Kaskus

Story

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.4K
469
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#302
Part 29

Masa kenaikan kelas semakin dekat, UAS semester 2 pun semakin dekat. Sebenarnya aku ingin ikut les diluar sekolah, tapi aku nggak mau memberatkan mama. Semoga saja tanpa harus ikut les diluar sekolah aku tetap bisa mendapat nilai bagus. Aku pernah berpikir untuk mencari uang tambahan sendiri, tapi aku bisa apa? emoticon-Sorry

Mamaku hanya seorang penjahit, awalnya hanya seorang diri, sekarang syukur sudah punya beberapa orang karyawan. Mama dimataku adalah sosok yang pantang menyerah, tak pernah membuatku berkecil hati. Tahun pertama setelah ditinggal menikah lagi oleh papaku adalah masa terberat buat Mama, buatku juga. dulu keluarga rafi yang bertetangga tepat disebelah rumahku banyak membantu aku dan Mama.

aku : "my prince sibuk nggak nanti pulang sekolah? emoticon-Thinking"
reno : "hmm.. nggak juga sih, mungkin ke stasiun radio bentar, abis itu nggak ada lagi"
aku : "temenin ke gr*med bisa? emoticon-Thinking"
reno : "bisa kok emoticon-Smilie"

Beruntung hari ini reno bisa menemaniku. gr*med itu termasuk salah satu tempat favoritku. Dulu sepulang sekolah aku sering mampir kesana, sekedar baca-baca yang bisa dibaca tanpa membayar (abisnya mau beli nggak ada duit emoticon-Malu). sejak dulu aku tertarik dengan salah satu teenlit yang selalu terpajang rapih disana. Setiap aku kesana pasti mataku tertuju kesebuah teenlit berjudul eiffel i'm in love. dari warna covernya, judulnya, sangat membuatku tertarik. Sayangnya sampai saat ini belum bisa terbeli juga. emoticon-Sorry

Aku bukan tipe cewek yang sering merengek minta dibelikan ini itu. Kesannya malah terlihat matre. Selama dengan reno aku sama sekali nggak pernah meminta, menuntut apa-apa. Yang terpenting buatku adalah, sesibuk apa pun reno, masih bisa meluangkan sedikit waktu untukku. sudah itu saja.

aku : "jes, pulang sekolah mau ikut ke gr*med nggak?"
jessy : "nggak deh, aku nggak enak badan nih emoticon-Frown "

dari yang kulihat, jessy memang terlihat berbeda. yang biasanya bawel, nggak bisa diem. ini hanya menyandarkan kepalanya dimeja.

aku : "aku temenin ke uks ya? gimana? emoticon-Thinking"

biasanya jessy ini menyebalkan, tapi melihat kondisinya seperti itu, aku nggak tega. Aku meminta ijin dengan guru jam pelajaran saat itu untuk menemani jessy di uks.

yang ada di uks ini biasanya adalah anak ekskul PMR. ruangannya tidak cukup besar, kira-kira berukuran 3x4 meter, didalamnya hanya cukup satu buah kasur dan beberapa buah kursi, kotak P3k dan obat-obatan. aku kurang paham, sepertinya ada jadwal piket tersendiri untuk berjaga di uks ini. Siang ini ada dua orang siswi di uks, dilengan kanannya ada badges lambang khas PMR.

Tak lama setelah berbaring dikasur, jessy tertidur. aku hanya duduk saja, membosankan, dua kakak kelasku asik entah membahas apa. sepertinya bergosip.

Dari dalam ruangan ini aku bisa mendengar sedikit suara seorang cowok yang baru saja datang berbicara dengan kedua kakak kelasku. Ternyata benar dugaanku, itu doni. tangan kanannya berlumuran darah, menurut keterangannya, ada kecelakaan kecil saat latihan flying fox dihalaman depan sekolah tadi.

kedua kakak kelasku bukannya memberi pertolongan pertama, malah nggak berani melihat darah. aku juga sebenarnya nggak berani, aku nggak tau harus berbuat apa.

aku : "aduh trus ini gimana mbak? musti diapain? emoticon-Takut (S):"

aku panik, darah trus mengucur dari tangan doni, tepatnya dijarinya. lukanya itu serem pokoknya, entah bagaimana itu jari bisa seperti itu. aku merinding melihatnya emoticon-Takut (S):

jessy : "ada apaan sih berisik banget?"

mendengar kegaduhan diruangan ini, tidur jessy pun terusik

aku : "liat itu jarinya doni, aku nggak berani liatnya *tutup mata*"
jessy : "coba sini aku liat"

jessy lalu bangkit dari kasur dan berjalan kearah tempat duduk doni. jessy berani banget, aku aja udah mau pingsan melihatnya.

jessy : "ah biasa anak cowok, minta alkohol sama obat merah mbak"
jessy : "cowok tulen kan? tahan sakit bentar ya"

tanpa rasa takut jessy menyiramkan alkohol ke luka dijari doni. dari ekspresinya doni menahan perih, mungkin jaim juga mau teriak kesakitan. setelah itu jessy membersihkan dengan kapas dengan obat merah. Dan terakhir membalut lukanya dengan kain kasa lalu dibungkus perban.

jessy : "bentaran doang kan sakitnya? emoticon-Cool"
doni : "iya lumayan enakan nih, masih perih sedikit, makasih btw"
jessy : "makasih doang? bayar sini..."

aku memperhatikan mereka berdua. kalo rafi ok lah dibully dianiaya jessy. ini doni pun nggak bisa berkutik dibuat jessy. emoticon-Belo

doni : "cuma ada segitu...."

doni merogoh sakunya dan menyodorkan uang pecahan sepuluh ribu kepada jessy.

jessy : "nggak usah kali, cuma becanda, coba taruh atas meja telapak tangannya"

aku kira jessy mau memeriksa luka doni, tapi ternyata malah memukul tangan doni. sontak saja doni berteriak. segala macam isi kebun binatang pun disebutkan.

doni : "maksud lo apa? emoticon-Marah
jessy : "cuma ngetes, berarti belum sembuh emoticon-Big Grin"
doni : "stres lo, ya udah ah gw cabut, sadis nih temen lo, kalo cowok udah gw gibeng juga nih emoticon-Nohope"

doni keluar ruangan uks sembari ngomel-ngomel. lucu juga sih melihatnya nggak berdaya gitu dibuat jessy.

aku : "ya ampun kamu itu bener-bener ratu tega emoticon-Belo"
jessy : "biarin aja, abisnya gregetan, sok hebat"
aku : "ciyee gregetan... emoticon-Stick Out Tongue"

begitulah jessy, selain kurang peka, orangnya tegaan banget. itu yang membuat sampai sekarang belum ada cowok yang bisa meluluhkan hati jessy.
Diubah oleh veronita 02-06-2015 02:47
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.