- Beranda
- Stories from the Heart
Love My Hater
...
TS
gilbertagung
Love My Hater
WELCOME TO MY THREAD
Selamat malam Kaskuser, kali ini ane akan mem-postingsebuah cerita bersambung atau cerbung karya ane, judulnya...
Spoiler for Judulnya...:
Bagaimana jika kau mencintai seseorang yang justru sangat iri dan membenci dirimu? Apakah kau akan tetap berusaha memenangi hatinya atau kau akan menyerah dan mencari cinta yang lain?
Cerita ini hanya karangan fiktif belaka.
Quote:
Diubah oleh gilbertagung 29-03-2018 00:17
anasabila memberi reputasi
1
9.3K
36
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gilbertagung
#10
Part 5 - It's Time to Travel
Part 5 - It's Time to Travel
4 tahun kemudian, Claudia, Friedrich, Julia, Sofie, dan Bella yang telah lulus SMA masuk ke sebuah universitas swasta yang sama namun di jurusan yang berbeda. Claudia, Friedrich, dan Julia mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Sofie mengambil jurusan Hubungan Internasional. Sementara itu, Bella mengambil jurusan Sastra Prancis.
Claudia dan Friedrich yang masih melanjutkan hubungan mereka yang terbentuk sejak kelas 2 SMA selalu duduk bersebelahan, di mana pun posisi mereka di kelas. Sementara Julia selalu mengambil tempat dengan posisi strategis yang memungkinkannya mengamati kedua sejoli itu.
“Istilah frame per second merujuk kepada jumlah frame atau gambar yang diperlukan untuk membuat animasi berdurasi 1 sekon. Misalkan 24 frame per second, berarti ada 24 frame atau gambar dalam satu sekon....” Dosen mata kuliah Animasi menjelaskan materi pelajaran melalui slide powerpoint.
“Bosen banget sama kuliah hari ini,” keluh Friedrich.
“Jangan kayak gitu dong, sayang! Kamu mau IPK kamu jelek semester ini?” Claudia mengingatkan.
Friedrich mengambil earphone dan handphone miliknya dan mendengarkan...
“Oke, kelas kita hari ini selesai. Sampai jumpa.” Perkataan dosen tersebut diikuti oleh riuh gembira seisi kelas. Claudia dan Friedrich mengemas barang-barang mereka dan beranjak pergi.
“Sayang, liburan semester nanti kita ke mana ya?” tanya Claudia. Friedrich yang sedang asyik mendengarkan musik tak mendengar Claudia. Claudia menepuk-nepuk Friedrich hingga akhirnya Friedrich menyadarinya dan memperhatikannya.
“Kenapa, sayang?” tanya Friedrich.
“Liburan semester ini kita ke mana?” tanya Claudia.
“Bagaimana kalau kita ke Jogja?” tawar Friedrich.
“Boleh juga,” balas Claudia.
“Kenapa nih?! Kayaknya mau ngerencanain sesuatu! Ihhh jahat, gak ajak aku!” Julia menyusup di antara mereka dari belakang.
“Kita rencananya mau liburan ke Jogja semester ini. Mau ikut?” tawar Claudia.
“Kalau yang ngajakin bestfriend aku, pasti mau dong!” timpal Julia.
“Lho sayang, gak salah nih kita ajak Julia juga?!” timpal Friedrich.
“Kenapa? Kamu ngerasa kehadiran aku ngeganggu?! Iya, aku ngerti kok! Kalian berdua emang perlu waktu buat berdua!”
Claudia membalikkan tubuhnya menghadap Friedrich.
“Kalau Julia gak ikut, aku juga gak ikut!”
“Jangan, Claudia! Iya udah deh, Julia boleh ikut!” Friedrich menyerah.
“Yes! Makasih, Friedrich!” kata Julia sambil lompat kegirangan.
“Tapi ongkos tanggung masing-masing.” Sambung Claudia.
“Gak masalah!” sambung Julia.
Liburan semester tiba. Claudia, Friedrich, dan Julia telah bersiap-siap untuk pergi liburan. Mereka sudah mengemas barang mereka masing-masing seperlunya.
“Cie, yang mau pergi liburan ke Jogja sama pacarnya!” ibu mengusilinya.
“Ah, ibu. Kayak gak pernah muda aja!” balas Claudia malu.
“Oh ya, berapa lama perginya terus cuma berdua, ‘kan?” kepo wanita 46 tahun tersebut.
“Aku kira-kira 3-4 hari perginya. Aku perginya bertiga sama Julia,” balas Claudia.
“Kalau pulang bawa oleh-oleh ya!” balas ibu.
“Oke,” Claudia berjanji.
Mereka bertiga bertemu di Stasiun Jakarta Kota.
“Eh, Claudia! Kok kamu bawanya sedikit banget? Kita ‘kan mau pergi 3 hari?” tanya Julia karena Claudia hanya membawa sedikit barang bawaan.
“Aku cuma bawa pakaian sama charger tablet! Ngapain juga bawa banyak-banyak? Kita ‘kan bakal nginap di hotel, bukan mau camping di tengah hutan!” balas Claudia.
"Iya juga ya! Kok aku bodoh banget ya?! Hahahaha!" balas Julia sambil tertawa renyah.
"Oh ya, jam berapa kita berangkat?" tanya Friedrich yang memanggul ransel.
"Kira-kira...15 menit lagi," jawab Claudia sambil menengok jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kanannya.
Pukul 10.15, mereka menaiki kereta dari Jakarta menuju Yogyakarta. Sepanjang perjalanan, mereka bertiga terus menerus dilihat oleh penumpang lain di sekitar mereka.
"Kok kita bertiga dari tadi dilihatin terus sama orang-orang. Emangnya kita bertiga kelihatan aneh ya?!" tanya Claudia risih.
"Mungkin mereka gak pernah lihat orang asing naik kereta argo," jawab Julia.
Pukul 18.15, mereka sampai di Yogyakarta. Mereka mengemasi barang dan turun dari kereta. Diantar oleh minibus dari agen travel, mereka sampai di hotel tempat mereka akan menginap.
"Di hotel ini, cewek sama cowok kamarnya dipisah. Aku sekamar sama Julia. Kamu tidur sendiri," Claudia menjelaskan.
"Ya, enggak seru dong!" timpal Friedrich.
"Bagus itu." kata Julia.
"Maksud kamu?" Claudia bertanya. Julia tidak menjawabnya.
4 tahun kemudian, Claudia, Friedrich, Julia, Sofie, dan Bella yang telah lulus SMA masuk ke sebuah universitas swasta yang sama namun di jurusan yang berbeda. Claudia, Friedrich, dan Julia mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Sofie mengambil jurusan Hubungan Internasional. Sementara itu, Bella mengambil jurusan Sastra Prancis.
Claudia dan Friedrich yang masih melanjutkan hubungan mereka yang terbentuk sejak kelas 2 SMA selalu duduk bersebelahan, di mana pun posisi mereka di kelas. Sementara Julia selalu mengambil tempat dengan posisi strategis yang memungkinkannya mengamati kedua sejoli itu.
“Istilah frame per second merujuk kepada jumlah frame atau gambar yang diperlukan untuk membuat animasi berdurasi 1 sekon. Misalkan 24 frame per second, berarti ada 24 frame atau gambar dalam satu sekon....” Dosen mata kuliah Animasi menjelaskan materi pelajaran melalui slide powerpoint.
“Bosen banget sama kuliah hari ini,” keluh Friedrich.
“Jangan kayak gitu dong, sayang! Kamu mau IPK kamu jelek semester ini?” Claudia mengingatkan.
Friedrich mengambil earphone dan handphone miliknya dan mendengarkan...
“Oke, kelas kita hari ini selesai. Sampai jumpa.” Perkataan dosen tersebut diikuti oleh riuh gembira seisi kelas. Claudia dan Friedrich mengemas barang-barang mereka dan beranjak pergi.
“Sayang, liburan semester nanti kita ke mana ya?” tanya Claudia. Friedrich yang sedang asyik mendengarkan musik tak mendengar Claudia. Claudia menepuk-nepuk Friedrich hingga akhirnya Friedrich menyadarinya dan memperhatikannya.
“Kenapa, sayang?” tanya Friedrich.
“Liburan semester ini kita ke mana?” tanya Claudia.
“Bagaimana kalau kita ke Jogja?” tawar Friedrich.
“Boleh juga,” balas Claudia.
“Kenapa nih?! Kayaknya mau ngerencanain sesuatu! Ihhh jahat, gak ajak aku!” Julia menyusup di antara mereka dari belakang.
“Kita rencananya mau liburan ke Jogja semester ini. Mau ikut?” tawar Claudia.
“Kalau yang ngajakin bestfriend aku, pasti mau dong!” timpal Julia.
“Lho sayang, gak salah nih kita ajak Julia juga?!” timpal Friedrich.
“Kenapa? Kamu ngerasa kehadiran aku ngeganggu?! Iya, aku ngerti kok! Kalian berdua emang perlu waktu buat berdua!”
Claudia membalikkan tubuhnya menghadap Friedrich.
“Kalau Julia gak ikut, aku juga gak ikut!”
“Jangan, Claudia! Iya udah deh, Julia boleh ikut!” Friedrich menyerah.
“Yes! Makasih, Friedrich!” kata Julia sambil lompat kegirangan.
“Tapi ongkos tanggung masing-masing.” Sambung Claudia.
“Gak masalah!” sambung Julia.
Liburan semester tiba. Claudia, Friedrich, dan Julia telah bersiap-siap untuk pergi liburan. Mereka sudah mengemas barang mereka masing-masing seperlunya.
“Cie, yang mau pergi liburan ke Jogja sama pacarnya!” ibu mengusilinya.
“Ah, ibu. Kayak gak pernah muda aja!” balas Claudia malu.
“Oh ya, berapa lama perginya terus cuma berdua, ‘kan?” kepo wanita 46 tahun tersebut.
“Aku kira-kira 3-4 hari perginya. Aku perginya bertiga sama Julia,” balas Claudia.
“Kalau pulang bawa oleh-oleh ya!” balas ibu.
“Oke,” Claudia berjanji.
Mereka bertiga bertemu di Stasiun Jakarta Kota.
“Eh, Claudia! Kok kamu bawanya sedikit banget? Kita ‘kan mau pergi 3 hari?” tanya Julia karena Claudia hanya membawa sedikit barang bawaan.
“Aku cuma bawa pakaian sama charger tablet! Ngapain juga bawa banyak-banyak? Kita ‘kan bakal nginap di hotel, bukan mau camping di tengah hutan!” balas Claudia.
"Iya juga ya! Kok aku bodoh banget ya?! Hahahaha!" balas Julia sambil tertawa renyah.
"Oh ya, jam berapa kita berangkat?" tanya Friedrich yang memanggul ransel.
"Kira-kira...15 menit lagi," jawab Claudia sambil menengok jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kanannya.
Pukul 10.15, mereka menaiki kereta dari Jakarta menuju Yogyakarta. Sepanjang perjalanan, mereka bertiga terus menerus dilihat oleh penumpang lain di sekitar mereka.
"Kok kita bertiga dari tadi dilihatin terus sama orang-orang. Emangnya kita bertiga kelihatan aneh ya?!" tanya Claudia risih.
"Mungkin mereka gak pernah lihat orang asing naik kereta argo," jawab Julia.
Pukul 18.15, mereka sampai di Yogyakarta. Mereka mengemasi barang dan turun dari kereta. Diantar oleh minibus dari agen travel, mereka sampai di hotel tempat mereka akan menginap.
"Di hotel ini, cewek sama cowok kamarnya dipisah. Aku sekamar sama Julia. Kamu tidur sendiri," Claudia menjelaskan.
"Ya, enggak seru dong!" timpal Friedrich.
"Bagus itu." kata Julia.
"Maksud kamu?" Claudia bertanya. Julia tidak menjawabnya.
Diubah oleh gilbertagung 25-12-2015 12:46
0
