Pak Lutfi : Buat yang belum kenal, kalian bisa panggil bapak Pak Lutfi, bapak disini ingin menginformasikan kepada kalian selaku murid baru disekolah ini.. Sudah menjadi tradisi disekolah bahwa setiap tahunnya ada kegiatan diluar sekolah yang diselenggarakan oleh sekolah khusus untuk siwa/i baru.. Tujuannya untuk lebih mengenal sekolah sekaligus untuk pengenalan lebih dalam mengenai beberapa hal yang belum kalian ketahui.. Nah, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, untuk penginapan dan sebagainya ditanggung oleh sekolah
Laras : Waahh seru nih
Pak Lutfi : Ini surat pemberitahuan resmi dari sekolah (sambil menunjukkan surat), tolong berikan kepada orang tua kalian masing masing, ini wajib untuk diikuti semua siswa baru
Kelaspun bergemuruh riang saat Pak Lutfi sedang membagikan surat pemberitahuan tersebut karena kegiatan ini dilaksanakan diluar sekolah, otomatis selama 2 hari proses berantem dengan buku ditiadakan untuk sementara
Melalui surat tersebut, tertulis bahwa kegiatan ini akan segera dilaksanakan pada hari sabtu yang artinya 3 hari lagi, berarti gw harus segera menyiapkan barang barang yang diperlukan seperti yang tertera dalam surat
Quote:
"Hoiii" teriak seseorang saat gw sedang melamun
"Eh hoi?" jawab gw asal
"Hahaha.." tawa Dinda
"Apaan Din? Ganggu aje"
"Oh jadi ganggu? Yaudah!" tutup Dinda lalu meninggalkan gw
"Hoi tunggu (gw memegang pergelangan tangan Dinda), gw cuma becanda doang juga, baperan lu!" ucap gw
"Bodo'!"
Dinda kemudian duduk disebelah gw, tentunya tanpa gw persilahkan sama sekali karena sejak kenal sama gw, Dinda emang jadi se-enaknya sama gw.. Diawali saat kejadian dikantin beberapa minggu yang lalu kemudian berlanjut hingga sekarang
Dinda mulai mengutarakan niat-nya karena jika seorang Dinda Angelina bertemu dengan seorang Charles Nur Cahyo berarti dia sedang memerlukan sesuatu dari gw yang merupakan teman baru-nya
Spoiler for "About CAHYO":
Mungkin bakal ada yang kebingungan kenapa nama lengkap gw Charles Nur Cahyo dan ada teman gw yang namanya CAHYO.. Jadi begini,
Suatu ketika dipadang gurun nan indah, hiduplah paddle pop (LAH KOK PADDLE POP?
Nama gw yang asli adalah S***** N********* dan nama dari orang yang gw samarkan dengan nama Cahyo adalah N******** jadi singkat dikisahkan nama gw dan si Cahyo itu sama, nama Cahyo hanya satu kalimat sedangkan gw ada dua kalimat dan kebetulan nama gw dan Cahyo itu sama di dunia nyata jadi ya sekalian aja nama yang gw samarkan gw samain (cerdas to?)
BACK TO STORY Dinda mengajak gw untuk menemani dia mencari perlengkapan untuk kegiatan yang akan segera dilaksanakan hari sabtu esok, itu adalah sebuah berita baik bagi gw karena itu tanda-nya gw ga bakal sendirian ketika nyari perlengkapan perlengkapan kegiatan
Tapiiii... Dinda meminta gw untuk membonceng-nya menggunakan sepeda motor yang saat itu merupakan hal yang sangat jarang untuk dapat dibeli karena harganya yang SELANGIT bagi gw disaat itu
Quote:
"Jalan kaki aja Din..." pinta gw memelas
"Ga usah, naik motor ajaa.. Males kalau jalaan"
"Gw.. Gw ga ada motor masalahnya" jawab gw menunduk merasa sedikit malu
"Lohh.. Bilang kek daritadi" jawab Dinda sambil menaikkan dagu gw menggunakan telunjuk-nya
"Ehehehee" balas gw cengar cengir
"Jalan kaki ajaaa" pinta gw sekali lagi
"Gaa maauuu.. Ga mau Charless"
"Lalu mau gimana?"
"Dirumah ada motor nganggur tuh.. Pake itu aja," jawab Dinda
"Gaaa.. Peti mahal Dindaaa... Gw aja ga punya motor apalagi gw disuruh bawa motor.. Bonceng cewe pulaa"
"Wuahahaahahhahaahah" tawa renyah Dinda keluar
"Ah"
"Gw bonceng" tawar Dinda
"Dih.. Ga!" ucap gw
"Lalu gimana?"
"Naik sepeda aja? Lu ada sepeda?" tanya gw
Zaman itu mungkin zaman sepeda menjadi hal yang wajib dipunyai siapa saja karena zaman itu sepeda merupakan kendaraan yang cukup baik dengan harga yang lumayan pas didompet
"Sepedaa?.. Hmm.. Kok gw ga kepikiran ya?" jawab Dinda balik bertanya pada gw
"Karenaaaa... Kamuuu... Bego :P"
"Messtiiiiiiii..." jawab Dinda kemudian melancarkan serangan kepiting kesekujur badan gw
"WADAWWWWW.... SAKITTT"
Teriak gw yang kekencengan membuat seluruh murid termasuk guru yang mengajar saat itu menjadi menatap penuh kearah gw dan Dinda yang malah asik berargumen
Guru : Ngapain kalian?
Gw : Ngga pak
Guru : Awas kalau main main dijam pelajaran saya
Gw kemudian diam dan menatap kearah Dinda yang malah asik nyengar nyengir dengan wajah polos tak berdosa
"Ntar sore gw tunggu dirumah gw.. Jalan xxx gang xx no x" bisik Dinda kepada gw yang hanya gw balas dengan anggukan
Spoiler for "True":
Quote:
"Maas... Makan dulu keburu dingin lohh.." teriak seorang wanita yang tampaknya baru saja selesai memasak untuk gw
"Iyaa.. Sebentar" ucap gw sembari melangkah menuju ruang makan
Album berkalbu itu telah gw tutup saat gw akan menuju ruang makan, album itu merupakan album yang penuh dengan kenangan kenangan lama gw bersama teman teman gw dan sesosok wanita yang telah mengubah hidup gw sejauh ini
Andai saat itu tidak terjadi salah paham, mungkin sekarang akan ada goresan tinta hijau yang menghiasi barisan putih ini
Quote:
"Maas.. Aku mau dong ketemu sama Dinda.." ucap wanita itu saat gw tengah menikmati masakannya
Uhuk... Uhuk.. Seketika gw tersedak saat mendengar yang dia katakan
"Haduh.. Pelan pelan atuh mass.." ucap wanita itu sambil menuangkan air putih kesebuah gelas untuk gw minum
"Suatu saat.. Kamu pasti bakal ketemu sama Dinda kok.. Ga perlu aku yang pertemuin kamu sama dia " ucap gw sambil mengelus lembut rambut panjang yang dia biarkan tergerai indah