu dapur dan satu kamar mandi. Karena aku hanya tinggal berdua dengan adikku, maka kamar dipojok dekat dapur kujadikan sebagai gudang.
Aku menoleh kearah dapur karena pintu kamarku sejajar dengan lorong menuju kedapur, kudengarkan dengan seksama memang terdengar suara air dari keran mengalir. Aku segera berjalan kedapur untuk mematikan keran, benar saja air mengalir meskipun tidak deras, segera kututup dan memperhatikan kondisi dapur.
Ada benda yang menyita perhatianku, bentuknya seperti ijuk yang sangat panjang, aku memang jarang sekali memeriksa kondisi dapur karena aku belum lama pindah kerumah ini.
Aku memutuskan untuk menyingkirkan ijuk yang menjulur kearah dalam, aku berpikir mungkin pemilik terdahulu lupa membereskan setelah bersih-bersih, namun ketika hendak memegang ijuk tersebut ijuk tersebut seperti ditarik dari luar. Sontak aku kaget karena menurutku tidak mungkin ini terjadi karena angin atau apapun itu.
Tak lama kemudian aku mendengar suara seperti orang menyapu diluar belakang dapur, aku termasuk orang yang terbilang berani akan hal-hal ghaib meskipun aku belum pernah melihat mereka secara langsung. Rasa penasaran mulai memenuhi kepalakku, apakah aku akan melihat wujud mereka jika aku keluar.
Kutengok dari jendela namun tidak nampak apapun, kubuka pintu dapur dan memeriksanya keluar. Namun aku tidak mendapati apa-apa selain kebun pisang milik warga yang sedang berbuah. Kulihat kearah kebun pisang aku samar-samar melihat ada sesuatu berwarna putih melayang dibelakang pohon pisang.
Bulu kuduk-ku perlahan berdiri dan membuatku merinding, aku akhirnya memutuskan masuk kembali kedalam rumah.
Saat hendak masuk kekamar sepintas aku mendengar suara perempuan [url=https://S E N S O Rnankamitchi/updated-creepy-clown-laugh] [I]TERTAWA[/I] [/url] dari pinggir rumah, namun aku tidak menghiraukan karena aku merasa mengantuk. Aku merebahkan badanku disofa ,terbayang olehku sosok bayangan putih yang menggantung didekat pohon pisang.
Aku mencoba memejamkan mata, suara itu terdengar lagi, kali ini suaranya berganti menjadi suara [url=https://S E N S O Ruser-537330028/sets/dd-creepy-crying][I]MENANGIS[/I] [/url] pilu, suaranya terdengaar sangat lirih dan sedih.
Aku masih memejamkan mata, beberapa saat kemudian suara tersebut hilang. Kupikir ah mungkin udah capek dia godain, namun ternyata tak seperti dugaanku, aku merasakan angin berhembus didekat tubuhku. Sontak aku merasa bingung karena jendela tertutup dengan rapat, tidak mungkin angin bisa masuk.
Tak cukup sampai disitu, beberapa saat setelah aku merasakan hembusan angin, aku merasa ada yang meniup leherku. Aku memberanikan diri membuka mata, namun tak mendapati apa-apa. Kulihat hanya ada adikku yang sedang pulas, sesaat kemudian aku merasa sangat mengantuk, rasa kantuk yang aneh. Aku berganti dari posisi rebahan berubah ke posisi duduk.
Kepalaku pusing dan kurasakan rasa kantuk yang luar biasa, aku memaksakan agar mataku tetap terbuka namun terasa sangat berat. Samar-samar aku melihat kearah jendela terlihat bayangan hitam menyerupai siluet seorang wanita.
Namun aku tidak dapat melihat dengan jelas hanya tampak bayangan saja dan siluet rambut hitamnya yang panjang terurai,sesaat kemudian aku tak sadarkan diri.
“Kak..kak… bangun, udah siang“
Terdengar olehku suara Sheril yang sedang berusaha mambangunkanku, aku membuka mata. Badanku terasa pegal dan dingin, disertai rasa pusing dikepala, aku menahannya dengan memegangi kepalaku.
“Pusing ya kak ? kaka lagian ngapain tidur dilantai, jadi masuk angin kan“
Sheril menatapku,tampak dari wajahnya menunjukkan rasa khawatir. Aku berusaha bangun dan duduk di Sofa, lalu memijit keningku dan berusaha mengingat apa yang terjadi semalam sebelum aku tidur.
“Kamu ga sekolah dek ?“
“Belum kak, aku mulai sekolah senin depan. Registrasi pindahan ke SMA ini baru kemaren beres kan kak”
Sedetik kemudian Sheril beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kemudian berbelok kearah dapur.
“Kak nasi gorengnya mau pedes apa enggak ? aku mau masak buat sarapan”
Kulihat jam didinding menunjukkan pukul delapan pagi, aku masih terduduk lesu.
“Ya udah kalo ga jawab aku buat pedes ya kak samain sama aku”
Aku mencoba mengingat kejadian semalam. Perlahan aku mengingat semua yang terjadi, aku lantas segera berdiri dan berjalan kearah dapur dan mengecek ventilasi. Aku tidak melihat ada ijuk dilubang ventilasi.
“Dek kemaren kamu pas lagi bersih-bersih dapur nyimpen sapu ijuk di ventilasi ?” ujarku sambil terus memperhatikan lubang ventilasi.
“Sapu ijuk kak ? kita kan gak punya sapu ijuk pakenya sapu plastic ka !“
Sheril menjawab dengan santai sembari memotong bahan untuk nasi goreng.
Aku melanjutkan memeriksa keluar, penasaran dengan suara orang menyapu yang kudengar tadi malam. Memang aku melihat ada sapu lidi dibawah pohon nangka belakang dapur, namun lidinya sudah terlihat rusak karena mungkin lama tidak dipakai.
Aku teringat kejadian soal bayangan putih dibelakang daun pisang, aku menoleh kearah daun pisang dan setelah kuperhatikan dengan seksama ternyata hanyalah sebuah karung yang digunakan petani menutupi buah pisang yang sudah tua.
Perlahan penasaranku mulai terjawab, namun aku masih penasaran dengan sosok yang kulihat dijendela dekat kamar. Apakah makhluk itu menampakan dirinya hanya karena sebatas iseng? atau kah ingin memberikan sebuah pesan kepadaku? . Aku berpikir sejenak, rasanya sulit sekali mengingat bentuk dari bayangan wanita yang kulihat sebelum aku pingsan.
Aku menyerah dan kembali kedalam rumah karena Sheril sudah selesai dengan nasi gorengnya, aku tau dia akan mengomel jika masakan yang dibuatnya tidak segera dimakan apalagi jika tidak aku habiskan.
Dialah yang menggantikan pekerjaan rumah, semenjak kepergian orang tua kami yang meninggal dalam kecelakaan pesawat ketika pulang dari liburan mereka. Mau tidak mau kami harus belajar hidup mandiri terutama Sheril yang notabene seorang perempuan. Aku segera menghampiri adikku yang duduk dilantai ruangan tengah untuk sarapan karena kami tidak memiliki meja makan.
“Enak gak kak nasi gorengnya ?” adikku bertanya dengan wajah tersenyum.
“Enak kok dek, mirip sama buatan mamah“
Kulihat mata Sheril tampak berkaca-kaca namun segera mengusapnya dengan cepat,aku merasa kasihan kepadanya karena dia termasuk anak yang manja kepada mamah. Dialah yang paling merasa kehilangan, aku juga merasa sedih namun aku memikul tanggung jawab menjadi kepala keluarga untuk membimbingnya.
“Gak kerasa ya kak, mama sama papa udah dua tahun ninggalin kita“
Sheril berkata sambari tersenyum, lalu menunduk untuk sesaat dan melanjutkan.
“Untung aku dulu belajar masak sama mamah, jadi aku bisa gantiin tugas mamah"
Dia masih tampak tersenyum sambil menahan air mata yang sudah membendung.
“Eh kak gimana udah dapet ide buat buku baru gak ?” dia mencoba membuka topik baru.
“Belum nih dek, kaka lagi pengen nulis cerita. Tapi kalo bisa yang gak dramatis sama dilebih-lebihin gitu dek, pengen kerasa supaya tulisan kaka terasa real sama pembaca”
“Kalo gitu mungkin kaka harus ketemu atau liat langsung setannya biar kerasa sama kakak, terus dijadiin buku deh, masalahnya kaka berani atau enggak“ Sheril tertawa kecil.
“Hmm gimana ya dek, kakak kan gak bisa liat begituan, dulu pernah ngeliat pas waktu kecil pocong depan rumah kita dulu, itupun Cuma sekali”
Aku sengaja tidak menceritakan kejadian semalam agar adikku tidak merasakan takut , bahaya kalau aku ceritakan. Bisa-bisa kamarku dijajah lagi olehnya.
“Kalo kaka mata batinnya dibuka, kan bisa liat tuh. Terus kakak ajak ngobrol tuh hantunya, terus dijadiin buku deh. Asal jangan nanya no togel aja“ Sheril tertawa dengan keras.
Aku terdiam dan berpikir sejenak,ada benarnya ucapan adikku jika aku bisa melihat mereka, aku bisa mendeskripsikan mereka dengan baik. Bahkan mungkin aku bisa membuat ensiklopedia berjudul daftar hantu disekitar rumah.
“Gak ah de, otak kakak masih kuat kok buat ngehayal “
Aku berkata dengan wajah sombong dengan sangat percaya diri.
“Iya percaya deh, kakak imajinasinya kuat sampe saking kuatnya kayaknya ga butuh pacar.hahaha“
Sheril kembali tertawa, akhirnya aku melanjutkan sarapanku sambil bercanda dengan adik tercintaku.
Didalam kamar aku merenungkan perkataan Sheril tadi tentang membuka mata batin, ada benarnya juga. Aku lantas membuka internet dan mencari info cara melihat hantu, dimulai dari melihat diantara dua kaki,mengerok alis,hingga yang paling ekstrim mengambil tanah kuburan. Akhirnya aku memutuskan mencoba metode tersebut satu persatu.
“Nanti tengah malam harus gue coba nih“ aku bergumam sendiri.
Namun aku harus merahasiakan hal ini dari Sheril karena aku khawatir dia akan merasa kepo, dan pasti akan menanyakan makhluk-makhluk yang ada disekitar rumah dan membahas kejadian kemarin malam soal terkait keran yang menyala sendiri.
Sudah menjadi rahasia umum penggemar horror biasanya adalah seorang perempuan, namun yang menurutku lucu adalah sebagian besar dari mereka adalah penakut.
Aku jadi teringat perkataan mantan pacarku yang meninggal lima tahun lalu , dia berpendapat jika pecinta horror sebagian adalah penakut. Aku tersenyum sendiri terkenang obrolan dengan Linda semasa dia hidup.
Aku merasa rindu kepadanya, kuambil bingkai foto yang kupajang dimeja kerja, Foto kami berdua ketika masih SMA kelas dua sebelum dia meninggal. Kuusap foto kami dibingkai tersebut, Linda terlihat cantik dengan seragam SMA nya disertai rambut hitam panjang terurai dan kacamata bulatnya,dan aku masih menyimpan kacamata bulatnya sebagai kenang-kenangan, jika saja dulu aku tidak mengajaknya ketengah danau, mungkin Linda masih hidup.
![kaskus-image]()
[url]https://S E N S O Rfreddiehangoler/creepy-night-lullaby[/url]
Malamnya tepat pukul dua belas malam, aku dengan mantap akan mempraktekan cara-cara yang kudapat diinternet. Namun karena keterbatasan bahan aku hanya bisa mempraktekan tiga cara saja untuk saat ini.
Aku menutup pintu kamar, dan segera melakukan ritual yang pertama yaitu dengan melihat diantara dua kaki.
Sebenarnya cara ini hanya akan berhasil jika aku melihat diantara kedua kaki, namun itu akan menyusahkanku jika aku harus terus nungging sementara aku harus menulis deskripsi yang aku lihat.
Kunyalakan beberapa lilin dikamarku, lalu tak lupa aku membakar kemenyan.
![kaskus-image]()
Aku tunggu beberapa saat hingga bau kemenyan memenuhi ruangan. Setelah dirasa cukup, aku mengambil buku catatan kecil beserta pulpennya. Aku mencoba nungging dan melihat diantara dua kaki, tidak terlihat apapun.
Ah mungkin aku harus mengarahkan pandanganku kearah lain, aku merubah posisi dan melihat kearah lain.. kuputar badanku sembari menungging dan melihat diantara dua kaki namun Nihil.
Cara kedua yang akan kulakukan adalah melihat dengan cermin yang dibiarkan berhadapan, karena aku hanya memilki saru cermin besar dilemari bajuku, aku menggunakan kaca spion motorku.
AKu berdiri didepan lemari dan berusaha berkonsentrasi, tak lupa aku mematikan lampu sehingga hanya lampu dari lilin saja yang menerangi.
Aku menarik nafas dalam-dalam kemudian berkonsentrasi sambil menatap kearah kaca spion dan membelakangi cermin di lemari baju. Aku tidak melihat apapun selain bayangan diriku. Semenit,lima menit, hingga dua puluh menit aku menunggu namun tidak ada penampakan sama sekali.
Aku hampir menyerah namun ada satu cara lagi yang belum kucoba, yakni dengan menggunakan kamera depan telepon genggam, diarahkan kepada kita hingga muncul wajah kita dan perlahan kita memutar badan sambil terus merekam menggunakan kamera HP.
Aku mulai mencoba, putaran pertama, nihil. Aku tidak menyerah ku coba lagi dan lagi hingga akhirnya aku merasa pusing karena berputar terlalu banyak. Rasa pusing menyerang kepalaku ditambah pengapnya udara karena bau kemenyan, aku menyerah dan merebahkan tubuhku disofa tanpa menyalakan lampu, aku berkeringat.
Badanku terasa lemas, kulihat jam di HP ku ternyata sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Tak terasa satu jam berlalu aku melakukan ritual, aku menyerah dan memutukan untuk mencari cara lain esok hari.
Cara yang tersisa adalah dengan membuka mata batin ke dukun atau dengan mengusapkan tanah kuburan pada malam hari atau maghrib kekelopak mata.
Baiklah kipikir besok saja aku melanjutkan, lalu aku memejamkan mata dan merasakan suara malam yang berasal dari jangkrik dikebun belakang rumah.
Tiba-tiba aku merasakan angin berhembus, persis seperti dengan kejadian kemarin malam. Aku menjaga agar tubuhku tetap diam dan tenang, angin tersebut terasa dingin, diiringi terciumnya bau kembang tujuh rupa.
Aku merasakan seperti ada sosok yang berdiri didepanku meskipun aku sedang menutup mata. Keringat mulai bercucuran dikepalaku.
“Wof wof auuuuuuu”
Aku terkejut mendengar suara anjing dari luar, suasana terasa mencekam. Aku berpikir mungkin aku harus membuka mata karena ini adalah kesempatan yang langka, lagipula aku belum pernah mendengar berita orang dimakan oleh hantu. Akhirnya setelah mengumpulkan keberanian aku membuka mata.
Mataku perlahan terbuka dan melihat kearah lantai yang hanya diterangi lilin,perlahan aku mengarahkan pandanganku kedepan, terlihat oleh kedua mataku kain putih bersih yang melayang tepat didepan mataku.
Jantungku berdebar kencang, namun karena kupikir aku sudah setengah jalan, tak etis jika harus mundur. Aku mulai memandangi kain tersebut, sudah sampai kearea tangan namun tidak terlihat tangan hanya kain saja yang terlihat.
“Anjir berat banget rasanya mau ngadah ngelihat keatas” gumamku dalam hati.
Aku melanjutkan dan sudah mencapai bagian dada, terlihat rambutnya yang hitam panjang. Aku sampai menelan ludah hingga akhirnya aku memutuskan untuk melihat bagian wajahnya dengan gerakan cepat.
Aku menghitung dalam hati dan akhirnya terlihat wajah sosok yang sedang berdiri dihadapanku. Antara percaya dan tidak aku melihat sosok hantu perempuan yang cantik, berambut panjang,wajah bulat dan mata besar, wajah yang tidak asing dimataku.
“Linda …….. ”
Namaku Roni,aku berusia dua puluh satu tahun. Pekerjaanku sekarang adalah menjadi seorang Penulis Novel, aku biasa menghabiskan hari-hariku dengan duduk dibelakang layar komputer meskipun terkadang aku juga suka untuk menulis diluar ruangan.
Tempat yang aku sambangi untuk menulis diluar biasanya adalah tempat wisata alam agar pikirannku terasa di refresh. Kini aku tinggal bersama adik-ku disebuah rumah tua yang belum lama kubeli , rumah sederhana dan terletak dipinggir kebun warga.
Menjadi seorang Penulis tentunya tidak seenak yang orang pikirkan, kebanyakan orang menilai menjadi penulis kerjanya begitu enak karena hanya tinggal menulis lalu dapat uang. Memang jika tulisan kami laku dipasaran kami akan mendapatkan royalty dari buku yang kami tulis.
Namun kebanyakan orang tidak menyadari hal terbesar yang biasanya menjadi masalahn adalah mencari ide untuk ditulis, terkadang kami akan diam berpikir dalam waktu yang lama untuk mendapatkan ide meskipun terkadang ide bisa mincul begitu saja.
Seperti yang sedang kualami saat ini, aku merasa kehabisan ide untuk menulis. Beberapa buku yang sudah kutulis bergenre horror salah satunya berjudul suster salto dan hantu jeruk manis, namun sebetulnya yang kutulis hanya khayalan belaka dan banyak dari tulisanku berasal dari urban legend yang kubumbui dengan dramatisir yang sedikit kulebih-lebihkan.
Buku terakhir yang kutulis berjudul entebelle sudah rampung sehingga aku tidak dikejar deadline,dan sekarang aku sedang mencari inspirasi untuk buku-ku namun tak kunjung datang.
“Brak,,brak,,brak..”
Pintu kamarku digedor dengan keras, aku segera beranjak dari meja kerjaku, saat kubuka pintu ternyata yang menggedor adalah adik perempuanku.
Adik-ku bernama Sheril,dia berusia enam belas tahun dan baru saja menduduki bangku kelas satu SMA.
Sheril berperawakan cukup tinggi untuk ukuran gadis seusianya, mungkin tingginya sekitar 165cm. Dia memiliki rambut lurus sebahu,kulitnya putih, wajah cukup bulat dengan hidung yang tidak begitu mancung dan pupil mata berwarna coklat. Jika saja dia bukan adikku mungkin aku sudah mengaguminya
.“Ada apa dek? Malem-malem gedor kamar kakak ?”
Aku sedikit heran karena ini adalah kali pertama dia menggedor pintu dengan cukup keras, tanpa menjawab pertanyaanku Sheril langsung mendekapku dengan erat.
“Kak aku malem ini tidur disini ya kak“ kutengok wajahnya seperti sedang ketakutan.
“Kamu kenapa dek kok kaya orang abis liat hantu ?” aku bicara dengan senyum kecil.
“Awwww“
Sheril mencubitku dengan keras, sedetik kemudian dia menatapku dengan tatapan kesal khas perempuan.
“Kakak rese ih adeknya lagi ketakutan gini bukannya ditenangin malah ditakut-takutin“ Sheril berkata dengan wajah cemberutnya.
Sepertinya dia tidak main-main, karena Sheril bukanlah tipe orang yang suka berbohong demi keusilan.
“Ya udah gih tidur dikasur kakak, tar kaka tidur disofa aja“
Aku memang memiliki sofa berukuran panjang dikamarku yang biasanya aku pergunakan untuk bermalas-malasan jika sedang tidak ada kerjaan.
Sheril tampak sedikit tenang, perlahan dia melepaskan dekapannya, wajahnya masih terlihat was-was. Kuajak dia duduk dikasur lalu memintanya untuk menceritakan apa sebenarnya yang terjadi hingga membuatnya gugup seperti ini.
Namun sebelum aku mewawancari-nya aku mengambil segelas air dari dispenser yang terletak disamping meja kerja.
“Nih minum dulu de, habis itu coba kamu ceritain kenapa kamu bisa kaya gini?”
Sheril meminum air yang kuberikan, dia mencoba menanangkan dirinya dengan menarik nafas dalam-dalam beberapa kali.
“Tadi pas aku habis ngambil minum dikulkas, aku denger suara dari dapur kaya lagi cuci piring, pas aku samperin gak ada siapa-siapa, cuma air keran nyala” Sheril menceritakannya dengan sangat terburu-buru.
“Tenang de tenang ceritanya biar kaka bisa paham" lalu aku mengusap pundak Sheril, Sheril pun melanjutkan.
“Terus aku tutup kerannya kak, tapi pas aku mau balik kekamar, kerannya nyala lagi kak, abis itu Aku langsung lari kesini”
Setelah beres bercerita, Sheril menggulingkan badannya ke kasur dan menutup sekujur tubuhnya menggunakan selimut.
“Ya udah malem ini kamu tidur bareng kaka, tapi besok dikamar kamu lagi ya”
Sheril hanya diam tanpa berkata sedikitpun, akupun kembali ke meja kerjaku. Kulihat jam didinding menunjukkan pukul setengah satu dini hari, terbesit dipikiranku penasaran dengan kejadian yang Sheril ucapkan, apakah itu memang benar atau hanya halusinasi belaka?.
Tepat pukul satu dini hari aku memutuskan untuk memeriksa kedapur, kulihat adikku sudah tertidur Pulas.
Aku berjalan dengan perlahan agar tidak membangunkan adikku, kubuka knop pintu dengan sangat hati-hati. Kamarku ini berada didekat ruangan tengah.
Rumah ini memiliki satu ruang tamu, satu ruangan tengah untuk keluarga,tiga buah kamar,satu dapur dan satu kamar mandi. Karena aku hanya tinggal berdua dengan adikku, maka kamar dipojok dekat dapur kujadikan sebagai gudang.
Aku menoleh kearah dapur karena pintu kamarku sejajar dengan lorong menuju kedapur, kudengarkan dengan seksama memang terdengar suara air dari keran mengalir. Aku segera berjalan kedapur untuk mematikan keran, benar saja air mengalir meskipun tidak deras, segera kututup dan memperhatikan kondisi dapur.
Ada benda yang menyita perhatianku, bentuknya seperti ijuk yang sangat panjang, aku memang jarang sekali memeriksa kondisi dapur karena aku belum lama pindah kerumah ini.
Aku memutuskan untuk menyingkirkan ijuk yang menjulur kearah dalam, aku berpikir mungkin pemilik terdahulu lupa membereskan setelah bersih-bersih, namun ketika hendak memegang ijuk tersebut ijuk tersebut seperti ditarik dari luar. Sontak aku kaget karena menurutku tidak mungkin ini terjadi karena angin atau apapun itu.
Tak lama kemudian aku mendengar suara seperti orang menyapu diluar belakang dapur, aku termasuk orang yang terbilang berani akan hal-hal ghaib meskipun aku belum pernah melihat mereka secara langsung. Rasa penasaran mulai memenuhi kepalakku, apakah aku akan melihat wujud mereka jika aku keluar.
Kutengok dari jendela namun tidak nampak apapun, kubuka pintu dapur dan memeriksanya keluar. Namun aku tidak mendapati apa-apa selain kebun pisang milik warga yang sedang berbuah. Kulihat kearah kebun pisang aku samar-samar melihat ada sesuatu berwarna putih melayang dibelakang pohon pisang.
Spoiler for mulustrasi:
Bulu kuduk-ku perlahan berdiri dan membuatku merinding, aku akhirnya memutuskan masuk kembali kedalam rumah.
Saat hendak masuk kekamar sepintas aku mendengar suara perempuan [url=https://S E N S O Rnankamitchi/updated-creepy-clown-laugh] [I]TERTAWA[/I] [/url] dari pinggir rumah, namun aku tidak menghiraukan karena aku merasa mengantuk. Aku merebahkan badanku disofa ,terbayang olehku sosok bayangan putih yang menggantung didekat pohon pisang.
Aku mencoba memejamkan mata, suara itu terdengar lagi, kali ini suaranya berganti menjadi suara [url=https://S E N S O Ruser-537330028/sets/dd-creepy-crying][I]MENANGIS[/I] [/url] pilu, suaranya terdengaar sangat lirih dan sedih.
Aku masih memejamkan mata, beberapa saat kemudian suara tersebut hilang. Kupikir ah mungkin udah capek dia godain, namun ternyata tak seperti dugaanku, aku merasakan angin berhembus didekat tubuhku. Sontak aku merasa bingung karena jendela tertutup dengan rapat, tidak mungkin angin bisa masuk.
Tak cukup sampai disitu, beberapa saat setelah aku merasakan hembusan angin, aku merasa ada yang meniup leherku. Aku memberanikan diri membuka mata, namun tak mendapati apa-apa. Kulihat hanya ada adikku yang sedang pulas, sesaat kemudian aku merasa sangat mengantuk, rasa kantuk yang aneh. Aku berganti dari posisi rebahan berubah ke posisi duduk.
Kepalaku pusing dan kurasakan rasa kantuk yang luar biasa, aku memaksakan agar mataku tetap terbuka namun terasa sangat berat. Samar-samar aku melihat kearah jendela terlihat bayangan hitam menyerupai siluet seorang wanita.
Spoiler for Cantik:
Namun aku tidak dapat melihat dengan jelas hanya tampak bayangan saja dan siluet rambut hitamnya yang panjang terurai,sesaat kemudian aku tak sadarkan diri.
“Kak..kak… bangun, udah siang“
Terdengar olehku suara Sheril yang sedang berusaha mambangunkanku, aku membuka mata. Badanku terasa pegal dan dingin, disertai rasa pusing dikepala, aku menahannya dengan memegangi kepalaku.
“Pusing ya kak ? kaka lagian ngapain tidur dilantai, jadi masuk angin kan“
Sheril menatapku,tampak dari wajahnya menunjukkan rasa khawatir. Aku berusaha bangun dan duduk di Sofa, lalu memijit keningku dan berusaha mengingat apa yang terjadi semalam sebelum aku tidur.
“Kamu ga sekolah dek ?“
“Belum kak, aku mulai sekolah senin depan. Registrasi pindahan ke SMA ini baru kemaren beres kan kak”
Sedetik kemudian Sheril beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kemudian berbelok kearah dapur.
“Kak nasi gorengnya mau pedes apa enggak ? aku mau masak buat sarapan”
Kulihat jam didinding menunjukkan pukul delapan pagi, aku masih terduduk lesu.
“Ya udah kalo ga jawab aku buat pedes ya kak samain sama aku”
Aku mencoba mengingat kejadian semalam. Perlahan aku mengingat semua yang terjadi, aku lantas segera berdiri dan berjalan kearah dapur dan mengecek ventilasi. Aku tidak melihat ada ijuk dilubang ventilasi.
“Dek kemaren kamu pas lagi bersih-bersih dapur nyimpen sapu ijuk di ventilasi ?” ujarku sambil terus memperhatikan lubang ventilasi.
“Sapu ijuk kak ? kita kan gak punya sapu ijuk pakenya sapu plastic ka !“
Sheril menjawab dengan santai sembari memotong bahan untuk nasi goreng.
Aku melanjutkan memeriksa keluar, penasaran dengan suara orang menyapu yang kudengar tadi malam. Memang aku melihat ada sapu lidi dibawah pohon nangka belakang dapur, namun lidinya sudah terlihat rusak karena mungkin lama tidak dipakai.
Aku teringat kejadian soal bayangan putih dibelakang daun pisang, aku menoleh kearah daun pisang dan setelah kuperhatikan dengan seksama ternyata hanyalah sebuah karung yang digunakan petani menutupi buah pisang yang sudah tua.
Perlahan penasaranku mulai terjawab, namun aku masih penasaran dengan sosok yang kulihat dijendela dekat kamar. Apakah makhluk itu menampakan dirinya hanya karena sebatas iseng? atau kah ingin memberikan sebuah pesan kepadaku? . Aku berpikir sejenak, rasanya sulit sekali mengingat bentuk dari bayangan wanita yang kulihat sebelum aku pingsan.
Aku menyerah dan kembali kedalam rumah karena Sheril sudah selesai dengan nasi gorengnya, aku tau dia akan mengomel jika masakan yang dibuatnya tidak segera dimakan apalagi jika tidak aku habiskan.
Dialah yang menggantikan pekerjaan rumah, semenjak kepergian orang tua kami yang meninggal dalam kecelakaan pesawat ketika pulang dari liburan mereka. Mau tidak mau kami harus belajar hidup mandiri terutama Sheril yang notabene seorang perempuan. Aku segera menghampiri adikku yang duduk dilantai ruangan tengah untuk sarapan karena kami tidak memiliki meja makan.
“Enak gak kak nasi gorengnya ?” adikku bertanya dengan wajah tersenyum.
“Enak kok dek, mirip sama buatan mamah“
Kulihat mata Sheril tampak berkaca-kaca namun segera mengusapnya dengan cepat,aku merasa kasihan kepadanya karena dia termasuk anak yang manja kepada mamah. Dialah yang paling merasa kehilangan, aku juga merasa sedih namun aku memikul tanggung jawab menjadi kepala keluarga untuk membimbingnya.
“Gak kerasa ya kak, mama sama papa udah dua tahun ninggalin kita“
Sheril berkata sambari tersenyum, lalu menunduk untuk sesaat dan melanjutkan.
“Untung aku dulu belajar masak sama mamah, jadi aku bisa gantiin tugas mamah"
Dia masih tampak tersenyum sambil menahan air mata yang sudah membendung.
“Eh kak gimana udah dapet ide buat buku baru gak ?” dia mencoba membuka topik baru.
“Belum nih dek, kaka lagi pengen nulis cerita. Tapi kalo bisa yang gak dramatis sama dilebih-lebihin gitu dek, pengen kerasa supaya tulisan kaka terasa real sama pembaca”
“Kalo gitu mungkin kaka harus ketemu atau liat langsung setannya biar kerasa sama kakak, terus dijadiin buku deh, masalahnya kaka berani atau enggak“ Sheril tertawa kecil.
“Hmm gimana ya dek, kakak kan gak bisa liat begituan, dulu pernah ngeliat pas waktu kecil pocong depan rumah kita dulu, itupun Cuma sekali”
Aku sengaja tidak menceritakan kejadian semalam agar adikku tidak merasakan takut , bahaya kalau aku ceritakan. Bisa-bisa kamarku dijajah lagi olehnya.
“Kalo kaka mata batinnya dibuka, kan bisa liat tuh. Terus kakak ajak ngobrol tuh hantunya, terus dijadiin buku deh. Asal jangan nanya no togel aja“ Sheril tertawa dengan keras.
Aku terdiam dan berpikir sejenak,ada benarnya ucapan adikku jika aku bisa melihat mereka, aku bisa mendeskripsikan mereka dengan baik. Bahkan mungkin aku bisa membuat ensiklopedia berjudul daftar hantu disekitar rumah.
“Gak ah de, otak kakak masih kuat kok buat ngehayal “
Aku berkata dengan wajah sombong dengan sangat percaya diri.
“Iya percaya deh, kakak imajinasinya kuat sampe saking kuatnya kayaknya ga butuh pacar.hahaha“
Sheril kembali tertawa, akhirnya aku melanjutkan sarapanku sambil bercanda dengan adik tercintaku.
Didalam kamar aku merenungkan perkataan Sheril tadi tentang membuka mata batin, ada benarnya juga. Aku lantas membuka internet dan mencari info cara melihat hantu, dimulai dari melihat diantara dua kaki,mengerok alis,hingga yang paling ekstrim mengambil tanah kuburan. Akhirnya aku memutuskan mencoba metode tersebut satu persatu.
“Nanti tengah malam harus gue coba nih“ aku bergumam sendiri.
Namun aku harus merahasiakan hal ini dari Sheril karena aku khawatir dia akan merasa kepo, dan pasti akan menanyakan makhluk-makhluk yang ada disekitar rumah dan membahas kejadian kemarin malam soal terkait keran yang menyala sendiri.
Sudah menjadi rahasia umum penggemar horror biasanya adalah seorang perempuan, namun yang menurutku lucu adalah sebagian besar dari mereka adalah penakut.
Aku jadi teringat perkataan mantan pacarku yang meninggal lima tahun lalu , dia berpendapat jika pecinta horror sebagian adalah penakut. Aku tersenyum sendiri terkenang obrolan dengan Linda semasa dia hidup.
Aku merasa rindu kepadanya, kuambil bingkai foto yang kupajang dimeja kerja, Foto kami berdua ketika masih SMA kelas dua sebelum dia meninggal. Kuusap foto kami dibingkai tersebut, Linda terlihat cantik dengan seragam SMA nya disertai rambut hitam panjang terurai dan kacamata bulatnya,dan aku masih menyimpan kacamata bulatnya sebagai kenang-kenangan, jika saja dulu aku tidak mengajaknya ketengah danau, mungkin Linda masih hidup.

[url]https://S E N S O Rfreddiehangoler/creepy-night-lullaby[/url]
Malamnya tepat pukul dua belas malam, aku dengan mantap akan mempraktekan cara-cara yang kudapat diinternet. Namun karena keterbatasan bahan aku hanya bisa mempraktekan tiga cara saja untuk saat ini.
Aku menutup pintu kamar, dan segera melakukan ritual yang pertama yaitu dengan melihat diantara dua kaki.
Sebenarnya cara ini hanya akan berhasil jika aku melihat diantara kedua kaki, namun itu akan menyusahkanku jika aku harus terus nungging sementara aku harus menulis deskripsi yang aku lihat.
Kunyalakan beberapa lilin dikamarku, lalu tak lupa aku membakar kemenyan.

Aku tunggu beberapa saat hingga bau kemenyan memenuhi ruangan. Setelah dirasa cukup, aku mengambil buku catatan kecil beserta pulpennya. Aku mencoba nungging dan melihat diantara dua kaki, tidak terlihat apapun.
Ah mungkin aku harus mengarahkan pandanganku kearah lain, aku merubah posisi dan melihat kearah lain.. kuputar badanku sembari menungging dan melihat diantara dua kaki namun Nihil.
Cara kedua yang akan kulakukan adalah melihat dengan cermin yang dibiarkan berhadapan, karena aku hanya memilki saru cermin besar dilemari bajuku, aku menggunakan kaca spion motorku.
AKu berdiri didepan lemari dan berusaha berkonsentrasi, tak lupa aku mematikan lampu sehingga hanya lampu dari lilin saja yang menerangi.
Aku menarik nafas dalam-dalam kemudian berkonsentrasi sambil menatap kearah kaca spion dan membelakangi cermin di lemari baju. Aku tidak melihat apapun selain bayangan diriku. Semenit,lima menit, hingga dua puluh menit aku menunggu namun tidak ada penampakan sama sekali.
Aku hampir menyerah namun ada satu cara lagi yang belum kucoba, yakni dengan menggunakan kamera depan telepon genggam, diarahkan kepada kita hingga muncul wajah kita dan perlahan kita memutar badan sambil terus merekam menggunakan kamera HP.
Aku mulai mencoba, putaran pertama, nihil. Aku tidak menyerah ku coba lagi dan lagi hingga akhirnya aku merasa pusing karena berputar terlalu banyak. Rasa pusing menyerang kepalaku ditambah pengapnya udara karena bau kemenyan, aku menyerah dan merebahkan tubuhku disofa tanpa menyalakan lampu, aku berkeringat.
Badanku terasa lemas, kulihat jam di HP ku ternyata sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Tak terasa satu jam berlalu aku melakukan ritual, aku menyerah dan memutukan untuk mencari cara lain esok hari.
Cara yang tersisa adalah dengan membuka mata batin ke dukun atau dengan mengusapkan tanah kuburan pada malam hari atau maghrib kekelopak mata.
Baiklah kipikir besok saja aku melanjutkan, lalu aku memejamkan mata dan merasakan suara malam yang berasal dari jangkrik dikebun belakang rumah.
Tiba-tiba aku merasakan angin berhembus, persis seperti dengan kejadian kemarin malam. Aku menjaga agar tubuhku tetap diam dan tenang, angin tersebut terasa dingin, diiringi terciumnya bau kembang tujuh rupa.
Aku merasakan seperti ada sosok yang berdiri didepanku meskipun aku sedang menutup mata. Keringat mulai bercucuran dikepalaku.
“Wof wof auuuuuuu”
Aku terkejut mendengar suara anjing dari luar, suasana terasa mencekam. Aku berpikir mungkin aku harus membuka mata karena ini adalah kesempatan yang langka, lagipula aku belum pernah mendengar berita orang dimakan oleh hantu. Akhirnya setelah mengumpulkan keberanian aku membuka mata.
Mataku perlahan terbuka dan melihat kearah lantai yang hanya diterangi lilin,perlahan aku mengarahkan pandanganku kedepan, terlihat oleh kedua mataku kain putih bersih yang melayang tepat didepan mataku.
Jantungku berdebar kencang, namun karena kupikir aku sudah setengah jalan, tak etis jika harus mundur. Aku mulai memandangi kain tersebut, sudah sampai kearea tangan namun tidak terlihat tangan hanya kain saja yang terlihat.
Spoiler for Imut:
“Anjir berat banget rasanya mau ngadah ngelihat keatas” gumamku dalam hati.
Aku melanjutkan dan sudah mencapai bagian dada, terlihat rambutnya yang hitam panjang. Aku sampai menelan ludah hingga akhirnya aku memutuskan untuk melihat bagian wajahnya dengan gerakan cepat.
Aku menghitung dalam hati dan akhirnya terlihat wajah sosok yang sedang berdiri dihadapanku. Antara percaya dan tidak aku melihat sosok hantu perempuan yang cantik, berambut panjang,wajah bulat dan mata besar, wajah yang tidak asing dimataku.
“Linda …….. ”
Quote:
INFO : Kejadian ini dialami oleh saya sendiri ketika sedang memeriksa dapur.
Kejadian melihat kuntilanak juga dialami ane cuma posisinya ditempat tidur dan gak kenal kuntinya siapa
Kejadian melihat kuntilanak juga dialami ane cuma posisinya ditempat tidur dan gak kenal kuntinya siapa

Diubah oleh roni.riyanto 04-05-2018 11:37
sulkhan1981 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas