Kaskus

Food & Travel

junoonAvatar border
TS
junoon
Ceritaku di KL, Genting, Penang, hingga perbatasan Thailand (13-16 FEB 2017)
Apa kabar rekan-rekan sekalian.

Kali ini aku mau cerita tentang perjalananku sejak keberangkatan dari Jakarta menuju ke ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, kemudian dilanjutkan ke Genting Highland, lalu ke Penang, dari situ sampai ke perbatasan Thailand di Padang Besar, kemudian balik ke KL via Alor Setar dan akhirnya pulang ke Jakarta. Jadi mungkin cerita ini akan cukup panjang, sehingga akan aku bagi ke beberapa bagian.

Baiklah kita mulai saja ya.

BACKGROUND STORY

Setelah disibukkan dengan perkuliahan dan bisnis tiket pesawat selama berbulan-bulan, aku memutuskan untuk break sejenak dari kesibukan dan memilih "terbang" ke KL, sekaligus sebagai liburan terakhir sebelum jalan panjang untuk tugas akhir perkuliahan.

Well, sebenernya sih aku gak pernah bikin itinerary. Jadi biarkanlah angin membawaku ke mana saja. Aku cuma bikin rute garis besarnya aja, dan harus naik apa untuk mencapainya. Di sini aku bikin rute dengan gambaran seperti ini:
13 Feb: Jakarta - KL - Genting Highland
14 Feb: Genting Highland - KL - Penang
15 Feb: Penang - Padang Besar - Alor Setar/Kangar (tentatif di antara 2 ini) - KL
16 Feb: KL - Jakarta

Gak ada persiapan yang matang banget, simpel saja. Booking ini, booking itu, kemas2 baju dan segala macam benda2 yang diperlukan. Tinggal jalan deh. emoticon-Big Grin

Selanjutnya silakan ke bawah ya. emoticon-Smilie
tata604Avatar border
tata604 memberi reputasi
1
20.7K
52
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cerita Pejalan Mancanegara
Cerita Pejalan Mancanegara
KASKUS Official
862Thread2.6KAnggota
Tampilkan semua post
junoonAvatar border
TS
junoon
#4
16 FEBRUARI 2017

Bis Sani Express yang aku naiki masuk ke Terminal Duta, salah satu terminal di KL. Tapi aku akan turun di Terminal TBS yang lebih besar dan transportasi umumnya lebih lengkap. Dan aku pun turun di TBS sekitar pukul 06.30.

Spoiler for TBS:


Dari TBS, aku naik kereta komuter ke KL Sentral. Suasananya lumayan rame orang2 mau berangkat kerja. Terus dari KL Sentral aku naik kereta LRT ke Central Market.

Spoiler for Komuter - KL Sentral - LRT:


Ngapain ke Central Market? Mau nyari sarapan yang enak aja sih. Tadinya udah mau ke Restoran Yusuf & Zakhir, tapi setelah aku pikir2 dari kemaren kok makan roti canaaaaaiiiii melulu, gak bosen apa? Ya udah akhirnya aku coba muter2 ke Petaling Street yang masih sepi karena pedagang2 pakaian dll belum mulai jualan. Di sini ada warung yang namanya Hon Kee, warung ini menjual bubur ikan yang lumayan enak. Dan yang unik adalah ikannya dipisah dan masih mentah, tapi begitu dicemplungin ke bubur yang masih panas, ikannya langsung jadi matang. Lucu deh.

Spoiler for Bubur Hon Kee:


Dari Petaling Street & Central Market, aku jalan kaki ke Dataran Merdeka dengan Bangunan Sultan Abdul Samad di seberangnya. Well, ini destinasi klasik buat setiap turis ke KL, jadi kayaknya udah gak terlalu istimewa. Dan kondisi saat itu agak terganggu dengan perbaikan trotoar di depannya. Tapi tetap bikin kangen kok. Apalagi di sini ada tiang bendera tertinggi di Malaysia.

Spoiler for Dataran Merdeka:


Dari Dataran Merdeka, aku jalan kaki ke stasiun LRT Masjid Jamek dan dari situ naik LRT ke KLCC Petronas Twin Tower. Yah, ini juga klasik tapi juga ngangenin. Petronas Twin Tower masih memegang rekor menara kembar tertinggi di dunia. Aku sekalian numpang ngadem di mall Suria di bawahnya.

Spoiler for Petronas:


Puas foto2 di Twin Tower, aku naik bis gratis GO-KL ke Bukit Bintang. Di sini aku bakal belanja oleh2 buat keluarga, terutama di Sungei Wang Plaza. Btw temen2 yang suka aksesoris game, anime, Gunpla, dan semacamnya bisa beli di sini, banyak koleksinya. Aku sih cuma beli coklat & kaos buat keluarga di rumah, sama kebetulan ortu nitip dibeliin obat salep yang emang susah dicari di Indonesia.

Spoiler for Bukit Bintang:


Dari Bukit Bintang, aku naik kereta monorel ke KL Sentral. Yang bikin deg-degan kalo naik monorel itu pas tikungan, dia langsung miring gituh, apalagi kalo liat ke depan langsung, agak ngeri sih sebenernya.

Spoiler for monorail:


Sampai di stasiun monorel KL Sentral, aku keluar ke arah Brickfields, Little India-nya KL, buat cari makan siang. Dan dari hasil penelusuran Google aku ketemu lagi tempat makan enak di sini, namanya Vishal Restaurant. Yang unik di sini adalah makanannya disajikan di atas daun pisang, gak pake piring. Di dalam nasi briyani yang disajikan ternyata ada paha ayam dan telor ayam yang "ngumpet", dan lagi-lagi paha ayamnya gedeeeee banget. Bikin kenyang deh.

Spoiler for Vishal Restaurant:


Lalu aku balik lagi ke KL Sentral buat naik bis ke airport. Di dalam bis aku duduk sebelahan sama orang Bangladesh, dia mau pulang ke Dhaka, tapi karena bahasa Melayu & Inggris-nya masih belepotan aku agak susah memahami omongannya, tapi dia orang yang baik kok.

Sampai juga di KLIA jam 15.00, sementara pesawat KLM yang akan membawaku ke Jakarta dijadwalkan berangkat jam 17.00. Sampai di sini aku langsung check-in. Pas lagi check-in, petugasnya nanya "nak duduk dekat tingkap (jendela)?", saya jawab "ya". Akhirnya setelah 3x naik pesawat Belanda ini bisa juga aku duduk di pinggir jendela, enak sih bisa nonton2 pesawat yang lagi lewat.

Setelah check in, langsung ke konter imigrasi buat stempel paspor, dan setelah itu disambut miniatur2 pesawat yang unyu2 deh. Terus karena gate boarding-nya KLM ada di bangunan satelit, sementara kita saat itu di bangunan utama, kita mesti naik kereta aerotrain.

Spoiler for KLIA:


Pesawat KLM tipe Boeing 777-3000ER dengan kode registrasi PH-BVF ini sudah mendarat dari Amsterdam sejak 1,5 jam yang lalu. Dan pada pukul 16.45, boarding penumpang pun dimulai. Aku lihat penumpangnya mayoritas orang Indonesia yang mau pulang, ada juga beberapa orang Malaysia dan Belanda. Di sini aku ketemu rombongan anak sekolah dari Malaysia yang mau ikut sebuah kompetisi di Jakarta. Btw sebelum ini aku pernah naik KLM dari KL ke Jakarta dan ketemu penumpang yang pegang paspor Peru, Amerika Latin. Jauh banget yak? emoticon-Big Grin

Masuk pesawat, aku disambut para pramugari senior dengan ramah. Pesawat ini umurnya 6 tahun, tapi masih terlihat baru. Kursinya lumayan lega. Setelah semua penumpang naik, video keselamatan dalam bentuk animasi ditayangkan di layar IFE di setiap seat. Dan pesawat ini pun take-off jam 17.45 (waktu Malaysia). Aku pun menikmati aneka hiburan dari IFE, banyak koleksi filem Hollywood, filem2 Eropa, Asia, Amerika Latin, dll. Aku memilih mendengarkan lagu2 J-Pop dari TM Revolution, salah satunya lagu dari OST Samurai X. Hebat ya ada album beginian di IFE-nya KLM.

Pramugari kemudian mulai memberikan snack pie kentang dan minuman. Di kantongnya tertulis "Veggie", jadi gak ada dagingnya. Karena ini bukan jam makan siang/malam jadi gak ada makanan berat.

Btw cuaca pada penerbangan ini cukup bagus, gak ada peringatan untuk duduk karena cuaca buruk.

Spoiler for KLM:


Sekitar pukul 18.00 WIB pesawat KLM ini pun mendarat di bandara Soekarno-Hatta. Aku langsung ke imigrasi lalu ambil bagasi. Dan setelah itu aku meninggalkan bandara dan pulang ke rumah di Cibubur dengan bis Sinar Jaya, seperti biasa.

Spoiler for Soetta:


Dan berakhirlah rangkaian perjalanan ke negara tetangga kali ini.
Diubah oleh junoon 16-04-2017 11:05
joe_han
joe_han memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.