- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#452
A Part 22
Setelah kejadian itu aku jadi lebih dekat dengan kak Fe. Kak Fe jadi begitu baik kepadaku dan ramah. Tidak seperti dulu yang cuek dan acuh, sekarang dia juga suka nanya kabarku, pokoknya kak Fe sekarang lebih sering mengobrol denganku. Aku juga jadi sering main ke kamar kak Fe hanya untuk sekedar main dan menemani dia di kamar sambil mengobrol. Pantas saja dia selalu juara kelas, setiap kali aku ke kamarnya dia selalu belajar, ngerjain tugas, dan membaca buku. Terkadang kalau lagi suntuk belajar kak Fe selalu nyanyi sambil dengerin lagu dari ipodnya atau juga main gitar.
'There are places I'll remember
All my life, though some have changed
Some forever, not for better
Some have gone and some remain'
“In my life kak?” Tanyaku ketika kak Fe baru menyanyi intro lirik lagu The Beatles yang berjudul in my life.
“Yup, tau?”
“Tau lah kak. Hehe.”
“Ini lagu The Beatles yang kakak suka..”
“Ohhh…”
Kak Fe lanjut menyanyi dan aku pun ikut nyanyi juga karena aku juga suka lagunya.
***
Sementara itu, sudah beberapa hubunganku dengan ayah lagi sedang tidak baik. Semenjak dimarahi aku jadi males sama ayah, bahkan aku sekarang lebih sering mengikuti apa yang dilakukan kak Fe. Kalau makan malam aku tidak bareng ayah dan ibu lagi. Aku lebih suka bareng dengan kak Fe di kamarnya. Setiap berpapasan dengan ayah juga aku selalu diam dan tidak senyum. Aku jadi dingin ke ayah. Aku merasa sebal aja sama ayah.
Karena hubunganku dengan kak Fe yang semakin baik, di sekolah aku selalu ikut berkumpul bersama kak Fe dan teman-temannya. Teman-teman kak Fe sangat baik dan asyik orang-orangnya. Mereka memujiku karena sudah berani melawan Susi. Di depan teman-temanya kak Fe sangat berbeda, dia begitu lepas dan bebas ngomong apa saja. Beda banget kalau di rumah yang tertutup. Aku sih jadi anak bawang aja di antara mereka.
Semenjak hari itu juga aku tidak berhubungan lagi dengan kak Bram dan sepertinya kak Fe lupa, dia tidak pernah menanyaiku lagi tentang kak Bram. Sepertinya semua itu sudah berlalu saja.
Untuk saat ini, aku cukup senang dengan apa yang terjadi.
'There are places I'll remember
All my life, though some have changed
Some forever, not for better
Some have gone and some remain'
“In my life kak?” Tanyaku ketika kak Fe baru menyanyi intro lirik lagu The Beatles yang berjudul in my life.
“Yup, tau?”
“Tau lah kak. Hehe.”
“Ini lagu The Beatles yang kakak suka..”
“Ohhh…”
Kak Fe lanjut menyanyi dan aku pun ikut nyanyi juga karena aku juga suka lagunya.
***
Sementara itu, sudah beberapa hubunganku dengan ayah lagi sedang tidak baik. Semenjak dimarahi aku jadi males sama ayah, bahkan aku sekarang lebih sering mengikuti apa yang dilakukan kak Fe. Kalau makan malam aku tidak bareng ayah dan ibu lagi. Aku lebih suka bareng dengan kak Fe di kamarnya. Setiap berpapasan dengan ayah juga aku selalu diam dan tidak senyum. Aku jadi dingin ke ayah. Aku merasa sebal aja sama ayah.
***
Karena hubunganku dengan kak Fe yang semakin baik, di sekolah aku selalu ikut berkumpul bersama kak Fe dan teman-temannya. Teman-teman kak Fe sangat baik dan asyik orang-orangnya. Mereka memujiku karena sudah berani melawan Susi. Di depan teman-temanya kak Fe sangat berbeda, dia begitu lepas dan bebas ngomong apa saja. Beda banget kalau di rumah yang tertutup. Aku sih jadi anak bawang aja di antara mereka.
Semenjak hari itu juga aku tidak berhubungan lagi dengan kak Bram dan sepertinya kak Fe lupa, dia tidak pernah menanyaiku lagi tentang kak Bram. Sepertinya semua itu sudah berlalu saja.
Untuk saat ini, aku cukup senang dengan apa yang terjadi.
0
