- Beranda
- Stories from the Heart
ENKELI
...
TS
rayana1988
ENKELI
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me—I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
ya.. terkadang kita tidak bisa tahu dengan siapa jodoh kita,
dan kita tak bisa memilih cerita yang akan kita tempuh.
entah akan bermuara di laut ataukah kita harus melewati petak-petak sawah itu hingga nantinya akan kembali ke laut.
ikuti saja alurnya.
Disclaimer:
Anggap saja semua hal yang terjadi disini fiksi. karena penulis sangat menjaga privacy para tokoh didalamnya
Update
Prolog
So, honey, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars.
malaikat itu bernyanyi kecil dan dua insan itu mengecup bibir mereka.dunia terasa berhenti 10 detik bagi kami. wajahnya tampak menyemu merah. mungkin beberapa orang memperhatikan kami tapi kami harap tidak. malam itu langit begitu jernih sehingga bintang bintang tak malu lagi menunjukkan diri mereka. kami segera bergegas meninggalkan situs purbakala yang termasuk daerah piyungan dimana terlihat juga beberapa pasangan yang menikmati candle light dinner mereka.
setelah arus kehidupan yang kutempuh beserta ombak yang menghadang lajuku akhirnya kutetapkan pilihanku kepada wanita ini. Wanita yang sudah kusakiti berkali-kali namun tetap tabah. setelah beberapa kali bersandar akhirnya kutetapkan dialah pelabuhan terakhirku.
Segera Kugenggam tangannya dan menatapnya
saatnya untuk Pulang!
Konde.... eh salah..... Indeks......
Musim Pertama - Aku, Kita, Dia dan Kamu
(iyaaa... kamu...)
First Time Meet Her-1
First Time Meet Her-2
Penawar Letih
Kemeja Ungu
Lampion
Hasrat yang terpendam
Gadis itu bernama Indah
Andai aku bisa
Sleeping Angel
Indirect Kiss
Musim Kedua - Memories
Multiple Universes
Gadis Berdarah Campuran
Promise
Firasat
Harapan itu
The Results
Another Story
Calon Ayah
Musim ketiga - Jogja berhati Mantan
My Heart Will Go On
Senja di Taman
Out of Expectations
Untuk Pertama Kali
Candy
Selimut Tetangga
Another Story: Kita Tidak Akan Kalah
Restu Ibu
Jeaolusy
Mahkota Bidadari
Let Love Be Your Energy
Maybe just the touch of a hand
Well, me—I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
ya.. terkadang kita tidak bisa tahu dengan siapa jodoh kita,
dan kita tak bisa memilih cerita yang akan kita tempuh.
entah akan bermuara di laut ataukah kita harus melewati petak-petak sawah itu hingga nantinya akan kembali ke laut.
ikuti saja alurnya.
Disclaimer:
Anggap saja semua hal yang terjadi disini fiksi. karena penulis sangat menjaga privacy para tokoh didalamnya
Update
Quote:
Prolog
So, honey, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars.
malaikat itu bernyanyi kecil dan dua insan itu mengecup bibir mereka.dunia terasa berhenti 10 detik bagi kami. wajahnya tampak menyemu merah. mungkin beberapa orang memperhatikan kami tapi kami harap tidak. malam itu langit begitu jernih sehingga bintang bintang tak malu lagi menunjukkan diri mereka. kami segera bergegas meninggalkan situs purbakala yang termasuk daerah piyungan dimana terlihat juga beberapa pasangan yang menikmati candle light dinner mereka.
setelah arus kehidupan yang kutempuh beserta ombak yang menghadang lajuku akhirnya kutetapkan pilihanku kepada wanita ini. Wanita yang sudah kusakiti berkali-kali namun tetap tabah. setelah beberapa kali bersandar akhirnya kutetapkan dialah pelabuhan terakhirku.
Segera Kugenggam tangannya dan menatapnya
saatnya untuk Pulang!
Konde.... eh salah..... Indeks......
Musim Pertama - Aku, Kita, Dia dan Kamu
(iyaaa... kamu...)
First Time Meet Her-1
First Time Meet Her-2
Penawar Letih
Kemeja Ungu
Lampion
Hasrat yang terpendam
Gadis itu bernama Indah
Andai aku bisa
Sleeping Angel
Indirect Kiss
Musim Kedua - Memories
Multiple Universes
Gadis Berdarah Campuran
Promise
Firasat
Harapan itu
The Results
Another Story
Calon Ayah
Musim ketiga - Jogja berhati Mantan
My Heart Will Go On
Senja di Taman
Out of Expectations
Untuk Pertama Kali
Candy
Selimut Tetangga
Another Story: Kita Tidak Akan Kalah
Restu Ibu
Jeaolusy
Mahkota Bidadari
Let Love Be Your Energy
Diubah oleh rayana1988 08-02-2016 15:14
anasabila memberi reputasi
1
12.3K
Kutip
128
Balasan
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rayana1988
#96
Selimut Tetangga
Update lagi Gan.. monggo disimak.....
Quote:
Selimut Tetangga
Penghuni rumah sebelah tampaknya belum pulang,masih gelap gulita. Menurut Lala Sudah dua bulanan rumah sebelah berganti pemilik. Namun Lala tak kenal lebih jauh karena beliau selalu pulang malam. Yang ia tahu hanya wanita itu sendiri mendiami rumah tersebut.
“Di,.....” suara Laura mengangetkanku ketika memandang rumah sebelah.
“are you ready to go Di”
“Yup...”
Malam itu laura memakai Tank top putih dan luaran seperti blouse dengan kain lemas serta rok panjang dengan strip bewarna hitam yang baru dibelinya itu. Tampak sepasang bukit kembar itu menyembul menyisakan rongga diantara keduanya. Akupun segera membunuh hasrat iblisku karena memang sedang lapar lalu kamipun segera menuju ke arah selatan Jogja.
“have any idea for dinner Ra” ketika kami sedang terkena lampu merah di kentungan.
“how about fried Rices Di”
“Nasi Goreng”
“N-A-S-I G-O-R-E-N-G” coba Laura mengeja.
Sesampainya di seberang BRI syariah Kota Baru akupun memarkirkan mobil. karena di kota baru banyak manusia setengah mbak-mbak, setengah mas-mas maka kuambil beberapa recehan. Kamipun segera menuju meja karena kuyakin tidak nyaman baginya makan dengan lesehan.
“Ra, hold this coins and if there are any shemale coming and singing, please give those coins”
“why?”
“because they will disturb me if you didnt give coins”
“really?” sepertinya aku menangkap pesan tersembunyi dari ekspresinya.
Beberpa menit kemudin pesanan kami datang dua nasi goreng sapi plus es jeruk dan es teh.
“How the taste Ra?”
“too spicy Di, likes kari” sembari mukanya memerah.
Beberapa suap nasi goreng telah kandas ke dalam perutku. Memang nikmat makan bersama bidadari nordic ini. terlebih malam ini sepasang bukit kembar yang terlihat sangat empuk itu. Namun beberapa saat kemudian suara itu muncul dari arah belakangku dan Laura tampak seksama memperhatikan. Mungkin yang seperti makhluk itu tidak ada di negaranya.
E masbuloh, emang masalah buat lo
Pacarku banyak, emang lagi cari jodoh
E masbuloh, emang masalah buat lo
Cowokku banyak, buat happy-happy aja.
Yang tentunya disertai dengan bunyi ecrek-ecrek
“Ra, give it to them” bisikku ketika mereka sudah cukup dekat denganku.
Sementara Laura hanya menutup mulutnya. Berusaha menahan tawa mungkin karena kostum mereka yang memang eksotis di dunia lain.
“eh.. ganteng.. diem aja nih.. bengong ngeliatin susu ya” sembari makhluk itu mencolek-colek aku. Tentunya orang-orang yang makan disana melihat ke arahku.
(dibilangin ganteng ma bencong disitu saya merasa sedih)
“Ra, give it to them” bisikku sembari memberikan kode melalui mata.
Dan lagi-lagi Laura hanya menggeleng sembari menahan tawanya dengan mulutnya.
“Ra.. please Ra....please help me” ucapku memelas ketika dua makhluk itu semakin menjadi-jadi mencolekku.
Akhirnya hati Laura luluh dan memberikan dua koin lima ratusan kepada dua mahluk itu.
“makasih mbak bule.... eh ganteng-ganteng kere paling juga yang bayarin bule nya” sembari meninggalkan kami.
Akhirnya gangguan dari makhluk itu hilang sebelum aku melambaikan tangan ke kamera.
“you were looked happy Ra..” sembari kutatap dirinya yang senang sekali atas keusilan yang barusan dia perbuat.
“dont be angry honey” sembari tangannya mencubit pipiku.
Kemudian kamipun meninggalkan warung itu menuju selatan Jogja tempat Lala KKN.dan sepanjang perjalan itu Laura masih cekikan bila menatapku.
Puas...Puas.....Puas...... #AlaTukul
Sesampainya di pondokan Lala aku segera membongkar muatan barang-barang yang telah dipesannya.
“gimana udah lengkap kan?”
“udah donk... makasih kakak ganteng” sembari Lala memelukku.
Kemudian kuhampiri Laura yang tengah memperhatikan dengan seksama sekumpulan mahasiswa yang tengah sibuk mengerjakan sesuatu.
“lagi ngerjain apa mas?” tanyaku ke sekumpulan anak muda itu.
“bikin lampion mas. Nih mau diterbangin malam ini. mbaknya diajak aja mas” sembari menunjukkan muka mupengnya.
“Ra, wanna join with them. They will fly up the lattern”
“sounds good..!”
Beberapa saat kemudian aku, laura, dan Lala beserta teman-temannya menuju ke bendungan kecil yang membendung aliran kali opak. Malam itu menjadi ramai banyak pemuda desa dan anak kecil yang ikut menyaksikkan lampion itu. Mungkin juga kehadiran Laura juga menjadi penyebab banyak antusiasme anak-anak ikut tak jarang mereka minta berfoto dengan Laura. Malam itu lampion pertama berhasil terbang dengan mulus.
“do you want try flying this lattern by yourself Ra”
“Huumm...” sembari menganggukkan kepalanya. ekspresi yang sangat imut.
Segera kunyalakan api dalam lampion itu. Kamipun menunggu hingga udara didalamnya panas.
“Ra, please hold it together. Lets count until 3 and take off this lattern”
Segera kuposisikan Laura membelakangiku dan masih dalam dekapanku.
“lets counts Di.. 1... “
“please put your wishes to this lattern” bisikku
Kemudian Laura menoleh dengan senyuman manisnya. Senyum yang tersapu dari sinar api yang menyala. Sungguh hangat.
“2....3........” kemudian kami melepaskan lampion itu bersamaan dan sejurus kemudian Laura beringsut ke dalam dekapanku.
Dan kamipun saling bertatapan ingin rasa kucium bibirnya yang merona itu tapi..
“Kak, jangan ciuman disini donk” suara itu membuyarkan lamunan kami.
Sejurus kemudian digandengnya tangan Lala untuk mengikutinya. Akupun hanya bisa menguntit dari belakang.
“Dek, masih punya lampion yang kayak gitu gak?” ketika mereka sedang memandang lampion yang beterbangan itu.
“coba deh kakak cek di pondokanku mungkin ada yang ditinggal. Ambil aj semua kak klo mau”
“Yaudah kalo gitu. Temenin Laura disini ya?”
“yuuup. Demi dedek bule ya kak?”
Maksudnya.......
Segera kubergegas meninggalkan kerumunan itu dan menuju pondokan Laura.kusisir tempat mereka mebuat lampion itu dan akhirnya
kutemukan tiga lampion yang tersisa.Segera kumasukkan ke dalam mobil.
Saat kuberistirahat di dipan sembari menunggu Laura dan Lala tiba-tiba notifikasi masuk ke Hpku. Segera Kubuka notifikasi dari whatsappku
“sayang kangen nh....” begitulah bunyinya.
Disertai dengan beberapa foto Indah dengan pose eksotisnya. Pose tubuh polos Indah tanpa sehelai benang. Sungguh tubuh kuning langsat yang proposional. Tampak jelas tubuhnya yang seperti kurva ditambah lagi ukuran wadah yang mungkin sama dengan yang Laura punya.
Foto-foto itu membuat darahku berdesir dengan sangat kencang.
“Di, why are you looking so serious” suara lembut itu mengagetkanku.
Dengan kelagapan aku segera menutup aplikasi tersebut.
“oh nothing, just email from office”
“we are still long time in here Di” #KodeWanita
“no. Lets we back to home” segera kugenggam tangan menuju Mobil.
Kupacu mobil ini menuju ke rumah. Saat itu campur aduk pikiranku akibat gambar yang dikirim Indah. Ingin rasanya tubuh bidadari di samping
kemudiku ini kunikmati. Tapi hati kecilku masih menolaknya. Apakah kuharus memaksakan hasratku ke padanya . bagaimana kalo dia menolaknya, bukankah itu suatu pemerkosaan.
Bidadari itu tertidur dengan pulasnya disamping kemudiku. Mungkin dia lelah sehabis berbelanja dan dilanjut bermain dengan lampion. Wajahnya ketika tidur semakin menguatkan hati kecilku untuk tidak menikmati tubuhnya sebelum ia mengizinkan.
Sesampainya di rumah segera kupapah tubuh Laura setelah kubuka pintu samping. Kemudian perlahan kuletakkan tubuhnya ke kasur. Saat itu juga aku membalasa senyuman wanita penghuni rumah sebelah. Mungkin umurnya hanya terpaut 3-5 tahun denganku. Perlahan kulepaskan blouse itu sehingga yang tersisa hanyalah tank top dengan sepasang wadah gizi yang menyembul keluar. Hasrat itu kembali menyerangku. Cepat-cepat kulangkahkan kaki keluar rumah untuk menutup pagar sekaligus menghirup udara segar.
Ketika kucoba untuk menutup pagar. Tiba-tiba rumah sebelah mati lampu.
“Mas, mas. Bisa minta tolong gak?” ucap wanita yang hanya memakai kimono handuk itu. Kulihat siluet tubuhnya yang seksi serta pahanya
yang mulus.
“knapa Mbak?” segera kuhampiri wanita itu.
“Ini mas lampunya tiba-tiba mati waktu saya mau nyalakan pompa.mana satpamnya pada ngilang lagi”
“tunggu ya Mbak.” Segera kubergegas ke garasi mengambil tool box dan fuse untuk rumah.
Kemudian kumasuk ke dalam rumah yang gelap gulita tersebut. Segera ku cek terminasi kabel di motor pompa. ternyata tidak ada kerusakan.
Kemudian ku beralih ke saklar pompa itu. Ternyata ada kabel yang terlepas dan menyebabkan korslet.
“mbak bisa pegangin bentar senternya?”
Kemudian kubenarkan kembali posisi kabel itu ke tempat seharusnya. Setelah itu kuganti fuse yang rusak dengan yang baru. Terakhir ku hidupkan MCB-nya.
“oke mbak dah beres nh”
Kulihat wajah wanita itu dengan jelas. Kulit kuning langsatnya berpadu dengan muka orientalnya. Dengan ukuran wadah yang mungkin lebih besar dari Laura serta bibir sensualnya. Jika kuperhatikan lebih mirip Happy Salma.
“Mas, tungguin saya mandi ya? Saya takut ntar klo mati lagi”
“gimana ya mbak, pacar saya sendirian ntar”
“bentar aja kok mas”
Beberapa menit kemudian.
“Kyaaaaa....” teriak wanita itu.
segera kubergegas menuju kamar mandi yang ternyata tidak dikunci.
“ga pa2 mbak?”
kuangkat tubuh polos tanpa sehelai benang itu dibawah guyuran shower. Tampak tangan kananny menutup daerah kewanitaannya dan tangan kirinya menutup sepasang gunung kembar itu. Akibat hal itu bajuku pun kebasahan beserta celanaku. Segera kupapah tubuh itu ke kamarnya yang terbuka. Kemudian ia segera menutup tubuhnya dengan selimut.kemudian kubergegas mencari trombhocop.
“mbak saya olesi thrombocop ya?”
“tapi saya malu mas?”
“ga pa pa mbak, saya juga pernah ngelakuin ke pacar saya”
“mas bajunya bisa dilepas gak? nanti kasurnya basah” ucap wanita lirih itu sembari mukanya bersemu merah.
Aku yang mendapat angin surga itu segera melepas apa yang melekat di badanku. Tak terkecuali dalamanku itu yang akhirnya the Big ones bisa terbebas dari kurungan itu.
“ i’ve never seen the bigger one before” sembari merangkak diatas kasur menuju ke tempatku.
Segera saja ia melahap daging ini dengan buasnya.tampak tubuh yang berbentuk kurva tersingkap siluet dengan sangat indah. Beberapa
menit kemudian ia beranjak merangkulku kemudian dilumat bibirku dengan sangat ganas.
“please give me pleasure.. please...”
“tapi mbak sayabelum pake ..”
“Sssttt..... its okay honey.. it doesnt matter..just insert this big one honey. Please....”
Segera saja kulayani dirinya dengan sangat bersemangat. Setelah foto yang dikirim Indah dan kurasakan empuknya wadah Laura membuat hasratku tertahan di ubun-ubun.
“please give more honey.. give me more...” selang beberapa menit kemudian ia melepaskan hasrat itu.
“maaf ya mas, saya jadi maksa masnya ngelayani saya” ucapnya terengah dengan muka yang memerah.
“ga pa pa mbak. Saya yang harusnya minta maaf” ucapku terengah menatap wajahnya yang berada diatas dengan posisi masih saling menancap.
“mas, lanjut lagi yuk? masih keras nih”
Dan kamipun segera melanjutkan permainan kami berikutnya. Hasrat yang terpenjara selama tiga hari ini akhirnya bisa terbebas. Memang wanita ini mempunyai libido yang sangat tinggi. Tubuh kami yang tanpa sehelai benang saling beradu hingga tubuh kami terlihat mengkilat akibat bulir bulir keringat yang bercucuran.
Kami saling berpelukan dalam peluh keringat yang bercucuran. Bahkan AC pun tidak sanggup menahan bulir-bulir keringat itu mengering. Malam ini kami telah melepaskan hasrat yang terpendam itu. Wanita ini begitu buas, sudah tujuh kali ia merengkuh kenikmatan. Walaupun ada sedikit perasaan bersalahku karena dua kali benihku meluncur ke rahimnya.
“perkenalkan nama saya esti, sudah dua bulan saya tinggal disini.”
“saya Adi, sudah 7 tahun tinggal disini”
Perkenalan itu membawa kami ke perbincangan selanjutnya mengenai diriku dan dirinya. akhirnya aku bisa mengetahui siapa dirinya. namanya Esti kelahiran 1983 seorang karyawan bank BUMN dengan posisi manajer. Sebelumnya dia sudah pernah menikah namun harus berakhir dengan perceraian setengah tahun sesudahnya. Karena dia dijodohkan oleh keluarganya dan suaminya melarang ia untuk berkarir. Tampak beberapa tetes air mata keluar ketika ia menceritakan masa lalu.
“Sayang, apakah kamu mau melayaniku lagi di lain waktu”
“Tentu saja sayang. Tapi hanya sebatas kontak fisik saja. Kamu tau kan aku sudah punya pacar?” sembari menutup resleting celanaku yang basah.
“ Itu sudah lebih dari cukup. Tolong jaga rahasia hubungan ini.”
Dan aku pun hanya tersenyum.
“kamu beruntung, dan gadis pirang itu juga beruntung memilikimu”
“Tapi aku belum pernah berhubungan badan dengannya”
“serius” tampak dia sangat terperanjat.
“jika waktu itu tiba pelan-pelan aj. Kamu tahu kan ukuranmu diatas rata-rata orang Asia”
“aku pulang dulu ya” segera kukecup bibirnya.
“tolong dikunci dari luar trus kuncinya lempar ke dalam lewat jedela”
“okay, my sexy girl’s”
Senyuman akan hasrat yang terpuaskan mengiringi kepulanganku ke rumah. Akupun pulang dengan beban yang kosong. Seolah baru saja kutinggal hasrat yang berton-ton itu ke dalam rahimnya.
Ketika kuintip kamar itu dari balik pintu, wajah Laura terlihat bersemi ketika tertidur. Aku sungguh merasa berdosa apabila kunikmati tubuhny hanya untuk menuruti nafsu sesaat. Segera kuberanjak ke sofa panjang itu setelah berganti baju yang kering. Biarkanlah bekas-bekas kenikmatan itu mengiringi tidurku. Kucoba memejamkan mata sembari ingatanku atas apa yang aku dan Esti tadi lakukan mengiringi tidurku.
Mana mungkin selimut tetangga
Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian
Mana mungkin selimut tetangga
Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian
Penghuni rumah sebelah tampaknya belum pulang,masih gelap gulita. Menurut Lala Sudah dua bulanan rumah sebelah berganti pemilik. Namun Lala tak kenal lebih jauh karena beliau selalu pulang malam. Yang ia tahu hanya wanita itu sendiri mendiami rumah tersebut.
“Di,.....” suara Laura mengangetkanku ketika memandang rumah sebelah.
“are you ready to go Di”
“Yup...”
Malam itu laura memakai Tank top putih dan luaran seperti blouse dengan kain lemas serta rok panjang dengan strip bewarna hitam yang baru dibelinya itu. Tampak sepasang bukit kembar itu menyembul menyisakan rongga diantara keduanya. Akupun segera membunuh hasrat iblisku karena memang sedang lapar lalu kamipun segera menuju ke arah selatan Jogja.
“have any idea for dinner Ra” ketika kami sedang terkena lampu merah di kentungan.
“how about fried Rices Di”
“Nasi Goreng”
“N-A-S-I G-O-R-E-N-G” coba Laura mengeja.
Sesampainya di seberang BRI syariah Kota Baru akupun memarkirkan mobil. karena di kota baru banyak manusia setengah mbak-mbak, setengah mas-mas maka kuambil beberapa recehan. Kamipun segera menuju meja karena kuyakin tidak nyaman baginya makan dengan lesehan.
“Ra, hold this coins and if there are any shemale coming and singing, please give those coins”
“why?”
“because they will disturb me if you didnt give coins”
“really?” sepertinya aku menangkap pesan tersembunyi dari ekspresinya.
Beberpa menit kemudin pesanan kami datang dua nasi goreng sapi plus es jeruk dan es teh.
“How the taste Ra?”
“too spicy Di, likes kari” sembari mukanya memerah.
Beberapa suap nasi goreng telah kandas ke dalam perutku. Memang nikmat makan bersama bidadari nordic ini. terlebih malam ini sepasang bukit kembar yang terlihat sangat empuk itu. Namun beberapa saat kemudian suara itu muncul dari arah belakangku dan Laura tampak seksama memperhatikan. Mungkin yang seperti makhluk itu tidak ada di negaranya.
E masbuloh, emang masalah buat lo
Pacarku banyak, emang lagi cari jodoh
E masbuloh, emang masalah buat lo
Cowokku banyak, buat happy-happy aja.
Yang tentunya disertai dengan bunyi ecrek-ecrek
“Ra, give it to them” bisikku ketika mereka sudah cukup dekat denganku.
Sementara Laura hanya menutup mulutnya. Berusaha menahan tawa mungkin karena kostum mereka yang memang eksotis di dunia lain.
“eh.. ganteng.. diem aja nih.. bengong ngeliatin susu ya” sembari makhluk itu mencolek-colek aku. Tentunya orang-orang yang makan disana melihat ke arahku.
(dibilangin ganteng ma bencong disitu saya merasa sedih)
“Ra, give it to them” bisikku sembari memberikan kode melalui mata.
Dan lagi-lagi Laura hanya menggeleng sembari menahan tawanya dengan mulutnya.
“Ra.. please Ra....please help me” ucapku memelas ketika dua makhluk itu semakin menjadi-jadi mencolekku.
Akhirnya hati Laura luluh dan memberikan dua koin lima ratusan kepada dua mahluk itu.
“makasih mbak bule.... eh ganteng-ganteng kere paling juga yang bayarin bule nya” sembari meninggalkan kami.
Akhirnya gangguan dari makhluk itu hilang sebelum aku melambaikan tangan ke kamera.
“you were looked happy Ra..” sembari kutatap dirinya yang senang sekali atas keusilan yang barusan dia perbuat.
“dont be angry honey” sembari tangannya mencubit pipiku.
Kemudian kamipun meninggalkan warung itu menuju selatan Jogja tempat Lala KKN.dan sepanjang perjalan itu Laura masih cekikan bila menatapku.
Puas...Puas.....Puas...... #AlaTukul
Sesampainya di pondokan Lala aku segera membongkar muatan barang-barang yang telah dipesannya.
“gimana udah lengkap kan?”
“udah donk... makasih kakak ganteng” sembari Lala memelukku.
Kemudian kuhampiri Laura yang tengah memperhatikan dengan seksama sekumpulan mahasiswa yang tengah sibuk mengerjakan sesuatu.
“lagi ngerjain apa mas?” tanyaku ke sekumpulan anak muda itu.
“bikin lampion mas. Nih mau diterbangin malam ini. mbaknya diajak aja mas” sembari menunjukkan muka mupengnya.
“Ra, wanna join with them. They will fly up the lattern”
“sounds good..!”
Beberapa saat kemudian aku, laura, dan Lala beserta teman-temannya menuju ke bendungan kecil yang membendung aliran kali opak. Malam itu menjadi ramai banyak pemuda desa dan anak kecil yang ikut menyaksikkan lampion itu. Mungkin juga kehadiran Laura juga menjadi penyebab banyak antusiasme anak-anak ikut tak jarang mereka minta berfoto dengan Laura. Malam itu lampion pertama berhasil terbang dengan mulus.
“do you want try flying this lattern by yourself Ra”
“Huumm...” sembari menganggukkan kepalanya. ekspresi yang sangat imut.
Segera kunyalakan api dalam lampion itu. Kamipun menunggu hingga udara didalamnya panas.
“Ra, please hold it together. Lets count until 3 and take off this lattern”
Segera kuposisikan Laura membelakangiku dan masih dalam dekapanku.
“lets counts Di.. 1... “
“please put your wishes to this lattern” bisikku
Kemudian Laura menoleh dengan senyuman manisnya. Senyum yang tersapu dari sinar api yang menyala. Sungguh hangat.
“2....3........” kemudian kami melepaskan lampion itu bersamaan dan sejurus kemudian Laura beringsut ke dalam dekapanku.
Dan kamipun saling bertatapan ingin rasa kucium bibirnya yang merona itu tapi..
“Kak, jangan ciuman disini donk” suara itu membuyarkan lamunan kami.
Sejurus kemudian digandengnya tangan Lala untuk mengikutinya. Akupun hanya bisa menguntit dari belakang.
“Dek, masih punya lampion yang kayak gitu gak?” ketika mereka sedang memandang lampion yang beterbangan itu.
“coba deh kakak cek di pondokanku mungkin ada yang ditinggal. Ambil aj semua kak klo mau”
“Yaudah kalo gitu. Temenin Laura disini ya?”
“yuuup. Demi dedek bule ya kak?”
Maksudnya.......
Segera kubergegas meninggalkan kerumunan itu dan menuju pondokan Laura.kusisir tempat mereka mebuat lampion itu dan akhirnya
kutemukan tiga lampion yang tersisa.Segera kumasukkan ke dalam mobil.
Saat kuberistirahat di dipan sembari menunggu Laura dan Lala tiba-tiba notifikasi masuk ke Hpku. Segera Kubuka notifikasi dari whatsappku
“sayang kangen nh....” begitulah bunyinya.
Disertai dengan beberapa foto Indah dengan pose eksotisnya. Pose tubuh polos Indah tanpa sehelai benang. Sungguh tubuh kuning langsat yang proposional. Tampak jelas tubuhnya yang seperti kurva ditambah lagi ukuran wadah yang mungkin sama dengan yang Laura punya.
Foto-foto itu membuat darahku berdesir dengan sangat kencang.
“Di, why are you looking so serious” suara lembut itu mengagetkanku.
Dengan kelagapan aku segera menutup aplikasi tersebut.
“oh nothing, just email from office”
“we are still long time in here Di” #KodeWanita
“no. Lets we back to home” segera kugenggam tangan menuju Mobil.
Kupacu mobil ini menuju ke rumah. Saat itu campur aduk pikiranku akibat gambar yang dikirim Indah. Ingin rasanya tubuh bidadari di samping
kemudiku ini kunikmati. Tapi hati kecilku masih menolaknya. Apakah kuharus memaksakan hasratku ke padanya . bagaimana kalo dia menolaknya, bukankah itu suatu pemerkosaan.
Bidadari itu tertidur dengan pulasnya disamping kemudiku. Mungkin dia lelah sehabis berbelanja dan dilanjut bermain dengan lampion. Wajahnya ketika tidur semakin menguatkan hati kecilku untuk tidak menikmati tubuhnya sebelum ia mengizinkan.
Sesampainya di rumah segera kupapah tubuh Laura setelah kubuka pintu samping. Kemudian perlahan kuletakkan tubuhnya ke kasur. Saat itu juga aku membalasa senyuman wanita penghuni rumah sebelah. Mungkin umurnya hanya terpaut 3-5 tahun denganku. Perlahan kulepaskan blouse itu sehingga yang tersisa hanyalah tank top dengan sepasang wadah gizi yang menyembul keluar. Hasrat itu kembali menyerangku. Cepat-cepat kulangkahkan kaki keluar rumah untuk menutup pagar sekaligus menghirup udara segar.
Ketika kucoba untuk menutup pagar. Tiba-tiba rumah sebelah mati lampu.
“Mas, mas. Bisa minta tolong gak?” ucap wanita yang hanya memakai kimono handuk itu. Kulihat siluet tubuhnya yang seksi serta pahanya
yang mulus.
“knapa Mbak?” segera kuhampiri wanita itu.
“Ini mas lampunya tiba-tiba mati waktu saya mau nyalakan pompa.mana satpamnya pada ngilang lagi”
“tunggu ya Mbak.” Segera kubergegas ke garasi mengambil tool box dan fuse untuk rumah.
Kemudian kumasuk ke dalam rumah yang gelap gulita tersebut. Segera ku cek terminasi kabel di motor pompa. ternyata tidak ada kerusakan.
Kemudian ku beralih ke saklar pompa itu. Ternyata ada kabel yang terlepas dan menyebabkan korslet.
“mbak bisa pegangin bentar senternya?”
Kemudian kubenarkan kembali posisi kabel itu ke tempat seharusnya. Setelah itu kuganti fuse yang rusak dengan yang baru. Terakhir ku hidupkan MCB-nya.
“oke mbak dah beres nh”
Kulihat wajah wanita itu dengan jelas. Kulit kuning langsatnya berpadu dengan muka orientalnya. Dengan ukuran wadah yang mungkin lebih besar dari Laura serta bibir sensualnya. Jika kuperhatikan lebih mirip Happy Salma.
“Mas, tungguin saya mandi ya? Saya takut ntar klo mati lagi”
“gimana ya mbak, pacar saya sendirian ntar”
“bentar aja kok mas”
Beberapa menit kemudian.
“Kyaaaaa....” teriak wanita itu.
segera kubergegas menuju kamar mandi yang ternyata tidak dikunci.
“ga pa2 mbak?”
kuangkat tubuh polos tanpa sehelai benang itu dibawah guyuran shower. Tampak tangan kananny menutup daerah kewanitaannya dan tangan kirinya menutup sepasang gunung kembar itu. Akibat hal itu bajuku pun kebasahan beserta celanaku. Segera kupapah tubuh itu ke kamarnya yang terbuka. Kemudian ia segera menutup tubuhnya dengan selimut.kemudian kubergegas mencari trombhocop.
“mbak saya olesi thrombocop ya?”
“tapi saya malu mas?”
“ga pa pa mbak, saya juga pernah ngelakuin ke pacar saya”
“mas bajunya bisa dilepas gak? nanti kasurnya basah” ucap wanita lirih itu sembari mukanya bersemu merah.
Aku yang mendapat angin surga itu segera melepas apa yang melekat di badanku. Tak terkecuali dalamanku itu yang akhirnya the Big ones bisa terbebas dari kurungan itu.
“ i’ve never seen the bigger one before” sembari merangkak diatas kasur menuju ke tempatku.
Segera saja ia melahap daging ini dengan buasnya.tampak tubuh yang berbentuk kurva tersingkap siluet dengan sangat indah. Beberapa
menit kemudian ia beranjak merangkulku kemudian dilumat bibirku dengan sangat ganas.
“please give me pleasure.. please...”
“tapi mbak sayabelum pake ..”
“Sssttt..... its okay honey.. it doesnt matter..just insert this big one honey. Please....”
Segera saja kulayani dirinya dengan sangat bersemangat. Setelah foto yang dikirim Indah dan kurasakan empuknya wadah Laura membuat hasratku tertahan di ubun-ubun.
“please give more honey.. give me more...” selang beberapa menit kemudian ia melepaskan hasrat itu.
“maaf ya mas, saya jadi maksa masnya ngelayani saya” ucapnya terengah dengan muka yang memerah.
“ga pa pa mbak. Saya yang harusnya minta maaf” ucapku terengah menatap wajahnya yang berada diatas dengan posisi masih saling menancap.
“mas, lanjut lagi yuk? masih keras nih”
Dan kamipun segera melanjutkan permainan kami berikutnya. Hasrat yang terpenjara selama tiga hari ini akhirnya bisa terbebas. Memang wanita ini mempunyai libido yang sangat tinggi. Tubuh kami yang tanpa sehelai benang saling beradu hingga tubuh kami terlihat mengkilat akibat bulir bulir keringat yang bercucuran.
Kami saling berpelukan dalam peluh keringat yang bercucuran. Bahkan AC pun tidak sanggup menahan bulir-bulir keringat itu mengering. Malam ini kami telah melepaskan hasrat yang terpendam itu. Wanita ini begitu buas, sudah tujuh kali ia merengkuh kenikmatan. Walaupun ada sedikit perasaan bersalahku karena dua kali benihku meluncur ke rahimnya.
“perkenalkan nama saya esti, sudah dua bulan saya tinggal disini.”
“saya Adi, sudah 7 tahun tinggal disini”
Perkenalan itu membawa kami ke perbincangan selanjutnya mengenai diriku dan dirinya. akhirnya aku bisa mengetahui siapa dirinya. namanya Esti kelahiran 1983 seorang karyawan bank BUMN dengan posisi manajer. Sebelumnya dia sudah pernah menikah namun harus berakhir dengan perceraian setengah tahun sesudahnya. Karena dia dijodohkan oleh keluarganya dan suaminya melarang ia untuk berkarir. Tampak beberapa tetes air mata keluar ketika ia menceritakan masa lalu.
“Sayang, apakah kamu mau melayaniku lagi di lain waktu”
“Tentu saja sayang. Tapi hanya sebatas kontak fisik saja. Kamu tau kan aku sudah punya pacar?” sembari menutup resleting celanaku yang basah.
“ Itu sudah lebih dari cukup. Tolong jaga rahasia hubungan ini.”
Dan aku pun hanya tersenyum.
“kamu beruntung, dan gadis pirang itu juga beruntung memilikimu”
“Tapi aku belum pernah berhubungan badan dengannya”
“serius” tampak dia sangat terperanjat.
“jika waktu itu tiba pelan-pelan aj. Kamu tahu kan ukuranmu diatas rata-rata orang Asia”
“aku pulang dulu ya” segera kukecup bibirnya.
“tolong dikunci dari luar trus kuncinya lempar ke dalam lewat jedela”
“okay, my sexy girl’s”
Senyuman akan hasrat yang terpuaskan mengiringi kepulanganku ke rumah. Akupun pulang dengan beban yang kosong. Seolah baru saja kutinggal hasrat yang berton-ton itu ke dalam rahimnya.
Ketika kuintip kamar itu dari balik pintu, wajah Laura terlihat bersemi ketika tertidur. Aku sungguh merasa berdosa apabila kunikmati tubuhny hanya untuk menuruti nafsu sesaat. Segera kuberanjak ke sofa panjang itu setelah berganti baju yang kering. Biarkanlah bekas-bekas kenikmatan itu mengiringi tidurku. Kucoba memejamkan mata sembari ingatanku atas apa yang aku dan Esti tadi lakukan mengiringi tidurku.
Mana mungkin selimut tetangga
Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian
Mana mungkin selimut tetangga
Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian
Diubah oleh rayana1988 13-01-2016 15:26
0
Kutip
Balas