- Beranda
- Stories from the Heart
Di ujung jalan
...
TS
3005fm
Di ujung jalan

Prolog cerita dihapus untuk tempat index cerita.
Untuk memudahkan pembacaan cerita dan karena ada beberapa yang request, maka saya bikin list partnya. Setiap part yang udah di update akan langsung dimasukan ke index.
Semoga makin semangat baca ceritanya
Di ujung jalan :
Bab 1 - Wawancara Majalah Food & Travel
Bab 2 - Pameran Seni
Bab 3 - Pertemuan Kedua
Bab 4 - Karyawan Baru
Bab 5 - Mengenal Nata
Bab 6 - Ini Apa ?
Bab 7 - Sakit
Bab 8 - Happiness
Bab 9 - Undefined Feeling
Bab 10 - Penjelasan dan Luka Lama
Bab 11 - Rasa Penasaran
Bab 12 - Something Wrong
Bab 13 - Liar
Bab 14 - Penyakit Bulan
Bab 15 - Egois
Bab 16 - Nekat
Bab 17 - Hurt (again)
Bab 18 - Salah Paham
Bab 19 - Akhir yang Baik
Bab 20 - Finally
Di ujung jalan (Bimo POV) :
Bab 1 - Pertemuan Awal
Bab 2 - Diam-diam
Bab 3 - Kebodohan
Bab 4 - Solo
Bab 5 - Pengakuan
Bab 6 - Shows Her
Bab 7 - Move On
Bab 8 - New Girl
Bab 9 - Nadia
Bab 10 - Jealous
Bab 11 - Jadian
Bab 12 - Kembali
Bab 13 - 1st Anniversary
Bab 14 - Accident
Bab 15 - Lost Her
Diubah oleh 3005fm 15-01-2017 19:24
anasabila memberi reputasi
1
14.4K
117
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
3005fm
#15
Di ujung jalan
Bab 5
Mengenal Nata
Ardi menatap jam tangan yang ada di pergelangan tangannya. Sudah hampir jam
12 siang tapi Nata belum datang untuk bekerja.
"Kamu kemana sih, Nat ?" Batin Ardi dalam hatinya
Nata akhirnya baru muncul jam setengah satu. Wajahnya penuh keringat dan pakaiannya agak berantakan.
"Saya minta maaf. Tadi anak saya sakit. Saya harus bawa dia ke rumah sakit dulu." Kata Nata sambil merapikan pakaiannya.
"Saya kira kamu kenapa. Terus anak kamu siapa yang jaga sekarang ?" Ardi terlihat menampakan ekspresi khawatir.
"Ada mama saya yang jaga. Saya mulai bekerja sekarang. Permisi."
Ardi menatap punggung Nata yang berlalu dari hadapannya. "Menikah dan punya anak ? Apalagi yang kamu sembunyiin, Nat ?"Batin Ardi dalam hatinya.
***
Jam 12. Kedai hampir tutup dengan sisa beberapa pelanggan yang masih duduk-duduk dan minum kopi.
Ardi memang sering membuka kedainya hingga pukul 12 malam.
Bimo masih sibuk bereksperimen membuat menu-menu baru. Sedangkan Nata, ia sibuk memoles gelas-gelas dan menatanya pada rak-rak.
Ardi memperhatikan Nata dari jauh, tubuh mungil Nata bergerak gesit meletakan gelas-gelas yang sudah dipolesnya. Ia nampak kesulitan meletakan gelas, karena rak-rak di bawah sudah penuh.
"Biar saya bantu kamu." Ardi memutuskan untuk membantu Nata, ia tak tahan melihat Nata yang berusaha berjinjit untuk menggapai rak-rak itu.
"Makasih Ar. Kayaknya rak ini di design khusus buat kamu sama Bimo deh."
"Masa sih ? Kayaknya emang ketinggian kali"
Ardi tertawa kecil sambil memindahkan gelas-gelas dari tangan Nata ke atas rak.
"Suami kamu kerja apa, Nat ?" Ardi sebenarnya bingung juga, mulutnya tiba-tiba bertanya hal-hal yang pribadi ke Nata. Tapi dia memang nggak bisa menahan rasa ingin taunya tentang Nata, perempuan yang bisa membuat Ardi ingin mencari tau tentang kehidupan masa lalu Nata.
"Suami saya dulu kerja jadi reporter. Kita ketemu saat meliput bareng saat gunung merapi meletus beberapa tahun lalu. Sebelum kami menikah, saya udah punya babyduluan."
"Jadi kalian..." Ardi sengaja nggak melanjutkan omongannya.
Nata mengangguk sambil tersenyum. "Iya, saat itu saya baru lulus SMA. Saya juga gak nyangka bakal nikah di umur 19 tahun. Tapi akhirnya dia meninggal, karena kecelakaan 6 bulan setelah kami menikah."
Ardi terkejut. Ia gak menyangka kalo Nata punya masa lalu yang berat.
Menikah di usia muda, lalu ditinggal suami karena kecelakaan ?
"Kamu kenapa ? Kayaknya kaget banget, Ar."
"Saya kaget sekaligus kagum sama kamu."
"Kagum ? Emang saya ngapain ?"
"Kamu sadar gak ? Cerita kamu dan semuanya bikin saya makin penasaran saya tertarik sama kamu." Ardi menatap wajah Nata dalam-dalam sambil tersenyum.
"Lan, kalo ada perempuan yang bisa bikin aku nyaman lagi, aku mesti gimana ?"
*note : maaf kalo part ini agak ribet, semoga suka dan keep on reading

0