Kaskus

Story

nursalim84Avatar border
TS
nursalim84
Bidadari Dunia 2 [TAMAT]
Bidadari Dunia 2 [TAMAT]cover by Awayaye




Bidadari Dunia 2 [TAMAT]
Quote:



Spoiler for Q&A:




Seperti judul di atas,thread ini lanjutan dari cerita Bidadari Dunia 1(silahkan klik),kisah setelah kepergian Aisyah dan perjalanan menemukan pendamping yang baru,moga tetep enjoy yah dengan cerita lanjutan Gua.

Spoiler for Jadwal Update?:



Spoiler for Indeks:
Diubah oleh nursalim84 21-12-2016 13:44
santet72Avatar border
risqigunAvatar border
garingwewAvatar border
garingwew dan 12 lainnya memberi reputasi
7
194.7K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
nursalim84Avatar border
TS
nursalim84
#293
Part 15




"Kenapa Mas?kok berhenti nelponnya?"

"Ini Sar sinyalnya lagi ilang tiba tiba"

"Emm...emang Mas e masih mau nelpon enggak?kalau masih mau kita naik lagi ke bukit yang lebih tinggi"

"Emang ada Sar yang lebih tinggi dari ini?"Tanya Gua heran

"Ada kok,tuh"serata menunjuk bukit yang ada di atas Gua rada curam bukitnya

GLEK...buset tinggi amat,yang ada bukannya dapet signal nyawa Gua melayang jatuh dari bukit,

"Gak jadi deh Sar,kita pulang aja udah malem juga"Gua berkhilah

"Yasudah Yuk"

Kami pun berjalan pelan pelan menuruni bukit hingga sampai kejalan menuju arah kampung Sarah,Gua sengaja berjalan pelan saat itu supaya bisa menikmati malam berjalan berdua bersamanya yang di saksikan cahaya rembulan.
Gua hanya bisa menyaksikan Sarah berjalan dari belakang sungguh cara di berjalan aja menunjukan bahwa dia maskotnya di kampung.

"Mas Ren kalau jalan lihat arah loh,jangan liatin aku terus"

"Emang kenapa Sar?aku lihat jalan kok"

"Tuh buktinya Mas e berjalan makin jauh ke padang ilalang,diseret ular piton baru tau loh?ular disini gede gede loh ati ati"

Beset Gua juga baru sadar arah Gua kok makin ke padang rumput bukan malah menuju jalan,ah elah gegara enggak konsen ngeliat bidadari di samping Gua malah makin ngaco jalannya -_-.

"Sarah tinggalnya udah lama yah disini?"Gua membuka topik obrolan

"Udah mas mulai saat setelah gempa bumi di Bantul tahun 2006 dulu"

"Lah berarti kamu orang Bantul dong Sar?"

"Ya iyalah Mas,kan Ayah kita satu pondok gimana sih kamu"

"Oiya yah?hehehe,btw kamu dulu SMA atau sampai kuliah Sar?"

"Hmmm...sebenernya udah daftar kuliah tapi karna gempa jadi batal semuanya"tertunduk sedih

"Ehh..maaf bukan maksud aku bahas yang bikin kamu sedih"

"Enggak apa apa kok mas,eh aku kagum loh sama kamu mas?"

"Kagum kenapa Sar?"

"Iyah kagum aja kamu mau bela belain kesini dari provinsi kalsel hingga ke kalteng Demi"enggak ngelanjutin kata katanya seraya tertunduk malu

"Demi apa hayo?kok pada main rahasiaan sih Sar?enggak kamu enggak Ayah Gua?maksudnya semua apa sih?"

"Entat kejawab sendiri kok"ketawa seraya mempercepat jalannya

"Yah kamu bukannya di jawab malah ninggalin aku gitu aja"

Akhirnya sampai juga Gua di rumah sarah,ternyata Bapak dan Ibu sarah sudah menunggu di muka teras rumah duduk berdua,sarah langsung masuk rumah sedang Gua berdiri di sebelah Pak Abdul,Gua segan masuk duluan jadi nunggu beliau menyuruh Gua masuk.

"Gimana Dek ren udah di telpon Bapaknya?"

"Alhamdulillah udah Pak"

"Syukur deh kalau begitu,ada ngomong sesuatu enggak sama kamu?"

"Ada sih tapi enggak sampai ngomong malah keputus gara gara signal ilang Pak"

"Oh syukur deh kalau begitu,biar kamu cari tau sendiri deh entar"seraya memandang istrinya mereka tersenyum berdua

Buset semua pake main rahasia segala dah,enggak Bapaknya,Ibunya dan anaknya suka bikin Gua penasaran,

"Yuk masuk besok pagi pagi sekali Bapak mau minta tolong sama Dek Rendra untuk nemenin Sarah ke pasar"

"Dimana disini ada pasar Pak?"tanya Gua bingung

"Ada kok deket aja dari sini"

"Berapa kilo?"

"Ah paling cuman 10 kiloan dari rumah"jawab beliau santai

"Buset 10 kilo deket,yang jauh seperti apa sih Pak?"Gua membatin

Kami pun masuk rumah,Bapak dan Ibu sarah masuk kamar sedang Gua tidur tanpa ada alas apa pun cuman jaket yang Gua jadikan bantal,Gua ngebayangin jadu rindu akan rumah di banjarbaru yang tidur bisa se enaknya dangan bantal dan guling hingga kasur yang empuk,sedangkan disini dapat tempat tidur di ruang tamu tanpa alas apa pun aja udah bersyukur.

Mungkin inilah yang di inginkan Bokap Gua,supaya Gua enggak menjadi anak yang manja akan fasilitas yang tersedia di rumah,Gua akui dulu memang Gua anak manja dari sekolah SMA hingga kuliah biaya semua dari orang tua jadi gede nya Gua pas di taruh Bokap disini di hutan belantara jadi serba susah bahkan membuat mental Gua down.

Pagi harinya setelah sholat shubuh Gua ngerasain punggung sakit semua karna belum terbiasa tidur di atas kayu,mana Gigi Gua sakit pula karna udara malam tadi sungguh dingin menusuk tulang.

Gua santai duduk diteras muka tumah Pak Abdul sambil menunggu Sarah menghampiri Gua,udara di pagi hari sangat menyegarkan untuk di hirup,gimana enggak segar,disini udaranya jauh dari keramaian kota yang banyak tercampur polusi dari kenalpot motor dan mobil yang lalu lalang.bahlan Gua bisa mendengar kicauan burung burung di hutan serta suara bekantan(monyet yang tangannya lebih panjang dari pada kakinya),Gua juga nelihat beberapa Gadis desa asli pedalaman berjalan lewat di depan Gua makin menambah segarnya pagi ini,coba aja semua Fasilitas yang ada di banjarbaru di angkut kesini semua Gua mah betah.

"Udah siap Mas?"suara Sarah mengagetkan Gua"

"Eh udah Sar"gua langsung berdiri

"Kita naik sepeda aja yah,tapi Mas Ren yang bonceng aku"

"Wah boleh tuh,jarang jarang aku naik sepeda"

Gua mengambil sepeda yang ada keranjangnya di muka dan ada kursi di.belakang juga seperti sepeda khusus wanita,sarah pun naik di belakang Gua deng posisi duduk menyamping,akhirnya pedal pun Gua injak dan meluncur kearah pasar,

"Mas Ren sanggup?10 kiloan loh dari sini"

"Sanggup lah kan ada kamu"Gua keceplosan

"Ngomong apa tadi Mas?"

"Enggak neng aku enggak ngomong apa apa kok"

"Ish...pake rahasiaan segala"

"Kami aja pake rahasiaan juga sama aku"Gua membalikan omongannya yang membuatnya terdiam

Perjalanan mulai agak karna jalannya menanjak naik ke atas hingga Gua pelan pelan bukan karna sengaja.memelankan sepedanya tapi beban di belakang yang tadi ringan seperti membawa 2 karung sak semen.

"Mas keberatan Yah?biar aku turun aja"

"Eh jangan,aku masih kuat kok"

"Beneran masih kuat?"

"Iya dong namanya cowok itu harus kuat dan tangguh"padahal kaki udah gemetaran menggerakan pedal sepeda

Setelah sampai di atas akhirnya tinggal turun bukit tanpa di genjot sepeda sudah jalan sendiri,

"Mas...Mas...tunggu aku"teriak Sarah

Gua terkejut dan menoleh kebelakang ternyata doi masih di atas bukit sedang Gua udah meluncur jauh ke bawah,Gua berusaha menahan laju sepeda namun meskipun sudah di rem ban nya berhenti tapi tetep aja jalan karna bukan aspal melainkan tanah liat,akhirnya "BRUAKKK"sepeda menabrak pohon dan Gua terjatuh hampir nyemplung parit yang agak dalam,baju Gua kotor di penuhin tanah Liat berwarna kuning.

"Mas enggak apa apa?"tanya Sarah yang khawatir dengan Gua

"Ah enggak apa apa kok"seraya mencoba bangkit dan mengambil sepeda yang ada di dekat pohon

"Lah mas nya sih pake ninggalin aku segala,orang dari tadi di panggilin enggak tolah toleh"

"Lah apa ya aku tahu Sar ternyata kamu turun pas naik ke jalan tanjakan"

"Yaudah nih di lap muka sama tangannya sama sapu tangan ku"

"Waduh enggak usah deh entar kotor sapu tanganmu Sar"

"Enggak apa apa,dari pada muka mas kotor semua mau kepasar apa enggak malu di liat orang"

"Iyah juga sih,makasih yah"seraya mengambil sapu tangannya dan mengelap semua kotoran tanah yang menempel di muka dan tangan Gua.

Perjalanan pun kami lanjutkan karna jalan sudah mulai stabil,tidak turun bukit atau pun naik bukit.bersepeda berdua dengan wanita itu moment yang enggak pernah Gua rasakan saat di kota yang rata rata orang memilih memakai motor atau mobil untuk membawa kekasihnya karna jarang jarang wanita di kota besar mau pacaran di bonceng menggunakan sepeda.

Kenangan romantis yang enggak bakal Gua lupain yah ketika membawa wanita menggunakan sepeda,meskipun sederhana namun sangat berkesan dihati Guaemoticon-Big Grin
Diubah oleh nursalim84 12-12-2016 01:28
kadalbuntingzzz
kadalbuntingzzz memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.