Kaskus

Story

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

propanol.12Avatar border
TS
propanol.12
Not All About Love
Assalamualaikum Wr Wb


Sebelumnya gw ucapkan permisi dan terima kasih kepada mimin, momod dan seluruh penghuni forum SFTH ini. Setelah lama jadi SR akhirnya ada keinginan juga dari gw untuk membagikan kisah gw yang absurd dan serba gag jelas ini. Sebuah kisah pahit manis gw dalam menemukan jati diri gw dan menemukan seseorang yang bakal selalu ada disisi gw. Sebelumnya gw tekankan disini gw bukan seorang penulis jadi mohon maaf kalau dalam penulisan gw nanti banyak sekali kekurangan. Dan demi kenyamanan dan keprivasian tokoh yang bersangkutan maka semua nama tokoh dalam cerita gw ini disamarkan. emoticon-Big Grin

Quote:


Quote:


Ada kalanya aku harus mengalah dan mengorbankan zona nyaman dan amanku untuk bisa meraih sesuatu yang lebih berarti dan bermakna dalam hidupku. Aku egois, inilah ceritaku.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 18 suara
Siapakah nanti yang bakal jadi pasangan hidup gw?
Irina
17%
Mita
17%
Sandy
67%
Diubah oleh propanol.12 18-01-2016 20:17
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
11.4K
121
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.3KAnggota
Tampilkan semua post
propanol.12Avatar border
TS
propanol.12
#17
Part 4 - Meet with You, Again

Hari ini adalah hari Sabtu dan sendari pagi hujan sudah mengguyur bumi Jakarta. Tittt...Tittt... Alarm gw menyadarkan gw pagi ini untuk segera melaksanakan kewajiban gw sebagai hambaNya. Setelah solat subuh gw bersiap untuk tidur lagi, karena memang kebiasaan gw waktu liburan adalah balas dendam dengan rasa kantuk gw. Tapi nampaknya pagi ini gw tidak seperti hari libur biasanya yang langsung bisa tidur dengan sempurna. Kali ini mata gw malah terang benderang gag bisa diajak kompromi untuk tidur kembali.

Tidak bisa tidur panjang saat weekend adalah hal yang merugikan buat gw. Tiap hari kerja selesai subuh, gw pasti selalu langsung bersiap untuk berangkat ke kantor. Hal ini tak lain adalah peraturan di kantor gw yang mewajibkan karyawannya untuk datang jam 07.30 tepat. Sebenernya tidak jauh juga sih jarak dari Meruya sampai ke Harmoni tapi tau sendiri lah Jakarta kayak gimana kalau jam kantor. Dan biasanya gw balik dari kantor itu selepas maghrib karena menunggu jalan lenggang dulu. Dan kalau begitu sudah bisa dipastikan sampai kostan antara jam 8-9nan malam. Jadi waktu tidur gw semakin menipis kalau pas hari kerja.

Gw menyandarkan diri ke dinding kamar gw sambil memandangi air hujan yang masih setia membasahi bumi Jakarta pagi ini. Gw kembali teringat hubungan gw sama Irina yang (sedikit) merenggang karena permasalahan kemarin. Sudah hampir 3 hari ini gw (hampir) tidak pernah mendapatkan kabar dari dia. Segitu marahkah dia sama gw? Atau gw yang terlalu gengsi untuk mengucapkan maaf kepadanya? Tapi maaf buat apa, karena memang gw merasa tidak melakukan kesalahan seperti yang dia tuduhkan.

“Ah... Kok gw ngerasa semakin kesini hubungan gw sama dia semakin berat ya. Ini hanya sebuah cobaan atau ini awal pertanda sesuatu yang buruk ya?” Batin gw dalam hati.

Karena tidak bisa tidur lagi akhirnya gw keluar dari kamar dan berniat mau ngrecokin si Mita. Siapa tau dia punya makanan, jadi lumayan lah bisa buat ganjal perut. Hujan2 begini memang bawaannya laper mulu, hehehehe. Gw pun berjalan ke kamar dia yang ada disamping depan kamar gw.

Tok...Tok...Tok...

“Masuk gag dikunci kok!” Kata Mita dari dalam kamar.

Gw pun memutar daun pintu kamar dia dan masuk kamar dia. Seperti biasa gw langsung duduk di kursi kerjanya yang berada di pojok kamar dekat jendela. Gw amati ini anak tumben pagi begini sudah rapi banget.

“Ada perlu apa mas kemari? Pasti kalau kesini nih ada maunya nih.” Kata Mita.

“Ah lo pasti deh Suuzon terus ama gw. Gw kan tetangga kost yang baik mau ngecek tetangganya, kekurangan suplai makanan engga.” Kata gw.

“Ah palingan lo mau minta cemilan gw kan? Udah gw itu udah tau tabiat lo Fin.” Kata Mita.

“Hehehehe, tau aja lo Mit. Laper nih gw, mana ujan mulu dari pagi. Bagi makanan ya, sekalian kopi deh kalau boleh ama sedikit gulanya.” Kata gw.

“Buset itu mah ngerampok bukan minta lagi.” Kata Mita merajuk.

“Yah kan sekali-kali amal lah ama tetangga lo yang ganteng dan kece ini. Eh pagi-pagi gini uda rapi aja mau kemana lo? Cieee udah dapet cowok ya pasti.” Kata gw.

“Preeet, ya ganteng kalau dilihat dari monas pake sedotan bampet. Cowok, cowok, enak aja kalau ngomong. Lo lupa ya? Kan dulu gw udah pernah bilang gw mau ada temen main. Jadi ini gw mau jemput dia dibandara. Lo ikut gih.” Kata Mita.

“Hehehehe, gw kira lo dapet cowok gitu. Kan lumayan ntar makan2. Ah ogah, mending gw lanjutin tidur aja daripada keluar2. Lagian ujan ini.” Kata gw.

“Ah lo pikirannya makanan mulu. Makan banyak tapi badan tetep kurus aja.” Kata Mita. “Ayolah Fin anterin gw, masak lo tega sih liatin gw nyetir sendirian?”

“Kenapa engga? Hehehehe.” Kata gw.

“Ah lo mah ngeselin. Awas aja ntar minta makanan lagi, gw gag bakal kasih.” Kata Mita sambil menyambar snack yang ada ditangan gw.

“Widiwwww sopan sedikit neng, kan gw belum abisin tuh makanan. Iya deh iya, gw anterin. Tapi gw mandi dulu ya, dan sini dong makanannya. Kan belum abis tuh.” Kata gw.

“Assyikkk... Makanannya ntar gw kasih. Sekarang buruan mandi, ntar telat lagi jemputnya.” Kata Mita merajuk.

“Iya iya, dasar nenek lampir luh.” Kata gw.

Gw pun segera kembali ke kamar gw dan kemudian bersiap-siap mengikutin kemauan si ratu lampir itu. Dari nanti kena omelan dah, itu anak emang kalau sudah ngomel itu bibir bisa monyong berhari-hari kalau ketemu gw ntar. Setelah siap gw pun mengunci kamar dan gw lihat Mita juga sudah siap dengan pakaiannya. Hari ini dia memakai kaos pink bertemakan sketsa kota new york dibalut cardigan biru muda, memakai jeans ketat berwarna biru terang dan sepatu convers berwarna putih. Rambutnya dikuncir kuda, dan menurut gw tampilan dia kali ini bener2 berhasil menghinoptis gw karena memang gw akuin dia tampil perfect kali ini.

“Woi kenapa lo bengong gitu ngeliatin gw?” Kata Mita menyadarkan lamunan gw.

“Eh kagak Mit, lo keliatan cantik aja hari ini. Hehehehe.” Kata gw cengengesan.

“Gw kan emang cantik, lo nya aja kemana aja gag nyadar punya temen cantik.” Kata Mita.

“Witsss langsung besar kepala aja lo. Ya udah yuk buruan nih kita mau kemana?” Kata gw.

“Bandara Soekarno Hatta ya pak, hehehehe.” Kata Mita.

“Buset gw bukan supir lo kali emoticon-Mad!” Kata gw.

Akhirnya gw dan Mita melaju menuju ke Bandara Soekarno Hatta, salah satu bandara kebanggaan masyarakat Indonesia. Dan seperti sudah bisa ditebak, karena gw cowok otomatis gw yang mengemudikan sedan putih keluaran honda ini. Jalan tol Dr. Sedyatmo pagi ini tampak lengang padahal biasanya kalau jumat sore atau weekend pasti padet banget. Hujan pun masih turun sendari pagi dan entah kenapa gw sangat menyukai perjalanan itu dengan nuansa hujan seperti ini.

“Ini kita ke terminal mana Mit?” Kata gw.

“Terminal 1 Fin. Temen gw naik L**N jadi kan nangkringnya disitu.” Kata Mita.

“Emang temen lo ini dari mana sih?” Tanya gw.

“Kan gw udah pernah bilang kalau dia anak Jogja. Dia kuliah di Jogja tapi dia sebenernya asal dia sekota ama kita kok. Sekarang dia ke Jakarta mau urus Visa. Katanya sih dia mau nerusin study ke Taipe.” Kata Mita.

“Eh masak? Emang siapa sih Mit?” Tanya gw.

“Udah ntar liat aja sendiri.” Kata Mita.

Gw pun akhirnya sampai di terminal 1. Setelah dapat parkiran gw dan Mita langsung berlarian menuju ke bangunan utama terminal 1. Hujan masih turun jadi kita harus cepet2 sampai ke bangunan utama terminal biar badan kita tidak basah. Setelah sampai di terminal 1 gw dan Mita memutuskan untuk menunggu temennya Mita ini di salah satu food court yang ada di terminal 1.

“Temen lo landing jam berapa emangnya Mit?” Tanya gw sambil memainkan sedotan minuman gw.

“Harusnya ini sih udah landing, eh bentar bentar nih dia nelpon.” Kata Mita. “Halo...”

“...................................................”

“Iya nih gw udah sampai kok. Gw di xxxxx. Gw samperin ke sana apa lo yang kesini?”

“...................................................”

“Oh oke deh gw tunggu disini ya. Bye.” Kata Mita sambil naruh hp nya di meja. “Dia sudah otw kesini. Kita tunggu aja disini Fin.”

“Sippp lah.” Kata gw.

Sekitar 5 menit kemudian belum nampak tanda-tanda temennya si Mita muncul. Gw pun agak termakan dengan suasana bosan, tapi gw harus sabar. Mungkin masih nunggu bagasi nih temennya si Mita, fikir gw. Tak berapa lama nampak sosok perempuan menghampiri kami. Perempuan berkerudung putih itu berjalan cepat ke arah kami setelah si Mita melambaikan tangannya. Setelah perempuan itu dekat dan sudah terlihat jelas wajahnya gw semakin yakin kalau gw mengenal perempuan ini.

“Eh San sini gw kenalin temen gw. Ini namanya Alfian San.” Kata Mita memperkenalkan gw ke temennya.
“Loh kamu???emoticon-Kagets” Kata perempuan itu.

“Loh mbak Sandi???emoticon-Kagets” Kata gw tak kalah kaget dengan perempuan bernama Sandi itu.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.