- Beranda
- Stories from the Heart
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
...
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143.1K
598
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bogiestuck
#189
part 41
Nara
Wanita yang selalu berhasil membuat gue terpana akan kecantikanya ini sekarang duduk disamping gue.dengan buku tebal bertuliskan matematika di tangan kanannya,dia menyapa gue dengan senyuman yg bisa membius setiap pria yg melihatnya.alisnya yang tebal dan tanganya yg berbulu tipis,dia menyolek perut gue.
"Sombong banget si sekarang"
"Ko sombong sih.kan elo sama yosep yg sekarang jarang ngumpul"
"Ya kan kita mau ujian.lagi fokus fokusnya belajar les" jawab nara sambil tersenyum
Setelah kita berempat dibuat diam akan keadaan.tak ada ada obrolan sama sekali.semua hanya sibuk dengan hpnya masing masing.setelah datang mas mas menawarkan menu,baru muncul lagi pembicaraan,yang di awali oleh si aurel.
"Lesti,sejak kapan sih bisa ngeband"
"Bukan bisa ngeband kali rel,tapi sejak kapan kulai ngeband."
"Iya itu maksudnya.hehehe" jawab aurel malu malu
"Kalo main alat musik sih dari kecil.tapi kalo ngeband.dari sd smp lah.aurel bisa maen musik.?"
"Mana bisa dia les.bisanya dan dan sama maen basket doang dia mah" jawab bobby sembari membakar rokoknya.
"Ihh apaan sih lo bob.rese deh...
Dan setelah itu kita banyak membicarakan seperti anak sekolah pada umumnya.mulai dari musik,fashion,dan tempat hang out yang asik.
Ga sadar waktu menunjukan jam 5 sore.dan semarang waktu itu dibasahi oleh gerimis gerimis kecil.gue waktu itu inget kalo gue ada janji dengan risma malam nanti.jadi waktu itu gue putuskan untuk pulang duluan.
"Eh gue cabut dulu ya" pamit gue ke bobby,aurel dan nara
"Lah gue gimana dong nyet.?"
"Ya kalo mau bareng ya ayok ikut gue nyet"
"Yah ko pada pulang sih.." kata aurel lirih
"Gue juga pulang ya dek" udah jam segini
"Yaudah deh.eh lesti aku boleh maen rumah kamu?"
"Hah,mau ngapain rel.? Kapan.?" Jawab gue
"Ya sebisa kamu"
"Yaudah kapan kapan deh.."
Kita pun berempat pulang di tengah basahnya kota semarang sore ini.disaat tadi gue ingin pulang.gue memandang nara yang entah kenapa sore itu dia terlihat cantik banget.lagi lagi gue dibuat terpana oleh paras cantiknya.tapi entah kenapa,dia terlalu abu abu buat gue.hati ini bengitu ingin memilikinya,tapi pikiran ini entah kenapa selalu menolaknya.
Saat tiba dirumah gue langsung rebahan sebentar,sholat magrib,lalu mandi.setelah mandi gue langsung cari model pakaian yang cocok buat malam ini.bukan mau formal,tapi seengaknya tema malam ini,gue harus pake kemeja.
Gue putuskan malam ini gue pakai kemeja warna biru tua,celana jeans dan sneaker berwarna hitam.
Suasana malam ini,semarang masih dengan jalan yang basah karena gerimis yang mulai dari sore hari belum juga berhenti.akhirnya gue memutuskan untuk naik taksi.karena dari daerah gue dekat dengan pangkalan taksi.jadi ga perlu waktu lama buat gue mencari taksi.
Gue menaiki taksi bewarna biru muda dengan pak supir yang bener bener ramah.
"Mau kemana mas..?" Tanya pak sopir
"Ke daerah ******** pak..." jawab gue singkat
"Mau ke tempat pacarnya ya mas..??"
"Apaan sih pak.pacar pacaran,masih kecil gini juga pak" jawab gue ngasal
"Ya mana mungkin mas,pakaian gitu dibuat apel temen cowoknya mas.apalagi ini kan hari valentine mas" jelas pak sopir
"Ya elah bapak,kaya ngerti valentine aja pak.." gue sambil nyengir nyengir ga jelas
"Wah mas ini.mas ini orang ke empat yang saya anter pake pakaian begini.wangi banget gini juga.parfum satu botol dipake sekali ya mas,buat malam ini,,??"
Wah resek ni supir,gue di kadalain.pengen banget rasanya gue berak di dalem taksi ni bapak.gue gesrek gesrekkin pantat gue ke jok taksinya,biar taik gue kemana mana.tapi karena gue ga punya mental seperti itu,jadi gue biarkan bapak ini untuk tidak mencicipi betapa gurihnya taik taik yg keluar dari barang ajaib gue.
"Enggak pak.satu toko parfum saya beli tadi.saya pake semua parfumnya tang ada di toko" jawab gue kesel
"Hahaha,wah mas ini.kaya punya duit aja."
Sekali lagi gue di buat kesel sama ni supir taksi.dan karena gue udah mulai males dengan omongan supir taksi yg resek ini.gue putuskan untuk memasang earphone milik gue.waktu itu gue mainkan lagu dari kings of convenience yg berjudul misread
If you wanna be my friend
You want us to get along
Please do not expect me to
Wrap it up and keep it there
The observation I am doing could
Easily be understood
As cynical demeanour
But one of us misread...
And what do you know
It happened again
A friend is not a means
You utilize to get somewhere
Somehow I didn't notice
friendship is an end
What do you know
It happened again
How come no-one told me
All throughout history
The loneliest people
Were the ones who always spoke the truth
The ones who made a difference
By withstanding the indifference
I guess it's up to me now
Should I take that risk or just smile?
What do you know
It happened again
What do you know
Entah kenapa lagu ini bener bener ngebuat mood gue bertambah,setelah sebelumnya mood gue dibuat rusak oleh pak sopir taksi yang gue naiki ini.
Dan sampai pada akhirnya,gue udah sampe dirumah risma.
Gue pencet bell disamping kiri atas pintu rumahnya.dan tak lama setelah itu muncul pembantu si risma yang mempersilahkan gue untuk masuk.
"Masuk dulu mas lesti,mbak rismanya lagi dikamar,habis mandi."
"Oh iya mbak.makasih" jawab gue sambil gue duduki sofa yang berwarna kuning ini.
Beginilah cewek.cewek selalu menuntut sang cowok untuk on time,tapi si cewek itu sendiri pasti selalu ngaret dengan sejuta alasan yang ga jelas.
Dan tak lama setelah itu,gue disuguhkan dengan seorang wanita cantik yang memakai kemeja warna putih,dan dengan rok selutut yang berwarna merah.dan kali ini wanita cantik ini tidak memakai kaca matanya.risma malam ini bener bener cantik luar biasa.gue ga pernah melihat dia secantik ini.
"Kenapa,ko ngeliatnya gitu?" Tanya si risma
"Kamu cantik banget malam ini"
Gue liat dia tersipu malu dengan ucapan gue.dia tampak tersenyum menunduk dan sesekali dia melirik ke gue.dan lalu dia menghentakan kaki kanannya di tempat dia berdiri dan berkata
"Kamu tu ya,seneng banget godain aku"
"Ya abis kamu bener bener cantik ko.sumpah deh"
"Beneran aku cantik??" Dia bertanya lagi dengan raut wajah seperti anak kecil.bener bener imut banget.
"Cantik sih.tapi ko pakaian kamu mirip anak sd gini ya" gue menggoda dia sambil memegang ujung bawah roknya
"Ah lesti ah.yaudah aku ganti dulu.!!"
Kali ini dia seperti ingin kembali ke kamar setelah ucapan gue tadi.tapi niat nya untuk pergi gue halangi dengan tarikan dari tangan gue.
"Aku becanda ko.kamu cantik banget malam ini"
Dia memandang gue sebentar dan tersenyum.
"Beneran aku cantik..??"
"Iya cantik.tapi ko ga pake kacamata.emangnya keliatan.??"
"Ya keliatan,tapi ga begitu jelas sih.tapi gapapa ko"
"Udah sekarang masuk,ambil kaca mata kamu"
"Loh ko pake kaca mata? Bukanya bagus gini"
Gue diam sejenak lalu meraih tanganya.
"Kamu tu pake kaca mata aja.biar jelas ngeliatnya.ga perlu di paksain kaya gini.lagian kamu rugi banget.ga bisa ngeliat dengan jelas,wajah pacar kamu yg ganteng banget ini"
"Issshhhh pede banget..." jawab risma
"Yaudah sana ambil dulu kaca matanya"
"Iya iya... wuuuu dasar" jawab dia singkat
Diapun pergi menuju ke kamar.tapi anehnya setelah beberapa langkahnya meninggalkan gue di ruang tamu ini,dia malah kembali lagi menghampiri gue.
Dia tiba tiba memberikan senyumnya yang manis gue.kepalanya lalu menengok ke ruangan sebelah,lalu dia memandang ke arah gue.
Cuppp...
Dia mencium gue waktu itu.bibirnya menyentuh binir gue.rasanya bibir gue menyentuh sesuatu yang sangat lembut.dan setelah dia mencium gue dia berjalan masuk ke kamarnya untuk mengambil kaca matanya.dan setelah itu,gue dan risma pergi ke suatu tempat yg bener bener romantis di semarang.tempat yang sangat tinggi,yang bisa memandang seluruh kota semarang dari tempat gue duduk.malam itu gue bersyukur banget.gue punya cewek yang bener bener sayang sama gue,peduli sama gue dan dia bener bener permata dimata gue.kecantikanya,senyumnya.suaranya dan baunya malam itu membuat gue sadar.gue harus menjaga dia dan ngelindungin dia.
14 february 2008 adalah hal termanis yang gue jalanin di masa muda gue.
Risma
Senyumu malam itu benar benar hidup di dalam otak dan hati gue.sampai sekarang..
Wanita yang selalu berhasil membuat gue terpana akan kecantikanya ini sekarang duduk disamping gue.dengan buku tebal bertuliskan matematika di tangan kanannya,dia menyapa gue dengan senyuman yg bisa membius setiap pria yg melihatnya.alisnya yang tebal dan tanganya yg berbulu tipis,dia menyolek perut gue.
"Sombong banget si sekarang"
"Ko sombong sih.kan elo sama yosep yg sekarang jarang ngumpul"
"Ya kan kita mau ujian.lagi fokus fokusnya belajar les" jawab nara sambil tersenyum
Setelah kita berempat dibuat diam akan keadaan.tak ada ada obrolan sama sekali.semua hanya sibuk dengan hpnya masing masing.setelah datang mas mas menawarkan menu,baru muncul lagi pembicaraan,yang di awali oleh si aurel.
"Lesti,sejak kapan sih bisa ngeband"
"Bukan bisa ngeband kali rel,tapi sejak kapan kulai ngeband."
"Iya itu maksudnya.hehehe" jawab aurel malu malu
"Kalo main alat musik sih dari kecil.tapi kalo ngeband.dari sd smp lah.aurel bisa maen musik.?"
"Mana bisa dia les.bisanya dan dan sama maen basket doang dia mah" jawab bobby sembari membakar rokoknya.
"Ihh apaan sih lo bob.rese deh...
Dan setelah itu kita banyak membicarakan seperti anak sekolah pada umumnya.mulai dari musik,fashion,dan tempat hang out yang asik.
Ga sadar waktu menunjukan jam 5 sore.dan semarang waktu itu dibasahi oleh gerimis gerimis kecil.gue waktu itu inget kalo gue ada janji dengan risma malam nanti.jadi waktu itu gue putuskan untuk pulang duluan.
"Eh gue cabut dulu ya" pamit gue ke bobby,aurel dan nara
"Lah gue gimana dong nyet.?"
"Ya kalo mau bareng ya ayok ikut gue nyet"
"Yah ko pada pulang sih.." kata aurel lirih
"Gue juga pulang ya dek" udah jam segini
"Yaudah deh.eh lesti aku boleh maen rumah kamu?"
"Hah,mau ngapain rel.? Kapan.?" Jawab gue
"Ya sebisa kamu"
"Yaudah kapan kapan deh.."
Kita pun berempat pulang di tengah basahnya kota semarang sore ini.disaat tadi gue ingin pulang.gue memandang nara yang entah kenapa sore itu dia terlihat cantik banget.lagi lagi gue dibuat terpana oleh paras cantiknya.tapi entah kenapa,dia terlalu abu abu buat gue.hati ini bengitu ingin memilikinya,tapi pikiran ini entah kenapa selalu menolaknya.
Saat tiba dirumah gue langsung rebahan sebentar,sholat magrib,lalu mandi.setelah mandi gue langsung cari model pakaian yang cocok buat malam ini.bukan mau formal,tapi seengaknya tema malam ini,gue harus pake kemeja.
Gue putuskan malam ini gue pakai kemeja warna biru tua,celana jeans dan sneaker berwarna hitam.
Suasana malam ini,semarang masih dengan jalan yang basah karena gerimis yang mulai dari sore hari belum juga berhenti.akhirnya gue memutuskan untuk naik taksi.karena dari daerah gue dekat dengan pangkalan taksi.jadi ga perlu waktu lama buat gue mencari taksi.
Gue menaiki taksi bewarna biru muda dengan pak supir yang bener bener ramah.
"Mau kemana mas..?" Tanya pak sopir
"Ke daerah ******** pak..." jawab gue singkat
"Mau ke tempat pacarnya ya mas..??"
"Apaan sih pak.pacar pacaran,masih kecil gini juga pak" jawab gue ngasal
"Ya mana mungkin mas,pakaian gitu dibuat apel temen cowoknya mas.apalagi ini kan hari valentine mas" jelas pak sopir
"Ya elah bapak,kaya ngerti valentine aja pak.." gue sambil nyengir nyengir ga jelas
"Wah mas ini.mas ini orang ke empat yang saya anter pake pakaian begini.wangi banget gini juga.parfum satu botol dipake sekali ya mas,buat malam ini,,??"
Wah resek ni supir,gue di kadalain.pengen banget rasanya gue berak di dalem taksi ni bapak.gue gesrek gesrekkin pantat gue ke jok taksinya,biar taik gue kemana mana.tapi karena gue ga punya mental seperti itu,jadi gue biarkan bapak ini untuk tidak mencicipi betapa gurihnya taik taik yg keluar dari barang ajaib gue.
"Enggak pak.satu toko parfum saya beli tadi.saya pake semua parfumnya tang ada di toko" jawab gue kesel
"Hahaha,wah mas ini.kaya punya duit aja."
Sekali lagi gue di buat kesel sama ni supir taksi.dan karena gue udah mulai males dengan omongan supir taksi yg resek ini.gue putuskan untuk memasang earphone milik gue.waktu itu gue mainkan lagu dari kings of convenience yg berjudul misread
If you wanna be my friend
You want us to get along
Please do not expect me to
Wrap it up and keep it there
The observation I am doing could
Easily be understood
As cynical demeanour
But one of us misread...
And what do you know
It happened again
A friend is not a means
You utilize to get somewhere
Somehow I didn't notice
friendship is an end
What do you know
It happened again
How come no-one told me
All throughout history
The loneliest people
Were the ones who always spoke the truth
The ones who made a difference
By withstanding the indifference
I guess it's up to me now
Should I take that risk or just smile?
What do you know
It happened again
What do you know
Entah kenapa lagu ini bener bener ngebuat mood gue bertambah,setelah sebelumnya mood gue dibuat rusak oleh pak sopir taksi yang gue naiki ini.
Dan sampai pada akhirnya,gue udah sampe dirumah risma.
Gue pencet bell disamping kiri atas pintu rumahnya.dan tak lama setelah itu muncul pembantu si risma yang mempersilahkan gue untuk masuk.
"Masuk dulu mas lesti,mbak rismanya lagi dikamar,habis mandi."
"Oh iya mbak.makasih" jawab gue sambil gue duduki sofa yang berwarna kuning ini.
Beginilah cewek.cewek selalu menuntut sang cowok untuk on time,tapi si cewek itu sendiri pasti selalu ngaret dengan sejuta alasan yang ga jelas.
Dan tak lama setelah itu,gue disuguhkan dengan seorang wanita cantik yang memakai kemeja warna putih,dan dengan rok selutut yang berwarna merah.dan kali ini wanita cantik ini tidak memakai kaca matanya.risma malam ini bener bener cantik luar biasa.gue ga pernah melihat dia secantik ini.
"Kenapa,ko ngeliatnya gitu?" Tanya si risma
"Kamu cantik banget malam ini"
Gue liat dia tersipu malu dengan ucapan gue.dia tampak tersenyum menunduk dan sesekali dia melirik ke gue.dan lalu dia menghentakan kaki kanannya di tempat dia berdiri dan berkata
"Kamu tu ya,seneng banget godain aku"
"Ya abis kamu bener bener cantik ko.sumpah deh"
"Beneran aku cantik??" Dia bertanya lagi dengan raut wajah seperti anak kecil.bener bener imut banget.
"Cantik sih.tapi ko pakaian kamu mirip anak sd gini ya" gue menggoda dia sambil memegang ujung bawah roknya
"Ah lesti ah.yaudah aku ganti dulu.!!"
Kali ini dia seperti ingin kembali ke kamar setelah ucapan gue tadi.tapi niat nya untuk pergi gue halangi dengan tarikan dari tangan gue.
"Aku becanda ko.kamu cantik banget malam ini"
Dia memandang gue sebentar dan tersenyum.
"Beneran aku cantik..??"
"Iya cantik.tapi ko ga pake kacamata.emangnya keliatan.??"
"Ya keliatan,tapi ga begitu jelas sih.tapi gapapa ko"
"Udah sekarang masuk,ambil kaca mata kamu"
"Loh ko pake kaca mata? Bukanya bagus gini"
Gue diam sejenak lalu meraih tanganya.
"Kamu tu pake kaca mata aja.biar jelas ngeliatnya.ga perlu di paksain kaya gini.lagian kamu rugi banget.ga bisa ngeliat dengan jelas,wajah pacar kamu yg ganteng banget ini"
"Issshhhh pede banget..." jawab risma
"Yaudah sana ambil dulu kaca matanya"
"Iya iya... wuuuu dasar" jawab dia singkat
Diapun pergi menuju ke kamar.tapi anehnya setelah beberapa langkahnya meninggalkan gue di ruang tamu ini,dia malah kembali lagi menghampiri gue.
Dia tiba tiba memberikan senyumnya yang manis gue.kepalanya lalu menengok ke ruangan sebelah,lalu dia memandang ke arah gue.
Cuppp...
Dia mencium gue waktu itu.bibirnya menyentuh binir gue.rasanya bibir gue menyentuh sesuatu yang sangat lembut.dan setelah dia mencium gue dia berjalan masuk ke kamarnya untuk mengambil kaca matanya.dan setelah itu,gue dan risma pergi ke suatu tempat yg bener bener romantis di semarang.tempat yang sangat tinggi,yang bisa memandang seluruh kota semarang dari tempat gue duduk.malam itu gue bersyukur banget.gue punya cewek yang bener bener sayang sama gue,peduli sama gue dan dia bener bener permata dimata gue.kecantikanya,senyumnya.suaranya dan baunya malam itu membuat gue sadar.gue harus menjaga dia dan ngelindungin dia.
14 february 2008 adalah hal termanis yang gue jalanin di masa muda gue.
Risma
Senyumu malam itu benar benar hidup di dalam otak dan hati gue.sampai sekarang..
dany.agus dan yusufchauza memberi reputasi
2