alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
30-11-2014 11:28
CERITA TENTANG KITA
Quote:
DISCLAIMER
Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama, karakter, tempat, maupun cerita, itu semua hanyalah kebetulan yang tidak disengaja.


Quote:Title : CERITA TENTANG KITA
Author : NVRstepback
Genre : Slice of Life, Drama, Romance, Family


INDEKS
:
Quote:Act 1 - "A Meeting"
Act 2 - "Crash!"
Act 3 - "Awake"
Act 4 - "A 'Normal' Day"
Act 5 - "Jealous"
Act 6 - "Preparation"
Act 7 - "Surprise!"
Act 8 - "His Story"
Act 9 - "An Old 'Friend'"*NEW!
Act 10 - "Memory" *NEW!





Quote:
note nov2017: lanjut lagi setelah kentang 3 taun..
update index, linkpost menyusul
Diubah oleh nvrstepback
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
30-11-2014 11:30
Quote:
Act 1 - "A Meeting"


“Kriiing..Kriiing..Kriiing...” bunyi alarm yang begitu keras sepertinya mengusik tidur nyenyak Kenzo. Nampak dia belum mau bangun bahkan membuka matanya. Namun alarm masih terus berdering dengan keras.
“Dasar alarm sialan. Ngeganggu mimpi indah gue aja.” Umpat Kenzo sambil mematikan alarm.
“Oke. Gangguan udah gak ada, waktunya tidur lagi.” Kenzo merebahkan diri lagi ke tempat tidurnya.
Perlahan, Kenzo pun mulai tertidur kembali. Sampai akhirnya muncul seseorang yang mengguncang-guncangkan tubuhnya dan menyuruhnya bangun.
“Kak Kenzoo... Buruan banguuun!!”
“Aaahh.. Berisik. Lagian ini kan hari minggu.” Kata Kenzo kesal. Dia masih belum membuka matanya.
“Kakakku yang cakep, ayo dong bangun. Nanti cakepnya ilang lho.” Suara itu kembali mengusik dan menggoda Kenzo.
Kali ini, Kenzo tak menjawab. Dia perlahan bangun dan membuka matanya. Kenzo hampir melompat melihat siapa yang sedang berada di hadapannya. Seorang gadis cantik berambut panjang, bermata indah, dengan senyum manisnya. Kenzo melongo.
“Alea?” tanya Kenzo sambil mengucek matanya tak percaya.
“Ih, kakak nih amnesia ya? Masa sama adiknya sendiri lupa sih.” Kata Alea manyun. Kenzo tersenyum, kemudian memeluk adik yang sangat dia sayangi itu.
“Kakak kangen sama kamu Al.” Kata Kenzo.
“Alea juga kangen sama kakak,” balas Alea, ”seneng deh kakak baik-baik aja.”
“Al, ini kamu beneran? Kok tambah cantik?” kata Kenzo sedikit menggoda Alea.
“Dasar, kakak ni. Adiknya sendiri digombalin.” Kata Alea sambil mencubit hidung mancung kakaknya.
“Auwww.. Sakit.” Teriak Kenzo. Alea pun melepaskan hidung kakaknya. “Kok gak telpon aja sih Al? Kan kakak bisa jemput kamu.”
“Huuu.. Bangun aja belum. Daripada nungguin kakak, mending Alea naik taksi sendiri.”
“Oiya. Kok kamu bisa masuk? Kan pintunya..” belum sempat Kenzo menyelesaikan kata-katanya, Alea pun memotongnya.
“Kakakku yang cakep tapi teledor, tadi tu pintunya sama sekali gak dikunci. Untung gak ada maling.” Kata Alea. Kenzo pun tersipu. Dia baru ingat kalau semalam dia memang lupa mengunci pintu rumah karena sudah keburu tidur.
“Yaudah, Alea mau masak dulu. Kakak belum makan kan?” tanya Alea.
“Iya nih Al, laper banget. Masak yang enak ya. Kakak mau cuci muka dulu.”
Alea bergegas ke dapur untuk memasak. Di sana, dengan cermat dia mulai memasak bahan-bahan dan bumbu yang ada. Tak berapa lama, dua piring nasi goreng lengkap dengan telur dadar dan taburan bawang goreng sudah siap di atas meja makan. Kenzo yang mencium aroma sedap masakan Alea bergegas berlari menuju meja makan.
“Sedapnya...” kata Kenzo.
“Ini dia, nasi goreng plus telur dadar ala chef Alea.. Hihihi.” Kata Alea bercanda. “Yuk kak, dimakan dulu.”
“Siap deh chef Alea.” Kenzo dan Alea pun makan bersama.
“Kabar Papa sama Mama Gimana? Sehat kan?” tanya Kenzo.
“Iya kak, mereka pesen supaya kakak jaga kesehatan, jaga diri, terus sama kakak supaya ngejagain Alea bener-bener. Jangan digalakin. Trus jangan dibikin nangis. Harus jadi kakak yang bisa jadi teladan buat adiknya.” Kata Alea panjang lebar. Kenzo melongo mendengar rangkaian kata yang begitu cepat meluncur dari mulut Alea tanpa jeda.
“Iya iya adikku yang cantik tapi bawelnya minta ampun.” Kata Kenzo. Alea pun nyengir kemudian melanjutkan menyantap nasi goreng di hadapannya.
“Oh iya, kabar perusahaan papa gimana Al?” TanyaKenzo. Tapi Alea pura-pura tidak mendengarnya dan tidak menatap Kenzo sama sekali. Seolah mengerti apa yang dirasakan Alea, Kenzo pun tak melanjutkan kata-katanya.
“Oiya Al, kamu jadi masuk ke kampus kakak?” tanya Kenzo tiba-tiba.
“Iya kak, kata Papa sama Mama, disuruh masuk ke situ. Supaya ada yang ngejagain katanya.” Jawab Alea.
“Trus, kamu masuk jurusan apa?”
“Aku ambil jurusan Sastra kak. Hehe.”
“Sip deh, jurusan sastra kan gedungnya deket sama jurusan informatika. Jadi kakak bisa jagain kamu terus.”
“Huuu.. Eh, kak. Katanya kakak jadi ketua BEM ya di kampus?” tanya Alea.
“Iya Al. Oiya, besok Senin kan ada acara penyambutan mahasiswa baru. Tapi gak disuruh bawa yang aneh-aneh kok. Tenang aja. Terus kalo ada yang rese sama kamu, bilang ke kakak ya.” Jawab Kenzo.
“Siap boss.” Ucap Alea sambil mengangkat tangan kanannya berpose hormat. Kenzo pun tertawa melihat tingkah adiknya tersebut.
***
Hari senin tiba. Di Universitas Taruna, terlihat begitu banyak mahasiswa baru yang berkumpul di depan hall. Kenzo dan Alea baru saja sampai. Setelah memarkirkan motornya, Kenzo dan Alea berjalan ke hall. Alea terkejut melihat betapa banyak mahasiswa baru yang akan masuk ke Universitas Taruna.
“Al, nanti acaranya diadain di situ.” Kata Kenzo sambil menunjuk gedung Hall.
“Iya kak.” Kata Alea.
“Yaudah, kamu ke sana dulu gih cari-cari kenalan. Kakak mau ke ruang BEM dulu. Ati-ati ya.” Kata Kenzo kepada Alea.
“Iya kakakku yang cakep. Kakak juga ya.” Kata Alea sambil berlalu. Kenzo hanya tersenyum. Dia masih berdiri melihat Alea yang berjalan berbaur dengan mahasiswa baru lainnya. Setelah Alea tak terlihat, Kenzo pun memutar arah menuju ke ruang BEM. Sesampainya di ruang BEM, dia bertemu dengan dua sahabatnya. Evan dan Tara.
“Sob, baru dateng ya?” sapa Tara ke Kenzo.
“Iya nih, maklum hidup gak sama ortu, jadi apa-apa harus sendiri deh.” Jawab Kenzo.
“Makanya buruan cari pacar supaya gak sendirian terus. Hahaha.” Timpal Tara. Evan dan Tara pun tertawa terbahak-bahak.
“Sialan loe berdua.” Kata Kenzo sambil tersipu. “Oiya, Wayan belum dateng?” tanya Kenzo.
“Dia tadi telpon, saudaranya ada yang masuk rumah sakit. Jadi nanti dateng rada siang.” Jawab Tara.
Di tempat lain, Alea duduk sendirian di depan hall sambil melihat begitu banyak mahasiswa baru yang menunggu waktu dimulainya penyambutan mahasiswa baru. Tiba-tiba ada yang menghampirinya.
“Hai.” Sapa orang itu.
“Eh, iya.” Jawab Alea.
“Mahasiswa baru juga ya? Kenalin aku Emily Navita.” Kata Emily memperkenalkan diri.
“Iya, aku Alea. Salam kenal ya.” Kata Alea.
“Oiya Alea, ini Gea. Dia orangnya pemalu.” Kata Emily memperkenalkan Gea.
“Hai Gea.” Sapa Alea ramah. Gea hanya tersenyum malu. Tiba-tiba dari kejauhan ada yang berlari berhambur ke tempat Alea, Emily, dan Gea berada.
“Mily.. Sorry gue telat. Eh, ada temen baru. Kenalin gue Liana.” Kata Liana memperkenalkan diri.
“Iya Liana. Eh, kalian masuk jurusan apa?” tanya Alea.
“Kita bertiga kompakan masuk jurusan sastra Alea. Kalo kamu?” tanya Emily.
“Wah, kebetulan. Aku juga masuk sastra. Kalo gitu, gimana kalo kita sahabatan? Supaya bisa sama-sama terus. Dalam suka dan duka.” Usul Alea.
“Setuju!!” teriak Liana.
“Iya, aku juga setuju.” Kata Emily. Gea mengangguk malu-malu. Dan mulai sejak itu, mereka pun sepakat dan berjanji untuk menjadi sahabat.
Mereka pun tertawa bersama-sama. Emily yang begitu tenang, Gea yang pemalu, dan Liana yang sangat ceria. Alea tersenyum melihat teman-teman barunya. Bukan, sahabat. Dan dia bersyukur bisa bertemu mereka sejak awal.
“Eh, denger-denger ketua BEM kampus ini cakep lho.” Celetuk Liana. Emily dan Gea melongo.
“Beneran Li? Kamu tau darimana?” tanya Emily penasaran.
“Hahaha. Jangan remehin kemampuan gue buat ngumpulin informasi dong.” Ujar Liana.
“K..Kenzo Aria Wiranata ya Li?” Gea buka suara. Emily pun menoleh ke Gea.
“Gea, kamu tau juga?” tanya Emily tidak percaya. Gea tersipu.
“Nah tuh Gea juga tau. Bener, Kenzo Aria Wiranata. Mahasiswa berbakat yang di tahun pertamanya berhasil dapet gelar juara di kompetisi hacking nasional.” Terang Liana panjang lebar.
“I..Iya. Dia ditunjuk mewakili Indonesia di ajang internasional, tapi dia gak bisa ikut kompetisi itu karena kecelakaan.” lanjut Gea. Emily semakin bingung.
“Kok aku cupu banget sih.” Kata Emily sedih.
“Udah Li. Nanti kamu juga tau. Cowok cakep dan jenius deh pokoknya. Oke?” Kata Liana menyemangati Emily.
“Bentar deh. Tadi kata Gea... kecelakaan?” tanya Alea.
“Iya Al. Loe juga gak tau?” Liana balik bertanya.
“Lulus SD aku pindah ke Jepang dan baru tahun ini balik ke sini lagi. Jadi... aku gak tau.” Jawab Alea. Perasaannya bercampur antara marah dan khawatir.
“Oh, pantesan. Iya Al. Beberapa hari sebelum berangkat, kak Kenzo tiba-tiba ketabrak mobil gitu dan harus dirawat lumayan lama di rumah sakit.
“Dasar kak Kenzo nyebelin. Kecelakaan gitu kok gak kabar-kabar sih.” Batin Alea kesal, tapi juga sedih dan khawatir kepada Kenzo, kakaknya.
“Alea. Loe kenapa?” tanya Liana.
“Oh, eng... gak papa kok Li.” Jawab Alea sambil tersenyum berusaha menutupi kegundahan hatinya.
“Ya udah deh. Tuh si Emily kayaknya yang masih belum move on dari kecupuannya. Hahaha.” Ujar Liana sambil tertawa.
Saat asyik mengosobl, tiba-tiba ada suara yang mengejutkan mereka. Ternyata acara penyambutan mahasiswa baru akan segera dimulai. Alea, Emily, Gea, Liana, dan mahasiswa baru yang lain bergegas memasuki Hall. Setelah semuanya duduk dan menempatkan diri, acara pun dimulai. Acara berlangsung dengan lancar. Dan tiba pada sambutan dari perwakilan BEM. Ternyata yang maju adalah Kenzo, Evan, dan Tara.
“Selamat pagi semuanya.” Kata Kenzo mengawali sambutannya.
“Perkenalkan kami bertiga perwakilan dari BEM atau Badan Eksekutif Mahasiswa, selaku panitia penyelenggara acara ini. Saya Kenzo Aria Wiranata, kalian bisa panggil saya Kenzo. Saya ketua BEM sekaligus ketua panitia. Di sebelah kanan saya, Stevanus Ekananda. Ketua komunitas robot. Dan di sebelah kiri saya, Tara Adiputra. Ketua tim basket. Kami mengucapkan selamat datang kepada teman-teman mahasiswa baru.” Kata Kenzo mengawali sambutannya.
“Nah, tuh Mily. Yang namanya Kenzo. Cakep kan?” tanya Liana sambil menyenggol Emily.
“Oh, jadi itu namanya kak Kenzo... kakak yang waktu itu.” kata Emily tanpa mengalihkan pandangannya dari Kenzo.
“Waktu itu?” tanya Liana dan Alea hampir bersamaan.
“I..iya. Dulu Emily pernah ketemu sama kak Kenzo waktu kelas 12 SMA. Waktu itu kak Kenzo bayarin Emily kaset musik gara-gara Emily lupa bawa dompet... eh.” Terang Gea.
“Mily. Itu beneran?” tanya Liana dan Alea hampir bersamaan. Lagi. Emily hanya tersenyum malu.
“Dasar.” Ujar Liana dan Alea pendek dilanjutkan tepuk jidat yang hampir bersamaan. Lagi.
“Emang bener sih kak Kenzo keren banget. Cakep. Tipe cowok ideal.” Kata Liana.
“Iya Li, aku setuju banget.” Timpal Emily. Mereka pun tertawa bersama.
“Kak Kenzo pake apa ya, bisa bikin anak orang jadi kayak gini.” Batin Alea. Tapi dalam hatinya yang paling dalam, Alea tersenyum mendengar sahabat-sahabatnya mengagumi kakaknya.
Waktu istirahat tiba. Kini mereka diperkenankan untuk istirahat sebelum melanjutkan acara. Alea dan sahabat-sahabatnya memutuskan untuk pergi ke kantin. Saat sedang asyik bercanda, tiba-tiba Alea menabrak seseorang hingga Alea terjatuh.
“Kamu gakpapa Alea?” tanya Emily membantu Alea berdiri.
“Eh, kalo jalan pake mata dong. Nabrak orang seenaknya.” Kata cewek itu, yang ternyata salah satu anggota panitia.
“Maaf kak, tadi gak sengaja.” Kata Alea meminta maaf.
“Iya kak, maafin kita.” Kata Emily membela Alea.
“Dasar mahasiswa baru udah sok sok’an.” Kata orang itu kemudian mendorong Alea sampai terjatuh.
“Udah Ve. Jangan keterlaluan.” Kata teman orang itu.
“Iya Ve, udah yuk pergi aja jangan cari masalah.” Timpal temannya yang lain.
“Gue tadi liat loe berduaan sama Kenzo di tempat parkir. Berani banget loe deketin dia.” Cewek bernama Ve itu mengangkat tangannya akan menampar Alea. Tiba-tiba ada tangan yang menahannya. Ternyata Evan.
“Eits. Ve, jangan anarkis gini dong. Loe tuh panitia, harusnya bisa kasih contoh yang baik buat mahasiswa baru. Bukan kayak gini. Pergi loe!” kata Evan dengan nada tinggi. Ve pun pergi dengan wajah kesal diikuti teman-temannya.
“Kamu gak papa kan?” kata Evan mencoba membantu Alea berdiri. Saat itu, tatapan mata mereka beradu. Ada gejolak di dalam hati mereka. Alea pun berdiri dibantu Evan. Ternyata tangan kanan Alea berdarah. Saat menoleh ke tangan kanannya, tiba-tiba saja Alea menangis dan kembali jatuh terduduk. Evan, Emily, Liana, dan Gea bingung kenapa tiba-tiba Alea menangis. Dan yang parahnya, Alea nampak seperti kehilangan kesadarannya.
Dari belakang Evan, muncul Kenzo dan Tara.
“Waduh, Van. Anak orang loe apain nih sampe nangis gitu?” kata Tara.
“Gak gue apa-apain kunyuk. Tadi dia didorong sama Ve. Trus dia jatuh.” Terang Evan.
Tanpa berkata apa-apa, Kenzo langsung menolong Alea berdiri kembali dan memeluknya. Hal itu membuat yang lain terkejut. Evan terdiam. Emily juga tiba-tiba terkejut melihat Kenzo memeluk Alea.
“Alea sayang, udah jangan nangis ya. Ada kakak di sini.” Kata Kenzo membisikkan kata-kata untuk menenangkan Alea.
“Kak... a..ada.. d..da..rah kak.. Alea takut.” Kata Alea masih menangis.
“Tar, cepet ambil kotak P3K di ruang panitia. Buruan!!” kata Kenzo tegas. Tara yang masih bingung melihat sikap aneh Kenzo pun bergegas berlari mengambil kotak P3K. “Sayang, udah jangan nangis ya.” Kata Kenzo masih memeluk Alea.
“Ka..kakak..jangan..Al..Alea takut..jangan ber..da..darah.. lagi.” Kata Alea terbata-bata. Kenzo semakin erat memeluk tubuh Alea dan mengelus lembut rambut Alea.
Tara pun sudah datang dengan membawa kotak P3K. Dengan telaten, Kenzo membersihkan luka Alea dan membalut perban di tangan Alea. Semua yang ada di situ tidak habis pikir dengan pemandangan di hadapan mereka. Perasaaan Evan dan Emily semakin tertusuk-tusuk melihat apa yang dilakukan Kenzo kepada Alea. Mereka belum tau kalau Kenzo dan Alea adalah kakak beradik.
“Kenzo, gila loe. Sama mahasiswa baru udah berani peluk-peluk. Panggil sayang-sayangan lagi.” Celetuk Tara.
“Kalian, yang ada di sini denger ya. Alea ini adik kandung gue. Jadi wajar dong, kalo gue bersikap kayak gini.”
“Adik loe?” tanya Evan.
“Iya Van. Gue pernah cerita kan kalo gue punya adik yang ikut ortu gue ke Jepang dan sekolah di sana? Orang itu Alea. Jadi kalian jangan salah paham.” Terang Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya dari Alea.
“Ooohh...” Evan, Tara, Emily, Gea, dan Liana saling berpandangan.
“Alea punya phobia sama darah. Jadi dia langsung histeris ngeliat ada darah di tangannya.” Terang Kenzo. Evan, Tara, Emily, Liana, dan Gea pun manggut-manggut.
“Kalian temennya Alea kan?” tanya Kenzo ke Emily, Liana, dan Gea.
“I..Iya kak.” Jawab Emily malu-malu.
“Makasih ya, udah mau jadi temennya Alea. Kalo nanti ada yang gangguin Alea, kalian langsung bilang ke gue.” Kata Kenzo tegas. Emily pun mengangguk. Dia merasa senang melihat tatapan mata Kenzo kepadanya.
“Alea udah punya pacar belum?” tanya Tara tiba-tiba.
“Eh, loe playboy bajakan jangan berani-berani gangguin apalagi sentuh adik gue ya!” Kata Kenzo.
“Yee.. Galak banget sih sob . Taringnya keluar tuh. Eeeeh.” Tara menghentikan kata-katanya ketika melihat sorot mata tajam Kenzo yang seolah akan menelannya mentah-mentah.
“Yaudah Al, kamu istirahat ke klinik kampus dulu aja ya. Gak usah ikut acara selanjutnya.” Kata Kenzo lembut ke Alea.
“Alea takut kak.” Kata Alea kemudian memeluk Kenzo.
“Gue juga mau dipeluk dong. Eeeeh.” Tara kemudian menutup mulutnya dengan tangan ketika tatapan tajam Kenzo mengarah kepadanya.
“Van, tolong temenin Alea ke klinik ya.” Kata Kenzo ke Evan.
“Kakak..” kata Alea memanggil Kenzo. Kenzo menoleh.
“Hati-hati..” kata Alea pelan.
“Siap boss.” Kenzo tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
“Yuk Alea.” Kata Evan kemudian menggandeng tangan Alea. Mereka berjalan pelan ke klinik kampus. Ada senyum malu di antara mereka.
Kenzo dan Tara berjalan menuju ke ruang panitia. Emily, Liana, dan Gea bergegas berjalan menuju hall untuk mengikuti acara berikutnya.
“Kenzo, baru kali ini gue liat loe bisa lembut gitu. Biasanya... iuh.” Celetuk Tara.
“Setan jabrik maksud loe apaan.” Kata Kenzo bersungut-sungut.
“Kalem oy, kalem jangan pake acara nyolot segala. Maksud gue, baru kali ini gue liat sisi lembut loe yang bahkan gue sendiri gak percaya.” Terang Tara.
“Oh. Ya jelas lah, Alea itu adik gue satu-satunya. Dan udah kewajiban gue buat ngejagain dia.” Kata Kenzo.
“Gue bangga jadi sahabat loe.” Kata Tara. Mereka berdua pun melanjutkan langkah kaki mereka.
Dari kejauhan, nampak Ve dan teman-temannya dari tadi memperhatikan apa yang terjadi setelah mereka meninggalkan tempat tersebut. Karena melihat bagaimana sikap lembut Kenzo yang langka tadi terhadap Alea, hati Ve semakin terbakar api cemburu. Dan dia pun merencanakan sesuatu untuk membalas rasa sakit hatinya kepada Alea, tanpa berusaha mengetaui ada apa antara Kenzo dan Alea yang sebenarnya.
“Awas loe anak baru. Liat apa yang bisa gue lakuin ke loe ntar.”


To be continued...

Diubah oleh nvrstepback
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cinta-seorang-hacker
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.