Kaskus

Story

rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
★Special Main cover by Special Somebody★

 [REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta

▓▓∷rvn894∷▓▓








Quote:







╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣


Quote:






╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣

Spoiler for FAQ:





╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:




Quote:


Quote:


Quote:


Quote:





╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:

Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
anasabilaAvatar border
efti108Avatar border
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.5K
929
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
#98
Part 14: Hal Indah Untuk Yang Terindah
Tidak terasa sudah hampir seminggu gw tidak berjumpa dengan Erlin, akan tetapi kami berdua masih sering telponan atau sesekali melakukan video call melalui hp masing masing. Ya walaupun jika melakukan video call di malam hari atau dalam ruang yang kurang pencahayaan gambarnya akan terlihat tidak jelas, yang penting bagi gw itu bisa mengetahui kabar dari Erlin. Itu sudah cukup melegakan diri gw.

Di hari Sabtu pagi yang cerah ini, seperti biasanya gw dengan Erlin saling memberikan kabar dan sharing tentang keseharian yang masing masing sudah kami alami. Tetapi yang paling sering melakukan ini pastinya Erlin. Hampir setiap hari dia terus menceritakan tentang kesehariannya yang telah dilakukannya. Entah itu jalan jalan dengan ibunya, bersih bersih seisi rumah karena Bi Dede masih belum kembali bekerja dirumahnya, bahkan sampai jarinya teriris pisau saja sampai diceritakan secara mendetail ke gw.

Memang benar benar cewek "Unik", tapi gw sangat bersyukur mempunyai cewek seperti Erlin. Berkat dirinya, gw bisa berubah menjadi seorang cowok yang lebih baik. Dan berkat dirinya pula segala kebiasaan buruk gw secara perlahan meghilang satu persatu. Sebagai contoh seperti kebiasaan gw disaat ada cewek yang lebih cantik dari cewek yang menjadi pacar gw. Pasti disaat itu gw akan mencoba berbagai cara agar gw bisa memiliki cewek cantik tersebut tanpa ketahuan oleh cewek yang menjadi pacar gw.

Tapi kini semuanya sudah berubah, dan gw senang karena diri gw yang sekarang adalah seorang cowok yang hanya mencintai satu orang cewek saja.

Pagi ini gw awali dengan chattingan bersama Erlin saat dia sedang istirahat di sekolah.

Quote:


Setelah chattingan dengan Erlin, gw berniat untuk mengambil boneka yang sudah gw pesen kepada Soni. Berhubung sehabis itu gw sekalian meluncur ke SMA IVXI, lekas gw langsung merapihkan diri dan juga memakai pakaian terbaik yang gw punya. Sesudah semuanya gw persiapkan serta membawa tas yang sekiranya muat untuk menyimpan boneka pesenan, mengenakan helm juga mengeluarkan si Red. Gw pun langsung memacu Red menuju ke rumah Soni. Berhubung rumah Soni tidak jauh dari rumah Erlin, iseng iseng gw mencoba untuk melewati jalan pintas yang telah diberitau oleh Romy.

Ternyata kondisi jalan pintas ini diluar dugaan gw. Sekarang jalanannya menjadi agak luas dengan permukaan yang mulus dan tertutupnya gorong gorong air di tepian jalan. Akan tetapi gw harus tetap berwaspada mengendarai Red disini, karena bisa saja sewaktu waktu ada motor yang keluar dari gang secara tiba tiba.

Sekitar 50 menit melewati jalan pintas tersebut, gw pun sudah sampai di dekat komplek GR. Karena rumah Soni lokasinya terletak sebelum komplek GR, maka dari itu gw harus memutar balik arah. Untungnya kondisi jalan raya siang ini tidak terlalu ramai, sehingga gw bisa dengan mudah putar balik arah. Karena jika macet, gw akan kesusahan untuk putar balik sebab bobot Red yang terlalu berat untuk gw dan travel distance antara stang dan tangki juga terlalu mepet. Sesudah memutar balik arah, gw lanjut memacu Red dengan kecepatan sedang karena perjalanan sudah semakin dekat ke rumah Soni.

Beberapa menit kemudian sampailah gw di rumah Soni. Gw segera mengunci dan mencabut kunci dari socketnya, lalu gw turun dari atas Red untuk membunyikan bel yang terdapat di depan gerbang.

Tung...Tung....
Tidak lama setelah gw menekan bel, Soni langsung keluar dan menyapa gw.

Soni: "Weh brother gua udah sampe. Masuk masuk." -ucapnya sambil membukakan pintu gerbang.
Gw: "Lo kaga sekolah Son?"
Soni: "Sabtu gw libur bro. Ayo masuk, itu motor lu masukin aja."
Gw: "Kirain gw lo masuk, sempet kepikiran gw kalo lo gak ada dirumah bakal gimana jadinya. Biarin aja lah bro, Red suka panas panasan ini. Hahaha."
Soni: "Ya gak lah bro, impossible gua gak ada disaat lu sedang membutuhkan bantuan gua. Haha. Pantes lu namain Red, jadi bisa warna merah gitu karena lu jemur toh. Wes duduk ayo." -ucapnya sambil menarik salah satu kursi di teras
Gw: "Bisa aja lo bro. Hahaha. Oh iya, pesenan gw aman kan?" -ucap gw sambil duduk.
Soni: "Tenang bro. Semuanya aman terkendali selama Soni yang urus, hehe. Bentar gua ambil dulu. Itu helm lepas lah." -ucapnya sambil memasuki rumah

Beberapa saat kemudian Soni keluar dengan teddybear yang berukuran kurang lebih 35cm. Dari kejauhan sudah tercium sekali aroma Vanilla dari teddybear tersebut.

Soni: "Nih bro. Semuanya jadi 200 ribu, udah termasuk ongkos jalan. Hehe." -ucapnya sambil meletakkan teddybear pesenan gw di meja yang berada di depan gw.
Gw: "Ah yang bener lo? Gila kali segitu. Kurangin lah."
Soni: "Bercanda bro gua. Bonekanya 140 ribu. Gak usah kasih ongkos jalan deh. Tapi lu yakin gak bakal ketauan Erlin ngebawa beginian? Lagipula ini wanginya semerbak kecium banget."
Gw: "Iya juga sih bro. Gak gw pikirin hal semacem itu sebelumnyaemoticon-NohopeTapi gak masalah lah, bisa gw atur. Nih duitnya bro." -ucap gw sambil memberikan uang senilai 150 ribu kepada Soni lalu mengambil teddybearnya dan memasukannya ke dalam tas yang gw bawa.
Soni: "Wah, gua gak ada uang 10 ribuan nih bro."
Gw: "Udah sisanya lo ambil aja."
Soni: "Yaudah deh bro, thanks ya."
Gw: "Justru yang harusnya berterimakasih itu gw ke lo. Lo udah bantuin gw Son. Thanks banget nih. Yaudah gw langsung ke sekolahan Erlin ya." -ucap gw sambil bersalaman dengan Soni lalu berjalan ke arah Red.
Soni: "Santai bro. Yaudah semoga sukses surprisenya bro. Awas khilaf. Hahaha."

Setelah gw menaiki Red lalu menyalakannya, gw segera menuju ke arah SMA IVXI. Rute menuju ke sana setau gw adalah rute yang rawan macet, semoga gw bisa sampai tujuan sebelum bel jam terakhir berbunyi disana.
Diubah oleh rzrdn62 21-04-2017 00:06
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.