Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
672
Lapor Hansip
19-05-2016 10:41

TRUE STORY – Semua Yang Disembunyikan (Pengalaman Kerja di Hotel)

TRUE STORY – Semua Yang Disembunyikan (Pengalaman Kerja di Hotel)
Source: Google


Intro

Cerita ini pengalaman ane sendiri dan beberapa cerita teman se-kerjaan. Tahun kejadian sekitar 3-4 tahun lalu. Semua yang bersangkutan dengan Hotel akan ane sembunyikan dan ane pastikan tidak akan memperburuk citra Hotel tersebut.

Quote:
INDEX

#1 - Something That We Cannot See With Our Eyes
#2 - Dead People (Friend's Story)
#3 - Dead Body Inside Bed (Friend's Story)
#4 - Is It Clean Enough?
#5 - Two-way Mirror
#6 - Tony (Friend's Story)
Hotel Dekat Daerah Dago (Kaskuser's Story)
By: 69away69 (Kaskuser's Story)
By: nextreme.. (Kaskuser's Story)
By: ufoterbang (Kaskuser's Story)
By: Dachun (Kaskuser's Story)
By: rizky14 (Kaskuser's Story)
By: verysatan (Kaskuser's Story)
By: juan.juancok (Kaskuser's Story)
By: gustifelix (Kaskuser's Story)
By: suroglogok (Kaskuser's Story)
By: darkside.moon (Kaskuser's Story)
By: eomma (Kaskuser's Story)
By: mariobesiway (Kaskuser's Story)
By: dhanndy (Kaskuser's Story)
By: fafary (Kaskuser's Story)
By: ninche (Kaskuser's Story)
By: sakamekmek (Kaskuser's Story)
By: xaichai (Kaskuser's Story)
By: tummy (Kaskuser's Story)
By: boyzenberry (Kaskuser's Story)
By: apsmegabutt (Kaskuser's Story)
By: be2kz (Kaskuser's Story)
By: andregunawan99 (Kaskuser's Story)
By: appolia (Kaskuser's Story)
By: blazer17147 (Kaskuser's Story)
By: mistergingin (Kaskuser's Story)
By: faizrazak (Kaskuser's Story)
By: tipatria (Kaskuser's Story)
By: finozang (Kaskuser's Story)
By: kolaksendal (Kaskuser's Story)
By: FREIA (Kaskuser's Story)
#7 - Emma Stone. Not Horror. LOL
#8 - Is It Clean Enough Pt.2


Diubah oleh adrian42
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ramlanid dan 27 lainnya memberi reputasi
24
icon-close-thread
Thread sudah digembok
TRUE STORY – Semua Yang Disembunyikan (Pengalaman Kerja di Hotel)
19-05-2016 12:01

#2 - Dead People (Friend's Story)

My Friend's POV


Saat itu aku masih harus ngerapiin beberapa kamar lagi karena besok kamar akan digunakan untuk tamu lainnya. Tengah malam adalah saat yang paling nyaman untuk merapikan kamar yang baru check-out. Entahlah, aku merasa nyaman saja berkeja saat orang-orang sedang tidur. Aku sudah membersihkan tiga kamar dan jatahku tinggal beberapa kamar lagi. Setelah itu aku tinggal sign dan bisa pulang untuk beristirahat.

Beberapa kamar lainnya itu berada di lantai paling atas. Aku harus menggunakan tangga khusus pekerja untuk sampai disana. Setelah aku sampai di lantai tiga, aku mulai masuk ke kamar pertama dan mulai membersihkan semuanya. Kamar pertama itu bernomor 61. Setelah kamar pertama selesai, aku melanjutkan ke kamar kedua. Tak banyak yang bisa aku harapkan dari membersihkan kamar. Walaupun ada sesuatu yang tertinggal milik tamu, kami sudah pasti harus mengembalikannya, namun ada juga beberapa temanku yang terkadang mengambil dan menyimpannya, meski itu illegal dan dilarang oleh pihak Hotel.

Ku kumpulkan tenaga untuk yang terakhir "Ini kamar terakhir" Ucapku dalam hati. Setelah aku menggesekkan kartu untuk membuka pintu dan pintu terbuka. Aku langsung mencium bau yang sangat aneh dan keras. Perlahan aku membuka pintu dan melihat seseorang menggantung dirinya tepat di dalam kamar hotel dengan seutas tali.

Aku tidak berteriak dan mencoba tidak panik. Disini kami ada peraturan tak tertulis dimana kami harus bersikap tenang jika sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Jika aku berteriak dan panik, aku sudah pasti akan membuat tamu lainnya menjadi sadar akan apa yang terjadi di kamar sebelah mereka. Kami tidak ingin membuat mereka pergi meninggalkan hotel dan memberikan review buruk nantinya.

Dengan jantung yang berdebar-debar aku kembali menutup pintu dan turun ke lantai bawah untuk memberitahukan apa yang terjadi di lantai atas. Manejer hotel lekas menelfon polisi. Percayalah, setiap hotel pasti punya koneksi yang sangat kuat dengan pihak kepolisian.

Setelah menunggu beberapa menit lalu polisi datang dari pintu belakang dengan non-pakaian polisi. Manejer memberitahukanku sebelumnya jika tamu sampai tahu polisi ada di Hotel, pasti sesuatu yang buruk sedang terjadi. Dua orang polisi berpakaian biasa.

Aku dan dua polisi itu kemudian naik ke lantai tiga. Aku menunjukkan kamar itu. Kami bertiga masuk ke dalam kamar dan menutup pintu serapat mungkin. Salah satu polisi itu lalu mengeluarkan body-bag dari tasnya.

"Turn on the TV, please" Ucap polisi itu. Tapi kenapa?

"Make it loud" Sambung polisi satunya

Aku hanya bisa menurut lalu menyalakan TV dan mengeraskan suaranya. Mereka mulai memotong tali dan menurunkan mayat itu. Astaga, wajahnya sangat putih. Bau kamar ini juga tercium sangat aneh. Ketika tali terpotong, mayat itu langsung terjatuh ke lantai bawah dan suara tulang yang terbentur lantai sangat keras. Kini aku mengerti kenapa mereka ingin aku menyalakan TV. Setelah mayat dimasukkan ke dalam body-bag mereka menemukan satu tas berisi cocaine yang berada di dalam lemari. Saat itu mereka memberitahukanku kalau dia membunuh dirinya karena stress akan sesuatu atau dia sedang di incar oleh seseorang. Mereka belum bisa memastikan.

Tak lama akhirnya ambulance datang. Dan lagi, mereka mengenakan pakaian biasa.

Hotel manapun tidak akan mau memberitahukan jika dikamar itu pernah ada seseorang yang mati atau dibunuh. Hanya pihak Hotel dan Polisi yang tahu. Segala pihak terkait sudah pasti akan menyembunyikannya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aansatrianii dan 18 lainnya memberi reputasi
19 0
19
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
corona-akan-berlalu
Stories from the Heart
hantu-pramuka
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
the-world--over-heaven
Stories from the Heart
kisah-nyata-rumah-dinas
Stories from the Heart
17-si-penoda
Stories from the Heart
iya-aku-seorang-broken-home
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia