- Beranda
- Stories from the Heart
You Are My Happiness
...
TS
jayanagari
You Are My Happiness

Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus 
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian

Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Quote:
Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
delet3 dan 50 lainnya memberi reputasi
49
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jayanagari
#2697
PART 102 – The Island of Gods – eps. 2
Anin memandangi gue, dan tersenyum. Meskipun disitu gelap karena gak ada pencahayaan, wajahnya yang cantik tetap terlihat dibawah sinar bulan purnama. Hal itu semakin sempurna ketika kami mendengar debur ombak dari kejauhan. Jika ada surga di bumi, maka inilah salah satunya, pikir gue.
Anin menunjuk satu bintang yang paling terang di kejauhan, dan tersenyum dengan rambut berkibar tertiup angin malam.
Gue tersenyum, dan merangkul pinggang Anin. Kemudian gue berkata lembut disampingnya.
Anin menoleh ke gue, memandangi gue dengan tatapan meminta penjelasan lebih lanjut atas jawaban gue barusan.
Anin memandangi bintang di langit sambil tersenyum. Sangat cantik. Matanya yang indah berkedip-kedip seiring dengan bintang yang berkelap-kelip di langit malam. Kemudian gue mendengar dia berkata dengan lembut.
Gue memandangi langit sambil tersenyum dan menggigit bibir. Gue merasakan beratnya pertanyaan Anin barusan. Dia memang jarang bertanya atau ngomongin sesuatu yang serius. Tapi sekalinya dia melakukan itu, dia mempertanyakan sesuatu yang esensial.
Gue menoleh ke Anin sambil mendekatkan tubuhnya ke gue.
Anin menoleh ke gue sambil tersenyum, kemudian memandangi laut hitam dan ombak yang berdebur agak jauh di hadapan kami.
Anin menghela napas, menyandarkan kepalanya ke tubuh gue.
Gue tertawa pelan, dan menoleh ke Anin. Gue liat dia masih terbius dengan debur ombak di hadapan kami dan bintang-bintang di atas kepala kami. Napasnya yang lembut terdengar merdu di telinga gue.
Anin menarik diri dan memandangi gue, kemudian memainkan ujung kaos gue. Dia tersenyum sambil menggigit sebagian bibir bawahnya. Senyumnya yang khas, dan selalu membuat gue jatuh cinta.
Anin mendekatkan bibirnya ke pipi gue, dan mengecup pelan. Lembut.
Dan malam itu kami akhiri dengan masak mi instan berdua karena gue laper berat.
Spoiler for open:
Quote:
Anin memandangi gue, dan tersenyum. Meskipun disitu gelap karena gak ada pencahayaan, wajahnya yang cantik tetap terlihat dibawah sinar bulan purnama. Hal itu semakin sempurna ketika kami mendengar debur ombak dari kejauhan. Jika ada surga di bumi, maka inilah salah satunya, pikir gue.
Anin menunjuk satu bintang yang paling terang di kejauhan, dan tersenyum dengan rambut berkibar tertiup angin malam.
Quote:
Gue tersenyum, dan merangkul pinggang Anin. Kemudian gue berkata lembut disampingnya.
Quote:
Anin menoleh ke gue, memandangi gue dengan tatapan meminta penjelasan lebih lanjut atas jawaban gue barusan.
Quote:
Anin memandangi bintang di langit sambil tersenyum. Sangat cantik. Matanya yang indah berkedip-kedip seiring dengan bintang yang berkelap-kelip di langit malam. Kemudian gue mendengar dia berkata dengan lembut.
Quote:
Gue memandangi langit sambil tersenyum dan menggigit bibir. Gue merasakan beratnya pertanyaan Anin barusan. Dia memang jarang bertanya atau ngomongin sesuatu yang serius. Tapi sekalinya dia melakukan itu, dia mempertanyakan sesuatu yang esensial.
Quote:
Gue menoleh ke Anin sambil mendekatkan tubuhnya ke gue.
Quote:
Anin menoleh ke gue sambil tersenyum, kemudian memandangi laut hitam dan ombak yang berdebur agak jauh di hadapan kami.
Quote:
Anin menghela napas, menyandarkan kepalanya ke tubuh gue.
Quote:
Gue tertawa pelan, dan menoleh ke Anin. Gue liat dia masih terbius dengan debur ombak di hadapan kami dan bintang-bintang di atas kepala kami. Napasnya yang lembut terdengar merdu di telinga gue.
Quote:
Anin menarik diri dan memandangi gue, kemudian memainkan ujung kaos gue. Dia tersenyum sambil menggigit sebagian bibir bawahnya. Senyumnya yang khas, dan selalu membuat gue jatuh cinta.
Quote:
Anin mendekatkan bibirnya ke pipi gue, dan mengecup pelan. Lembut.
Quote:
Dan malam itu kami akhiri dengan masak mi instan berdua karena gue laper berat.
jenggalasunyi dan khodzimzz memberi reputasi
2



: termasuk aku?
: yang artinyaaa…..