Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1404
Lapor Hansip
31-01-2015 19:59

Somewhere Only We Know

Somewhere Only We Know
Cover dibuat oleh ganakat di post #752


MUQODDIMAH



Assalamualaikum wa rohmatullohi wa barokatuh, Dengan Menyebut Nama Allah Yang Jiwaku ada dalam genggaman-Nya.

Namaku Ava. Umurku 20 tahun. Aku anak ketiga dari 3 bersaudara. Kakakku Avan lahir 5 menit lebih awal daripada aku. Kami saudara kembar. Avan terlahir sebagai seorang laki-laki, sementara aku terlahir sebagai seorang wanita.

Keluargaku berlatar belakang agamis. Abah adalah seorang Kyai pemilik pondok pesantren salaf di daerah tepi kota Pasuruan. Sementara ibuku mendampingi Abah mengasuh ratusan santri putri, bersama kakakku kak Zara. Agar abah bisa lebih fokus mengasuh ratusan santri putra bersama ustad yang dulunya juga murid Abah saat awal-awal pesantren ini berdiri.

Dalam keluarga kami, mondok sudah menjadi tradisi. Avan, saudara kembarku sudah memulai pendidikan Ibtida' di pesantren Abah sejak usia 4 tahun. Begitu pula denganku. Bedanya aku dipondokkan di pesantren lain, yaitu di sebuah pesantren Salaf di daerah Kasembon, Malang. Hal ini tentunya memiliki alasan kuat kenapa aku dilepas di umur yang masih 4 tahun. Alasannya adalah karena aku dan Avan adalah saudara kembar laki-perempuan. Sesuai tradisi Jawa, maka sebaiknya kami dipisah.

Aku dekat sekali dengan Avan. Masih teringat dengan jelas kakakku itu berlari sambil meneriakkan namaku mengikuti mobil yang mengantarkanku menuju tempat lain. Tempat yang menjadi awal semua kisah ini.

Aku dan Avan adalah saudara kembar laki-perempuan. Kami sama seperti kalian, punya rasa kangen, ingin ini-itu, suka mencoba berbagai hal baru, dan masih banyak lagi. Hanya 1 yang membedakan kami dengan kalian. Kami memiliki kemampuan yang baru kami sadari saat kami bertemu lagi untuk yang pertama kalinya.

Kami mampu bertelepati dengan cara tak biasa. Melepas sukma.

Ada kisah cinta, persahabatan, dan tentang kehidupan dalam cerita ini. Aku harap kalian dapat menerima kisah ini dengan bijak. Apabila ada hal yang tak dapat diterima, anggap saja kisah ini fiksi. Tidak ada peraturan khusus dalam cerita ini, hanya saja Ava mohon untuk menjaga privasi Ava.

Terima kasih dan selamat membaca.


emoticon-Smilie
Ava




nb:
-Ebook resmi ada di post ke-3, postnya ada dibawah
-Tarik nafas nafas dalam2, baca dengan perlahan, cerna menggunakan hati.
-Mohon rating untuk nilai dan komentar teman-teman seputar cerita ya.
-Syukron.
emoticon-Smilie
Diubah oleh avamauza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
papahmuda099 dan 45 lainnya memberi reputasi
46
Masuk untuk memberikan balasan
Somewhere Only We Know
16-03-2015 11:40

Side Story: Mata Batin atau Ilmu Hati dalam Kacamata Sufi Tasawuf

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada kesempatan kali ini Ava akan menulis tentang Mata Batin. Tulisan ini saya buat karena beberapa diantara pembaca ada yang bertanya melalui post dan inbox untuk meminta ijazahan (cara mengamalkan) zikir untuk mempertajam, mengasah, atau membuka mata batin. Dan oleh sebab itu, izinkan saya untuk menjelaskan apa itu mata batin karena banyak sekali orang-orang yang salah memahami apa itu mata batin. Padahal, seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an:


"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati , semuanya itu akan diminta tanggung jawabnya." (Al-Israa' ayat 36)

Dan dengan mengucap Bismillahirrohmannirrohiim, sedikit pengetahuan tentang ilmu hikmah ini Ava nukilkan dari Al-Qur'an sebagai sumbernya:

"Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata (terang maknanya) di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (Al-Ankabut ayat 49)


Ilmu Hikmah disebutkan di dalam Qur'anul Karim:

"Allah menganugerahkan al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang al-Qur'an dan as-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-Hikmah, dia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)." (Al-Baqarah ayat 269)


Ayat diatas menerangkan bahwasannya Allah menurunkan Al-Hikmah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Yang apabila orang tersebut telah mendapatkan Al-Hikmah, sesungguhnya ia mendapatkan karunia yang banyak. Lalu orang berakal seperti apakah yang dimaksud?

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu ) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring (setiap saat) dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (Ali Imran ayat 190-191)


Dengan apakah ilmu hikmah dapat dipahami? Mari kita pahami ayat di bawah ini:

"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati (batin) yang di dalam dada." (Al Hajj ayat 46)

Mata hati atau mata batin digunakan para ulama, sufi tasawuf, untuk memahami hikmah yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist sebagai alat/sarana untuk beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.


***



Namun, belakangan ini Ava banyak menjumpai kesalahan paham. Dimana banyak orang menganggap mata batin digunakan untuk melihat alam ghaib. Sungguh sebuah pemahaman keliru (dalil bisa dilihat di chapter 12 untuk bahan rujukan alam gaib). Lebih parah lagi ditambah dengan fenomena anak Indigo yang dibesar-besarkan oleh media dan pengakuan menyesatkan dari sekelompok orang yang mengaku memiliki kemampuan melihat jin, roh, masa depan, bahkan masa lalu.

Dasar yang kuat bahwa roh orang yang telah mati tidak akan pernah kembali ke dunia. Melainkan ditetapkan di alam barzah. Ada beberapa dalil ayat yang bisa dijadikan dasar kuat ini:

(Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (kedunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan" (QS. Al-Mukminun ayat 99 ,100)

dan

Dari Jabir bin Abdillah ra, beliau menceritakan. Suatu hari Rasulullah Saw. bertemu denganku.

"Wahai Jabir, mengapa engkau sedih?" tanya Nabi Saw.

"Ya Rasulullah, ayahku mati syahid. Sementara beliau meninggalkan beberapa anak dan utang." jawab Jabir.

"Maukah kuceritakan nikmat besar yang Allah berikan kepada ayahmu?" tawar Nabi.

"Tentu, ya Rasulullah." jawab Jabir.

Kemudian Nabi Saw. bersabda: Allah tidak pernah berbicara dengan seorangpun kecuali di balik tabir. Sementara itu, Allah menghidupkan ayahmu, dan berbicara dengannya secara berhadap-hadapan.

Allah berfirman, "Wahai hamba-Ku, mintalah sesuatu kepada-Ku, pasti Aku beri."

"Ya Allah, hidupkanlah aku kembali (di dunia), agar aku bisa berperang di jalan-Mu untuk kedua kalinya." jawab hamba.

Allah berfirman, "Telah menjadi ketetapan-Ku sebelumnya, bahwa mereka tidak akan dikembalikan ke dunia." (HR. Turmudzi 3010, Ibnu Hibban 7022)


Dari beberapa dalil diatas, maka sudah menjadi ketetapan Allah bahwa roh manusia tidak akan mungkin kembali ke dunia. Baik yang kafir maupun yang syahid sekalipun. Tidak benar sebagian orang yang menyatakan bertemu/melihat Roh Gentayangan, Roh Penasaran, Roh Main-Main, dsb.

Orang indigo memiliki pengetahuan gaib dan mengaku dapat melihat alam gaib itu tentu saja bukan karunia dari Allah. Sudah Ava cantumkan ayat mengenai hal yang gaib ini adalah ilmu yang khusus hanya Allah saja yang menguasai.

Menurutku, mereka yang diyakini oleh kebanyakan orang sebagai Indigo sebenarnya dalam pengaruh jin/setan. Pengaruh itu dapat hilang dengan jalan Ruqyah oleh orang yang ahli di bidang ini.

Beberapa ulama berpendapat kemungkinan besar salah satu leluhurnya ada yang melakukan persekutuan dengan jin, boleh jadi jin tersebut bersemayam dalam tubuh keturunannya hingga mampu melihat teman sesama jin.

"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah dosa bagi mereka." (QS Al Jin Ayat 6)


Semoga hal ini menjadi bahan renungan terutama bagi teman-teman sesama muslim.


"Sesungguhnya syaitan itu tidak ada memliki kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya." [an-Nahl ayat 99]

"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-ayaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.( QS. 26: 221- 223)


Sungguh itu semua menciptakan kesalah pahaman, yang secara tidak sadar justru melupakan bahwa Rosulullah SAW yang tentunya tidak hisa dibandingkan dengan siapapun, malah diabaikan dengan kepercayaan menyesatkan itu. Apakah kalian mempercayai mereka (indigo) diberi kelebihan oleh Allah melebihi Kekasihnya (Rosulullah SAW)? Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya mereka dalam pengaruh kekuatan jin. Janganlah ikut-ikutan mempercayai sesuatu karena mengikuti persangkaan banyak orang.


"Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali dengan persangkaan (pikirannya) saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (QS. Yunus ayat 36)


***



Semoga pemahaman ini dapat menjadi berita yang jelas mengenai mata batin. Sesungguhnya tidak ada satu ayat pun dalam Al-Qur'an yang bertentangan satu sama lain. Mari kita kembalikan semua urusan kepada Al-Quran dan Al-Hadist, sebagai Furqaan diatas orang-orang yang beriman. Dan jika masih belum memahami Furqaan ini, bertanyalah pada ahli zikir, karena ahli zikir senantiasa diberi hikmah oleh-Nya karena mengingat Allah.


"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada Ahli zikir jika kamu tidak mengetahui." (An Nahl: 43)

Ahli zikir adalah orang yang senantiasa mengingat Allah.

Dalam dunia sufi tasawuf, Al-Hikmah dipakai untuk memahami ayat suci Al-Qur'an dan Al-Hadist. Karena mereka paham bahwasannya mata dzahir (akal dan pikiran) memiliki keterbatasan dalam menerjemahkan kalam Allah. Mata batin pun digunakan untuk menyingkap hijab(tutup) yang menyelimuti hati agar mendapatkan Al-Hikmah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Agar jalan yang dilalui tetap berada di jalan yang lurus. Lihat tafsir surat Al-Fatihaah.

Dalam perkembangan masa kini, ilmu hikmah menjadi salah satu cabang dari sekian banyak ilmu, sebagai alat untuk memudahkan manusia menerjemahkan berbagai tafsir kitab maupun sebagai ilmu memahami kalam Allah untuk mengharap rahmat dan karunia-Nya. Namun tetap semuanya dikembalikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki.


"Maka aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, (tertulis) pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak (dapat) menyentuhnya kecuali hamba- hamba yang disucikan." (QS. Al-Waqiah 75-79)


***



Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata:
"Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, 'Apa saja yang aku larang terhadap kalian, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya apa yang membinasakan umat sebelum kalian hanyalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi Nabi-nabi mereka'." (HR. al-Bukhari dan Muslim].

dan,

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian, niscaya menyusahkan kalian." (al-Maidah ayat 101).



***



"Dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya." (Al-Israa' ayat 46)


Daftar rujukan:
1. Tafsir Jalalain, Baidowi, Al-Kabir.
2. HR. Bukhari dan Muslim.

*Mari kita kembali pada Al-Qur'an dan Al-Hadist. Petunjuk yang lurus bagi kamu sekalian.


Semoga bermanfaat.
Akhirulkalam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Diubah oleh avamauza
profile-picture
anangmarg15 memberi reputasi
3 0
3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia