- Beranda
- Stories from the Heart
The Book Of Promise
...
TS
gianhidayat
The Book Of Promise
Sebelumnya kepada mimin dan para momod forum SFTH , izinkan saya untuk sharing tentang novel karangan saya sendiri yang berjudul The book of Promise. Semua kritik dan saran saya terima dengan lapang dada, Dan sebuah Feedback dari kalian adalah semangat bagi saya sendiri . Semoga harimu menyenangkan
dan selamat membaca
*Note : Sumber gambar ilustrasi berasal dari Google
dan selamat membaca
Spoiler for "Ilustrasi":
Spoiler for "Sinopsis":
Quote:
The Book Of Promise
Buku Ini menceritakan tentang ketulusan seorang kakak dalam menyayangi Seorang adiknya , Sang kakak sangat baik kepada sang adik yang bernama Gian. Hingga suatu hari Kakak beradik itu bertemu dengan anak perempuan bernama Mira , Yang kemudian di anggap sebagai adiknya juga oleh Sang kakak. Hari-demi hari mereka lalui bersama , Kehangatan dan kebersamaan kakak beradik . Namun semua berubah ketika sang kakak melakukan perjanjian dengan sebuah Buku , Sifat sang kakak berubah drastis pada adik Laki-lakinya,Gian . Setelah 1 tahun berlalu semenjak kepergian sang kakak, Adik laki-lakinya menemukan sebuah buku yang digunakan sang Kakak untuk melakukan perjanjian. Seiring berjalannya waktu Kedua adik sang Kakak Mulai merasakan benih-benih cinta , Namun sesuatu kembali terjadi dan Gian tak pernah melihat Mira . Gian menjalani hidupnya Sendirian dan Kesepian, Hingga pada suatu saat Gian berhasil menemukan perjanjian apa yang dilakukan sang kakak dengan buku itu. Dan setelah mengetahui isi dari perjanjian itu , Gian mulai menyadari sesuatu hal yang sangat penting. Bahwa Kakaknya tak pernah berubah dan tetap menyayanginya sampai Akhir hayatnya.
Buku Ini menceritakan tentang ketulusan seorang kakak dalam menyayangi Seorang adiknya , Sang kakak sangat baik kepada sang adik yang bernama Gian. Hingga suatu hari Kakak beradik itu bertemu dengan anak perempuan bernama Mira , Yang kemudian di anggap sebagai adiknya juga oleh Sang kakak. Hari-demi hari mereka lalui bersama , Kehangatan dan kebersamaan kakak beradik . Namun semua berubah ketika sang kakak melakukan perjanjian dengan sebuah Buku , Sifat sang kakak berubah drastis pada adik Laki-lakinya,Gian . Setelah 1 tahun berlalu semenjak kepergian sang kakak, Adik laki-lakinya menemukan sebuah buku yang digunakan sang Kakak untuk melakukan perjanjian. Seiring berjalannya waktu Kedua adik sang Kakak Mulai merasakan benih-benih cinta , Namun sesuatu kembali terjadi dan Gian tak pernah melihat Mira . Gian menjalani hidupnya Sendirian dan Kesepian, Hingga pada suatu saat Gian berhasil menemukan perjanjian apa yang dilakukan sang kakak dengan buku itu. Dan setelah mengetahui isi dari perjanjian itu , Gian mulai menyadari sesuatu hal yang sangat penting. Bahwa Kakaknya tak pernah berubah dan tetap menyayanginya sampai Akhir hayatnya.
Index
Quote:
My Brother
- Part 1 - Ketika langit meneteskan air mata, aku hanya terdiam
- Part 2 - 3 Tahun yang lalu
- Part 3 - Mira
- Part 4 - Kekuatan Super Mira
- Part 5 - Seragam Merah Putih
- Part 6 - Pertandingan Sepak Bola
- Part 7 - Aku berjanji akan menjadi pemain bola yang hebat
- Part 8 - Kenangan Seorang Pemain Sepak Bola
- Part 9 - Ayo Kita Kalahkan Mereka
- Part 10
- Part 11 - Lipstik Dan Kebohongan
- Part 12 - Sebuah Janji Pada Mira
- Part 13 - Ajari aku cara berkelahi!
- Part 14 - Kenangan Seorang Petarung
- Part 15 - Bermain Menjadi Detektif
- Part 16 - Kehangatan Keluarga
- Part 17 - Wanita Berkucir, Siapa Dia?
*Note : Sumber gambar ilustrasi berasal dari Google
Diubah oleh gianhidayat 21-12-2015 18:35
anasabila memberi reputasi
1
3.5K
Kutip
33
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gianhidayat
#9
My Brother
Pertandingan Sepak Bola
Quote:
Kami melanjutkan perjalan pulang. Karena rumah Mira letaknya terlewati oleh rute jalan menuju ke rumahku, Aku dan Kakak memutuskan untuk mengantarkan mira kerumahnya terlebih dahulu. Seteleh melewati Pom Bensin kamipun sampai di komplek pemerintahan. Aku melihat sekelompok anak laki-laki yang sedang asik bermain sepak bola di lapangan yang berumput, Akupun memohon pada kakak untuk ikut bergabung dan bermain bersama mereka. Kakak bertanya pada Mira, apakah mira mau menunggu atau pulang terlebih dahulu?. Jika ingin pulang terlebih dahulu Kakak dan Aku akan mengantarkanya pulang sebelum bermain sepak bola. Mira memilih menunggu dan menonton kami bermain sepak bola, karena Mira bilang di rumah sangat membosankan. Sekarang Kakak menghampiri sekelompok anak laki- laki yang sedang bermain bola tadi. Sebelum menghampiri mereka, Kakak sempat memberitahuku bahwa anak-anak itu adalah murid yang sama dari sekolahanku tetapi berbeda wilayah dan berbeda juga kepala sekolahnya.Aku tidak begitu mengerti apa yang dikatakan kakak, Aku berpura-pura mengerti agar bisa cepat bermain bola. Dari kejauhan aku melihat kakak sedang mengobrol dengan salah satu anak laki-laki dari kelompok tersebut. Tak lama mengobrol Kakak melihat kearahku dan mengangkat kedua ibu jarinya sambil tersenyum padaku, Akupun melihat kearah Mira yang sedang duduk di bawah pohon besar di pinggir lapangan.
"Heh kau , jangan terkejut saat aku mencetak gol terlalu banyak" Akupun mengusap rambutku kebelakang
"Baiklah aku kan menontonmu disini , Apa mau bertukar celana denganku terlebih dahulu" Ejek mira
"Menyebalkan" Akupun pergi berlari menuju kakak dan meninggalkan Mira
Sesampainya di tempat Kakak dan seorang anak Laki-laki itu , Kakak langsung memperkenalkanku dengan anak laki-laki itu.
"Nah ini dia adiku yang pertama, Namanya Gian " Ucap kakak sambil memegang pundaku
Anak laki-laki itu kini tersenyum padaku dan mengulurkan tangan untuk bersalaman,
"Halo Gian, Nama kakak Ray. Kakak dengar kamu ingin bergabung untuk bermain sepak bola bersama ya? tadi kakakmu sendiri yang bilangseperti itu." Jelas kak Ray padaku
Akupun menyambut tangannya lalu bersalaman dengannya
"Iya kak Ray benar, Aku ingin bermain bola bersama." jawabku penuh semangat
"Baiklah kebetulan kakak sedang membutuhkan 2 orang untuk bermain seimbang , karena teman kakak tadi harus pulang . Jadi kami bermain tidak imbang dalam jumlah. Dan kakakmu adalah teman kakak , Dia striker yang hebat " Jelas kak Ray
Akupun melihat kakak , Kakak hanya tersenyum dan menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya
"Asik , Ayo Kita mulai kak" Jawabku penuh semangat
Kak Raypun memberitahukan Teman-temannya untuk mengulang permainan, Kini sekelompok anak laki-laki itu pandagannya tertuju padaku dan Kakak.
"Kak , aku takut" Bisiku pada kakak yang sedang mengencangkan tali sepatunya
"Tidak apa-apa, Ayo kita kalahkan mereka " Ucap kakak mencoba membangkitkan semangatku
Kamipun mulai mengambil posisi masing-masing, Kakak dan Kak Ray berdiri digaris depan. Dan aku berdiri di garis belakang, mungkin hanya beberapa langkah dari penjaga gawang. Para Kapten tim saling berhadapan untuk menentukan siapa yang pertama menguasai bola terlebih dahulu, Kak Ray adalah Kapten timku dan Kakak. Dan Kapten Tim musuh Seseorang yang berbadan besar , Tingginya melibihi badan Kakakku Dan berkulit Putih. Sedangkan Kak Ray Tingginya hampir sama dengan Tinggi kakak. Kepala Kakak hanya sebanding dengan bagian dada dari Kapten Tim lawan. Akupun menelan ludah melihat itu , dan sedikit gemetar. Para Kaptenpun Mulai mengepalkan tangan, Kukira akan berkelahi . Ternyata mereke melakukan suit , dan pemenangnnya adalah tim lawan. Semua pemain kini mulai bersiap-siap , Dan ketika Tim musuh mulai mengoper bola di tengah lapangan. Semua orang yang tadinya terdiam seperti patung , Sekarang bergerak sangat lincah . Satu persatu timku dilewati dengan mudah oleh permainan dari tim lawan. Aku hanya bisa diam melihat bola yang berpindah-pindah kaki, dan tibalah dimana aku harus mempertahankan bagian belakang. Hanya aku yang tersisa untuk menyelamatkan tim dari kemasukan gol, ku lihat kapten tim musuh mulai membawa bolanya. Matanya tertuju padaku, dia bersiap menendang bola, entah apa yang dia incar . Gol atau diriku? dan diapun menendang bola sekeras mungkin , Bola itu melaju cepat ke arahku. Aku tak bisa bergerak sedikitpun, dan aku sangat yakin bola itu akan mengenaiwajahku.Akupun menutupi wajahku dengan tanganku sendiri, aku memejamkan mata .Namun aku heran kemana bolanya , kenapa tak juga mengenai tanganku,dan saat ku buka mata dan membuka tanganku . Kakak sudah berada di depanku dan menahan bola Dengan perutnya
"Tendangan yang sangat lemah" Ucap kakak sambil menoleh kearahku dan tersenyum
Kini bolapun berpindah ke kaki Kakak , Dan Kakak langsung mennggiring bola itu . Tim kamipun mengikuti Kakak untuk membantunya melakukan serangan balik , Aku melihat gerakan kakak yang sangat cepat dan gesit sekali .Caranya membawa bolapun berbeda dengan cara Kapten tim lawan sebelumnya yang maju mengandalkan besar tubuhnya , Namun Kakak berbeda dia mengandalkan kecerobohan orang yang menghadangnya dan memanfaatkanya . Satu persatu tim lawan berhasil kakak lewati dibantu rekan satu tim , Dan kini kakak berhadapan langsung dengan kiper lawan. Kakakpun menendang bola dan
"Gol .... Gol... Gol .. !! " Teriaku meniru komentator sepak bola
Kakakpun melambaikan tangannya padaku , Dan kakak berlari menuju kearahku
"Mau tau rasanya mencetak gol dek?" Tanya kakak padaku
"Mau kak, Adek mau" Jawabku penuh semangat
Kakakpun berunding dengan rekan satu tim, kini semua rekan satu timku memandang kearahku . Dan mereka mengacungkan kedua jempolnya dan tersenyum padaku. Akupun menjadi semakin bersemangat. Kini aku berada di garis depan , Dan Kak Ray memberikan posisinya padaku . Sekarang Kak Ray memperkuat garis pertahanan belakang , Dia berkata lakukan yang terbaik dan jangan perdulikan menang atau kalah. Aku mengangguk dan berterima kasih padanya.
Kini tim lawan kembali menguasai bola , dan ketika tim lawan mulai mengoper bolanya ditengah lapangan. Kakak langsung memotong tim lawan baru menerima bola dikakinya, kakakpun berteriak dan menyuruhkumengikutinya dari samping. Hal itu membuat aku di jaga ketat oleh tim lawan. Membuat kakak tak bisa mengoper bola padaku . Namun kakak mengambil resiko bola dikuasai tim lawan dengan mengumpan bola padaku, padahal saat itu kakak bisa saja langsung menendang bola ke gawang musuh. Aku lihat bola melambung tinggi kearahku , Dan saat aku akan Menyundul bola ke arah gawang . Tubuhku yang masih pendek terlambat mencapaibola , dan kini bola diterima oleh kapten tim musuh.Dia tersenyum kecut kearahku , lalu pergi meninggalkanku dan menggiring bola. Kini Timku berusaha keras mengejar penggiring bola dari tim lawan dan mencoba merebutnya , namun tak ada satupun yang bisa merebutnya. Kakak berlari sangat kencang menuju gawang tim , dan saat tim lawan menendang bola ke arah gawangku . Kiper dari timku salah memprediksi arah bola sehingga ia meloncat kearah berlawanan datangnya bola. Tiba-tiba kakak meloncat dan mencoba menahan bolanya , kulihat bola mengenai wajahnya saat itu. Tim lawan gagal untuk mencetak gol karena kakak, kakak terbaring sejenak lalu bangkit kembali . Kulihat hidungnya berdarah, mungkin akibat tendangan yang cukup keras tadi. Ini semua salahku , jika aku tidak terlalu payah dalam bermain bola. Kakak tak mungkin sampai terluka seperti ini,aku menundukan kepala dan tak tau harus melakukan apa. Tiba-tiba ada seseorang memegang pundaku , Ternyata itu rekan satu timku . Mereka menunjuk kearah kakak yang sedang melambaikan tangan ke arahku , Dia sedang tersenyum padaku dan berteriak.
"Ayo kita coba lagi!!" Teriak kakak membangkitkan semangatku
Giliran tim kami menguasaibola dan bersiap melakukan penyerangan balik , Serangan kali ini pun gagal karena Timku tak mau mencetak gol sendiridan mempercayakannya padaku. Akhirnya serangan balik dari tim lawanpun kembali menggempur bagian pertahanan tim. Kini sang penjaga gawang berhasil memprediksi datangnya bola, dan berhasil menangkapnya. Tim kamipun bersorak gembira dan bersiap melakukan serangan balik . Kakak menggiring bola , saat ada musuh yang menghadang kakak mengopernya padaku. Kali ini aku berhasil menerima bola dari kakak. Teriakan dari timkupun terdengar jelas
"Tendang bolanya !!!"
Akupun mengambil ancang-ancang untuk menendang bola, dan Akupun menendang bolanya. Bola melaju begitu cepat , namun arahnya yang tak menentu. Bola itu menuju ke arah wajah Kapten lawan , Tak bisa dihindari akhirnya bola mengenai wajahnya. Kulihat bola mulai turun dari wajahnya , wajahnya sangat merah dan matanya menatap tajam padaku. Bolapun menyentuh Tanah dan memantul beberapa kali, dan sebelum bola selesai memantul . Sang kapten tim lawan menendang bola itu ke arahku , sangat keras . Bola menuju kearahku , aku langsung menghalangi wajahku dengan tanganku sendiri. Namun ternyata bola mengenai perutku, akupun terpental kebelakang akibat tendangan tadi. Semua rekan timku langsung menghampiriku. Aku terbaring dan perutku sangat sakit, Kulihat kak ray sedang beradu mulut dengan Kapten tim lawan. Aku mendengar pembicaraan mereka
"Apa-apan kau ini tomi, dia hanya anak kecil yang sedang belajar main bola" ucap kak ray
"Tak usah menjadi pemain bola jika lemah" ucap Tomi sambil menunjuk kearahku
mendengar perkataan Tomi ,Kakak langsung mengajaku berdiri dan pergi kesamping lapangan. Kulihat mirapun menghampiriku , dan wajahnya sedikit pucat. Aku tersenyum padanya dan mengatakan aku baik-baik saja.
" Masih mau lanjut dek? " Tanya kakak
" Masih kak, adek harus membuktikan adek tidak lemah" jawabku bersemangat
Melihat semangatku kakan pergi dan membuka tasnya, kulihat ia mengambil sebuah buku berwarna biru tua.Kakakpun kembali dengan buku itu, Kakak membuka buku itu tapi aku lihat bukunya putih bersih dan tak ada coretan sama sekali didalamnya. Kakakpun memejamkan mata dan tiba-tiba muncul sebuah kalimat , kakak menyuruhku membacanya di dalam hati. Dan akupun membacanya di dalam hati
" Aku berjanji akan berlatih bermain sepak bola dan menjadi pemain yang hebat" Setelah aku mengucapkannya di dalam hati, tiba-tiba pandanganku menjadi kabur dan gelap. Akupun kembali bisa melihat, namun dimana aku? bukanya tadi aku bersama kakak. aku melihat sekeliling dan mencari kakak. Aku tak tau berada dimana , yang jelas aku sudah tidak berada di lapangan berumput lagi. Melainkan sedang menggunakan seragam sepak bola dan berlatih bermain bola.
"Heh kau , jangan terkejut saat aku mencetak gol terlalu banyak" Akupun mengusap rambutku kebelakang
"Baiklah aku kan menontonmu disini , Apa mau bertukar celana denganku terlebih dahulu" Ejek mira
"Menyebalkan" Akupun pergi berlari menuju kakak dan meninggalkan Mira
Sesampainya di tempat Kakak dan seorang anak Laki-laki itu , Kakak langsung memperkenalkanku dengan anak laki-laki itu.
"Nah ini dia adiku yang pertama, Namanya Gian " Ucap kakak sambil memegang pundaku
Anak laki-laki itu kini tersenyum padaku dan mengulurkan tangan untuk bersalaman,
"Halo Gian, Nama kakak Ray. Kakak dengar kamu ingin bergabung untuk bermain sepak bola bersama ya? tadi kakakmu sendiri yang bilangseperti itu." Jelas kak Ray padaku
Akupun menyambut tangannya lalu bersalaman dengannya
"Iya kak Ray benar, Aku ingin bermain bola bersama." jawabku penuh semangat
"Baiklah kebetulan kakak sedang membutuhkan 2 orang untuk bermain seimbang , karena teman kakak tadi harus pulang . Jadi kami bermain tidak imbang dalam jumlah. Dan kakakmu adalah teman kakak , Dia striker yang hebat " Jelas kak Ray
Akupun melihat kakak , Kakak hanya tersenyum dan menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya
"Asik , Ayo Kita mulai kak" Jawabku penuh semangat
Kak Raypun memberitahukan Teman-temannya untuk mengulang permainan, Kini sekelompok anak laki-laki itu pandagannya tertuju padaku dan Kakak.
"Kak , aku takut" Bisiku pada kakak yang sedang mengencangkan tali sepatunya
"Tidak apa-apa, Ayo kita kalahkan mereka " Ucap kakak mencoba membangkitkan semangatku
Kamipun mulai mengambil posisi masing-masing, Kakak dan Kak Ray berdiri digaris depan. Dan aku berdiri di garis belakang, mungkin hanya beberapa langkah dari penjaga gawang. Para Kapten tim saling berhadapan untuk menentukan siapa yang pertama menguasai bola terlebih dahulu, Kak Ray adalah Kapten timku dan Kakak. Dan Kapten Tim musuh Seseorang yang berbadan besar , Tingginya melibihi badan Kakakku Dan berkulit Putih. Sedangkan Kak Ray Tingginya hampir sama dengan Tinggi kakak. Kepala Kakak hanya sebanding dengan bagian dada dari Kapten Tim lawan. Akupun menelan ludah melihat itu , dan sedikit gemetar. Para Kaptenpun Mulai mengepalkan tangan, Kukira akan berkelahi . Ternyata mereke melakukan suit , dan pemenangnnya adalah tim lawan. Semua pemain kini mulai bersiap-siap , Dan ketika Tim musuh mulai mengoper bola di tengah lapangan. Semua orang yang tadinya terdiam seperti patung , Sekarang bergerak sangat lincah . Satu persatu timku dilewati dengan mudah oleh permainan dari tim lawan. Aku hanya bisa diam melihat bola yang berpindah-pindah kaki, dan tibalah dimana aku harus mempertahankan bagian belakang. Hanya aku yang tersisa untuk menyelamatkan tim dari kemasukan gol, ku lihat kapten tim musuh mulai membawa bolanya. Matanya tertuju padaku, dia bersiap menendang bola, entah apa yang dia incar . Gol atau diriku? dan diapun menendang bola sekeras mungkin , Bola itu melaju cepat ke arahku. Aku tak bisa bergerak sedikitpun, dan aku sangat yakin bola itu akan mengenaiwajahku.Akupun menutupi wajahku dengan tanganku sendiri, aku memejamkan mata .Namun aku heran kemana bolanya , kenapa tak juga mengenai tanganku,dan saat ku buka mata dan membuka tanganku . Kakak sudah berada di depanku dan menahan bola Dengan perutnya
"Tendangan yang sangat lemah" Ucap kakak sambil menoleh kearahku dan tersenyum
Kini bolapun berpindah ke kaki Kakak , Dan Kakak langsung mennggiring bola itu . Tim kamipun mengikuti Kakak untuk membantunya melakukan serangan balik , Aku melihat gerakan kakak yang sangat cepat dan gesit sekali .Caranya membawa bolapun berbeda dengan cara Kapten tim lawan sebelumnya yang maju mengandalkan besar tubuhnya , Namun Kakak berbeda dia mengandalkan kecerobohan orang yang menghadangnya dan memanfaatkanya . Satu persatu tim lawan berhasil kakak lewati dibantu rekan satu tim , Dan kini kakak berhadapan langsung dengan kiper lawan. Kakakpun menendang bola dan
"Gol .... Gol... Gol .. !! " Teriaku meniru komentator sepak bola
Kakakpun melambaikan tangannya padaku , Dan kakak berlari menuju kearahku
"Mau tau rasanya mencetak gol dek?" Tanya kakak padaku
"Mau kak, Adek mau" Jawabku penuh semangat
Kakakpun berunding dengan rekan satu tim, kini semua rekan satu timku memandang kearahku . Dan mereka mengacungkan kedua jempolnya dan tersenyum padaku. Akupun menjadi semakin bersemangat. Kini aku berada di garis depan , Dan Kak Ray memberikan posisinya padaku . Sekarang Kak Ray memperkuat garis pertahanan belakang , Dia berkata lakukan yang terbaik dan jangan perdulikan menang atau kalah. Aku mengangguk dan berterima kasih padanya.
Kini tim lawan kembali menguasai bola , dan ketika tim lawan mulai mengoper bolanya ditengah lapangan. Kakak langsung memotong tim lawan baru menerima bola dikakinya, kakakpun berteriak dan menyuruhkumengikutinya dari samping. Hal itu membuat aku di jaga ketat oleh tim lawan. Membuat kakak tak bisa mengoper bola padaku . Namun kakak mengambil resiko bola dikuasai tim lawan dengan mengumpan bola padaku, padahal saat itu kakak bisa saja langsung menendang bola ke gawang musuh. Aku lihat bola melambung tinggi kearahku , Dan saat aku akan Menyundul bola ke arah gawang . Tubuhku yang masih pendek terlambat mencapaibola , dan kini bola diterima oleh kapten tim musuh.Dia tersenyum kecut kearahku , lalu pergi meninggalkanku dan menggiring bola. Kini Timku berusaha keras mengejar penggiring bola dari tim lawan dan mencoba merebutnya , namun tak ada satupun yang bisa merebutnya. Kakak berlari sangat kencang menuju gawang tim , dan saat tim lawan menendang bola ke arah gawangku . Kiper dari timku salah memprediksi arah bola sehingga ia meloncat kearah berlawanan datangnya bola. Tiba-tiba kakak meloncat dan mencoba menahan bolanya , kulihat bola mengenai wajahnya saat itu. Tim lawan gagal untuk mencetak gol karena kakak, kakak terbaring sejenak lalu bangkit kembali . Kulihat hidungnya berdarah, mungkin akibat tendangan yang cukup keras tadi. Ini semua salahku , jika aku tidak terlalu payah dalam bermain bola. Kakak tak mungkin sampai terluka seperti ini,aku menundukan kepala dan tak tau harus melakukan apa. Tiba-tiba ada seseorang memegang pundaku , Ternyata itu rekan satu timku . Mereka menunjuk kearah kakak yang sedang melambaikan tangan ke arahku , Dia sedang tersenyum padaku dan berteriak.
"Ayo kita coba lagi!!" Teriak kakak membangkitkan semangatku
Giliran tim kami menguasaibola dan bersiap melakukan penyerangan balik , Serangan kali ini pun gagal karena Timku tak mau mencetak gol sendiridan mempercayakannya padaku. Akhirnya serangan balik dari tim lawanpun kembali menggempur bagian pertahanan tim. Kini sang penjaga gawang berhasil memprediksi datangnya bola, dan berhasil menangkapnya. Tim kamipun bersorak gembira dan bersiap melakukan serangan balik . Kakak menggiring bola , saat ada musuh yang menghadang kakak mengopernya padaku. Kali ini aku berhasil menerima bola dari kakak. Teriakan dari timkupun terdengar jelas
"Tendang bolanya !!!"
Akupun mengambil ancang-ancang untuk menendang bola, dan Akupun menendang bolanya. Bola melaju begitu cepat , namun arahnya yang tak menentu. Bola itu menuju ke arah wajah Kapten lawan , Tak bisa dihindari akhirnya bola mengenai wajahnya. Kulihat bola mulai turun dari wajahnya , wajahnya sangat merah dan matanya menatap tajam padaku. Bolapun menyentuh Tanah dan memantul beberapa kali, dan sebelum bola selesai memantul . Sang kapten tim lawan menendang bola itu ke arahku , sangat keras . Bola menuju kearahku , aku langsung menghalangi wajahku dengan tanganku sendiri. Namun ternyata bola mengenai perutku, akupun terpental kebelakang akibat tendangan tadi. Semua rekan timku langsung menghampiriku. Aku terbaring dan perutku sangat sakit, Kulihat kak ray sedang beradu mulut dengan Kapten tim lawan. Aku mendengar pembicaraan mereka
"Apa-apan kau ini tomi, dia hanya anak kecil yang sedang belajar main bola" ucap kak ray
"Tak usah menjadi pemain bola jika lemah" ucap Tomi sambil menunjuk kearahku
mendengar perkataan Tomi ,Kakak langsung mengajaku berdiri dan pergi kesamping lapangan. Kulihat mirapun menghampiriku , dan wajahnya sedikit pucat. Aku tersenyum padanya dan mengatakan aku baik-baik saja.
" Masih mau lanjut dek? " Tanya kakak
" Masih kak, adek harus membuktikan adek tidak lemah" jawabku bersemangat
Melihat semangatku kakan pergi dan membuka tasnya, kulihat ia mengambil sebuah buku berwarna biru tua.Kakakpun kembali dengan buku itu, Kakak membuka buku itu tapi aku lihat bukunya putih bersih dan tak ada coretan sama sekali didalamnya. Kakakpun memejamkan mata dan tiba-tiba muncul sebuah kalimat , kakak menyuruhku membacanya di dalam hati. Dan akupun membacanya di dalam hati
" Aku berjanji akan berlatih bermain sepak bola dan menjadi pemain yang hebat" Setelah aku mengucapkannya di dalam hati, tiba-tiba pandanganku menjadi kabur dan gelap. Akupun kembali bisa melihat, namun dimana aku? bukanya tadi aku bersama kakak. aku melihat sekeliling dan mencari kakak. Aku tak tau berada dimana , yang jelas aku sudah tidak berada di lapangan berumput lagi. Melainkan sedang menggunakan seragam sepak bola dan berlatih bermain bola.
Diubah oleh gianhidayat 28-11-2015 15:19
0
Kutip
Balas
